Showing posts with label Jalan-jalan. Show all posts
Showing posts with label Jalan-jalan. Show all posts

Monday, June 20, 2011

[Kuliner enak] Soto betawi Bang Mus Jalan Soepomo

Sebenarnya menemukan warung makan pinggir jalan ini tidak sengaja... Ceritanya, pas lapar mau makan malam, bingung mau makan apalagi, soalnya sudah pada bosan semua sama masakan di warung sekitar rumah. Pecel lele dan ayam..bosan, nasi padang..bosan, sate ayam/kambing..bosan, tahu campur, rujak cingur..bosan, bakso..bosan, seafood soepomo..bosan.

Ya udah deh, browsing tempat makan sekitar situ. Eh, kok ada warung Betawi. Padahal selama ini aku ga terlalu suka sama masakan betawi, rasanya kurang tajam, datar-datar saja. Pokoknya kalau ada masakan Betawi, jadi pilihan terakhir deh. Eh, setelah nyoba Soto Betawi Bang Mus, aku langsung mbatin...wah ini enak sekali... Akhirnya jadi langganan.

Soto Betawi Bang Mus itu isinya aneka jeroan dan otak (kambing atau sapi ya?). Oh ya, isinya boleh kita milih-milih sendiri atau diracikkan sama Bang Mus. Tapi rasanya tetap enak, sedappp. Jeroannya ada usus, kulit, kikil, otak, dan lain-lain deh. Well, bagi yang mau nyoba...disaranin sekali deh.

Lokasinya persis disamping RM Mbok Berek Ayam Desa Masuk Kota dan Pegadaian.

Lain kali aku foto menunya, ok.

Monday, September 21, 2009

Krakatau: simbol kegelisahan untuk menemukan kembali jati diri bangsa Indonesia


Sengaja, saya pilih judul seperti di atas dengan memberikan tone yang lebih kuat terhadap penemuan kembali jati diri bangsa. Semua orang Indonesia sudah mahfum, paham bahwa bangsa kita diwarnai dengan sejarah panjang kejayaan, peradaban, dan wibawa sebagai bangsa yang besar dan adil/makmur. Sejak jaman prasejarah yang ditandai dengan adanya temuan-temuan benda-benda prasejarah di berbagai kawasan hingga jaman keemasan kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Semuanya menggambarkan ketinggian peradaban dan kemajuan serta sistem nilai sosial yang kuat bangsa Indonesia.

Namun, pasca masuknya penjajah bangsa barat/kulit putih ke tanah nusantara pada abad ke XVI/XVII hingga bangsa Indonesia berhasil mendapatkan kemerdekaannya pada tahun 1945 dan melanjutkannya hingga kini 64 tahun kemudian, negara kita seolah kehilangan jati dirinya yang kuat dan terombang-ambing diantara kemajuan negara-negara tetangga yang dahulu kita anggap kecil. Bangsa ini terlihat gamang, tidak mampu jejak berdiri di tanahnya sendiri, kehilangan pegangan akibat gempuran berbagai masalah internal dan upaya-upaya pihak lain yang ingin mengambil keuntungan dari kondisi linglung bangsa ini.

Indonesia, negara nusantara, yang sangat besar. Besar potensi sumber daya alamnya, besar potensi ekonominya, besar masyarakatnya merupakan mangsa yang empuk bagi pihak-pihak lain yang ingin mendapatkan keuntungan. Tidakkah kita menyadari bahwa kita seolah kehilangan jati diri, siapa kita, mau kemana kita, sistem nilai apa yang sedang kita pegang. Tidakkah kita menyadari bahwa kita seolah bergerak mekanis tanpa makna bekerja, bertarung dengan hidup hanya untuk urusan makan-minum, televisi, bertahan hidup untuk menunggu sampai gaji pada bulan berikutnya. Begitu siklus ini berulang, tanpa kita sedikit terjaga bahwa there is something wrong with this? Bagaimana potensi ekonomi yang sangat besar, budaya yang sangat kaya dan beragam, serta warisan nilai luhur yang turun menurun sudah begitu jauh kita abaikan karena kita terjebak atau sengaja dijebak untuk sibuk berpikir dengan urusan yang sangat dasar yaitu makan dan minum serta dininabobokan dengan segala jargon-jargon budaya entertainmen/refreshing/relaks. Dan akhirnya pihak lainnya lah yang mendapatkan keuntungan dari ketidaksadaran kita terhadap jati diri dan potensi bangsa kita.

Beberapa waktu yang lalu, di sela-sela rutinitas, ada kesempatan untuk melakukan beach camp ke Krakatau. Sebuah gunung berapi yang sangat fenomenal yang pada abad 19 pernah mengguncang dunia dengan letusannya. Hingga kini, masih tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta alam dan para petualang. Terletak di sekitar selat Sunda, Krakatau dan Anak Krakatau menawarkan keelokannya. Gelegarnya di tengah malam yang gelap, kala langit hanya diterangi sang bintang, seolah-seolah seperti lidah api sang naga yang menjulur menampakkan kegelisahannya. Anak Krakatau meledak, menggelegar, ditengah keheningan malam yang sepi, yang rutin, ingin menunjukkan eksistensinya. Seolah memberikan inspirasi bagi mereka yang mau memperhatikan. Krakatau menyuruh segera bangkit, bangun cepat, jangan terlelap dalam hampanya rutinitas hidup, dalam sepinya pikiran dan hati, dalam dinginnya kesendirian di antara berjuta hiruk pikuk urusan dunia. Tunjukkan eksistensimu, temukan jati dirimu, bangun harga dirimu, bangun wibawamu, pergilah ke puncak-puncak peradaban dan kemajuan. Mulai dari dirimu, panaskan hatimu, bawa pikiranmu, gelisahlah, teruslah gelisah, jangan diam terpekur saja. Mulai sekarang, dari kamu, kamu seorang, menggelegarlah di tengah keheningan malam. Menyalalah di tengah kegelapan awan. Berteriaklah di tengah deburan ombak. Buatlah dunia menoleh akan kehadiranmu, menyadari bahwa kita ada bangsa Indonesia yang besar, yang berwibawa, yang mempunyai kekuatan untuk eksis di antara kerumunan alam semesta.

Monday, May 26, 2008

Pecel pincuk kalibata




Bagi penggemar kuliner atau makanan, ada makanan khas Jawa yang patut di coba di Jakarta. Namanya pecel pincuk Kalibata karena lokasi warungnya di daerah Kalibata Jakarta Selatan, persis didepan makam pahlawan. Makanan ini terdiri dari sayuran bayam, kecambah dan kangkung biasanya, kemangi atau sayuran lainnya yang guyur dengan bumbu pecel dari kacang yang pedasnya pas. Diberi nama pincuk dikarena pecelnya diletakkan diatas daun pisang atau godhong dengan menggunakan besek. Sebenarnya lebih pasnya pincuk itu menggunakan daun pisang yang dilekuk membentuk kerucut. Tapi mungkin untuk kepraktisan digunakan piring dari besek rotan. Kemudian lauknya ada sate ati ampela, telor puyuh (kalau gak salah), peyek, tahu-tempe sebagai makanan wajib.

Selain menu pecel, warung pecel pincuk kalibata juga menyediakan nasi rawon. Lumayan juga rasanya, seporsi hanya Rp14.000 sudah pakai minuman beras kencur.

Warung ini sepertinya terlihat populer dikalangan warga Jakarta bahkan para selebritis. Didindingnya terpampang sang pemilik bersama Bondan Winarno, master kuliner yang suka muncul di TV, kemudian Tukul, dll. Saya sendiri pernah ketika makan minggu pagi disana bertemu dengan Mulyana Kusuma, mantan anggota KPU 2004.

Menurut saya, makanan di pecel pincuk Kalibata ini, layak dicoba dan harganya relatif terjangkau.

Jakarta, 27 Mei 2008

Wednesday, May 14, 2008

Tempat Wisata: Kebun Raya Cibodas


Kebun Raya Cibodas atau Taman Hutan Raya (Botanic Garden), terletak di Kompleks Hutan Gunung Gede Pangrango, Desa Cimacan, Pacet, Cianjur. Topografi lapangannya bergelombang dan berbukit-bukit dengan ketinggian 1275 m dpl, bersuhu udara 17 - 27 derajat Celcius.
Kebun ini didirikan pada tahun 1862 oleh Johannes Elias Teysjmann sebagai cabang dari Kebun Raya Bogor pada lokasi di kaki Gunung Gede. Dengan curah hujan 2380 mm per tahun dan suhu rata-rata 18 derajat Celsius, kebun botani ini dikhususkan bagi koleksi tumbuhan dataran tinggi basah tropika, seperti berbagai tumbuhan runjung dan paku-pakuan.


Berbagai fasilitas tersedia di kawasan Cibodas, mulai dari lapangan parkir yang luas untuk menampung puluhan kendaraan roda empat maupun bus, ruang informasi yang dilengkapi dokumentasi Wana Wisata Cibodas, areal bermain anak-anak, mushola, MCK umum, shelter, pendopo, teater alam terbuka, dan camping ground seluas 3 hektar yang dapat menampung 200 tenda.
Di Kebun Raya Cibodas terdapat Bumi Perkemahan Mandala Kitri. Tersedia juga lapangan golf, Bandung Asri Mulya.
Di bumi perkemahan tampak sebuah patung dinosaurus, yang memberikan gambaran atau peringatan agar kelestarian hutan ini janganlah sampai musnah seperti binatang purba yang tinggal sejarah tersebut.


Kebun Raya Cibodas (KRC) dimaksudkan sebagai tempat koleksi ex situ (di luar habitat) bagi tumbuh-tumbuhan tropis basah dataran tinggi. Termasuk dalam koleksinya adalah berbagai jenis pohon besar yang dilindungi seperti tusam dan tumbuhan runjung, tumbuhan paku pegunungan, hutan kaliandra, hutan alam dan terdapat pua air terjun. Dari pintu masuk ke lokasi air terjun berjarak 750 meter.


Koleksi yang paling khas dari KRC adalah Taman Lumut Cibodas yang memiliki 216 jenis[1] lumut dan lumut hati dari berbagai sudut Indonesia dan dunia. Dengan luas 2500m persegi, taman ini diklaim sebagai satu-satunya di dunia yang terletak di luar ruangan dan memiliki koleksi terbanyak.


Untuk mencapainya, dari Cipanas lewat Simpang Tiga Paregrejen sejauh 5 km. Dari Jakarta, Bogor, dan Bandung dapat mempergunakan roda dua dan empat, bus besar dapat masuk ke dalam kawasan ini. Bila menggunakan bus atau colt turunlah di pertigaan Cibodas, langsung menggunakan angkutan umum rute Cipanas-Rarahan, sampai di Balai Taman Nasional Gede-Pangrango, selanjutnya tinggal berjalan kaki menuju Kebun Raya.
Dari simpang tiga menuju Cibodas, di kiri kanan jalan dijual berbagai tanaman hias khusus daerah pegunungan yang sangat indah, warna-warni dan beraneka ragam jenisnya.


Sumber: Wikipedia Indonesia

Informasi Tempat Wisata Cibodas



Kebun Raya Cibodas atau Taman Hutan Raya (Botanic Garden), terletak di Kompleks Hutan Gunung Gede Pangrango, Desa Cimacan, Pacet, Cianjur. Topografi lapangannya bergelombang dan berbukit-bukit dengan ketinggian 1275 m dpl, bersuhu udara 17 - 27 derajat Celcius.
Kebun ini didirikan pada tahun 1862 oleh Johannes Elias Teysjmann sebagai cabang dari Kebun Raya Bogor pada lokasi di kaki Gunung Gede. Dengan curah hujan 2380 mm per tahun dan suhu rata-rata 18 derajat Celsius, kebun botani ini dikhususkan bagi koleksi tumbuhan dataran tinggi basah tropika, seperti berbagai tumbuhan runjung dan paku-pakuan.




Berbagai fasilitas tersedia di kawasan Cibodas, mulai dari lapangan parkir yang luas untuk menampung puluhan kendaraan roda empat maupun bus, ruang informasi yang dilengkapi dokumentasi Wana Wisata Cibodas, areal bermain anak-anak, mushola, MCK umum, shelter, pendopo, teater alam terbuka, dan camping ground seluas 3 hektar yang dapat menampung 200 tenda.
Di Kebun Raya Cibodas terdapat Bumi Perkemahan Mandala Kitri. Tersedia juga lapangan golf, Bandung Asri Mulya.
Di bumi perkemahan tampak sebuah patung dinosaurus, yang memberikan gambaran atau peringatan agar kelestarian hutan ini janganlah sampai musnah seperti binatang purba yang tinggal sejarah tersebut.




Kebun Raya Cibodas (KRC) dimaksudkan sebagai tempat koleksi ex situ (di luar habitat) bagi tumbuh-tumbuhan tropis basah dataran tinggi. Termasuk dalam koleksinya adalah berbagai jenis pohon besar yang dilindungi seperti tusam dan tumbuhan runjung, tumbuhan paku pegunungan, hutan kaliandra, hutan alam dan terdapat pua air terjun. Dari pintu masuk ke lokasi air terjun berjarak 750 meter.




Koleksi yang paling khas dari KRC adalah Taman Lumut Cibodas yang memiliki 216 jenis[1] lumut dan lumut hati dari berbagai sudut Indonesia dan dunia. Dengan luas 2500m persegi, taman ini diklaim sebagai satu-satunya di dunia yang terletak di luar ruangan dan memiliki koleksi terbanyak.




Untuk mencapainya, dari Cipanas lewat Simpang Tiga Paregrejen sejauh 5 km. Dari Jakarta, Bogor, dan Bandung dapat mempergunakan roda dua dan empat, bus besar dapat masuk ke dalam kawasan ini. Bila menggunakan bus atau colt turunlah di pertigaan Cibodas, langsung menggunakan angkutan umum rute Cipanas-Rarahan, sampai di Balai Taman Nasional Gede-Pangrango, selanjutnya tinggal berjalan kaki menuju Kebun Raya.
Dari simpang tiga menuju Cibodas, di kiri kanan jalan dijual berbagai tanaman hias khusus daerah pegunungan yang sangat indah, warna-warni dan beraneka ragam jenisnya.




Sumber: Wikipedia Indonesia

Monday, May 12, 2008

The pokjar on vacation: 8 Juni 2008 revised 15 Juni 2008


Anak-anak the pokjar mau ngadain acara holiday after examination di Cibodas tanggal 15 Juni 2008, hari Minggu. Biaya buat transportasi, akomodasi dan perlengkapan acara Rp65 ribu. Tapi dapatnya pasti puas deh.
Acaranya bakal seru banget karena ada games, nyanyi2, door prize, dan tukar souvenir.
Belum lagi foto-fotoan, buat dipajang di internet.
So, kasih tahu teman-teman UT yang ada di sekitar Jakarta atau anak-anak pokjar pusat lainnya. Daftarnya di Citra atau Roni. Atau lewat blog ini atau email di pokjarku@gmail.com

Buruan daftar ya, be happy....don't worry....and always lucky....coz there will be many beautiful lady....

Panitia The Pokjar on Vacation: 15 Juni 2008

Wednesday, April 9, 2008

Kegiatan pokjar: vacation together




Disela-sela kesibukan sebagian besar anggota pokjar jakpus dengan rutinitas pekerjaan dan perkuliahan, momen-momen indah tour de anyer mampu memberikan kesegaran dan mempererat tali persahabatan.