Kertas Berisi Ayat Al Qur’an yang Tidak Terpakai, Hendaknya Dipendam Dalam Tanah Yang Bersih atau Dibakar
ِSebagian orang menuliskan ayat Al-Qur`an atau ucapan bismillahir rahmanir rahim di kartu undangan pernikahan atau yang lainnya. Padahal kartu ini bisa saja dibuang di tempat sampah setelah dibaca, terinjak, atau menjadi mainan anak kecil. Lalu apa nasihat anda dalam hal ini?
Jawab:
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullahu menjawab:
“Si penulis telah melakukan perkara yang disyariatkan yakni menuliskan ucapan tasmiyah (bismillah). Bila ia menyebutkan ayat Al-Qur`an yang sesuai di kartu/surat undangan tersebut maka tidak menjadi masalah. Orang yang menerima kartu/surat undangan tersebut wajib untuk memuliakannya, karena di dalamnya ada ayat-ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jangan dibuang di tempat sampah atau di tempat hina lainnya. Kalau sampai kartu/surat undangan bertuliskan ayat Al-Qur`an itu ia hinakan maka ia berdosa. Adapun si penulisnya tidaklah berdosa. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri memerintahkan sahabatnya untuk menuliskan ‘Bismillahir rahmanir rahim’ pada surat-surat yang beliau kirimkan. Dan terkadang beliau memerintahkan untuk menulis beberapa ayat Al-Qur`an dalam surat tersebut.
Dengan demikian, orang yang menulis hendaklah menuliskan bismillah sesuai dengan yang disyariatkan, dan ia menyebutkan beberapa ayat berikut hadits-hadits ketika dibutuhkan. Sedangkan orang yang menghinakan tulisan tersebut atau surat tersebut, ia berdosa. Semestinya ia menjaganya, atau bila ingin membuangnya (karena sudah tidak terpakai) hendaknya ia bakar atau dipendam. Bila dibuang begitu saja di tempat sampah, menjadi mainan anak-anak, menjadi pembungkus barang atau yang semisalnya, ini tidaklah diperbolehkan.
Sebagian orang menjadikan surat kabar dan lembaran (yang di dalamnya ada ucapan basmalah atau ayat-ayat Al-Qur`an) sebagai alas untuk makanan atau pembungkus barang yang dibawa ke rumah. Semua ini tidak diperbolehkan karena ada unsur penghinaan terhadap surat kabar/majalah/lembaran tersebut sementara di dalamnya tertulis ayat-ayat Al-Qur`an dan hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semestinya lembaran tersebut disimpan di perpustakaannya, atau di tempat mana saja, dibakar atau dipendam di tempat yang baik. Demikian pula mushaf Al-Qur`an bila telah sobek tidak bisa lagi digunakan, maka mushaf tersebut dipendam di tanah yang bersih atau dibakar, sebagaimana dahulu ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu membakar mushaf-mushaf yang tidak lagi diperlukan.
Kebanyakan manusia tidak memerhatikan perkara ini, sehingga harus diberi peringatan. Sekali lagi untuk diingat, lembaran dan surat-surat (yang ada ayat Al-Qur`an) yang tidak lagi dibutuhkan, hendaknya dipendam dalam tanah yang bersih atau dibakar. Tidak boleh digunakan sebagai pembungkus barang atau yang lainnya, dijadikan alas makan, atau dibuang di tempat sampah. Semuanya ini merupakan kemungkaran yang harus dicegah.
Apakah boleh disobek-sobek? Maka jawabannya, kalau cuma disobek dikhawatirkan masih tertinggal nama Allah atau nama Ar-Rahman atau nama-nama Allah Subhanahu wa Ta’ala yang lain, ataupun tertinggal beberapa potong ayat yang tidak ikut tersobek.
Apakah boleh debu bekas pembakarannya dibiarkan saja diterbangkan oleh angin? Jawabannya, hal itu tidaklah menjadi masalah. Wallahul musta’an.” (Fatawa Nurun ‘ala Darb, hal. 389-391)
Sumber: http://qurandansunnah.wordpress.com yang mengutip dari: http://www.Asysyariah.com, Penulis : Tim Sakinah, Fatawa Al-Mar`ah Al-Muslimah oleh: Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Judul asli: Kertas Bertuliskan Ayat Al-Qur`an
Showing posts with label Tips umum. Show all posts
Showing posts with label Tips umum. Show all posts
Monday, September 13, 2010
Thursday, July 30, 2009
Jalan-jalan di Jakarta yang rawan ranjau paku
Bagi para biker motor di Jakarta, hati-hati dan sebisa mungkin hindari jalan-jalan yang seringkali menjadi area penyebaran ranjau paku oleh orang-orang berhati jahat. Dan jika melihat/mengetahui mereka, jangan segan-segan menangkap mereka (pasti dibantu oleh biker-biker lainnya dan sopir-sopir di jalan) karena mereka, para penebar paku tersebut, sungguh keji dan sangat berbahaya tindakan mereka itu. Para biker dapat menghubungi TMC POLDA DKI di nomer 527-6001 atau SMS 1717 (dicatat ya!).
Adapun jalan-jalan yang rawan paku tersebut yaitu:
I. Jakarta Pusat
- Jalan Majapahit yaitu dari arah Tanah Abang menuju Harmoni
- Jalur lambat di jalan Sudirman hingga Semanggi/Atmajaya
II. Jakarta Selatan
- Jalan Gatot Subroto arah Semanggi hingga ke lampu merah Kuningan dan arah sebaliknya.
- Fly over Permatan Hijau hingga Pondok Indah
- Sepanjang jalan Casablanca hingga Mal Ambassador (Mega Kuningan), terutama di terowongan Casablanca
- Fly over Lenteng Agung hingga Pasar Minggu
- Jalan MT Haryono sampai Kuningan dan sebaliknya, terutama di sekitar Pancoran
- Lampu merah Kostrad
III. Jakarta Barat
- Sepanjang jalan S. Parman (rumah sakit Harapan Kita)
- Lampu Merah Slipi hingga Tomang
Adapun jalan-jalan yang rawan paku tersebut yaitu:
I. Jakarta Pusat
- Jalan Majapahit yaitu dari arah Tanah Abang menuju Harmoni
- Jalur lambat di jalan Sudirman hingga Semanggi/Atmajaya
II. Jakarta Selatan
- Jalan Gatot Subroto arah Semanggi hingga ke lampu merah Kuningan dan arah sebaliknya.
- Fly over Permatan Hijau hingga Pondok Indah
- Sepanjang jalan Casablanca hingga Mal Ambassador (Mega Kuningan), terutama di terowongan Casablanca
- Fly over Lenteng Agung hingga Pasar Minggu
- Jalan MT Haryono sampai Kuningan dan sebaliknya, terutama di sekitar Pancoran
- Lampu merah Kostrad
III. Jakarta Barat
- Sepanjang jalan S. Parman (rumah sakit Harapan Kita)
- Lampu Merah Slipi hingga Tomang
Saturday, July 18, 2009
Meminta print out lagi SPPT PBB yang hilang
Seringkali kita bingung ketika harus membayar pajak bumi dan bangunan (PBB) karena lembar SPPT PBB hilang entah kemana. Walaupun sebenarnya jika kita ingat nomor obyek pajaknya, kita dapat membayar langsung via ATM atau internet banking. Namun demikian, kita tetap ingin memperoleh kembali SPPT PBB tersebut untuk keperluan arsip/dokumen terutama ketika melakukan transaksi jual beli rumah/tanah.
Saya baru mengalaminya minggu kemarin. Bingung sekali nyarinya, ke sana kemari tidak ada. Di cari di seluruh rumah tidak ada, dalam lemari tidak ada, di dalam tumpukan dokumen dan buku tidak ada, bahkan sampai di file cabinet yang dikantor dan di safe deposit bank juga tidak ada. Sampai akhirnya putus asa, telpon langsung ke kantor pajak. Kebetulan daerah saya termasuk di kantor pajak Tebet (KPP Pratama Tebet) jalan Raya Tebet no. 9 Jakarta Selatan, telepon 021-8319347-48.
Dari bagian yang mengurusi SPPT PBB, saya diberitahu jika dapat meminta print out SPPT PBB yang baru dengan membawa fotokopi dokumen sebagai berikut:
1. Fotokopi SPPT PBB tahun lalu/sebelumnya (tujuannya untuk mendapatkan nomor obyek pajaknya).
2. Fotokopi NPWP
3. Fotokopi KTP
Jika sudah lengkap, bawa ke kantor pajak di wilayah anda. Saya tidak tahu apa bisa di kantor pajak manapun ya, misalnya daerah saya di Jakarta Selatan, minta di Jakarta Barat. Sepertinya tidak bisa deh. Nanti anda diberi bukti pengambilan. Besok bisa diambil deh, tapi jangan pagi-pagi agak siangan karena pengalaman saya masih belum jadi. Gampang sekali kan.
Saya baru mengalaminya minggu kemarin. Bingung sekali nyarinya, ke sana kemari tidak ada. Di cari di seluruh rumah tidak ada, dalam lemari tidak ada, di dalam tumpukan dokumen dan buku tidak ada, bahkan sampai di file cabinet yang dikantor dan di safe deposit bank juga tidak ada. Sampai akhirnya putus asa, telpon langsung ke kantor pajak. Kebetulan daerah saya termasuk di kantor pajak Tebet (KPP Pratama Tebet) jalan Raya Tebet no. 9 Jakarta Selatan, telepon 021-8319347-48.
Dari bagian yang mengurusi SPPT PBB, saya diberitahu jika dapat meminta print out SPPT PBB yang baru dengan membawa fotokopi dokumen sebagai berikut:
1. Fotokopi SPPT PBB tahun lalu/sebelumnya (tujuannya untuk mendapatkan nomor obyek pajaknya).
2. Fotokopi NPWP
3. Fotokopi KTP
Jika sudah lengkap, bawa ke kantor pajak di wilayah anda. Saya tidak tahu apa bisa di kantor pajak manapun ya, misalnya daerah saya di Jakarta Selatan, minta di Jakarta Barat. Sepertinya tidak bisa deh. Nanti anda diberi bukti pengambilan. Besok bisa diambil deh, tapi jangan pagi-pagi agak siangan karena pengalaman saya masih belum jadi. Gampang sekali kan.
Friday, May 22, 2009
contoh hasil pemeriksanaan kualitas air tanah

Dari hasil pemeriksaan melalui laboratorium terhadap kualitas air tanah, terlihat bahwa terdapat satu masalah dari sampel yang diberikan. Permasalahan tersebut adalah tingginya kandungan logam Mangan (Mn) yang mencapai 3,528 dari batas toleransi sebesar 0,5 (item yang melewati ambang batas diberi tanda **). Sementara itu, derajat keasaman yang dibawah batas, relatif tidak terlalu berdampak.
Tingginya kadar logam Mg dalam sampel air ini, selain memang karena kandungan dari air tanahnya sendiri, bisa juga disebabkan karena sampel diambil bukan dari tanah langsung tetapi dari reservoir atau tandon. Dalam keadaan tertentu unsur mangan dapat muncul dalam konsentrasi yang besar. Penyebab hal ini adalah adanya aktivitas mikroorganisme dalam menguraikan dan mereduksi bahan organik dan mangan (IV) menjadi mangan (II) pada kondisi hypolimnion (kondisi adanya cahaya matahari). Sehingga, tingginya hasil uji laboratorium tidak dapat langsung dibaca per se, namun harus ditelusuri terlebih dahulu apakah teknik pengambilan sampel sudah benar, wadah yang digunakan untuk membawa sampel air sudah bersih, dan apakah air tidak dibiarkan dalam wadah dalam jangka waktu yang lama. Jika hal-hal tersebut sudah dipenuhi dan hasil air setelah dilakukan pengujian bagus, maka air tersebut dapat dikategorikan sebagai air bersih.
Wednesday, April 15, 2009
Sehatkah Air Minum Kita?
Penulis: Oleh : Dr Ig L Setyawan Purnama,MSi , Detaser UBB dan Dosen Fakultas Geografi UGM
edisi: 03/Dec/2008 wib (BangkaPos)
Untuk mengetahui dan meyakini apakah air minum kita mengandung unsur-unsur dan bakteri-bakteri tersebut, kita dapat mengambil sampel airnya dan memeriksakannya di Laboratorium Kesehatan Lingkungan. Bandingkan hasilnya dengan baku mutu air untuk air minum. Bila tidak ada satupun unsur yang kadarnya melampaui standar yang dipersyaratkan, berarti sehat dan layak untuk digunakan sebagai sumber air minum
SAAT pertama kali datang di Pangkalpinang dan kemudian ke Sungailiat, kesan pertama saya adalah bahwa kedua kota tersebut cukup bersih dan tertata. Tidak mengherankan kalau mendapatkan Adipura. Jalan cukup lebar dan mulus.
Masih belum begitu ada kesemrawutan dan kemacetan lalu lintas (meskipun banyak pengendara sepeda motor yang melaju kencang dan sepertinya tidak mau mengurangi kecepatan, walau ada penyeberang jalan). Dan satu hal lagi, berbeda dengan Jogja, belum ada pengemis dan pengamen di lampu merah atau perempatan jalan.
Meskipun demikian, ada satu hal yang serupa dengan Jogja, yaitu adanya beberapa kedai minuman. Di ujung Jalan Balai saja, terdapat sekitar tiga kedai minuman. Bedanya kalau di Jogja yang disajikan adalah TEH NASGITEL atau teh yang berasa paNAS, leGI (manis) dan kenTEL (kental), maka di sini adalah kopi tubruk yang menurut pendapat saya rasanya cukup ‘mak nyus’ di lidah, yang terasa berbeda dibandingkan dengan kalau saya membuat kopi sendiri di rumah. Perbedaan lainnya adalah pada konsumennya. Bila konsumen TEH NASGITEL umumnya mengendarai sepeda onthel dan sepeda motor (termasuk penulis), maka konsumen warung kopi disini sebagian juga mengendarai mobil.
Sambil menyeruput kopi tubruk, banyak topik pembicaraan yang dibahas, dari masalah harga kelapa sawit dan timah yang turun hingga masalah politik. Salah satu pembicaraan yang menarik bagi saya adalah masalah air minum di Pulau Bangka. Dalam salah satu pembicaraan tersebut, disebutkan bahwa pernah kejadian seorang isteri pejabat dari Jakarta yang saat datang di Bangka tidak mau minum (dan mandi?) menggunakan air tanah dari Bangka, karena takut banyak mengandung timah. Apakah pendapat ibu tersebut benar?
Air minum yang sehat dan ideal adalah air minum yang jernih, tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau. Air minum seharusnya juga tidak mengandung bakteri patogen dan tidak mengandung unsur yang dapat membahayakan kesehatan. Air yang keruh disebabkan oleh zat padat yang tersusupensi baik anorganik ataupun organik. Zat organik mendukung perkembangbiakan bakteri. Warna air seringkali mengindikasikan adanya berbagai zat kimia ataupun organisme yang berwarna. Sebagai contoh air dengan kadar besi tinggi akan berwarna kuning kecoklatan. Rasa air mengindikasikan kehadiran berbagai zat yang dapat membahayakan kesehatan. Demikian bau air juga dapat memberi petunjuk kualitas airnya. Misalnya saja bau amis dapat disebabkan oleh tumbuhnya ganggang. Kadar besi yang tinggi juga akan memberikan bau yang khas pada air.
Air dengan kandungan besi lebih dari 0,31 mg/l sudah tidak layak digunakan untuk keperluan rumah tangga, karena dapat menimbulkan berkas karat pada pakaian dan porselin serta menimbulkan rasa yang tidak enak pada air minum. Efek mangan hampir sama dengan besi, meskipun dengan konsentrasi yang lebih rendah (0,05 mg/l). Minum air dengan kadar besi dan mangan tinggi secara terus-menerus akan mengganggu kesehatan ginjal, karena besi dan mangan akan terakumulasi di organ penyaring ini.
Nitrat dan nitrit juga dapat merupakan salah satu unsur yang berbahaya. Bila air mengandung nitrat lebih dari 100 mg/l, dapat menyebabkan rasa getir di lidah serta perasaan tegang. Air yang mempunyai kadar nitrit lebih dari 1 mg/l saja sudah sangat berbahaya bagi bayi karena dapat menyebabkan methemoglobinemia (penyakit bayi biru). Tubuh bayi akan membiru akibat sirkulasi darah terganggu karena terjadinya reaksi antara nitrit dengan hemoglobin.
Air minum seharusnya juga netral (pH = 7), tidak asam atau basa. Air adalah pelarut yang baik, dengan pH yang tidak netral akan lebih mudah dapat melarutkan berbagai elemen yang berbahaya, seperti misalnya logam berat. Selain itu air yang pH-nya terlalu rendah akan terasa asam, sedangkan bila pH-nya terlalu tinggi akan terasa pahit.
Logam berat merupakan jenis logam yang paling berbahaya dari zat-zat pencemar air. Unsur-unsur ini, yang umumnya logam-logam yang terdapat pada bagian pojok bawah kanan dari Daftar Berkala, terdapat diantaranya logam-logam berbahaya seperti timbal (Pb), kadmium (Cd) dan merkuri (Hg). Kebanyakan dari logam-logam ini mempunyai afinitas sangat besar terhadap belerang (S). Logam-logam ini menyerang ikatan-ikatan belerang dalam enzim-enzim, sehingga enzim yang bersangkutan menjadi immobile.
Gugus-gugus protein karboksilat (-CO2H) dan amino (-NH2) juga diserang oleh logam-logam berat. Ion-ion kadmium, tembaga dan merkuri terikat pada sel-sel membran yang menghambat proses-proses transport melalui dinding sel. Logam-logam berat juga dapat mengendapkan senyawa-senyawa bio-fosfat atau mengkatalisis penguraiannya. Beberapa metaloid, yaitu unsur-unsur yang berada pada garis batas antara logam dan bukan logam, juga merupakan zat-zat pencemar air yang berbahaya. Arsen, selenium dan antimon merupakan contoh-contoh penting yang menarik.
Air juga dapat merupakan medium pembawa mikroorganisme patogenetik yang berbahaya bagi kesehatan (waterborne diseases). Patogen yang sering ditemukan di dalam air terutama adalah bakteri-bakteri penyebab infeksi saluran pencernaan seperti Vibrio cholerae yang menyebabkan penyakit kolera, Shigella dysenteriae yang menyebabkan disentri basiler, Salmonella typhosa yang menyebabkan tifus dan Salmonella paratyphy yang menyebabkan paratifus, virus polio dan hepatitis serta Entamoeba histolytica yang menyebabkan penyakit disentri amuba.
Adakah Unsur Timah dalam Air?
Untuk mengetahui dan meyakini apakah air minum kita mengandung unsur-unsur dan bakteri-bakteri tersebut, kita dapat mengambil sampel airnya dan memeriksakannya di Laboratorium Kesehatan Lingkungan. Bandingkan hasilnya dengan baku mutu air untuk air minum. Bila tidak ada satupun unsur yang kadarnya melampaui standar yang dipersyaratkan, berarti sehat dan layak untuk digunakan sebagai sumber air minum. Meskipun demikian, sebenarnya secara sederhana air yang jernih, tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau sudah dapat dianggap cukup layak untuk digunakan sebagai sumber air minum.
Lalu bagaimana dengan kandungan timah di air? Timah (Sn) adalah unsur kimia yang dalam Daftar Berkala ditempatkan pada Golongan IVA dengan Nomor Atom 50. Unsur ini mempunyai titik leleh 231,9 oC dan titik didih 2.270 oC . Namun demikian, saya merasa kesulitan dalam mencari literatur yang membahas mengenai konsentrasi timah di air, khususnya pada air tanah. Kemungkinan ada 2 hal yang menjadi penyebabnya. Pertama, tidak semua tempat di Indonesia dan dunia mengandung timah. Kedua, unsur timah dalam batuan sukar terlarut dalam air, sehingga pada umumnya timah sangat jarang ditemukan dalam air tanah.
Berikutnya saya mencoba mengumpulkan beberapa baku mutu air di Indonesia, antara lain Surat Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup RI Nomor 2 Tahun 1988 (SK. Meneg. KLH No. 2 Tahun 1988), Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 416 Tahun 1990 Tentang Daftar Persyaratan Kualitas Air Minum yang diperbaharui dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.90/Men.Kes/SK./VII/2002 Tentang Persyaratan Sumber Air Untuk Air Minum serta Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 1990 (PP. 20 Tahun 1990) yang diperbaharui dengan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.
Hasilnya, semuanya tidak mencantumkan unsur timah dalam persyaratan air yang akan digunakan sebagai sumber air minum. Jadi? Ketika kami bertiga dijamu kopi oleh teman sejawat kami dari UBB, langsung saja..glek..glek..glek. (*)
edisi: 03/Dec/2008 wib (BangkaPos)
Untuk mengetahui dan meyakini apakah air minum kita mengandung unsur-unsur dan bakteri-bakteri tersebut, kita dapat mengambil sampel airnya dan memeriksakannya di Laboratorium Kesehatan Lingkungan. Bandingkan hasilnya dengan baku mutu air untuk air minum. Bila tidak ada satupun unsur yang kadarnya melampaui standar yang dipersyaratkan, berarti sehat dan layak untuk digunakan sebagai sumber air minum
SAAT pertama kali datang di Pangkalpinang dan kemudian ke Sungailiat, kesan pertama saya adalah bahwa kedua kota tersebut cukup bersih dan tertata. Tidak mengherankan kalau mendapatkan Adipura. Jalan cukup lebar dan mulus.
Masih belum begitu ada kesemrawutan dan kemacetan lalu lintas (meskipun banyak pengendara sepeda motor yang melaju kencang dan sepertinya tidak mau mengurangi kecepatan, walau ada penyeberang jalan). Dan satu hal lagi, berbeda dengan Jogja, belum ada pengemis dan pengamen di lampu merah atau perempatan jalan.
Meskipun demikian, ada satu hal yang serupa dengan Jogja, yaitu adanya beberapa kedai minuman. Di ujung Jalan Balai saja, terdapat sekitar tiga kedai minuman. Bedanya kalau di Jogja yang disajikan adalah TEH NASGITEL atau teh yang berasa paNAS, leGI (manis) dan kenTEL (kental), maka di sini adalah kopi tubruk yang menurut pendapat saya rasanya cukup ‘mak nyus’ di lidah, yang terasa berbeda dibandingkan dengan kalau saya membuat kopi sendiri di rumah. Perbedaan lainnya adalah pada konsumennya. Bila konsumen TEH NASGITEL umumnya mengendarai sepeda onthel dan sepeda motor (termasuk penulis), maka konsumen warung kopi disini sebagian juga mengendarai mobil.
Sambil menyeruput kopi tubruk, banyak topik pembicaraan yang dibahas, dari masalah harga kelapa sawit dan timah yang turun hingga masalah politik. Salah satu pembicaraan yang menarik bagi saya adalah masalah air minum di Pulau Bangka. Dalam salah satu pembicaraan tersebut, disebutkan bahwa pernah kejadian seorang isteri pejabat dari Jakarta yang saat datang di Bangka tidak mau minum (dan mandi?) menggunakan air tanah dari Bangka, karena takut banyak mengandung timah. Apakah pendapat ibu tersebut benar?
Air minum yang sehat dan ideal adalah air minum yang jernih, tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau. Air minum seharusnya juga tidak mengandung bakteri patogen dan tidak mengandung unsur yang dapat membahayakan kesehatan. Air yang keruh disebabkan oleh zat padat yang tersusupensi baik anorganik ataupun organik. Zat organik mendukung perkembangbiakan bakteri. Warna air seringkali mengindikasikan adanya berbagai zat kimia ataupun organisme yang berwarna. Sebagai contoh air dengan kadar besi tinggi akan berwarna kuning kecoklatan. Rasa air mengindikasikan kehadiran berbagai zat yang dapat membahayakan kesehatan. Demikian bau air juga dapat memberi petunjuk kualitas airnya. Misalnya saja bau amis dapat disebabkan oleh tumbuhnya ganggang. Kadar besi yang tinggi juga akan memberikan bau yang khas pada air.
Air dengan kandungan besi lebih dari 0,31 mg/l sudah tidak layak digunakan untuk keperluan rumah tangga, karena dapat menimbulkan berkas karat pada pakaian dan porselin serta menimbulkan rasa yang tidak enak pada air minum. Efek mangan hampir sama dengan besi, meskipun dengan konsentrasi yang lebih rendah (0,05 mg/l). Minum air dengan kadar besi dan mangan tinggi secara terus-menerus akan mengganggu kesehatan ginjal, karena besi dan mangan akan terakumulasi di organ penyaring ini.
Nitrat dan nitrit juga dapat merupakan salah satu unsur yang berbahaya. Bila air mengandung nitrat lebih dari 100 mg/l, dapat menyebabkan rasa getir di lidah serta perasaan tegang. Air yang mempunyai kadar nitrit lebih dari 1 mg/l saja sudah sangat berbahaya bagi bayi karena dapat menyebabkan methemoglobinemia (penyakit bayi biru). Tubuh bayi akan membiru akibat sirkulasi darah terganggu karena terjadinya reaksi antara nitrit dengan hemoglobin.
Air minum seharusnya juga netral (pH = 7), tidak asam atau basa. Air adalah pelarut yang baik, dengan pH yang tidak netral akan lebih mudah dapat melarutkan berbagai elemen yang berbahaya, seperti misalnya logam berat. Selain itu air yang pH-nya terlalu rendah akan terasa asam, sedangkan bila pH-nya terlalu tinggi akan terasa pahit.
Logam berat merupakan jenis logam yang paling berbahaya dari zat-zat pencemar air. Unsur-unsur ini, yang umumnya logam-logam yang terdapat pada bagian pojok bawah kanan dari Daftar Berkala, terdapat diantaranya logam-logam berbahaya seperti timbal (Pb), kadmium (Cd) dan merkuri (Hg). Kebanyakan dari logam-logam ini mempunyai afinitas sangat besar terhadap belerang (S). Logam-logam ini menyerang ikatan-ikatan belerang dalam enzim-enzim, sehingga enzim yang bersangkutan menjadi immobile.
Gugus-gugus protein karboksilat (-CO2H) dan amino (-NH2) juga diserang oleh logam-logam berat. Ion-ion kadmium, tembaga dan merkuri terikat pada sel-sel membran yang menghambat proses-proses transport melalui dinding sel. Logam-logam berat juga dapat mengendapkan senyawa-senyawa bio-fosfat atau mengkatalisis penguraiannya. Beberapa metaloid, yaitu unsur-unsur yang berada pada garis batas antara logam dan bukan logam, juga merupakan zat-zat pencemar air yang berbahaya. Arsen, selenium dan antimon merupakan contoh-contoh penting yang menarik.
Air juga dapat merupakan medium pembawa mikroorganisme patogenetik yang berbahaya bagi kesehatan (waterborne diseases). Patogen yang sering ditemukan di dalam air terutama adalah bakteri-bakteri penyebab infeksi saluran pencernaan seperti Vibrio cholerae yang menyebabkan penyakit kolera, Shigella dysenteriae yang menyebabkan disentri basiler, Salmonella typhosa yang menyebabkan tifus dan Salmonella paratyphy yang menyebabkan paratifus, virus polio dan hepatitis serta Entamoeba histolytica yang menyebabkan penyakit disentri amuba.
Adakah Unsur Timah dalam Air?
Untuk mengetahui dan meyakini apakah air minum kita mengandung unsur-unsur dan bakteri-bakteri tersebut, kita dapat mengambil sampel airnya dan memeriksakannya di Laboratorium Kesehatan Lingkungan. Bandingkan hasilnya dengan baku mutu air untuk air minum. Bila tidak ada satupun unsur yang kadarnya melampaui standar yang dipersyaratkan, berarti sehat dan layak untuk digunakan sebagai sumber air minum. Meskipun demikian, sebenarnya secara sederhana air yang jernih, tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau sudah dapat dianggap cukup layak untuk digunakan sebagai sumber air minum.
Lalu bagaimana dengan kandungan timah di air? Timah (Sn) adalah unsur kimia yang dalam Daftar Berkala ditempatkan pada Golongan IVA dengan Nomor Atom 50. Unsur ini mempunyai titik leleh 231,9 oC dan titik didih 2.270 oC . Namun demikian, saya merasa kesulitan dalam mencari literatur yang membahas mengenai konsentrasi timah di air, khususnya pada air tanah. Kemungkinan ada 2 hal yang menjadi penyebabnya. Pertama, tidak semua tempat di Indonesia dan dunia mengandung timah. Kedua, unsur timah dalam batuan sukar terlarut dalam air, sehingga pada umumnya timah sangat jarang ditemukan dalam air tanah.
Berikutnya saya mencoba mengumpulkan beberapa baku mutu air di Indonesia, antara lain Surat Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup RI Nomor 2 Tahun 1988 (SK. Meneg. KLH No. 2 Tahun 1988), Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 416 Tahun 1990 Tentang Daftar Persyaratan Kualitas Air Minum yang diperbaharui dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.90/Men.Kes/SK./VII/2002 Tentang Persyaratan Sumber Air Untuk Air Minum serta Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 1990 (PP. 20 Tahun 1990) yang diperbaharui dengan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.
Hasilnya, semuanya tidak mencantumkan unsur timah dalam persyaratan air yang akan digunakan sebagai sumber air minum. Jadi? Ketika kami bertiga dijamu kopi oleh teman sejawat kami dari UBB, langsung saja..glek..glek..glek. (*)
Thursday, March 26, 2009
Kotoran kaca helm: cara menghilangkan

Helm merupakan sarana pokok berkendara untuk melindungi kepala dari risiko benturan ketika jatuh sekaligus melindungi mata dari silau cahaya dan debu jalanan. Pentingnya helm, terutama kaca, menyebabkan perawatannya juga harus diperhatikan dengan seksama. Karena jika kaca helm kotor/buram, hal tersebut dapat mengganggu pandangan dan konsentrasi saat berkendara. Untuk itu, harus dijaga agar kaca helm tidak kotor, baret, ataupun rusak.
Kaca helm banyak variasinya mulai dari yang bening (clear), smokey light, gelap (dark), hingga yang pelangi. Namun, dari berbagai macam variasi tersebut, kaca helm beninglah yang paling nyaman karena tidak mengurangi daya lihat (visibilitas) pengendara motor.
Cara merawat kaca helm relatif mudah yakni gunakan air bersih dan sabun cair (sabun cuci tangan juga bisa). Hindari deterjen karena butiran deterjen yang kasar dapat merusak permukaan kaca helm. Selain itu hindari pemakaian cairan kimiawi seperti alkohol karena alkohol akan bereaksi dengan kaca helm yang terbuat dari polycarbonate sehingga akan menyebabkan kaca helm menjadi buram. Lepas kaca helm terlebih dahulu, jika tidak dapat dilepas, siram kaca helm dengan air pelan-pelan. Apabila kotoran telah menempel agak lama pada kaca helm, lebih baik dibersihkan dengan tisue basah (dengan air). Tempelkan tisue basah tersebut ke kaca helm, bukan digosok, dan angkat setelah beberapa lama. Ulangi beberapa kali hingga kotoran yang menempel di kaca helm dapat terangkat seluruhnya. Setelah berhasil, siram kembali dengan air bersih dan jangan lupa keringkan dengan kain khusus (jangan pakai tisue).
Selamat mencoba.
Tuesday, March 24, 2009
Biaya melakukan tes kualitas air tanah untuk rumah tangga
Air bersih sangat penting untuk kehidupan sehari-hari. Bahkan, untuk kota seperti Jakarta, air bersih adalah sangat mahal. Hal tersebut terutama nampak pada pengguna PAM untuk keperluan sehari-harinya. Namun untuk kebutuhan masak dan minum, sebagian (besar) warga masih mengandalkan air minum dalam galon. Itupun bagi warga kota yang mampu. Akibatnya banyak warga yang menggunakan air tanah untuk kehidupan sehari-harinya. Mulai dari mandi, mencuci baju dan piring, menyiram tanaman, mencuci kendaraan, hingga keperluan memasak dan minum.
Namun, apakah air tersebut aman? Apakah air jernih (tampaknya) dan tidak berbau itu sehat? Untuk memastikan kualitas air tanah tersebut perlu bagi para warga untuk memeriksakannya ke laboratorium. Jangan sampai kita terkena dampak negatif dari kualitas air tanah yang tidak aman dan sehat, baik dalam jangka pendek (seperti sakit perut, diare, dll) dan jangka panjang (seperti menumpuknya kandungan logam dalam tubuh). Ngeri sekali kan. Apalagi, dari pernyataan pemerintah yaitu Bidang Perencanaan Dampak Lingkungan dan Pengelolaan Sumber Daya Pertanahan DKI Jakarta menyebutkan bahwa Kondisi air tanah di Jakarta sudah tidak aman untuk kesehatan. Kualitas dan kuantitas air tanah di Jakarta semakin parah dan tidak aman lagi. Air tanah, terutama dengan kedalaman 0-40 meter sangat berbahaya jika dikonsumsi karena banyak mengandung bakteri e-colly. Untuk itu, masyarakat diminta untuk mengurangi penggunaan air tanah untuk keperluan rumah tangga. Lebih lanjut, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh BPLHD pada 2008, prosentase air tanah yang layak dikonsumsi di wilayah Jakarta kecil sekali, yakni di Jakarta Selatan 35%, Jakarta Timur 30%, Jakarta Pusat 9%, Jakarta Barat 7%, dan Jakarta Utara 13%.
Demi memastikan keamanan penggunaan air tanah dalam rumah tangga, sebaiknya para warga mau untuk memeriksakan kualitas air tanah di rumahnya. Tes kualitas air tanah meliputi 3 aspek yaitu kualitas fisik, kualitas kimia, dan kualitas biologi.
Kualitas fisik meliputi 3 hal yaitu kekeruhan, temperatur, warna, bau dan rasa.
Kualitas kimian berhubungan dengan ion-ion senyawa ataupun logam dan residu dari senyawa lainnya yang bersifat racun.
Sedangkan kualitas biologi berkaitan dengan kehadiran mikroba patogen, pencemar, dan penghasil toksin.
Terdapat dua instansi yang dapat dijadikan referensi untuk melakukan uji kualitas air tanah di Jakarta dengan tarif yang lumayan jauh.
Pertama, Sucofindo. Alamatnya di Graha Sucofindo, jl. Raya Pasar Minggu kav. 34 Jakarta Selatan. Dekat dengan patung Pancoran. Telponnya 021-798-6657. Minta saja disambungkan dengan bagian lab pengujian kualitas air tanah. Mereka buka hari Senin-Jum'at pukul 9.00 - 15.00. Adapun yang perlu dipersiapkan adalah air tanah sekitar 1,5 liter dan simpan di tempat yang bersih, tidak berbau, dan jangan didiamkan dalam waktu yang lama. Harus baru diambil agar tidak ada perubahan sifat air yang dapat mendistorsi haril pengujian. Lama pengujian sekitar 2-3 minggu, hasilnya baru dapat diambil. Agak lama memang, karena air tersebut dikirim ke kantornya yang ada di Cilegon untuk pengujian. Jadi kalau emang niat, kenapa ga langsung saja ke sana ya :-) biar lebih cepat. Sementara tarif untuk pengujiannya Rp 838.200. Mahal ya, apa mungkin bagus dan lengkap tesnya?
Kedua, di PAM JAYA. Lokasinya di Jalan Penjernihan no 2, Penjaringan. Telponnya 021-570-4259 ext 2401 (bagian lab). Yang perlu dipersiapkan 2 liter air (sekitar 2 botol besar air mineral) dengan kondisi yang sama dengan yang disyaratkan di Sucofindo. Buka Senin-Jum'at pukul 8.00 - 15.00. Biaya uji hanya Rp 160.000 dan hasil dapat diambil dalam waktu 5 hari. Wah, kayaknya di PAM JAYA harga jauh lebih murah dan hasilnya lebih cepat ya.
Jadi tunggu apa lagi, bagi warga yang berharap apakah air tanahnya aman untuk dikonsumsi segera bahwa ke instasi pengujian air tanah yang kredibel dan terjangkau baik harga dan lokasinya. Oh ya, harga-harga tersebut berdasarkan hasil survei pada 24 Maret 2009 ya.
Namun, apakah air tersebut aman? Apakah air jernih (tampaknya) dan tidak berbau itu sehat? Untuk memastikan kualitas air tanah tersebut perlu bagi para warga untuk memeriksakannya ke laboratorium. Jangan sampai kita terkena dampak negatif dari kualitas air tanah yang tidak aman dan sehat, baik dalam jangka pendek (seperti sakit perut, diare, dll) dan jangka panjang (seperti menumpuknya kandungan logam dalam tubuh). Ngeri sekali kan. Apalagi, dari pernyataan pemerintah yaitu Bidang Perencanaan Dampak Lingkungan dan Pengelolaan Sumber Daya Pertanahan DKI Jakarta menyebutkan bahwa Kondisi air tanah di Jakarta sudah tidak aman untuk kesehatan. Kualitas dan kuantitas air tanah di Jakarta semakin parah dan tidak aman lagi. Air tanah, terutama dengan kedalaman 0-40 meter sangat berbahaya jika dikonsumsi karena banyak mengandung bakteri e-colly. Untuk itu, masyarakat diminta untuk mengurangi penggunaan air tanah untuk keperluan rumah tangga. Lebih lanjut, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh BPLHD pada 2008, prosentase air tanah yang layak dikonsumsi di wilayah Jakarta kecil sekali, yakni di Jakarta Selatan 35%, Jakarta Timur 30%, Jakarta Pusat 9%, Jakarta Barat 7%, dan Jakarta Utara 13%.
Demi memastikan keamanan penggunaan air tanah dalam rumah tangga, sebaiknya para warga mau untuk memeriksakan kualitas air tanah di rumahnya. Tes kualitas air tanah meliputi 3 aspek yaitu kualitas fisik, kualitas kimia, dan kualitas biologi.
Kualitas fisik meliputi 3 hal yaitu kekeruhan, temperatur, warna, bau dan rasa.
Kualitas kimian berhubungan dengan ion-ion senyawa ataupun logam dan residu dari senyawa lainnya yang bersifat racun.
Sedangkan kualitas biologi berkaitan dengan kehadiran mikroba patogen, pencemar, dan penghasil toksin.
Terdapat dua instansi yang dapat dijadikan referensi untuk melakukan uji kualitas air tanah di Jakarta dengan tarif yang lumayan jauh.
Pertama, Sucofindo. Alamatnya di Graha Sucofindo, jl. Raya Pasar Minggu kav. 34 Jakarta Selatan. Dekat dengan patung Pancoran. Telponnya 021-798-6657. Minta saja disambungkan dengan bagian lab pengujian kualitas air tanah. Mereka buka hari Senin-Jum'at pukul 9.00 - 15.00. Adapun yang perlu dipersiapkan adalah air tanah sekitar 1,5 liter dan simpan di tempat yang bersih, tidak berbau, dan jangan didiamkan dalam waktu yang lama. Harus baru diambil agar tidak ada perubahan sifat air yang dapat mendistorsi haril pengujian. Lama pengujian sekitar 2-3 minggu, hasilnya baru dapat diambil. Agak lama memang, karena air tersebut dikirim ke kantornya yang ada di Cilegon untuk pengujian. Jadi kalau emang niat, kenapa ga langsung saja ke sana ya :-) biar lebih cepat. Sementara tarif untuk pengujiannya Rp 838.200. Mahal ya, apa mungkin bagus dan lengkap tesnya?
Kedua, di PAM JAYA. Lokasinya di Jalan Penjernihan no 2, Penjaringan. Telponnya 021-570-4259 ext 2401 (bagian lab). Yang perlu dipersiapkan 2 liter air (sekitar 2 botol besar air mineral) dengan kondisi yang sama dengan yang disyaratkan di Sucofindo. Buka Senin-Jum'at pukul 8.00 - 15.00. Biaya uji hanya Rp 160.000 dan hasil dapat diambil dalam waktu 5 hari. Wah, kayaknya di PAM JAYA harga jauh lebih murah dan hasilnya lebih cepat ya.
Jadi tunggu apa lagi, bagi warga yang berharap apakah air tanahnya aman untuk dikonsumsi segera bahwa ke instasi pengujian air tanah yang kredibel dan terjangkau baik harga dan lokasinya. Oh ya, harga-harga tersebut berdasarkan hasil survei pada 24 Maret 2009 ya.
Monday, March 23, 2009
Menghindarkan Kitchen Sink dari Kuman (Kompas.Com)
TANPA kita sadari bak cuci piring (kitchen sink), sudah menjadi bak "serba guna". Tak hanya untuk mencuci piring, mencuci dan membersihkan bahan makanan pun kita lakukan di sini. Tak jarang kitchen sink berbau anyir, setelah kita mencuci ikan dan daging di sana.
Meskipun tampak sudah bersih setelah dicuci, kitchen sink belum tentu terbebas dari kuman. Keadaan lembap dan terus menerus terkena kotoran, membuatnya menjadi tempat favorit bakteri dan kuman. Simak beberapa langkah berikut, untuk menghindarkan tumbuh kembang kuman di kitchen sink rumah kita.
1. Cuci dengan sabun permukaan kitchen sink setiap kali selesai digunakan. Jika perlu tambahkan cairan desinfektan.
2. Pastikan kitchen sink dalam keadaan kering, setelah digunakan. Kelembapan yang terus menerus, dapat menyebabkan berkembangnya jamur dan bakteri.
3. Gunakan saringan pada saluran air, sehingga semua kotoran dapat tertampung, sebelum mengalir di saluran air. Saringan dapat membantu mencegah saluran air tersumbat dan mengurangi pembusukan kotoran pada pipa.
4. Pastikan Anda membuang semua kotoran yang ada pada saringan. Jangan membiarkannya menumpuk. Selain menjadi tempat tumbuh kembang kuman, juga menimbulkan bau tak sedap.
5. Bersih dan keringkan juga keran kitchen sink. Sering bersentuhan dengan tangan, membuatnya rentan terhadap kuman dan bakteri.
6. Selalu bersihkan keran dan kitchen sink dengan lap bersih pula. Agar tidak terjadi "transfer" kuman.
Meskipun tampak sudah bersih setelah dicuci, kitchen sink belum tentu terbebas dari kuman. Keadaan lembap dan terus menerus terkena kotoran, membuatnya menjadi tempat favorit bakteri dan kuman. Simak beberapa langkah berikut, untuk menghindarkan tumbuh kembang kuman di kitchen sink rumah kita.
1. Cuci dengan sabun permukaan kitchen sink setiap kali selesai digunakan. Jika perlu tambahkan cairan desinfektan.
2. Pastikan kitchen sink dalam keadaan kering, setelah digunakan. Kelembapan yang terus menerus, dapat menyebabkan berkembangnya jamur dan bakteri.
3. Gunakan saringan pada saluran air, sehingga semua kotoran dapat tertampung, sebelum mengalir di saluran air. Saringan dapat membantu mencegah saluran air tersumbat dan mengurangi pembusukan kotoran pada pipa.
4. Pastikan Anda membuang semua kotoran yang ada pada saringan. Jangan membiarkannya menumpuk. Selain menjadi tempat tumbuh kembang kuman, juga menimbulkan bau tak sedap.
5. Bersih dan keringkan juga keran kitchen sink. Sering bersentuhan dengan tangan, membuatnya rentan terhadap kuman dan bakteri.
6. Selalu bersihkan keran dan kitchen sink dengan lap bersih pula. Agar tidak terjadi "transfer" kuman.
Saturday, February 28, 2009
Perlengkapan untuk cyclist dan biker
Jakarta, Sabtu, 28 Februari 2009
Di kota seperti Jakarta ini, dimana jalan raya tidak pernah bebas dari kemacetan, pilihan menggunakan sepeda motor atau sepeda merupakan pilihan yang sangat rasional. Ditambah dengan konsumsi bahan bakar yang sangat minimal ditengah harga BBM yang mahal serta sistem transportasi umum yang mahal dan ruwet, semakin mendorong banyak orang untuk beralih menggunakan sepeda motor atau sepeda.
Berdasarkan informasi anekdotal, diperkirakan kendaraan yang melintasi jalanan di ibukota republik ini sebanyak 6.000 kendaraan per jam pada hari kerja atau 100 kendaraan per menit atau sekitar 2 kendaraan per detik. Sedangkan pada akhir pekan kendaraan yang melintas diperkirakan hanya sebesar 1.500 kendaraan per jam atau 25 kendaraan per menit atau sekitar 1 kendaraan per dua detik. Bisa dibayangkan bagaimana banyaknya kendaraan yang melintasi jalanan di Jakarta. Sementara itu, panjang jalanan di Jakarta hanya mencapai 6.500 km. Belum terhitung jalan yang rusak, serta aneka ragam gangguan di jalan seperti perilaku berkendara yang tidak bertanggung jawab, kecelakaan, parkir sembarangan, penutupan jalan karena ada kegiatan warga, dsb. Jadi wajar sekali dengan kondisi tersebut Jakarta jadi muaacet masa ampun. Sehingga tidak jarang kecepatan kendaraan bisa mencapai 10 km/jam atau bahkan ga bisa jalan sama sekali.
Jumlah kendaraan pribadi yang besar dan kondisi jalanan yang kurang memadai, semakin diperburuk oleh sistem transportasi umum yang buruk. Atribut buruk terhadap sistem transportasi di Jakarta dinilai a.l. berdasarkan kemampuan aparat DLLAJR/Polantas yang kurang mampu menertibkan sopir angkutan umum yang cara berkendaranya ugal-ugalan sehingga sering membawa korban jiwa bagi para penumpangnya serta suka parkir sembarangan, sistem lyn/trayek yang kurang efisien sehingga menyebabkan biaya tinggi bagi komuter, keamanan yang tidak terjamin, kenyamanan yang masih payah misalnya kelakukan merokok di dalam kendaraan umum. Meskipun semuanya itu sudah ada aturannya tapi itikad para aparatnya untuk menjunjung aturan yang dibuat itu sangat kurang serta kondisi riil di lapangan yang sangat kompleks. Memang kalau mau diuraikan, jujur saja begitu banyak keburukan-keburukan yang membuat apriori masyarakat terhadap para abdi masyarakat atau aparat/pegawai negeri ini. Mungkin bus trans Jakarta atau yang lebih populer disebut busway yang lumayan nyaman dengan tarif yang relatif murah (mengingat orang bisa transit tanpa harus membayar lagi, namun jarak dekat mungkin cukup mahal).
Uraian di atas hanyalah intermezzo untuk masuk ke dalam bagian selanjutnya dari tulisan ini yaitu menggunakan sepeda atau sepeda motor merupakan pilihan yang logis bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Kemudahan kredit dan banyaknya perusahaan pembiayaan mendorong orang semakin berani mengambil motor. Kabarnya hanya dengan uang Rp300.000 sebagai DP orang sudah dapat membawa motor baru ke rumah. Tapi biarlah, mau orang ambil motor kredit atau cash, itu urusan mereka sendiri. Atau orang yang memutuskan untuk go-es ke tempat kerjanya atau ke tempat kuliah itu juga pilihan mereka dengan beragam alasan pribadinya masing-masing. Intinya biarkan saja. Mind your own business.
Inti tulisan ini adalah membagi informasi perlengkapan apa-apa yang sebaiknya disiapkan oleh biker dan cyclist agar perjalanannya menggunakan motor atau sepedanya itu terasa aman dan nyaman sampai ke tempat tujuan.
Pertama untuk biker, perlengkapan tambahan yang sebaiknya mereka siapkan diluar perlengkapan utama seperti helm, SIM, dan STNK adalah:
1. Jaket. Gunakanlah jaket yang cukup untuk melindungi tubuh dari terpaan angin, dingin, serta kemungkinan kecelakaan. Dengan jaket yang memadai risiko negatif dari berkendara dapat diminimalkan.
2. Wind shield atau pelindung angin. Mungkin aksesoris ini nampaknya aneh, antik, dan dapat mengganggu stabilitas kendaraan karena permukaan wind shield yang lebar akan melawan angin. Pengalaman penulis yang sudah menggunakan wind shield dari yang model half, hingga full face, maksudnya yang gedhe sekali sampai menutupi muka, tidak menggangu berkendara. Bahkan sebaliknya, membantu sekali karena mata kita terlindungi meskipun ketika menggunakan helm tanpa kaca, dada kita aman dari terpaan angin kencang, sehingga berkendara bisa lebih nyaman dan jangan salah, dengan motor fit standar saja, di jalanan sudirman thamrin bisa sampai 80 km/jam dan relatif stabil. Harga wind shield sangat variatif, mulai yang berkisar seratusan yakni yang model kecil, hingga yang besar yaitu full face, sekitar Rp350.000-an, bahkan ada juga yang mencapai Rp1.500.000 yaitu merk piaggio biasanya buat vespa-vespa. Tapi kayaknya itu kemahalan, kalau kebaret jadi sedih, jadi mending yang sedang-sedang saja yang penting bisa memenuhi kebutuhan untuk berkendara secara nyaman. Tempatnya bisa cari di Kebon Jeruk dekat Gajah Mada Kota. Survei-survei harga dulu, karena di sana cukup banyak pilihannya. Tapi ada satu toko yang nampaknya spesialis di wind shield ini dan tokonya agak ke dalam dari Jl. Gajah Mada.
3. Jas hujan. Ini perlengkapan penting, terutama di musim hujan ini. Bahkan ketika tidak musim hujanpun, ketika pulang larut malam yang udaranya terasa menusuk dinginya, kadang-kadang penulis juga memakainya untuk melindungi dada dan lutut kaki dari serangan angin malam yang jahat. Model dan harga jas hujan sangat bervariatif. Tapi sebagai hint carilah yang model terpisah antara celana dan baju serta pilih produk yang bukan jahitan, tapi press-pressan sehingga tidak merembes kalau hujan besar. Pilih yang kuat, kalau bisa jangan terlalu tebal dan tidak panas. Penulis sudah ganti dua kali. Yang pertama sobek celananya karena mengangkang terlalu lebar ketika menaiki sepeda (habis bahannya tipis), jadi tidak direkomendasikan bahan yang tipis. Waktu itu beli sekitar Rp60ribuan di carrefour. Yang kedua ini belinya juga ditempat yang sama, tapi bahannya tebal banget, tapi press-pressan sehingga tidak tembus hujan dan bahannya relatif tidak sepanas yang pertama beli meskipun bahannya lebih tebal. Harganya waktu itu kalau tidak salah sekitar Rp125ribu. Pilih warna yang terang ya, misalnya hijau muda, kuning, dan lainnya, agar kelihatan ketika berkendara di malam hari.
4. Bagasi depan. Biasanya itu sudah dapat ketika baru beli dari dealer motor. Gunanya bagasi depan ini untuk meletakkan barang-barang yang tidak dapat dibawa atau terlalu berat untuk dimasukkan ke dalam tas. Misalnya sepatu kerja, belanjaan yang banyak atau ada yang membonceng kita.
5. Bagasi belakang atau box. Benda ini banyak sekali manfaatnya, meskipun sebagian biker memandang itu mirip gudang, atau rice cooker. Dengan bagasi ini kita dapat menyimpan barang-barang yang kita takut, misalnya kena hujan atau barang bawaan lainnya. Misalnya helm, boks makan siang, jaket, sepatu, buku-buku, dan sebagainya. Sebaiknya pilih box yang kuat, karena box tersebut akan memperoleh goncangan yang kuat sehingga rentan pecah/patah tempat bautnya. Pengalaman penulis menggunakan merk Givi cukup kuat meskipun diberi beban lebih. Hanya besinya saja yang retak, tapi boksnya tetap kokoh. Harganya memang cukup mahal, model kecil mencapai Rp600 ribu, tapi sebanding dengan kualitas serta manfaatnya. Sama seperti beli wind shield, bisa dicari di Kebon Jeruk Kota. Tapi tokohnya beda, dengan yang jual wind shiled. Kalau bisa, bawa kendaraanya biar langsung bisa dipasang di situ, meskipun toko tidak memberikan layanan pasang, tapi banyak orang-orang sekitar situ yang bersedia masangin dengan tips yang cukup.
6. Meskipun sudah disebutkan di atas, penulis ingin menekankan lagi barang ini yaitu HELM. Pilihlah helm yang betul-betul mampu memberikan rasa aman dan nyaman karena fungsi helm ini sangat vital. Pilih yang pas, tidak longgar ketika dipakai, pilih yang kuat. Ada suatu kejadian yakni kecelakaan. Seorang pengendara membonceng rekannya dibelakang, entah karena ngantuk atau meleng, motornya menabrak orang jualan dipinggir jalan. Tidak terlalu keras, namun efeknya bagi rekan yang diboncengnya sungguh fatal. Akibat helm yang dikenakan tidak pas alias longgar kepala beliau membentur aspal jalanan ketika helm teropongnya terlepas dari kepala. Meskipun tubuh tidak ada lecet sama sekali, namun korban koma akibat benturan kepala yang selanjutnya berujung kepada kematian. Jadi, please be responsible with yourself, your family, and every one you love and care, used appropriate helmet, gunakan helm yang aman, tidak longgar/kendor, ada tali pengamannya. Dengan harga sekitar Rp150an, anda sudah dapat menggunakan helm yang cukup nyaman dan relatif aman. Harga helm ini sangat bervariatif, misalnya merk AGV bisa mencapai Rp2juta, tapi hati-hatilah ketika memarkirnya karena bisa-bisa tangan jahil menggunting tali helm anda dan menggondolnya.
7. Sepati boots untuk digunakan pas musim hujan. Sayangi sepatu kerja anda. Cipratan air hujan bisa merusak sepati anda, dan membuat kaki kotor dan gatal-gatal. Gunakan sepatu boots agar nyaman meskipun hari hujan. Harganya tidak mahal, hanya Rp68ribu sudah dapat dengan merek APP untuk pengguna motor. Banyak dijual ditoko-toko. Jika tinggal sekiran Jakarta, dapat ke Pasar Baru Jakarta Pusat.
8. Bag cover. Ini juga berguna pas hari hujan untuk melindungi tas ransel kita. Seringkali ketika kita berusaha masukkan tas ransel kita ke dalam jas hujan ketika hari hujan, slerekan jas hujan jadi sobek karena dipaksa kita masukkan. Sayang kan, jadi gunakan bag cover. Ada beberapa ukuran dari mulai 20 liter yang hargaya sekitar 25 ribu, hingga 55 liter yang harganya Rp52.500, hingga yang sangat besar. Dengan 55 liter, seluruh tas bisa masuk ke dalam bag cover dan tidak perlu ditaruh dipunggung, taruh saja di bagasi karena sudah terlindungi. Biasanya bag cover dapat dijumpai di toko-toko yang menjual perlengkapan outdoor (outdoor equipment),misalnya TANDIKE di jalan Ciledug seberang Kodikal persis, toko ini cukup lengkap menjual berbagai perlengkapan outdoor.
Beberapa perlengkapan biker, sama juga diperluka oleh para cyclist misalnya helm cyclist (harganya bisa-bisa lebih mahal dibandingkan helm biker, mencapai Rp300ribuan lebih yang lumayan nyaman), bag cover (pilih yang pas, terutama untuk sepeda yang tidak ada bagasinya), bagasi/keranjang sepeda, lampu sepeda, jaket/baju warna terang, jas hujan, kaca mata, sapu tangan/penutup hidung, sarung tangan (biker juga perlu lo).
Demikianlah, sedikit informasi mengenai perlengkapan-perlengkapan yang sebaiknya disiapkan, baik oleh cyclist maupun biker agar perjalanannya aman, nyaman hingga selamat sampai ditujuan. Penulis juga sampaikan harga sehingga dapat menjadi referensi (harga tersebut adalah harga tahun 2008, sehingga perlu disesuaika dulu dengan perkembangan terkini) serta lokasi tokonya. Semoga berguna dan keep aware in a street.........






Di kota seperti Jakarta ini, dimana jalan raya tidak pernah bebas dari kemacetan, pilihan menggunakan sepeda motor atau sepeda merupakan pilihan yang sangat rasional. Ditambah dengan konsumsi bahan bakar yang sangat minimal ditengah harga BBM yang mahal serta sistem transportasi umum yang mahal dan ruwet, semakin mendorong banyak orang untuk beralih menggunakan sepeda motor atau sepeda.
Berdasarkan informasi anekdotal, diperkirakan kendaraan yang melintasi jalanan di ibukota republik ini sebanyak 6.000 kendaraan per jam pada hari kerja atau 100 kendaraan per menit atau sekitar 2 kendaraan per detik. Sedangkan pada akhir pekan kendaraan yang melintas diperkirakan hanya sebesar 1.500 kendaraan per jam atau 25 kendaraan per menit atau sekitar 1 kendaraan per dua detik. Bisa dibayangkan bagaimana banyaknya kendaraan yang melintasi jalanan di Jakarta. Sementara itu, panjang jalanan di Jakarta hanya mencapai 6.500 km. Belum terhitung jalan yang rusak, serta aneka ragam gangguan di jalan seperti perilaku berkendara yang tidak bertanggung jawab, kecelakaan, parkir sembarangan, penutupan jalan karena ada kegiatan warga, dsb. Jadi wajar sekali dengan kondisi tersebut Jakarta jadi muaacet masa ampun. Sehingga tidak jarang kecepatan kendaraan bisa mencapai 10 km/jam atau bahkan ga bisa jalan sama sekali.
Jumlah kendaraan pribadi yang besar dan kondisi jalanan yang kurang memadai, semakin diperburuk oleh sistem transportasi umum yang buruk. Atribut buruk terhadap sistem transportasi di Jakarta dinilai a.l. berdasarkan kemampuan aparat DLLAJR/Polantas yang kurang mampu menertibkan sopir angkutan umum yang cara berkendaranya ugal-ugalan sehingga sering membawa korban jiwa bagi para penumpangnya serta suka parkir sembarangan, sistem lyn/trayek yang kurang efisien sehingga menyebabkan biaya tinggi bagi komuter, keamanan yang tidak terjamin, kenyamanan yang masih payah misalnya kelakukan merokok di dalam kendaraan umum. Meskipun semuanya itu sudah ada aturannya tapi itikad para aparatnya untuk menjunjung aturan yang dibuat itu sangat kurang serta kondisi riil di lapangan yang sangat kompleks. Memang kalau mau diuraikan, jujur saja begitu banyak keburukan-keburukan yang membuat apriori masyarakat terhadap para abdi masyarakat atau aparat/pegawai negeri ini. Mungkin bus trans Jakarta atau yang lebih populer disebut busway yang lumayan nyaman dengan tarif yang relatif murah (mengingat orang bisa transit tanpa harus membayar lagi, namun jarak dekat mungkin cukup mahal).
Uraian di atas hanyalah intermezzo untuk masuk ke dalam bagian selanjutnya dari tulisan ini yaitu menggunakan sepeda atau sepeda motor merupakan pilihan yang logis bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Kemudahan kredit dan banyaknya perusahaan pembiayaan mendorong orang semakin berani mengambil motor. Kabarnya hanya dengan uang Rp300.000 sebagai DP orang sudah dapat membawa motor baru ke rumah. Tapi biarlah, mau orang ambil motor kredit atau cash, itu urusan mereka sendiri. Atau orang yang memutuskan untuk go-es ke tempat kerjanya atau ke tempat kuliah itu juga pilihan mereka dengan beragam alasan pribadinya masing-masing. Intinya biarkan saja. Mind your own business.
Inti tulisan ini adalah membagi informasi perlengkapan apa-apa yang sebaiknya disiapkan oleh biker dan cyclist agar perjalanannya menggunakan motor atau sepedanya itu terasa aman dan nyaman sampai ke tempat tujuan.
Pertama untuk biker, perlengkapan tambahan yang sebaiknya mereka siapkan diluar perlengkapan utama seperti helm, SIM, dan STNK adalah:
1. Jaket. Gunakanlah jaket yang cukup untuk melindungi tubuh dari terpaan angin, dingin, serta kemungkinan kecelakaan. Dengan jaket yang memadai risiko negatif dari berkendara dapat diminimalkan.
2. Wind shield atau pelindung angin. Mungkin aksesoris ini nampaknya aneh, antik, dan dapat mengganggu stabilitas kendaraan karena permukaan wind shield yang lebar akan melawan angin. Pengalaman penulis yang sudah menggunakan wind shield dari yang model half, hingga full face, maksudnya yang gedhe sekali sampai menutupi muka, tidak menggangu berkendara. Bahkan sebaliknya, membantu sekali karena mata kita terlindungi meskipun ketika menggunakan helm tanpa kaca, dada kita aman dari terpaan angin kencang, sehingga berkendara bisa lebih nyaman dan jangan salah, dengan motor fit standar saja, di jalanan sudirman thamrin bisa sampai 80 km/jam dan relatif stabil. Harga wind shield sangat variatif, mulai yang berkisar seratusan yakni yang model kecil, hingga yang besar yaitu full face, sekitar Rp350.000-an, bahkan ada juga yang mencapai Rp1.500.000 yaitu merk piaggio biasanya buat vespa-vespa. Tapi kayaknya itu kemahalan, kalau kebaret jadi sedih, jadi mending yang sedang-sedang saja yang penting bisa memenuhi kebutuhan untuk berkendara secara nyaman. Tempatnya bisa cari di Kebon Jeruk dekat Gajah Mada Kota. Survei-survei harga dulu, karena di sana cukup banyak pilihannya. Tapi ada satu toko yang nampaknya spesialis di wind shield ini dan tokonya agak ke dalam dari Jl. Gajah Mada.
3. Jas hujan. Ini perlengkapan penting, terutama di musim hujan ini. Bahkan ketika tidak musim hujanpun, ketika pulang larut malam yang udaranya terasa menusuk dinginya, kadang-kadang penulis juga memakainya untuk melindungi dada dan lutut kaki dari serangan angin malam yang jahat. Model dan harga jas hujan sangat bervariatif. Tapi sebagai hint carilah yang model terpisah antara celana dan baju serta pilih produk yang bukan jahitan, tapi press-pressan sehingga tidak merembes kalau hujan besar. Pilih yang kuat, kalau bisa jangan terlalu tebal dan tidak panas. Penulis sudah ganti dua kali. Yang pertama sobek celananya karena mengangkang terlalu lebar ketika menaiki sepeda (habis bahannya tipis), jadi tidak direkomendasikan bahan yang tipis. Waktu itu beli sekitar Rp60ribuan di carrefour. Yang kedua ini belinya juga ditempat yang sama, tapi bahannya tebal banget, tapi press-pressan sehingga tidak tembus hujan dan bahannya relatif tidak sepanas yang pertama beli meskipun bahannya lebih tebal. Harganya waktu itu kalau tidak salah sekitar Rp125ribu. Pilih warna yang terang ya, misalnya hijau muda, kuning, dan lainnya, agar kelihatan ketika berkendara di malam hari.
4. Bagasi depan. Biasanya itu sudah dapat ketika baru beli dari dealer motor. Gunanya bagasi depan ini untuk meletakkan barang-barang yang tidak dapat dibawa atau terlalu berat untuk dimasukkan ke dalam tas. Misalnya sepatu kerja, belanjaan yang banyak atau ada yang membonceng kita.
5. Bagasi belakang atau box. Benda ini banyak sekali manfaatnya, meskipun sebagian biker memandang itu mirip gudang, atau rice cooker. Dengan bagasi ini kita dapat menyimpan barang-barang yang kita takut, misalnya kena hujan atau barang bawaan lainnya. Misalnya helm, boks makan siang, jaket, sepatu, buku-buku, dan sebagainya. Sebaiknya pilih box yang kuat, karena box tersebut akan memperoleh goncangan yang kuat sehingga rentan pecah/patah tempat bautnya. Pengalaman penulis menggunakan merk Givi cukup kuat meskipun diberi beban lebih. Hanya besinya saja yang retak, tapi boksnya tetap kokoh. Harganya memang cukup mahal, model kecil mencapai Rp600 ribu, tapi sebanding dengan kualitas serta manfaatnya. Sama seperti beli wind shield, bisa dicari di Kebon Jeruk Kota. Tapi tokohnya beda, dengan yang jual wind shiled. Kalau bisa, bawa kendaraanya biar langsung bisa dipasang di situ, meskipun toko tidak memberikan layanan pasang, tapi banyak orang-orang sekitar situ yang bersedia masangin dengan tips yang cukup.
6. Meskipun sudah disebutkan di atas, penulis ingin menekankan lagi barang ini yaitu HELM. Pilihlah helm yang betul-betul mampu memberikan rasa aman dan nyaman karena fungsi helm ini sangat vital. Pilih yang pas, tidak longgar ketika dipakai, pilih yang kuat. Ada suatu kejadian yakni kecelakaan. Seorang pengendara membonceng rekannya dibelakang, entah karena ngantuk atau meleng, motornya menabrak orang jualan dipinggir jalan. Tidak terlalu keras, namun efeknya bagi rekan yang diboncengnya sungguh fatal. Akibat helm yang dikenakan tidak pas alias longgar kepala beliau membentur aspal jalanan ketika helm teropongnya terlepas dari kepala. Meskipun tubuh tidak ada lecet sama sekali, namun korban koma akibat benturan kepala yang selanjutnya berujung kepada kematian. Jadi, please be responsible with yourself, your family, and every one you love and care, used appropriate helmet, gunakan helm yang aman, tidak longgar/kendor, ada tali pengamannya. Dengan harga sekitar Rp150an, anda sudah dapat menggunakan helm yang cukup nyaman dan relatif aman. Harga helm ini sangat bervariatif, misalnya merk AGV bisa mencapai Rp2juta, tapi hati-hatilah ketika memarkirnya karena bisa-bisa tangan jahil menggunting tali helm anda dan menggondolnya.
7. Sepati boots untuk digunakan pas musim hujan. Sayangi sepatu kerja anda. Cipratan air hujan bisa merusak sepati anda, dan membuat kaki kotor dan gatal-gatal. Gunakan sepatu boots agar nyaman meskipun hari hujan. Harganya tidak mahal, hanya Rp68ribu sudah dapat dengan merek APP untuk pengguna motor. Banyak dijual ditoko-toko. Jika tinggal sekiran Jakarta, dapat ke Pasar Baru Jakarta Pusat.
8. Bag cover. Ini juga berguna pas hari hujan untuk melindungi tas ransel kita. Seringkali ketika kita berusaha masukkan tas ransel kita ke dalam jas hujan ketika hari hujan, slerekan jas hujan jadi sobek karena dipaksa kita masukkan. Sayang kan, jadi gunakan bag cover. Ada beberapa ukuran dari mulai 20 liter yang hargaya sekitar 25 ribu, hingga 55 liter yang harganya Rp52.500, hingga yang sangat besar. Dengan 55 liter, seluruh tas bisa masuk ke dalam bag cover dan tidak perlu ditaruh dipunggung, taruh saja di bagasi karena sudah terlindungi. Biasanya bag cover dapat dijumpai di toko-toko yang menjual perlengkapan outdoor (outdoor equipment),misalnya TANDIKE di jalan Ciledug seberang Kodikal persis, toko ini cukup lengkap menjual berbagai perlengkapan outdoor.
Beberapa perlengkapan biker, sama juga diperluka oleh para cyclist misalnya helm cyclist (harganya bisa-bisa lebih mahal dibandingkan helm biker, mencapai Rp300ribuan lebih yang lumayan nyaman), bag cover (pilih yang pas, terutama untuk sepeda yang tidak ada bagasinya), bagasi/keranjang sepeda, lampu sepeda, jaket/baju warna terang, jas hujan, kaca mata, sapu tangan/penutup hidung, sarung tangan (biker juga perlu lo).
Demikianlah, sedikit informasi mengenai perlengkapan-perlengkapan yang sebaiknya disiapkan, baik oleh cyclist maupun biker agar perjalanannya aman, nyaman hingga selamat sampai ditujuan. Penulis juga sampaikan harga sehingga dapat menjadi referensi (harga tersebut adalah harga tahun 2008, sehingga perlu disesuaika dulu dengan perkembangan terkini) serta lokasi tokonya. Semoga berguna dan keep aware in a street.........






Tuesday, October 28, 2008
MEMILIH ANAK LELAKI ATAU PEREMPUAN?
October 5th, 2008 by farida
Ada beberapa cara praktis yang diyakini dapat membuat pasangan memperoleh anak dengan jenis kelamin yang diidam-idamkan.
1. Mengetahui masa Ovulasi
Teori Anak Perempuan:
Hubungan yang dilakukan jauh sebelum masa ovulasi.
Maka sperma X (pembawa sel kelamin perempuan) akan mengelilingi ovarium sambil menantikan sel telur matang dan terlepas dari indung telur.
Sementara itu sperma Y (pembawa sel kelamun laki-laki) tidak dapat bertahan lama dan akhirnya mati.
Dengan demikian hanya sperma X yang dapat membuahi sel telur.
Sehingga kemungkinan lahirnya anak perempuan menjadi Sangat tinggi.
Teori Anak Laki-laki:
Hubungan dilakukan menjelang masa ovulasi.
Maka sperma Y yang mempunyai kecepatan bergerak yang tinggi dapat mencapai sel telur yang sudah matang, sementara sperma X tertinggal jauh di belakang. Cara ini memungkinkan lahirnya laki-laki.
2. Metode Asam Basa
Metode ini adalah yang paling sederhana, yaitu hanya dengan mengetahui “suasana” vagina.
Teori Anak Perempuan:
Hubungan dilakukan saat suasana vagina dalam kondisi asam.
Keasaman vagina dapat diatur dengan obat pencuci vagina yang dibuat sendiri. Gunakan larutan asam/cuka encer misalnya 2 sdm cuka : 1 liter air. Gunakan menjelang berhubungan.
Teori Anak Laki-laki:
Hubungan dilakukan saat suasana vagina dalam kondisi basa.
Kebasaan vagina dapat diatur dengan obat pencuci vagina yang dibuat sendiri. Gunakan larutan alkalis yang dibuat dari Sodium bicarbonat encer, misalnya 2 sdm tepung soda : 1 liter air. Gunakan menjelang berhubungan.
3. Mengatur posisi pada saat berhubungan
Teori Anak Perempuan:
Lakukan posisi hubungan yang berpotensi memperlambat sperma masuk ke rahim dan saluran telur.
Dianjurkan penetrasi jangan terlalu dalam. Posisi ini misalnya posisi berdiri.
Teori Anak Laki-laki:
Lakukan hubungan dari arah belakang.
Posisi ini akan membantu sperma cepat masuk ke saluran vagina, rahim dan saluran telur. Dianjurkan melakukan penetrasi yang dalam. Dengan demikian kromosom Y pada sperma akan melewati lingkungan asam di vagina dan dapat secara cepat mencapai sel telur.
5. Pengaturan Pola Makanan
Teori Anak Perempuan:
Makanlan makanan yang kaya kalsium dan magnesium.
Contohnya: Kacang-kacangan, susu, atau coklat yang bebas garam. Sebaiknya 1,5 bulan sebelum saat konsepsi yang direncanakan sudah mulai mengkonsumsi jenis makanan tersebut sebanyak-banyaknya.
Teori Anak Laki-laki:
Makanlah makanan yang mengandung kalium dan natrium.
Contohnya: buah-buahan, ikan (terutama ikan laut).
6. Mengatur jumlah sperma yang dihasilkan
Di klinik fertilitas ada cara tertentu untuk menghitung jumlah sperma.
Teori Anak Perempuan:
Sperma yang dihasilkan jauh lebih sedikit.
Caranya: Sarankan suami untuk menjaga suhu di daerah genital agar tetap tinggi. Kenakan celana berbahan tebal, seperti denim, atau celana yang ketat. Atau suami dapat mandi air hangat sebelum berhubungan. Selain itu, lakukan hubungan sangat sering sehingga kuantitas sperma berkurang.
Teori Anak Laki-laki:
Sperma yang dihasilkan banyak.
Caranya: Sarankan suami untuk menjaga suhu di daerah genital agar sejuk. Batasi frekuensi berhubungan dan Suami/Istri juga sebaiknya mandi air dingin sebelum melakukan hubungan.
7. Metode Orgasme
Istri yang mengalami orgasme lebih awal dibandingkan suami memungkinkan pasangan mendapatkan bayi lelaki.
Sebab, saat orgasme perempuan akan memproduksi cairan yang bersifat basa yang justru merupakan lingkungan yang baik untuk kehidupan sperma Y.
Sumber: www.connectique.com
Ada beberapa cara praktis yang diyakini dapat membuat pasangan memperoleh anak dengan jenis kelamin yang diidam-idamkan.
1. Mengetahui masa Ovulasi
Teori Anak Perempuan:
Hubungan yang dilakukan jauh sebelum masa ovulasi.
Maka sperma X (pembawa sel kelamin perempuan) akan mengelilingi ovarium sambil menantikan sel telur matang dan terlepas dari indung telur.
Sementara itu sperma Y (pembawa sel kelamun laki-laki) tidak dapat bertahan lama dan akhirnya mati.
Dengan demikian hanya sperma X yang dapat membuahi sel telur.
Sehingga kemungkinan lahirnya anak perempuan menjadi Sangat tinggi.
Teori Anak Laki-laki:
Hubungan dilakukan menjelang masa ovulasi.
Maka sperma Y yang mempunyai kecepatan bergerak yang tinggi dapat mencapai sel telur yang sudah matang, sementara sperma X tertinggal jauh di belakang. Cara ini memungkinkan lahirnya laki-laki.
2. Metode Asam Basa
Metode ini adalah yang paling sederhana, yaitu hanya dengan mengetahui “suasana” vagina.
Teori Anak Perempuan:
Hubungan dilakukan saat suasana vagina dalam kondisi asam.
Keasaman vagina dapat diatur dengan obat pencuci vagina yang dibuat sendiri. Gunakan larutan asam/cuka encer misalnya 2 sdm cuka : 1 liter air. Gunakan menjelang berhubungan.
Teori Anak Laki-laki:
Hubungan dilakukan saat suasana vagina dalam kondisi basa.
Kebasaan vagina dapat diatur dengan obat pencuci vagina yang dibuat sendiri. Gunakan larutan alkalis yang dibuat dari Sodium bicarbonat encer, misalnya 2 sdm tepung soda : 1 liter air. Gunakan menjelang berhubungan.
3. Mengatur posisi pada saat berhubungan
Teori Anak Perempuan:
Lakukan posisi hubungan yang berpotensi memperlambat sperma masuk ke rahim dan saluran telur.
Dianjurkan penetrasi jangan terlalu dalam. Posisi ini misalnya posisi berdiri.
Teori Anak Laki-laki:
Lakukan hubungan dari arah belakang.
Posisi ini akan membantu sperma cepat masuk ke saluran vagina, rahim dan saluran telur. Dianjurkan melakukan penetrasi yang dalam. Dengan demikian kromosom Y pada sperma akan melewati lingkungan asam di vagina dan dapat secara cepat mencapai sel telur.
5. Pengaturan Pola Makanan
Teori Anak Perempuan:
Makanlan makanan yang kaya kalsium dan magnesium.
Contohnya: Kacang-kacangan, susu, atau coklat yang bebas garam. Sebaiknya 1,5 bulan sebelum saat konsepsi yang direncanakan sudah mulai mengkonsumsi jenis makanan tersebut sebanyak-banyaknya.
Teori Anak Laki-laki:
Makanlah makanan yang mengandung kalium dan natrium.
Contohnya: buah-buahan, ikan (terutama ikan laut).
6. Mengatur jumlah sperma yang dihasilkan
Di klinik fertilitas ada cara tertentu untuk menghitung jumlah sperma.
Teori Anak Perempuan:
Sperma yang dihasilkan jauh lebih sedikit.
Caranya: Sarankan suami untuk menjaga suhu di daerah genital agar tetap tinggi. Kenakan celana berbahan tebal, seperti denim, atau celana yang ketat. Atau suami dapat mandi air hangat sebelum berhubungan. Selain itu, lakukan hubungan sangat sering sehingga kuantitas sperma berkurang.
Teori Anak Laki-laki:
Sperma yang dihasilkan banyak.
Caranya: Sarankan suami untuk menjaga suhu di daerah genital agar sejuk. Batasi frekuensi berhubungan dan Suami/Istri juga sebaiknya mandi air dingin sebelum melakukan hubungan.
7. Metode Orgasme
Istri yang mengalami orgasme lebih awal dibandingkan suami memungkinkan pasangan mendapatkan bayi lelaki.
Sebab, saat orgasme perempuan akan memproduksi cairan yang bersifat basa yang justru merupakan lingkungan yang baik untuk kehidupan sperma Y.
Sumber: www.connectique.com
Wednesday, October 22, 2008
Diambang Krisis Air Sehat
29 Jun 2007
Akses air bersih baru dimiliki 40 persen warga kelas menengah di perkotaan
Air merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Mengkonsumsi air layak minum merupakan syarat mutlak seorang manusia bisa melanjutkan hidup. Tapi, pernahkah terpikirkan bahwa kita akan kesulitan bisa mendapatkan air bersih dan air layak minum? Air bersih dan air layak minum merupakan dua hal yang berbeda. Tidak semua air bersih layak untuk diminum. Tapi, air yang layak minum bisa dipastikan merupakan air bersih. Mendapatkan air bersih di kota besar bukan hal mudah. Sebagian besar sumber air telah terkontaminasi bakteri. Sedangkan, masyarakat miskin hanya mampu menggunakan air sungai yang kotor dan berbau. Buruknya kondisi air di kota besar dibuktikan dari hasil penelitian Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), pada 2004. Aktivis Walhi, Dinar Rani Setiawan, menyebut pemantauan terhadap 48 sumur di Jakarta menunjukkan, hampir sebagian besar telah mengandung bakteri coliform dan fecal coli. Persentase sumur yang telah melebihi baku mutu untuk parameter Coliform di seluruh Jakarta cukup tinggi, yaitu 63 persen pada bulan Juni dan 67 persen pada bulan Oktober. Selain bakteri Coliform, kandungan besi (Fe) di sejumlah sumur (27 persen) juga melebihi baku mutu. Pada Oktober persentasenya naik lagi jadi 33 persen. Untuk parameter detergen (MBAS), persentase jumlah sumur yang melebihi baku mutu di DKI Jakarta sebesar 29 persen, pada Juni dan meningkat menjadi 46 persen pada Oktober 2004. Selain itu, berdasar laporan perkembangan pencapaian MDG Indonesia, pada Februari 2004, disebutkan, hampir 80 persen masyarakat Indonesia menggunakan sumber air yang kemungkinan besar telah terkontaminasi oleh bakteri. Hal ini disebabkan lokasi sumber air tidak memperhitungkan jarak dari tempat pembuangan tinja. Sejauh ini, ada pandangan bahwa air perpipaan dianggap masih belum terlalu parah terkontaminasi. Sayangnya, hanya sekitar 40 persen rumah tangga yang mendapat suplai dari PDAM. Ini pun didominasi masyarakat kelas menengah ke atas, serta tinggal di wilayah perkotaan. Di daerah pedesaan, PDAM hanya melayani sekitar 10 persen saja. Padahal, kualitas air PDAM juga belum memenuhi standar kualitas air minum. Jaringan perpipaan yang kurang baik mengakibatkan air PDAM juga telah terkontaminasi bakteri dan kotoran. Menurunnya kualitas air tanah di perkotaan tidak lepas dari belum baiknya aspek sanitasi. Laporan perkembangan pencapaian MDG Indonesia, pada Februari 2004, menyebutkan akses ke fasilitas sanitasi dasar yang dimiliki masyarakat Indonesia hanya 64 persen. Data inipun tidak mengindikasikan kepemilikan, melainkan hanya menggambarkan penggunaan fasilitas umum maupun pribadi. Selain itu, data tidak menjelaskan kondisi fasilitas sanitasi. Apa masih dalam kondisi baik atau buruk. Sebagian besar fasilitas sanitasi belum dilengkapi pengolahan yang memadai, untuk mencegah tercemarnya air tanah. Semestinya sanitasi tidak sekedar sarana melepas hajat. Fasilitas sanitasi yang baik dan aman harus melibatkan upaya drainase, pengumpulan tinja, maupun pembuangan dan pengelolaan dengan teknis tertentu. Menurut Walhi, pada 2004, hanya 400 dari sekitar 4 ribu industri di Jakarta yang mengelola limbahnya. Selain itu, tidak ada sistem sanitasi di Jakarta, yang membuat air limbah seluruhnya dibuang ke sungai. Hanya sekitar 2 persen air limbah di Jakarta mengalir ke instalasi pengolah air limbah, yang umumnya hanya melayani gedung perkantoran dan sejumlah perumahan. Sekitar 39 persen warga Jakarta memiliki septic tank, dan 20 persen menggunakan lubang WC biasa (pit latrines). Investasi pemerintah dalah hal sanitasi juga minim. Catatan World Bank, Water and Sanitation Program menyebutkan, hingga 2006, investasi yang diberikan pemerintah hanya Rp 200 /orang/tahun. Padahal jika investasi untuk infrastruktur sanitasi sebesar Rp 51.254/orang/tahun, diperkirakan akan mengurangi biaya kesehatan antar 6-19 persen. Termasuk biaya pengobatan sebesar 2-5 persen. Kondisi air dan sanitasi yang buruk, berdasar pengukuran Disability Adjusted Life Years (DALY), menyumbang 5,7 persen dari total beban penyakit. Diare yang disebabkan buruknya kndisi air dan sanitasi, menjadi penyebab kematian yang cukup besar. Catatan WHO 2001, menyebut kematian di seluruh dunia mencapai 2,1 juta. Dari jumlah itu, 90 persen di antaranya adalah anak-anak. Dengan adanya gejala pemanasan global, krisis air sehat kemungkinan akan bertambah parah. Tidak sekadar kualitas air yang sudah tercemar bakteri dan kotoran, kemarau panjang diperkirakan akan mengancam sejumlah wilayah Indonesia. Laporan kelompok kerja II dibawah IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) menyebutkan Indonesia akan mengalami penurunan curah hujan di kawasan selatan. Artinya wilayah Jawa, Sumatra, diperkirakan akan mengalami musim kemarau yang panjang. Dengan kondisi saat ini, perlu dicarikan solusi terbaik agar kualitas air tetap bisa terjaga dengan baik. Kesadaran akan makin minimnya air sehat selayaknya menjadi perhatian semua pihak. Langkah yang dibutuhkan sekarang bukan lagi kampanye tapi harus ada kebijakan yang sungguh-sungguh soal pengelolaan air, limbah, dan sanitasi. dwo/berbagai sumber Fakta Angka Rp 51.254 biaya investasi infrastruktur sanitasi per orang per tahun. ( )
Sumber: depkes.go.id
Akses air bersih baru dimiliki 40 persen warga kelas menengah di perkotaan
Air merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Mengkonsumsi air layak minum merupakan syarat mutlak seorang manusia bisa melanjutkan hidup. Tapi, pernahkah terpikirkan bahwa kita akan kesulitan bisa mendapatkan air bersih dan air layak minum? Air bersih dan air layak minum merupakan dua hal yang berbeda. Tidak semua air bersih layak untuk diminum. Tapi, air yang layak minum bisa dipastikan merupakan air bersih. Mendapatkan air bersih di kota besar bukan hal mudah. Sebagian besar sumber air telah terkontaminasi bakteri. Sedangkan, masyarakat miskin hanya mampu menggunakan air sungai yang kotor dan berbau. Buruknya kondisi air di kota besar dibuktikan dari hasil penelitian Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), pada 2004. Aktivis Walhi, Dinar Rani Setiawan, menyebut pemantauan terhadap 48 sumur di Jakarta menunjukkan, hampir sebagian besar telah mengandung bakteri coliform dan fecal coli. Persentase sumur yang telah melebihi baku mutu untuk parameter Coliform di seluruh Jakarta cukup tinggi, yaitu 63 persen pada bulan Juni dan 67 persen pada bulan Oktober. Selain bakteri Coliform, kandungan besi (Fe) di sejumlah sumur (27 persen) juga melebihi baku mutu. Pada Oktober persentasenya naik lagi jadi 33 persen. Untuk parameter detergen (MBAS), persentase jumlah sumur yang melebihi baku mutu di DKI Jakarta sebesar 29 persen, pada Juni dan meningkat menjadi 46 persen pada Oktober 2004. Selain itu, berdasar laporan perkembangan pencapaian MDG Indonesia, pada Februari 2004, disebutkan, hampir 80 persen masyarakat Indonesia menggunakan sumber air yang kemungkinan besar telah terkontaminasi oleh bakteri. Hal ini disebabkan lokasi sumber air tidak memperhitungkan jarak dari tempat pembuangan tinja. Sejauh ini, ada pandangan bahwa air perpipaan dianggap masih belum terlalu parah terkontaminasi. Sayangnya, hanya sekitar 40 persen rumah tangga yang mendapat suplai dari PDAM. Ini pun didominasi masyarakat kelas menengah ke atas, serta tinggal di wilayah perkotaan. Di daerah pedesaan, PDAM hanya melayani sekitar 10 persen saja. Padahal, kualitas air PDAM juga belum memenuhi standar kualitas air minum. Jaringan perpipaan yang kurang baik mengakibatkan air PDAM juga telah terkontaminasi bakteri dan kotoran. Menurunnya kualitas air tanah di perkotaan tidak lepas dari belum baiknya aspek sanitasi. Laporan perkembangan pencapaian MDG Indonesia, pada Februari 2004, menyebutkan akses ke fasilitas sanitasi dasar yang dimiliki masyarakat Indonesia hanya 64 persen. Data inipun tidak mengindikasikan kepemilikan, melainkan hanya menggambarkan penggunaan fasilitas umum maupun pribadi. Selain itu, data tidak menjelaskan kondisi fasilitas sanitasi. Apa masih dalam kondisi baik atau buruk. Sebagian besar fasilitas sanitasi belum dilengkapi pengolahan yang memadai, untuk mencegah tercemarnya air tanah. Semestinya sanitasi tidak sekedar sarana melepas hajat. Fasilitas sanitasi yang baik dan aman harus melibatkan upaya drainase, pengumpulan tinja, maupun pembuangan dan pengelolaan dengan teknis tertentu. Menurut Walhi, pada 2004, hanya 400 dari sekitar 4 ribu industri di Jakarta yang mengelola limbahnya. Selain itu, tidak ada sistem sanitasi di Jakarta, yang membuat air limbah seluruhnya dibuang ke sungai. Hanya sekitar 2 persen air limbah di Jakarta mengalir ke instalasi pengolah air limbah, yang umumnya hanya melayani gedung perkantoran dan sejumlah perumahan. Sekitar 39 persen warga Jakarta memiliki septic tank, dan 20 persen menggunakan lubang WC biasa (pit latrines). Investasi pemerintah dalah hal sanitasi juga minim. Catatan World Bank, Water and Sanitation Program menyebutkan, hingga 2006, investasi yang diberikan pemerintah hanya Rp 200 /orang/tahun. Padahal jika investasi untuk infrastruktur sanitasi sebesar Rp 51.254/orang/tahun, diperkirakan akan mengurangi biaya kesehatan antar 6-19 persen. Termasuk biaya pengobatan sebesar 2-5 persen. Kondisi air dan sanitasi yang buruk, berdasar pengukuran Disability Adjusted Life Years (DALY), menyumbang 5,7 persen dari total beban penyakit. Diare yang disebabkan buruknya kndisi air dan sanitasi, menjadi penyebab kematian yang cukup besar. Catatan WHO 2001, menyebut kematian di seluruh dunia mencapai 2,1 juta. Dari jumlah itu, 90 persen di antaranya adalah anak-anak. Dengan adanya gejala pemanasan global, krisis air sehat kemungkinan akan bertambah parah. Tidak sekadar kualitas air yang sudah tercemar bakteri dan kotoran, kemarau panjang diperkirakan akan mengancam sejumlah wilayah Indonesia. Laporan kelompok kerja II dibawah IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) menyebutkan Indonesia akan mengalami penurunan curah hujan di kawasan selatan. Artinya wilayah Jawa, Sumatra, diperkirakan akan mengalami musim kemarau yang panjang. Dengan kondisi saat ini, perlu dicarikan solusi terbaik agar kualitas air tetap bisa terjaga dengan baik. Kesadaran akan makin minimnya air sehat selayaknya menjadi perhatian semua pihak. Langkah yang dibutuhkan sekarang bukan lagi kampanye tapi harus ada kebijakan yang sungguh-sungguh soal pengelolaan air, limbah, dan sanitasi. dwo/berbagai sumber Fakta Angka Rp 51.254 biaya investasi infrastruktur sanitasi per orang per tahun. ( )
Sumber: depkes.go.id
Cek Air Tanah
Tanya
Moms, dimana tepatnya aku bisa cek air tanah aku ya ? Aku pernah denger di Bendungan Hilir, tapi dimana tepatnya tidak tau ? Trus selain sample air tanahnya, aku harus bawa apa lagi ? Sample nya juga bawa berapa banyak ? Trus biaya nya berapa dan berapa hari hasilnya ? (Mi)
Jawab
Mbak, Beberapa waktu lalu aku juga ngecek air tanahku di PDAM daerah Bendungan Hilir, tepatnya di daerah pejompongan. Alamat tepatnya kurang tau, waktu itu aku naik taksi, trus bilang aja ke PDAM Pejompongan, sampai disana banyak kantor PDAM, tanya ke satpam, lab-nya sebelah mana. Air yang dibawa 1500 liter (satu botol aqua gede), biaya untuk tes standar / kimia (amoniak, zat besi, dll) Rp 40.000, trus kalau nambah tes bakteri (tes biologis) biayanya nanbah Rp 30.000. Waktu itu aku minta dites semua, biayanya habis 70 ribu. Kita bisa dapat hasilnya 7 hari atau 10 hari. Nanti dikasih tau kapan musti ngambilnya, dan dikasih tau pula bahwa air tsb tergolong layak atau tidak, pokoke hasilnya lengkap banget. Lab itu bukanya pagi jam 08.30.
Hasilnya waktu itu aku dapat formulir yang isinya rincian yang di tes (lumayan banyak dari mulai amoniak, zat besi, nitrat, so4 dlll). Disitu ada batas normalnya berapa, dan air kita itu masuk batas normal apa tidak, disitu disebutkan. Demikian juga dengan tes bakteri dan mikrobiologi. Hasilnya itu bisa dibawa pulang, mana tau mau beli filter air, dari hasil itu suplier filter air bisa milihin produknya (lumayan mahal ternyata harga filter air). Waktu itu hasil tes air tanahku dinyatakan kurang layak minum (tapi masih bisa buat nyuci ato mandi, kalau terpaksa) karena zat besinya terlalu tinggi, jadi kalau dipanasin berubah warna jadi kekuningan. Sebenernya kurang bagus juga buat nyuci baju yang berwarna putih, bisa bikin baju kuning. padahal kalau dilihat kasat mata airku jernih. Berhubung zat besi airku tinggi sekali (normalnya 1,0 tapi airku sampe 3,0), aku sempet nanya-nanya soal filter air. Ternyata kalau udah terlalu tinggi agak susah juga, filternya jadi sering rusak dan musti diganti. Padahal harga filternya sendiri sekitar 3-4 jutaan. Akhirnya tiap minggu kita bela-belain ngangkut air dari rumah nenek di Ahmad Yani untuk persediaan 5 hari. Kalau mandi ato nyuci, masih pake air itu (so far gak ada masalah ama kulit, dan lagi dari hasil periksa air semua masih normal kecuali zat besi itu), paling kalau singlet, underwear, ato baju putih suami dicuci di rumah nenekku itu, biar gak cepet kuning. Itulah kalau rumah belum ada PAM, agak repot juga (paling nanti rencananya mo ganti sumur aja, di bor lagi. ato ngajakin satu RT, minimal 10 rumah biar PAM mau pasang tapi, anehnya kata tetanggaku air mereka baik² saja. memang sih kalau dilihat kasat mata jernih, tapi mungkin mereka belum pernah periksain (Re)
Airku air tanah (dan selama ini tidak minat ke PAM.). Memang pakaian putih suka cepet jadi butek, kirain karena si mbak rendam berlama² dulu baru dicuci. Kirain itu lumpur halus yang mengendap ke baju, ternyata zat besi ya? Terus kalau misalnya yang masih bisa difilter, itu yang besinya sampai kadar berapa ? Terus lagi, katanya bisa cek kualitas air di Sucofindo juga ya ? Apakah harganya sama untuk item yang sama ? (Ri)
Mbak, aku kurang ngerti juga apakah yang mengendap itu lumpur halus atau zat besi, soalnya kalau air tanahku itu dilihat kasat mata jernih & bersih. tapi, pas suatu hari aku masak sampe mendidih kok tiba-tiba berubah warna agak kekuningan, padahal sebelumnya gak pernah. mungkin bisa jadi karena pipa sumurnya udah karatan karena udah tua, ato karena sekarang musim kemarau, tapi yang jelas begitu tau aku langsung cek takut kenapa-napa dan ternyata beneran, zat besinya terlalu tinggi. Sebaiknya mbak periksakan aja, apakah itu lumpur halus atau zat besi. Kalau gak salah kadar zat besi yang diatas normal sedikit. Normalnya kan dibawah 1,0, Yang bisa difilter itu kalau gak salah 1,0 lebih dikit, gak sampe 3,0 kayak air tanahku, parah bener ya ? Aku dulu pernah niatan untuk cek di Sucofindo, tapi setelah aku tanya teman sekantor, katanya sucofindo gak bisa tuh, dan aku juga dapat rekomendasi untuk ngecek air di PDAM pejompongan ini dari teman kantorku itu. Jadi, aku gak ngerti juga gimana prosedurnya untuk periksa air di Sucofindo ini. Kalu gak salah pernah ada moms yang menginformasikan deh? (Re)
Bisa cek air dari pembahasan sebelumnya yang di Jakarta testnya di Sucofindo, tapi sorry no telpnya lupa, aku harus cari dulu, kalau ngak salah biayanya utk Rp.250.000 (Ni)
Katanya PDAM yg di Pejompongan udah nggak terima utk tes air tanah tuh. Ini info dari milis sebelah :
Selain Sucofindo, tempat yg relatif murah di BPOM (Badan Pengawas Obat & Makanan), Jl. Percetakan Negara, Jakpus.
Bawa sample airnya 1,5 liter.
Biayanya tidak sampai Rp 100.000 (kalau tidak salah Rp 75.000)
Hasilnya 1 bulan setelah sample diterima.(Wn)
2004-01-05 15:11:39
Sumber: dunia-ibu.org
Moms, dimana tepatnya aku bisa cek air tanah aku ya ? Aku pernah denger di Bendungan Hilir, tapi dimana tepatnya tidak tau ? Trus selain sample air tanahnya, aku harus bawa apa lagi ? Sample nya juga bawa berapa banyak ? Trus biaya nya berapa dan berapa hari hasilnya ? (Mi)
Jawab
Mbak, Beberapa waktu lalu aku juga ngecek air tanahku di PDAM daerah Bendungan Hilir, tepatnya di daerah pejompongan. Alamat tepatnya kurang tau, waktu itu aku naik taksi, trus bilang aja ke PDAM Pejompongan, sampai disana banyak kantor PDAM, tanya ke satpam, lab-nya sebelah mana. Air yang dibawa 1500 liter (satu botol aqua gede), biaya untuk tes standar / kimia (amoniak, zat besi, dll) Rp 40.000, trus kalau nambah tes bakteri (tes biologis) biayanya nanbah Rp 30.000. Waktu itu aku minta dites semua, biayanya habis 70 ribu. Kita bisa dapat hasilnya 7 hari atau 10 hari. Nanti dikasih tau kapan musti ngambilnya, dan dikasih tau pula bahwa air tsb tergolong layak atau tidak, pokoke hasilnya lengkap banget. Lab itu bukanya pagi jam 08.30.
Hasilnya waktu itu aku dapat formulir yang isinya rincian yang di tes (lumayan banyak dari mulai amoniak, zat besi, nitrat, so4 dlll). Disitu ada batas normalnya berapa, dan air kita itu masuk batas normal apa tidak, disitu disebutkan. Demikian juga dengan tes bakteri dan mikrobiologi. Hasilnya itu bisa dibawa pulang, mana tau mau beli filter air, dari hasil itu suplier filter air bisa milihin produknya (lumayan mahal ternyata harga filter air). Waktu itu hasil tes air tanahku dinyatakan kurang layak minum (tapi masih bisa buat nyuci ato mandi, kalau terpaksa) karena zat besinya terlalu tinggi, jadi kalau dipanasin berubah warna jadi kekuningan. Sebenernya kurang bagus juga buat nyuci baju yang berwarna putih, bisa bikin baju kuning. padahal kalau dilihat kasat mata airku jernih. Berhubung zat besi airku tinggi sekali (normalnya 1,0 tapi airku sampe 3,0), aku sempet nanya-nanya soal filter air. Ternyata kalau udah terlalu tinggi agak susah juga, filternya jadi sering rusak dan musti diganti. Padahal harga filternya sendiri sekitar 3-4 jutaan. Akhirnya tiap minggu kita bela-belain ngangkut air dari rumah nenek di Ahmad Yani untuk persediaan 5 hari. Kalau mandi ato nyuci, masih pake air itu (so far gak ada masalah ama kulit, dan lagi dari hasil periksa air semua masih normal kecuali zat besi itu), paling kalau singlet, underwear, ato baju putih suami dicuci di rumah nenekku itu, biar gak cepet kuning. Itulah kalau rumah belum ada PAM, agak repot juga (paling nanti rencananya mo ganti sumur aja, di bor lagi. ato ngajakin satu RT, minimal 10 rumah biar PAM mau pasang tapi, anehnya kata tetanggaku air mereka baik² saja. memang sih kalau dilihat kasat mata jernih, tapi mungkin mereka belum pernah periksain (Re)
Airku air tanah (dan selama ini tidak minat ke PAM.). Memang pakaian putih suka cepet jadi butek, kirain karena si mbak rendam berlama² dulu baru dicuci. Kirain itu lumpur halus yang mengendap ke baju, ternyata zat besi ya? Terus kalau misalnya yang masih bisa difilter, itu yang besinya sampai kadar berapa ? Terus lagi, katanya bisa cek kualitas air di Sucofindo juga ya ? Apakah harganya sama untuk item yang sama ? (Ri)
Mbak, aku kurang ngerti juga apakah yang mengendap itu lumpur halus atau zat besi, soalnya kalau air tanahku itu dilihat kasat mata jernih & bersih. tapi, pas suatu hari aku masak sampe mendidih kok tiba-tiba berubah warna agak kekuningan, padahal sebelumnya gak pernah. mungkin bisa jadi karena pipa sumurnya udah karatan karena udah tua, ato karena sekarang musim kemarau, tapi yang jelas begitu tau aku langsung cek takut kenapa-napa dan ternyata beneran, zat besinya terlalu tinggi. Sebaiknya mbak periksakan aja, apakah itu lumpur halus atau zat besi. Kalau gak salah kadar zat besi yang diatas normal sedikit. Normalnya kan dibawah 1,0, Yang bisa difilter itu kalau gak salah 1,0 lebih dikit, gak sampe 3,0 kayak air tanahku, parah bener ya ? Aku dulu pernah niatan untuk cek di Sucofindo, tapi setelah aku tanya teman sekantor, katanya sucofindo gak bisa tuh, dan aku juga dapat rekomendasi untuk ngecek air di PDAM pejompongan ini dari teman kantorku itu. Jadi, aku gak ngerti juga gimana prosedurnya untuk periksa air di Sucofindo ini. Kalu gak salah pernah ada moms yang menginformasikan deh? (Re)
Bisa cek air dari pembahasan sebelumnya yang di Jakarta testnya di Sucofindo, tapi sorry no telpnya lupa, aku harus cari dulu, kalau ngak salah biayanya utk Rp.250.000 (Ni)
Katanya PDAM yg di Pejompongan udah nggak terima utk tes air tanah tuh. Ini info dari milis sebelah :
Selain Sucofindo, tempat yg relatif murah di BPOM (Badan Pengawas Obat & Makanan), Jl. Percetakan Negara, Jakpus.
Bawa sample airnya 1,5 liter.
Biayanya tidak sampai Rp 100.000 (kalau tidak salah Rp 75.000)
Hasilnya 1 bulan setelah sample diterima.(Wn)
2004-01-05 15:11:39
Sumber: dunia-ibu.org
Arang Batok: Penjernih Air
Mencari air jernih untuk diminum memang sudah semakin sulit, yang alami mungkin hanya ada di mata air di gunung dan di oase di gurun. Air jernih pun akhirnya menjadi produk industri hingga kata generik ‘aqua’ pun menjadi paten industri, ah jangan sampai kata ‘air’ menjadi merek dagang pula. Fungsi air untuk diminum pun akhirnya dilebih-lebihkan untuk kepentingan komersial, seperti yang diulas oleh Priyadi tentang ‘Khasiat’ Air Hexagonal.
Padahal kebutuhan utama manusia terhadap air untuk diminum hanya satu, yaitu ‘air jernih’, jernih menurut warna dan jernih menurut proporsi kandungan mineral yang terlarut di dalamnya. Dalam tubuh air berfungsi sebagai pelarut, sebagai carrier pembawa zat-zat lain yang harus diedarkan ke seluruh tubuh dan banyak lagi fungsi dan manfaat lainnya.
Dengan semakin kotornya air minum, baik dari sumur timba, sumur pompa ataupun air-supply-nya PDAM, kini semakin banyak keluarga mengurangi konsumsi air tersebut sebagai air minum dan digantikan dengan membeli ‘air jernih’ hasil proses industri dalam gelas atau botol plastik.
Sebenarnya, air jernih dari sumur untuk diminum masih bisa didapatkan dengan proses penjernihan saat memasaknya, yaitu dengan meletakkan arang batok (tempurung kelapa) di dalamnya (segenggam arang batok sudah lebih dari cukup untuk memasak satu panci air), sebaiknya arang batok dibungkus dahulu dengan kain putih bersih. Selama air dipanaskan hingga mendidih arang batok akan bekerja menyerap zat-zat yang mengotori air, juga menyerap bau serta warna sehingga menghasilkan air jernih yang siap diminum (didinginkan dulu ya, jangan minum air mendidih!).
Manfaat air jernih yang lain yang tidak berhubungan adalah untuk mengusir lalat, yaitu dengan cara menyimpannya dalam plastik bening dan digantung, biasanya digantung di dapur atau di atas meja makan. Mungkin nanti ada yang menjual bola kaca berisi air sebagai pengusir lalat yang bisa dipakai di atas meja makan tanpa merusak pandangan dan suasana.
Tambahan:
arang batoknya dibungkus kain dulu yah…?
sebenarnya prinsip arang batok ini tadinya kan untuk absorbent seperti halnya carbon active, yang gunanya menyerap warna dan bau karena karakteristik arang yang high porosity, cuma masyalahnya kenafa musti dibungkus dulu, ada baiknya sih, proses penjernihan terpisah dari proses penggodogan (asal kata “ngagodog”)atau pentaheuran (asal kata “naheur”)
kalo penjernihan dengan cara mengendapkan mineral logam terlarut (umumnya besi dan mangan)yang bikin air jadi kuning sih biasanya pake tawas (aluminium sulfat)
desinfektan tambahan adalah kaporit (CaOCl2) buat membunuh bakteri pathogen spt E.coli
teknik pengelolaan air bersih yang umum dilakukan diulas di http://www.iptek.net.id/ind/warintek/Pengelolaan_dan_Sanitasi_idx.php?
Penulis: Yulian Firdaus Hendriyana
Padahal kebutuhan utama manusia terhadap air untuk diminum hanya satu, yaitu ‘air jernih’, jernih menurut warna dan jernih menurut proporsi kandungan mineral yang terlarut di dalamnya. Dalam tubuh air berfungsi sebagai pelarut, sebagai carrier pembawa zat-zat lain yang harus diedarkan ke seluruh tubuh dan banyak lagi fungsi dan manfaat lainnya.
Dengan semakin kotornya air minum, baik dari sumur timba, sumur pompa ataupun air-supply-nya PDAM, kini semakin banyak keluarga mengurangi konsumsi air tersebut sebagai air minum dan digantikan dengan membeli ‘air jernih’ hasil proses industri dalam gelas atau botol plastik.
Sebenarnya, air jernih dari sumur untuk diminum masih bisa didapatkan dengan proses penjernihan saat memasaknya, yaitu dengan meletakkan arang batok (tempurung kelapa) di dalamnya (segenggam arang batok sudah lebih dari cukup untuk memasak satu panci air), sebaiknya arang batok dibungkus dahulu dengan kain putih bersih. Selama air dipanaskan hingga mendidih arang batok akan bekerja menyerap zat-zat yang mengotori air, juga menyerap bau serta warna sehingga menghasilkan air jernih yang siap diminum (didinginkan dulu ya, jangan minum air mendidih!).
Manfaat air jernih yang lain yang tidak berhubungan adalah untuk mengusir lalat, yaitu dengan cara menyimpannya dalam plastik bening dan digantung, biasanya digantung di dapur atau di atas meja makan. Mungkin nanti ada yang menjual bola kaca berisi air sebagai pengusir lalat yang bisa dipakai di atas meja makan tanpa merusak pandangan dan suasana.
Tambahan:
arang batoknya dibungkus kain dulu yah…?
sebenarnya prinsip arang batok ini tadinya kan untuk absorbent seperti halnya carbon active, yang gunanya menyerap warna dan bau karena karakteristik arang yang high porosity, cuma masyalahnya kenafa musti dibungkus dulu, ada baiknya sih, proses penjernihan terpisah dari proses penggodogan (asal kata “ngagodog”)atau pentaheuran (asal kata “naheur”)
kalo penjernihan dengan cara mengendapkan mineral logam terlarut (umumnya besi dan mangan)yang bikin air jadi kuning sih biasanya pake tawas (aluminium sulfat)
desinfektan tambahan adalah kaporit (CaOCl2) buat membunuh bakteri pathogen spt E.coli
teknik pengelolaan air bersih yang umum dilakukan diulas di http://www.iptek.net.id/ind/warintek/Pengelolaan_dan_Sanitasi_idx.php?
Penulis: Yulian Firdaus Hendriyana
Penjernihan Air Dalam Tandon
Mendapatkan akses air bersih memang bukan hal yang mudah di Indonesia. Dalam masyarakat yang mayoritas masih mengandalkan air tanah untuk kebutuhan sehari-hari, air bersih menjadi barang langka. Tak sedikit orang yang kecewa dengan kualitas air tanahnya. Keluhan yang sering ditemui umumnya keruh, air berwarna kuning atau bau besi.
Nah, dalam rangka peringatan Hari Air Sedunia, saya mencoba berbagi pengalaman menjernihkan air. Metode yang saya gunakan berbasis pada pengalaman yang saya terapkan di rumahku Vila Nusa Indah Bogor, dengan menggunakan metode penjernihan layaknya akuarium. Metode ini telah saya terapkan lebih dari lima tahun dan terbukti cukup aman dan murah untuk memroses penjernihan air dengan hasil yang tidak mengecewakan. Bahkan metode ini sudah diterapkan di rumah Pekalongan dan rumah Tanteku di Semarang yang keduanya berhasil menjernihkan air dalam kurun 2 tahun belakangan ini. Mau mencoba?
Proses Penjernihan. Penjernihan dengan model akuarium ini pada prinsipnya bekerja melalui proses penyaringan air secara berulang dalam tandon air. Air masukan dari sumur dialirkan langsung ke dalam tandon sampai posisi upper level (disarankan memakai sensor air model Radar). Air yang tertampung kemudian dipompakan ke penyaring air yang ditempatkan di mulut tandon air. Setelah tersaring, air akan jatuh kembali ke tandon air yang oleh pompa akan kembali dipompakan ke atas. Demikian, proses ini berlangsung secara terus-menerus sehingga air akan tersaring secara merata.
Peralatan yang Dibutuhkan. Dalam pengadaan peralatan yang dibutuhkan, para pembaca diasumsikan sudah mempunyai tandon air untuk keperluan penyimpanan dan distribusi air. Karenanya peralatan yang dibutuhkan dibatasi pada komponen penjernihannya saja yaitu:
1. Pompa Akuarium
Pompa akuarium yang dipilih cukup yang berdaya kecil agar tidak boros listrik. Kecilnya kapasitas dan daya sembur air yang dihasilkan tidak terlalu menjadi masalah karena yang penting suplainya stabil sehingga tidak mengganggu proses penyaringan.

2. Slang dan Katup Perata Air
Slang air dibutuhkan untuk menyalurkan air pompaan ke penyaring. Slang air yang dibutuhkan dapat berupa slang air standar akuarium atau slang plastik biasa dengan diameter yang sesuai. Sedang katup perata air diperlukan untuk meratakan sebaran air dalam saringan agar proses penyaringan menjadi lebih sempurna.
3. Ember atau Wadah Saringan
Ember atau wadah yang dipilih harus mempunyai ukuran yang sesuai dengan mulut atau lubang bukaan tandon air yang ada. Kegunaan dari ember ini adalah untuk menempatkan saringan air sekaligus sebagai ganti penutup standar tandon air (penutup standar terpaksa dipensiunkan).
4. Bahan Penyaring
Bahan penyaring cukup menggunakan saringan akuarium (filter mat) yang biasanya berbahan serat nylon. Selain murah, jenis saringan ini terbukti efektif menyaring larutan dalam air dan mudah perawatannya.
5. Penutup Saringan Air
Meski air dalam tandon sudah dalam posisi tertutup ember atau wadah saringan, namun saringannya sendiri masih dalam posisi terbuka. Untuk menghindari bersarangnya nyamuk, tutuplah dengan kain atau bahan penutup lainnya terutama yang berpori-pori kecil.
Penjernihan yang Efektif dan Efisien. Setelah alat penjernihan di atas bekerja selama 3-5 jam, air tandon dijamin mulai jernih dan siap untuk digunakan. Mengingat metode ini bekerja melalui penyaringan berulang, upayakan agar posisi air dalam tandon tidak terkuras habis. Namun jangan kuatir, untuk pemakaian normal, air dapat digunakan secara kontinyu tanpa masa jeda.
Metode penjernihan ini mempunyai keunggulan karena memroses penjernihan di titik sentral distribusi air. Dengan demikian, air hasil penjernihan dapat langsung terdistribusi ke setiap titik kran tanpa membutuhkan aktivitas tambahan. Dengan membuka kran yang sama, pengguna akan memperoleh air dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan yang sebelumnya. Praktis bukan.
Keunggulan lainnya dari metode ini adalah minimnya biaya instalasi. Pembaca yang ingin menerapkannya cukup merogoh kocek tak lebih dari Rp100.000. Investasi yang cukup murah mengingat instalasi tersebut dapat digunakan dalam jangka waktu lebih dari tiga atau empat tahun. Adapun biaya operasionalnya juga cukup murah karena hanya akan mengkonsumsi listrik tidak lebih dari 10 KWH per bulan.
Nah dibalik segala keunggulan tersebut, penjernihan ala akuarium ini memang mempunyai kelemahan karena membutuhkan perawatan rutin untuk membersihkan filter mat-nya. Frekuensinya tergantung dari kualitas air sumur yang diolah. Paling tidak dalam tempo 1-2 minggu pengguna harus membersihkan bahan penyaring. Cukup merepotkan memang. Namun demikian, kerepotan dalam perawatan ini sebenarnya terkompensasi dengan berkurangnya pekerjaan menguras tandon karena air yang berada di dalamnya selalu dalam keadaan bersih.
Nah bagi para pembaca yang kesulitan mendapatkan air bersih tidakkah tertarik untuk menerapkan metode ini? Selamat mencoba, semoga berhasil.
Sumber: http://gagasanopek.blogspot.com/
Nah, dalam rangka peringatan Hari Air Sedunia, saya mencoba berbagi pengalaman menjernihkan air. Metode yang saya gunakan berbasis pada pengalaman yang saya terapkan di rumahku Vila Nusa Indah Bogor, dengan menggunakan metode penjernihan layaknya akuarium. Metode ini telah saya terapkan lebih dari lima tahun dan terbukti cukup aman dan murah untuk memroses penjernihan air dengan hasil yang tidak mengecewakan. Bahkan metode ini sudah diterapkan di rumah Pekalongan dan rumah Tanteku di Semarang yang keduanya berhasil menjernihkan air dalam kurun 2 tahun belakangan ini. Mau mencoba?
Proses Penjernihan. Penjernihan dengan model akuarium ini pada prinsipnya bekerja melalui proses penyaringan air secara berulang dalam tandon air. Air masukan dari sumur dialirkan langsung ke dalam tandon sampai posisi upper level (disarankan memakai sensor air model Radar). Air yang tertampung kemudian dipompakan ke penyaring air yang ditempatkan di mulut tandon air. Setelah tersaring, air akan jatuh kembali ke tandon air yang oleh pompa akan kembali dipompakan ke atas. Demikian, proses ini berlangsung secara terus-menerus sehingga air akan tersaring secara merata.
Peralatan yang Dibutuhkan. Dalam pengadaan peralatan yang dibutuhkan, para pembaca diasumsikan sudah mempunyai tandon air untuk keperluan penyimpanan dan distribusi air. Karenanya peralatan yang dibutuhkan dibatasi pada komponen penjernihannya saja yaitu:
1. Pompa Akuarium
Pompa akuarium yang dipilih cukup yang berdaya kecil agar tidak boros listrik. Kecilnya kapasitas dan daya sembur air yang dihasilkan tidak terlalu menjadi masalah karena yang penting suplainya stabil sehingga tidak mengganggu proses penyaringan.
2. Slang dan Katup Perata Air
Slang air dibutuhkan untuk menyalurkan air pompaan ke penyaring. Slang air yang dibutuhkan dapat berupa slang air standar akuarium atau slang plastik biasa dengan diameter yang sesuai. Sedang katup perata air diperlukan untuk meratakan sebaran air dalam saringan agar proses penyaringan menjadi lebih sempurna.
3. Ember atau Wadah Saringan
Ember atau wadah yang dipilih harus mempunyai ukuran yang sesuai dengan mulut atau lubang bukaan tandon air yang ada. Kegunaan dari ember ini adalah untuk menempatkan saringan air sekaligus sebagai ganti penutup standar tandon air (penutup standar terpaksa dipensiunkan).
4. Bahan Penyaring
Bahan penyaring cukup menggunakan saringan akuarium (filter mat) yang biasanya berbahan serat nylon. Selain murah, jenis saringan ini terbukti efektif menyaring larutan dalam air dan mudah perawatannya.
5. Penutup Saringan Air
Meski air dalam tandon sudah dalam posisi tertutup ember atau wadah saringan, namun saringannya sendiri masih dalam posisi terbuka. Untuk menghindari bersarangnya nyamuk, tutuplah dengan kain atau bahan penutup lainnya terutama yang berpori-pori kecil.
Penjernihan yang Efektif dan Efisien. Setelah alat penjernihan di atas bekerja selama 3-5 jam, air tandon dijamin mulai jernih dan siap untuk digunakan. Mengingat metode ini bekerja melalui penyaringan berulang, upayakan agar posisi air dalam tandon tidak terkuras habis. Namun jangan kuatir, untuk pemakaian normal, air dapat digunakan secara kontinyu tanpa masa jeda.
Metode penjernihan ini mempunyai keunggulan karena memroses penjernihan di titik sentral distribusi air. Dengan demikian, air hasil penjernihan dapat langsung terdistribusi ke setiap titik kran tanpa membutuhkan aktivitas tambahan. Dengan membuka kran yang sama, pengguna akan memperoleh air dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan yang sebelumnya. Praktis bukan.
Keunggulan lainnya dari metode ini adalah minimnya biaya instalasi. Pembaca yang ingin menerapkannya cukup merogoh kocek tak lebih dari Rp100.000. Investasi yang cukup murah mengingat instalasi tersebut dapat digunakan dalam jangka waktu lebih dari tiga atau empat tahun. Adapun biaya operasionalnya juga cukup murah karena hanya akan mengkonsumsi listrik tidak lebih dari 10 KWH per bulan.
Nah dibalik segala keunggulan tersebut, penjernihan ala akuarium ini memang mempunyai kelemahan karena membutuhkan perawatan rutin untuk membersihkan filter mat-nya. Frekuensinya tergantung dari kualitas air sumur yang diolah. Paling tidak dalam tempo 1-2 minggu pengguna harus membersihkan bahan penyaring. Cukup merepotkan memang. Namun demikian, kerepotan dalam perawatan ini sebenarnya terkompensasi dengan berkurangnya pekerjaan menguras tandon karena air yang berada di dalamnya selalu dalam keadaan bersih.
Nah bagi para pembaca yang kesulitan mendapatkan air bersih tidakkah tertarik untuk menerapkan metode ini? Selamat mencoba, semoga berhasil.
Sumber: http://gagasanopek.blogspot.com/
Saturday, October 18, 2008
Tip Perawatan Mesin Fax
Jangan Berdampingan dengan Pesawat Televisi
ADA kalanya kita menganggap remeh barang-barang seperti telepon dan mesin faksimili. Maklum, perangkat seperti ini memang sangat jarang rusak. Namun, coba saja jika kerusakan terjadi, justru saat kita sedang menanti telepon atau faksimili yang penting. Wah, bisa-bisa darah tinggi langsung kumat. Maka, sebagai konsumen, ada baiknya memperhatikan pantangan dan penyakit yang kerap diderita oleh mesin faksimili.
Dari sumber-sumber KONTAN diperoleh informasi, bahwa sebenarnya mesin faksimili begini jarang sekali rusak. “Untuk mesin yang laser, biasanya kerusakan ada di drum atau roller,” jelas Hengky Irawan, Manajer Produk Mesin Faksimili Panasonic. Dia bilang, kerusakan itu lazimnya gara-gara konsumen tidak mengisi ulang dengan tinta asli. “Biasanya, yang tidak asli punya beberapa bahan yang bersifat magnetik,” ujarnya. Unsur inilah yang lantas menggores roller dalam mesin faksimili.
Cara menghindarinya, saran Hengky, gampang saja. Belilah tinta asli yang disediakan pabrikan faksimili. Tinta yang dibikin pabrikan biasanya tidak mengandung magnet. “Sehingga, kemungkinan untuk gores lebih kecil,” sambung Hengky.
Sementara, mesin faksimili thermal, menurut Hengky, penyakitnya adalah overheat. Penyebabnya bisa dari jalur line telepon atau ketebalan kertas yang tidak sesuai dengan standar. Di pasaran memang beredar ratusan merek kertas untuk mesin faksimili thermal. Hanya saja, menurut Hengky, ada ukuran ketebalan kertas thermal yang harus dipenuhi. “Jadi, mesin bisa digunakan dengan optimal,” jelas Hengky. Ia juga menyarankan agar sebulan sekali konsumen membersihkan roller faksimili biar lebih awet digunakan.
Sebagai konsumen yang baik, Anda juga harus rajin membuka buku manual dari pabrikan. Ini dilakukan agar mesin faksimili tidak gampang rusak. Misalnya saja, Edy Supeno, staf pemasaran produk mesin faksimili Sharp Electronics Indonesia, bilang agar mesin faksimili tidak terkena matahari secara langsung. “Selain itu, juga tidak boleh dekat dengan perangkat yang menghasilkan panas atau gelombang elektromagnetik,” sambungnya. Jadi, pantang meletakkan mesin faksimili berdampingan dengan microwave atau televisi.
Kebanyakan, kata Edy, konsumen mesin faksimili mengeluhkan kerusakan pada scanner. “Supaya awet, scanner-nya harus dibersihkan dengan lap atau cotton buds,” ujarnya. Terutama jika rumah atau tempat usaha Anda berada di tepi jalan yang berdebu. “Soalnya, scanner ini berfungsi untuk menentukan kejelasan faksimili yang akan Anda kirim,” sambung Edy panjang lebar.
Jika perawatannya benar, mesin ini tetap oke sampai tiga tahun.
(Hendrika Y., Pandu Maulana)
ADA kalanya kita menganggap remeh barang-barang seperti telepon dan mesin faksimili. Maklum, perangkat seperti ini memang sangat jarang rusak. Namun, coba saja jika kerusakan terjadi, justru saat kita sedang menanti telepon atau faksimili yang penting. Wah, bisa-bisa darah tinggi langsung kumat. Maka, sebagai konsumen, ada baiknya memperhatikan pantangan dan penyakit yang kerap diderita oleh mesin faksimili.
Dari sumber-sumber KONTAN diperoleh informasi, bahwa sebenarnya mesin faksimili begini jarang sekali rusak. “Untuk mesin yang laser, biasanya kerusakan ada di drum atau roller,” jelas Hengky Irawan, Manajer Produk Mesin Faksimili Panasonic. Dia bilang, kerusakan itu lazimnya gara-gara konsumen tidak mengisi ulang dengan tinta asli. “Biasanya, yang tidak asli punya beberapa bahan yang bersifat magnetik,” ujarnya. Unsur inilah yang lantas menggores roller dalam mesin faksimili.
Cara menghindarinya, saran Hengky, gampang saja. Belilah tinta asli yang disediakan pabrikan faksimili. Tinta yang dibikin pabrikan biasanya tidak mengandung magnet. “Sehingga, kemungkinan untuk gores lebih kecil,” sambung Hengky.
Sementara, mesin faksimili thermal, menurut Hengky, penyakitnya adalah overheat. Penyebabnya bisa dari jalur line telepon atau ketebalan kertas yang tidak sesuai dengan standar. Di pasaran memang beredar ratusan merek kertas untuk mesin faksimili thermal. Hanya saja, menurut Hengky, ada ukuran ketebalan kertas thermal yang harus dipenuhi. “Jadi, mesin bisa digunakan dengan optimal,” jelas Hengky. Ia juga menyarankan agar sebulan sekali konsumen membersihkan roller faksimili biar lebih awet digunakan.
Sebagai konsumen yang baik, Anda juga harus rajin membuka buku manual dari pabrikan. Ini dilakukan agar mesin faksimili tidak gampang rusak. Misalnya saja, Edy Supeno, staf pemasaran produk mesin faksimili Sharp Electronics Indonesia, bilang agar mesin faksimili tidak terkena matahari secara langsung. “Selain itu, juga tidak boleh dekat dengan perangkat yang menghasilkan panas atau gelombang elektromagnetik,” sambungnya. Jadi, pantang meletakkan mesin faksimili berdampingan dengan microwave atau televisi.
Kebanyakan, kata Edy, konsumen mesin faksimili mengeluhkan kerusakan pada scanner. “Supaya awet, scanner-nya harus dibersihkan dengan lap atau cotton buds,” ujarnya. Terutama jika rumah atau tempat usaha Anda berada di tepi jalan yang berdebu. “Soalnya, scanner ini berfungsi untuk menentukan kejelasan faksimili yang akan Anda kirim,” sambung Edy panjang lebar.
Jika perawatannya benar, mesin ini tetap oke sampai tiga tahun.
(Hendrika Y., Pandu Maulana)
Subscribe to:
Posts (Atom)