Friday, May 11, 2012

Hati siapa yang tidak perih

Dua hari yang lalu ketika aku mau ke toilet, kebetulan papasan dengan OB (office boy) yang bertugas di kantorku lantai 19. Ia (mas) sedang menelepon seseorang, sepertinya sedang bicara dengan istrinya, sambil menghadap ke arah jendela yang menghadap ke jalan utama di Jakarta. Tidak sengaja aku mendengar sekilas mas itu ngomong sesuatu, tidak jelas sih. Tapi yang aku tidak bisa lupa adalah intonasinya yang bergetar seperti sedang menahan tangis.... Dia bilang ke orang yang dia telpon "sabar ya, aku sedang usahakan". Aku yang masih belum tahu apa yang terjadi dan merasa tidak enak, tidak menanyakan ke mas tersebut.

Sekilas saja aku mendengar suara mas itu, tapi momen yang sekilas tersebut tidak dapat aku lupakan. Suara itu terngiang-ngiang dalam kepalaku. Suara seorang laki-laki yang bergetar, yang menahan tangis. Pastilah, menurutku, dia mengalami suatu cobaan hidup yang berat. Entah apa itu, tetapi pastilah sesuatu yang benar-benar menyesakkan dada.

Hingga keesokan harinya, aku sudah tidak melihatnya lagi. Sudah ada penggantinya.

4 comments: