Showing posts with label Ragam kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Ragam kesehatan. Show all posts

Friday, December 18, 2009

Celebrating 1 year bike to work

Hari ini pas 1 tahun menggunakan sepeda ke tempat kerja. Menjelang akhir bulan Desember 2008, kuputuskan untuk membeli sepeda sebagai sarana transpotasi untuk ke tempat kerja. Beramai-ramai dengan anggota keluarga, pergilah kami ke Roxy Mas setelah berkunjung dari museum di Kota. Lihat-lihat, akhirnya jatuhlah pilihanku ke sepeda Polygon tipe City Bike. Model yang kupilih adalah Sierra DX dengan harga sekitar Rp1.900.000, paling mahal di kelasnya.



Senang sekali memulai kebiasaan baru naik sepeda. Pas hari pertama naik sepeda ke tempat kerja, baru sekitar 2 kilometer, kepala agak nggeliyeng dan mata berkunang-kunang berasa mau muntah. Sempat kepikir mau pulang lagi saja, ganti naik motor. Tapi hati dikuatkan meskipun jarak masih sekitar 8 kilo lagi dan menghadang fly over di depan. Menjelang naik fly over, kaki kayak gemeteran menggenjot pedal yang seolah tidak mau bergerak. Rasa tengsin alias malu oleh sahutan pejalan kaki di pinggir fly over, "ayo mas, terus...terus, genjot lagi. he..he..he" Entah itu mau ngasih semangat atau mau ngeledekin, tapi aku merasa gak boleh turun dan menuntun sepeda. Puncak sudah sebentar lagi. Dan tidak perlu banyak waktu, puncak fly over Kuningan berhasil kulalui. Sepedaku meluncur cepat menuju jalan turunan, kurasakan nikmatnya menaklukan fly over di hari pertamaku naik sepeda.

Sampai di tempat kerja, kuletakkan sepedaku di tempat parkir khusus sepeda yang sudah tersedia. Nafasku masih ngos-ngosan, keringat masih mengalir seolah enggan berhenti. Teman-temanku yang sesama naik sepeda memberikan selamat, Welcome to the club. Sementara teman-teman lain yang tidak naik sepeda, ketawa-tawa ketika kuceritakan pengalamanku ketika naik fly over dengan sorakan pejalan kaki, "ayo mas dikit lagi".

Sorenya waktu pulang kerja aku mikir sebaiknya jangan lewat fly over dulu. Cukup dulu hari pertama naik sepeda lewat track itu, cari alternatif lain . Muter agak jauh, tapi berhasil menghindari fly over. Namun sayangnya aku tidak tahu kalau sebenarnya sepanjang jalan pulang itu naik ke atas. Makanya kok nggenjot pedal sepeda ini rasanya berat banget, kerasa banget nafas sampe mengi. Kebetulen aku punya penyakit asthma. Ngik...ngik begitu bunyinya. Selanjutnya beberapa track naik di depan lainnya berhasil dilalui hingga selamat sampai di rumah. Hoa cape sekali, hari pertama naik sepeda.

Gimana besok, masih mau naik sepeda lagi? Well, karena aku punya prinsip kebiasan baru paling tidak harus diulang-ulang selama 30 hari nonstop supaya bisa melekat maka sampai hampir 3 minggu ke depan aku terus naik sepeda tiap hari ke kantor yang jaraknya kurang lebih 10 kilometeran dari rumah. Belum sebulan penuh, akhirnya masuk rumah sakit. he..he..he.. dan opname. Tapi sampai sekarang, setahun sesudahnya aku masih belum tahu, apakah gara-gara sepedaan tiap hari ke kantor atau karena hal lainnya. Karena waktu itu selama 4 hari berturut-turut aku pulang pergi Jkt-Sby-Jkt-Sby tanpa istrirahat karena kakekku kecelakaan hingga akhirnya meninggal.

Setelah setahun berlalu, jalur ke kantor rasanya ringan saja, meskipun ya capek juga kalau terlalu malam pulangnya. Efeknya ke badan banyak sekali. Aku jarang pilek, batuk, atau flu yang dulu hampir tiap bulan atau bahkan 2 minggu sekali pasti mampir. Lainnya paha lebih kenceng dan singset. Lainnya lagi nafas lebih lega, padahal aku punya penyakit asthma. Efek negatif lainnya kulit lebih item. he..he..he. Tapi ini juga karena kontribusi renang siang-siang di Cilandak. But overall, sepedaan ke kantor sangat menyenangkan dan memberikan manfaat yang banyak buat aku. Tidak perlu mahal-mahal ikut gym kayak dulu di Fitness First yang sebulan fee-nya sampai 400 ribu lebih dan harus mengalokasikan waktu paling tidak 1-2 jam, sekarang sekalian berangkat pulang kantor sudah sekaligus olahraga. Mana kalau lagi macet, bisa lebih cepat dibandingkan dengan naik kendaraan. Intinya sepedaan is the best for me.

Btw dengan tipe city bike ini, rasanya pas banget dengan kebutuhanku. Tidak perlu repot-repot bawa tas di punggung karena bisa ditaruh dikeranjang depan. Selain itu, kita juga bisa menaruh jas hujan dan bag cover di keranjang untuk jaga-jaga kalau hari hujan.



Dengan bahan yang sangat ringan, yaitu alloy frame, memudahkan untuk diangkat kalau kita ingin berganti jalur saat macet. Ringan banget. Selain itu, walaupun modelnya city bike istilah kerennya, tampangnya sih mirip sepeda bibi-bibi ke pasar, dilengkapi juga dengan rear hub R-nexus 3, sehingga kita bisa mengganti speed sampai 3 kecepatan. Walaupun sih jarang banget pakai 3 karena beraat banget.

Kelemahan sepeda ini adalah untuk standarnya dia lemah banget jadi sering jatuh. Mungkin karena bodynya yang ringan banget sehingga kepala setirnya sering terbalik. Selain itu karena ada rear hub internal, sepeda ini tidak bisa dipasang standar yang berdiri. Jadi untuk amannya selalu parkirlah dengan menyandarkan sepeda ini di tiang, pohon, atau tembok. Mungkin itu saja. Kalau rear hub, meskipun berat buat aku sih justru keuntungan buat melatih kaki dengan speed yang berat, terutama pas tracking menanjak.

Overall, sepedaan adalah sesuatu yang mengasyikkan, menyehatkan, menghematkan, menambah teman, dan menambah kegembiraan keluarga karena bisa bareng-bareng ke taman naik sepeda. Buat yang takut hitam terutama cewek, bisa pakai sun block atau baju panjang. Tapi jangan takut sepedaan ya. Dan yang terakhir, join dengan Bike to Work!

Saturday, June 6, 2009

Pornografi Dapat Rusak Jaringan Otak

Paparan materi pornografi secara terus-menerus dapat menyebabkan kecanduan (adiksi) yang pada akhirnya mengakibatkan jaringan otak mengecil dan fungsinya terganggu.

Dalam seminar mengenai dampak pornografi terhadap kerusakan otak di Jakarta, ahli bedah syaraf dari Rumah Sakit San Antonio, Amerika Serikat, Donald L. Hilton Jr, MD mengatakan bahwa adiksi mengakibatkan otak bagian tengah depan yang disebut Ventral Tegmental Area (VTA) secara fisik mengecil.

Penyusutan jaringan otak yang memproduksi dopamine (bahan kimia pemicu rasa senang) itu, menurut dia, menyebabkan kekacauan kerja neurotransmiter yakni zat kimia otak yang berfungsi sebagai pengirim pesan.

“Pornografi menimbulkan perubahan konstan pada neorotransmiter dan melemahkan fungsi kontrol. Ini yang membuat orang-orang yang sudah kecanduan tidak bisa lagi mengontrol perilakunya,” kata Hilton serta menambahkan adiksi pornografi juga menimbulkan gangguan memori.

Kondisi tersebut, ia menjelaskan, tidak terjadi secara cepat dalam waktu singkat namun melalui beberapa tahap yakni kecanduan yang ditandai dengan tindakan impulsif, ekskalasi kecanduan, desensitisasi dan akhirnya penurunan perilaku.

“Pornografi dapat merusak sel-sel otak, akibatnya perilaku dan kemampuan intelegensia akan mengalami gangguan,” tambah Kepala Pusat Pemeliharaan, Peningkatan dan Penanggulangan Intelegensia Kesehatan H. Jofizal Jannis.

Ia menjelaskan, penurunan intelegensia secara langsung dan tidak langsung akan menurunkan produktivitas dan menurunkan indeks pembangunan sumber daya manusia.

Menurut Hilton, kerusakan otak akibat kecanduan pornografi adalah yang paling berat, lebih berat dari kecanduan kokain.

Namun demikian, kata dia, kini ada harapan kerusakan otak itu bisa dipulihkan hingga mendekati normal dengan berbagai metode penyembuhan.

Terapi yang dapat digunakan untuk memulihkan kerusakan otak akibat kecanduan, menurut dia, antara lain pemberian motivasi pribadi untuk memacu semangat penderita guna melepaskan diri dari kecanduan, dan penciptaan lingkungan yang aman bagi pecandu dengan menurunkan secara drastis aksesnya terhadap pornografi.

Selain itu, ia menambahkan, pembentukan kelompok pendukung dengan konselor dan terapis serta terapi peningkatan spiritualitas dampaknya juga sangat bermakna dalam upaya pemulihan.

“Penelitian menunjukkan spiritualitas agama apapun, akan mempercepat proses pemulihan,” katanya.

sumber : kapanlagi.com

Sunday, March 22, 2009

Mengatasi rasa kantuk

Anda tentu pernah merasakan rasa kantuk yang tak tertahankan, tak terkecuali saya. Tadi malam, saat sholat isya dan tarawih di masjid, saya diserang rasa kantuk yang luar biasa. Jika terjadi hal seperti itu, jangankan khusyu, menahan kantuk saja sudah membutuhkan energi yang sangat besar.

Rasa kantuk biasanya terjadi karena capek setelah seharian bekerja, dan tubuh mengajak kita beristirahat. Selain itu makanan yang kita konsumsi pada saat berbuka puasa juga memberikan kontribusi kepada rasa kantuk. Meskipun tidak sangat kenyang, tetap saja kita memerintahkan lambung untuk bekerja, apalagi jika kekenyangan. Dan yang tidak eksak, yaitu godaan syetan. Lebih susah dideteksi, tetapi bisanya akan menanamkan rasa malas. Dan rasa malas akan membawa kita pada suasana ngantuk.

Jika saya cermati, ternyata kantuk itu mempunyai sebuah pola. Pertama, jika mengantuk dan kita menyerah, maka kita akan cepat untuk tidur. Kedua, rasa mengatuk itu seperti parabola terbalik, jika kita sanggup bertahan sampai pada titik puncaknya, maka rasa mengantuk itu akan semakin hilang. Ketiga, rasa mengantuk itu bisa terputus jika ada sesuatu yang membuat seseorang surprise, sangat senang, marah, mendengar sesuatu yang membuat kita tertawa terbahak-bahak dan terkejut. Beberapa perlakuan fisik juga bisa memutus rasa kantuk.

Untuk menghilangkan rasa kantuk, sedangkan saya belum pengin tidur, seperti peristiwa yang saya alami, maka biasanya saya melakukan beberapa tips berikut :

1. Memberikan perlakuan fisik kepada tubuh. Cara ini cukup aman bagi kesehatan, dan tidak mengandung efek samping, misalnya menggerak-kepala, tangan, tubuh, atau memijat-mijat leher telapak kaki dan telapak tangan. Dengan melakukan cara ini diharapkan akan memperlancar peredaran darah, sehingga mengurangi rasa kantuk. Tadi malam saya mencoba cara ini, kantuk sempat hilang sebentar tetapi datang lagi sampai rakaat ke empat sholat tarawih.

2. Membasuh muka dan tengkuk dengan disertai menekan-nekan wajah. Cara ini akan menimbulkan rasa segar pada tubuh, sehingga menghilangkan rasa kantuk. Tadi malam saya mencobanya dan hasilnya sangat mujarab. Rakaat ke 5 sampai ke 8 saya tidak mengantuk lagi. Saya jadi faham, mengapa guru fisika SMP saya dulu, jika melihat anak mengantuk maka dia diminta slulup(merendam kepala ke air).

3. Mengkonsumsi makanan yang mengandung nikotin atau kafein (doping). Saya tidak begitu menyarankannya, terutama menghilangkan kantuk dengan merokok(nikotin). Memang cara ini banyak dilakukan oleh para sopir agar tidak mengantuk. Dan kalau anda cermati, orang-orang yang senang begadang rata-rata adalah perokok. Tetapi menurut peringatan pemerintah, merokok dapat mengganggu kesehatan, jantung, kehamilan, dan janin. Juga dalam agama, merokok sangat tidak dianjurkan. Sebagian mengatakan makruh, dan sebagian lainnya mengatakan haram. Jika memang anda harus lebur, maka gunakan saja kopi misalnya. Saya sendiri terkadang meminum kopi untuk menghilangkan kantuk. Kopi tree in one lebih saya sukai, karena memang saya termasuk orang yang tidak tahan dengan minuman kopi. Jika saya meminum kopi murni(tanpa campuran), maka perut saya menjadi sakit dan mulas. Jadi, jika terpaksa meminum kopi, maka jangan terlalu banyak, karena kafein juga kurang baik bagi tubuh. Selain kopi saya pernah mencoba minuman suplemen seperti ExtraJoss. Bisa digunakan untuk berjaga dan tidak sakit di perut, hanya saja jika sering mengkonsumsi minuman seperti ini, saya masih takut pengaruhnya terhadap kesehatan.

Pada dasarnya cara menghilangkan kantuk dengan doping tidaklah bagus, karena pada dasarnya tubuh dipaksa untuk terus bekerja meskipun sudah lelah. Dan efeknya besuknya badan kita akan lebih capek.

Begitulah beberapa cara mengatasi kantuk yang saya ketahui. Silahkan menambahkan tips lainnya. Siapa tahu lebih manjur, terutama bagi orang yang tidurnya sebelum jam 9 malam dan bangunnya setelah jam 5 pagi.

Kiat tidur nyaman

Sebelas kiat yang bisa dilakukan agar tidur terasa nyaman menurut antara lain:

1. Kamar tidur untuk tidur saja, tidak untuk bekerja.

2. Usahakan jadwal makan, tidur dan bangun yang teratur.

3. Jangan menonton film tegang atau menyedihkan menjelang tidur.

4. Olahraga atau senam bisa membantu menghilangkan tekanan mental dan ketegangan otot.

5. Hentikan merokok. Kalau sulit, kurangi rokok pada malam hari. Nikotin dalam rokok dapat mengusir rasa kantuk ataupun tidur nyenyak. Jauhkan minuman mengandung kafein seperti kopi, teh, coklat, paling tidak empat jam sebelum tidur. Kalau malam hari lapar, bisa makan pisang yang mengandung asam amino tryptophan.

6. Hati-hati dengan obat flu yang mengandung phenylpropanolamine atau perangsang lain yang dijual bebas di pasaran. Sulit tidur adakalanya merupakan efek samping dari obat.

7. Hindari juga minuman beralkohol, terutama malam hari. Sebab minuman itu menyebabkan kita sering terbangun malam hari dan bisa menyebabkan insomnia.

8. Relaksasi otot progresif sangat tepat menjelang tidur. Pejamkan mata dan santaikan badan mulai dari ujung jari kaki. Lakukan terus sampai Anda mampu merilekskan seluruh tubuh hingga ketegangan menurun.

9. Kalau tidak bisa tidur, jangan mengatakan, “Saya harus mencoba tidur”. Dalam kenyataan, semakin dicoba semakin sulit. Jika sampai tidak mengantuk sama sekali, tinggalkan tempat tidur. Kerjakan sesuatu yang tidak menegangkan sampai mengantuk.

10. Hindari terlalu lama tidur siang atau sore hari. Jangan mencoba menebus tidur yang terasa kurang. Jangan pula khawatir kalau sekali-kali tidur kurang dari 8 jam.

11. Hindari suara ribut atau lampu yang terlalu terang.

Thursday, February 26, 2009

10 Kebiasaan Kecil Pemicu Diabetes

Kamis, 26 Februari 2009 | 16:10 WIB

Dalam hidup ini berlaku hukum "tabungan". Apa yang kita lakukan menjadi tabungan di masa mendatang. Apa yang kita tabung sedikit demi sedikit, akan terasa hasilnya bertahun-tahun kemudian. Begitupun dengan penyakit. Mulai dari segelas minuman favorit hingga suka menonton TV hingga larut. Siapa nyana kalau itu bisa meningkatkan risiko diabetes?

1. Teh manis

Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1000-1200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Ujungnya: obesitas dan diabetes.

Pengganti: Air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh sehari.

2. Gorengan

Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serta dan tinggi lemak, termasuk gorengan.

Pengganti: Kacang Jepang, atau pie buah.

3. Suka ngemil

Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri dari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah.

Pengganti: Buah potong segar.

4. Kurang tidur.

Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik.

Solusi: Tidur tidak kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari.

5. Malas beraktivitas fisik

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90% dalam 20 tahun ke depan. "Dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi, Vietnam, berlipat ganda. Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding bersepeda," kata Dr. Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di Kawasan Pasifik Barat.

Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya.

Solusi: Bersepeda ke kantor.

6. Sering stres

Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol, supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Tetapi kalau gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan.

Solusi: Bicaralah pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada sahabat terdekat.

7. Kecanduan rokok

Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22%. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat seperti pola makan dan olahraga.

Pengganti: Permen bebas gula. Cara yang lebih progresif adalah mengikuti hipnoterapi. Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan bersertifikat resmi.

8. Menggunakan pil kontrasepsi

Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Menurut dr. Dyah Purnamasari S., Sp.PD, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik.

Solusi: Batasi waktu penggunaan pil-pil hormonal, jangan lebih dari 5 tahun.

9. Takut kulit jadi hitam

Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan kalsium berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Selain dari makanan, sumber vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Duapuluh menit paparan sinar matahari pagi sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama tiga hari. Beberapa penelitian terbaru, di antaranya yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology, menyebutkan bahwa vitamin D juga membantu keteraturan metabolisme tubuh, termasuk gula darah.

Solusi: Gunakan krim tabir surya sebelum "berjemur" di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit.

10. Keranjingan soda

Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses' Health Study II terhadap 51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak.

Pengganti: Jus dingin tanpa gula.


Sumber : Prevention

Wednesday, February 25, 2009

Boorwater untuk cuci mata? Awas, bahaya!!

Meski belum ada penelitian resmi, penggunaan boorwater diduga dapat menyebabkan mata kering. Bahkan bisa mengakibatkan gangguan fungsi hati pada penggunaan jangka panjang. Benarkah?

Siapa yang tak kenal boorwater? Selama ini air yang diklaim suci hama tersebut lazim digunakan sebagai obat pencuci mata. Kala mata merah, perih, atau bengkak, boorwater-lah obatnya. Selain itu boorwater dapat dipakai untuk mencuci kulit yang terluka. Tak heran kalau di banyak keluarga boorwater selalu tersedia di kotak obat.

Padahal seperti dituturkan dr. Hadi Prakoso, Sp.M, penggunaan boorwater berisiko menyebabkan gangguan pada mata. "Penggunaan boorwater terus-menerus dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan mata kering." Itu sebabnya, opthalmologist atau dokter spesialis mata dari Klinik Mata Nusantara ini tidak menganjurkan pemakaian boorwater kepada pasiennya.

Lebih lanjut Hadi menjelaskan bahwa indra penglihatan sebenar-nya sudah dilengkapi oleh mekanisme pembersihan diri. Setiap kali berkedip, saat itulah air mata keluar untuk membersihkan mata. Lewat air mata, kotoran-kotoran di mata dibersihkan dan dibuang keluar.

Selain itu mata juga mampu membuang kuman dan bakteri yang ada di mata. "Air mata mengandung lisozim, betasin, Imunoglobulin A, dan Imunoglobulin G yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri," tambah Hadi pula. Barulah pada kasus-kasus tertentu dimana mata tidak bisa memfungsikan mekanisme pembersihannya, seperti pada kasus gangguan mata berat, mau tidak mau harus digunakan obat-obatan dan tindakan lain yang diperlukan.

GANGGUAN SARAF & FUNGSI HATI

Senada dengan Hadi, farmakolog DR. dr. Ernie Purwaningsih, MS., menuturkan bahwa boorwater sebetulnya merupakan larutan air dan asam borat. Jenis asam inilah yang diyakini berbahaya bagi mata anak. Asam borat merupakan senyawa kimia berbentuk kristal lunak yang memiliki sifat antiseptik dan mudah larut dalam air. "Kandungan asam borat yang terdapat pada boorwater adalah 3%. Ini merupakan konsentrasi ideal dan berlaku standar sebagai obat di seluruh dunia. Jika lebih dari 3 persen, dikhawatirkan asam boratnya akan mengendap dalam air. Sebaliknya, jika kandungannya di bawah 3%, kemungkinan efektivitasnya sebagai antiseptik akan berkurang," ujar Ernie.

Lalu kenapa boorwater dianggap membahayakan mata anak? Karena mukosa atau selaput mata mata anak lebih tipis dibanding selaput mata orang dewasa, hingga lebih mudah teriritasi. Selain itu, gangguan mata seperti mata merah yang disebabkan oleh pelebaran pembuluh darah akan memudahkan asam borat yang terkandung dalam boorwater terserap masuk ke dalam tubuh. Akibatnya, obat yang seharusnya berefek topical atau mengobati gangguan di bagian luar mata saja akan menjadi racun di dalam tubuh.

Semakin tinggi intensitas pemberian boorwater akan kian banyak pula asam borat yang masuk ke dalam tubuh. Jika pemakaian dilakukan dalam jangka panjang, asam borat yang terakumulasi dalam tubuh akan mengganggu fungsi hati dan menimbulkan gangguan susunan saraf pusat yang bisa "terbaca" lewat gejala kejang-kejang dan demam tinggi.

Namun semua zat kimia yang masuk ke dalam tubuh pastilah terlebih dulu mengganggu lokasi penyerapannya. Ernie mencontohkan asam borat yang tertelan mula-mula akan mengganggu saluran cerna dengan gangguan yang umum muncul di antaranya muntah-muntah dan diare. Jadi, bahaya yang mesti diwaspadai pertama kali dari penggunaan boorwater adalah intoksikasi atau keracunan pada mata anak. Ernie menjelaskan, asam borat bisa menyebabkan gangguan produksi air mata yang mengakibatkan mata jadi kering. Jika mata menjadi kering akibat kekurangan dan ketiadaan air mata, maka mukosa lapis lendirnya bakal mudah pecah dan tampaklah bercak-bercak kering.

Untuk memeriksa apakah mata seseorang kering atau tidak, menurut Ernie bisa dilakukan dengan uji break up time (BUT), yaitu waktu terjadinya bercak kering pada permukaan kornea sesudah satu kedipan. Bercak kering ini mudah terjadi bila jumlah air mata berkurang. Dengan kata lain, uji BUT mengukur secara kasar mutu dan stabilitas lapisan lendir mata. BUT mata normal berkisar antara 15-45 detik. Bila angkanya lebih kecil dari 10 berarti mata tidak normal karena lapis lendirnya gampang pecah yang membuat mata kering.

Lazimnya uji BUT dilakukan pada penderita keratokonjungtivitis sika atau kekurangan lapis lendir dan radang mata menahun. Khusus untuk keratokon-jungtivitis sika, kadang dilakukan pula uji Schirmer untuk menilai mutu air mata yang tidak tergantung pada kadar lapis lendir.

Ernie menjelaskan bahwa mereka yang terkena gangguan mata kering akibat produksi air matanya berkurang, permukaan matanya akan mengalami iritasi. Gejala-gejala yang timbul karena kondisi tersebut bisa beragam, seperti mata terasa panas, gatal, perih, memerah, mengganggu serta mengganjal saat mata mengedip. Kornea mata pun jadi keruh yang mengakibatkan gangguan pada penglihatan, semisal tak bisa lagi menangkap bayangan gambar dengan baik. Saat membaca, anak akan sulit membaca tulisan-tulisan yang ada di buku tersebut karena pandangannya kabur.

Dampak lain yang lebih parah dari penggunaan boorwater adalah mudahnya anak terkena infeksi, seperti trachoma yang dapat menimbulkan gangguan penglihatan. Dalam jangka panjang, gangguan ini akan menjalar ke kornea mata anak. Kalau gangguannya sudah terbilang amat parah, apa boleh buat mata yang rusak mesti diangkat.

Sementara menurut Erni pun penggunaan boorwater pada kulit yang luka tidak dibenarkan. Memang dalam jangka pendek kulit yang terluka itu jadi lebih cepat kering. Tapi Ernie mengingatkan bahwa kulit yang terluka merupakan "pintu masuk" bagi asam borat yang bersifat membahayakan tubuh. Para pakar pun, tukasnya, kini banyak yang meragukan efektivitas boorwater sebagai pengobat luka.

MAKIN PEKAT

Parahnya lagi, tukas pengajar dan peneliti dan peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini, kandungan ideal sebesar 3% dalam boorwater bisa meningkat karena beberapa faktor. Salah satunya karena botol yang dipakai sebagai wadah boorwater tidak tertutup rapat dan menyebabkan air pelarutnya menguap. Akibatnya, kepekatan asam borat dalam air yang tersisa semakin meningkat. Dampak negatif setiap tetes boorwater pun akan semakin tinggi.

Penyimpanan yang tidak bersih juga bisa menimbulkan dampak negatif lain. Boorwater bisa terkontaminasi oleh kuman dan bakteri. Jadi, alih-alih membuat mata sehat, boorwater yang tidak steril malah bisa membuat gangguan mata jadi lebih parah. Mata yang mulanya hanya sedikit memerah karena terkena debu malah jadi terinfeksi oleh kuman dan virus.

Namun Ernie mengakui hingga saat ini di Indonesia belum ada penelitian tentang dampak negatif boorwater, baik pada mata maupun pada organ tubuh lain. Meski begitu ada baiknya bila khalayak melakukan tindak pencegahan terhadap dampak negatif yang diakibatkan oleh penggunaan boorwater.

TIPS PENGGUNAAN BOORWATER

Berikut beberapa tips dari Ernie seputar penggunaan boorwater:

* Waspadai keberadaan boorwater yang masih banyak beredar di pasaran. Penggunaannya sebaiknya dibatasi hanya sebagai pengompres kulit. Namun, hindari penggunaan secara langsung pada kulit yang luka. Mencuci kulit yang terluka, cukup dengan air bersih.

* Bila mata kelilipan entah kemasukan pasir, bulu mata, atau debu, tidak perlu harus dicuci dengan boorwater. Air bersih saja sudah cukup.

* Penggunaan boorwater sebaiknya tidak lebih dari seminggu. Dikhawatirkan, pemakaian yang melebihi tenggang waktu ini menyebabkan peningkatan konsentrasi asam borat di lokasi pemakaian. Sementara kesterilannya juga tidak bisa terjamin.

* Meski keluhan mata kering akibat pemakaian boorwater lebih banyak dialami anak-anak, ada baiknya hindari pula pemakaian pada kalangan dewasa.

Saeful Imam. Foto: Iman/nakita

Friday, October 24, 2008

Tidur Siang Yuk

TEMPO Interaktif, BOSTON :
Jangan lewatkan kesempatan untuk tidur siang barang sedetik pun. Ternyata kebiasaan zaman baheula, yang kini hanya bisa ditemui di beberapa kota kecil di Jawa Tengah, itu baik untuk jantung.

Tidur sebentar setelah makan siang terbukti baik untuk jantung. Dalam sebuah riset yang melibatkan lebih dari 23 ribu laki-laki dan perempuan Yunani berusia 20 sampai 86 tahun, terungkap bahwa tidur siang sedikitnya tiga kali seminggu selama 30 menit bisa mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung.

Laporan yang dipublikasikan dalam jurnal The Archives of Internal Medicine itu menuturkan risiko kematian akibat penyakit arteri koroner bagi orang yang rutin tidur siang 37 persen lebih rendah dibanding orang yang tak pernah tidur siang. Efeknya juga lebih baik bagi pria bekerja. Tentunya, dalam riset itu, faktor merokok, aktivitas fisik, diet, dan indeks massa tubuh telah dikontrol.

Dimitrios Trichopoulos, pemimpin riset sekaligus dosen pencegahan kanker di Harvard School of Public Health, Boston, Amerika Serikat, menyatakan tidur siang bagi dia adalah sebuah kebutuhan mutlak yang tak bisa diganggu gugat. "Kalau bisa, Anda harus tidur siang setiap hari," katanya.

Trichopoulos mengatakan, sebagai orang Yunani, dia terus melakukan kebiasaan yang umum di negaranya itu meski sejak 1989 tinggal di Amerika Serikat dan bekerja sebagai ketua sebuah departemen di Harvard selama tujuh tahun.

"Saya selalu berhenti bekerja dan tidur siang setiap hari," ujarnya. "Ini sungguh kebiasaan yang menyenangkan. Anda bisa memulai hari kembali pada pukul 6 atau 7."

Gagasan untuk meneliti hubungan antara tidur siang dan penurunan tingkat kematian akibat penyakit jantung memang diilhami oleh tingginya kebiasaan tidur siang di wilayah Mediterania dan sejumlah negara Amerika Tengah. Bahkan toko-toko di Spanyol selalu tutup pada siang hari dan istilah siesta untuk tidur siang menjadi populer.

Di negara-negara penganut siesta itulah tingkat penderita penyakit jantung juga rendah. Namun, ada sebuah penelitian yang menyatakan rendahnya tingkat penderita penyakit jantung itu lebih disebabkan oleh pola makan sehat yang dianut masyarakat negara-negara itu. Diet mereka tinggi serat dan lemak tak jenuh serta rendah produk daging dan susu, sehingga dalam penelitian ini Trichopoulos sengaja mengontrol makanan para sukarelawan selama masa penelitian. Dia meminta seluruh peserta mengisi data apakah mereka makan sesuai dengan diet sehat.

Menurut para ilmuwan yang terlibat dalam studi ini, ada dua masalah besar yang membuat hasil penelitian itu menyimpang. Pertama, orang yang tidur siang biasanya memiliki aktivitas fisik rendah dan kurang berolahraga menjadi pemicu penyakit jantung. Kedua, orang yang memiliki kondisi serius, seperti jantung koroner, cenderung tidur siang lebih lama dibandingkan dengan orang sehat.

Untuk mencapai hasil penelitian yang pasti dan tak bias, penelitian semacam ini memerlukan calon sukarelawan dalam jumlah besar, yang diharuskan melakukan olahraga fisik terukur secara akurat serta mengeluarkan mereka yang memiliki penyakit serius. Dan studi ini, menurut Trichopoulos, memenuhi semua syarat.

Dalam penelitian itu, para ilmuwan mulai merekrut sukarelawan pada 1994 dan mengikuti kegiatan mereka selama lebih dari enam tahun. Para ilmuwan menolak sukarelawan yang pernah mengalami berbagai jenis penyakit, seperti arteri koroner (penyakit jantung yang paling umum karena penyumbatan lemak di pembuluh arteri jantung), sakit dada, stroke, atau kanker, sehingga kelompok analisisnya hanya tersisa 9.569 laki-laki dan 14.112 perempuan. Dalam masa riset, 85 laki-laki dan 48 perempuan meninggal akibat penyakit jantung.

Tidur siang kurang dari tiga kali seminggu juga bisa menurunkan risiko, tapi efeknya kurang signifikan secara statistik. Ketika para ilmuwan Harvard itu membatasi analisisnya kepada pria bekerja yang rutin tidur siang, mereka menemukan penurunan 50 persen.

Trichopoulos menyatakan efek tidur bagi kesehatan jantung amat besar. Meski demikian, doktor Harvard itu tidak merekomendasikan tidur siang untuk menggantikan gaya hidup sehat lainnya.

Tapi Henry S. Cabin, dosen ilmu kedokteran di Yale dan direktur New Haven Hospital Heart Center, tidak sependapat. Dia sedikit skeptis tentang hasil penelitian tersebut meski sejumlah penelitian lain menunjukkan tidur memang baik bagi jantung.

"Studi ini tampaknya memang dilakukan dengan baik," katanya. "Tapi kesempatan untuk tidur siang adalah ciri dari gaya hidup berbeda yang memang dengan sendirinya menurunkan risiko itu. Mungkin pesannya adalah mengadaptasi hidup yang lebih santai, bukannya pulang ke rumah untuk tidur siang."

Trichopoulos mengakui adanya kekurangan dalam studinya karena hanya sedikit orang dalam kelompok analisis yang meninggal akibat arteri koroner, terutama kelompok perempuan. Namun, paling tidak studi ini memberikan landasan: efek tidur siang sama nilainya dengan mengkonsumsi sebutir aspirin atau berolahraga setiap hari.

"Kami berniat melanjutkan penelitian untuk mengkonfirmasikan penemuan ini. Tapi jika terbukti benar, hal ini sangat signifikan," katanya. "Tidur jelas lebih enak dibanding minum aspirin dan jauh lebih menyenangkan daripada olahraga."

tjandra dewi | NYTimes | wikipedia

Tidak Tidur Berarti Tidak Ada Sel Otak Baru

Hilangnya waktu tidur bisa menyebabkan otak berhenti memproduksi sel-sel baru. Demikian menurut penelitian yang dimuat dalam Proceedings of the National Academy of Science.

Dalam percobaan terhadap tikus, tim dari Universitas Princeton menemukan bahwa kurang tidur akan mempengaruhi hippocampus, suatu wilayah di otak yang terlibat dalam pembentukan ingatan.

Para peneliti membandingkan tikus-tikus yang dibuat tidak tidur selama 72 jam dengan tikus yang bebas mendapat waktu tidurnya. Didapati, hewan yang tidak tidur menghasilkan hormon stres corticosterone dalam kadar jauh lebih tinggi. Mereka juga menghasilkan lebih sedikit sel-sel otak baru di wilayah hippocampus.

Hasil ini menunjukkan bahwa kenaikan kadar hormon stres akibat kurang tidur bisa menyebabkan pengurangan produksi sel di otak. Dan efek di atas berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama. Buktinya, ketika pola tidur tikus dibuat normal kembali, tingkat produksi sel-nya belum juga naik selama dua minggu.

Walau belum diketahui apakah efek kurang tidur pada tikus ini akan sama bila diujikan pada manusia, namun sudah diketahui luas bahwa kurang tidur menyebabkan gangguan konsentrasi dan masalah lain. Dan daripada pertumbuhan sel-sel otak kita terganggu, lebih baik tidur dalam waktu yang cukup.


Sumber: BBC
Penulis: wsn

Penelitian Akibat Kurang Tidur

Salah satu pusat penelitian paling maju yang menyelidiki dampak kekurangan tidur terhadap berbagai penyakit telah dibuka di Sydney, Australia. Laboratorium di Universitas Sydney ini akan mengkaji hubungan antara kesulitan tidur dengan penyakit seperti Alzheimer dan gangguan bipolar. Kantor Berita BBC melaporan, para peneliti yakin bahwa manfaat tidur sering disepelekan dan bahwa kurang istirahat bisa menganggu kesehatan fisik maupun mental. Laboratorium baru di Universitas Sydney ini akan mengumpulkan para pakar dalam psikiatri klinis dan ilmu syaraf. Mereka akan mengkaji kaitan antara kekurangan tidur dan gangguan medis degeneratif seperti Alzheimer dan dementia. Salah satu pakar di pusat penelitian ini, Profesor Naomi Rogers mengatakan dengan membantu penderita agar bisa tidur nyenyak mereka bisa mencegah penyakit tidak menjadi terlalu parah. Tim peneliti ini juga akan menyelidiki kaitan antara insomnia dan depresi, juga kaitan antara obesitas dan diabetes. Salah satu alat penting di pusat penelitian ini adalah kapsul tidur yang akan dipakai untuk menguji dampak kafein terhadap pola tidur dan cara-cara membantu pekerja mengatasi kecapaian. Para peneliti berpendapat perusahaan seharusnya mendorong pegawai mereka untuk tidur sebentar agar menaikkan produktivitas dan keselamatan kerja.

Libido Menurun akibat kurang tidur

Kurang tidur tidak hanya berbahaya pada saat Anda akan menyetir. Fakta terbaru menyebutkan bahwa kurang tidur dapat mengakibatkan menurunnya libido pada pria. Waduh...
Aktivitas yang tinggi secara otomatis mengurangi waktu istirahat, juga waktu tidur. Namun ternyata kurangnya waktu tidur juga berdampak negatif pada kehidupan seks seseorang. Kehidupan seks Anda bermasalah? Mungkin ini jadi salah satu alasannya.

Professor Monica Andersen, guru besar universitas Sao Paulo, Brazil, mengungkapkan fakta tersebut pada 'International Sleep Conference' di Cairns, Australia. Demikian dikutip detikhot dari Foxnews, Jumat (9/11/2007).

Dalam konferensi tersebut, Monica menjelaskan bahwa kurangnya waktu tidur akan mengakibatkan seorang pria kehilangan keinginan untuk berhubungan seks. Dalam kasus tertentu bahkan dapat mengakibatkan gangguan ereksi pada pria.

Tak hanya itu, kurang tidur juga akan menyebabkan beberapa gangguan seks salah satunya adalah sleep sex atau disebut juga sexsomnia. Sexsomnia adalah kondisi seseorang mengganti kebutuhan seks dengan tidur.

Jika seks sudah terpenuhi dengan tidur, bagaimana hubungan Anda dan pasangan berjalan lancar. Ini bisa jadi masalah baru. Anda tertarik menikmati tidur ketimbang berhubungan intim dengan istri. Gawat nih!

Sumber lain, Dr. David Brandes dari Northridge Hospital Medical Center, Amerika Serikat memberikan saran bagi pria-pria yang mengalami kekurangan waktu tidur untuk mengembalikan libidonya. Yaitu dengan melakukan beberapa aktivitas sebelum tidur, seperti berolahraga, minum kopi dan kurangi minuman beralkohol. Mandi air panas sebentar saja bisa jadi cara mujarab untuk terlelap.

Sumber: detikcom

Tidur Teratur, Cegah Penuaan Dini

Untuk mempertahankan hidupnya, manusia dituntut untuk bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Dan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tersebut, orang harus bekerja. Orang yang gila kerja, ia akan bekerja siang dan malam, bahkan sepertinya tidak mengenal waktu, sehingga ia mengorbankan satu hal yang sangat berarti, yaitu istirahat, diantaranya adalah tidur.

Jangan heran, karena kesibukannya, ada orang yang hanya mempunyai waktu tidur sangat terbatas. Kurang tidur akan mengakibatkan pengaruh yang negatif pada tubuh, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

TIDUR

Tidur adalah suatu proses yang sangat penting bagi manusia, karena dalam tidur terjadi proses pemulihan, proses ini bermanfaat mengembalikan kondisi seseorang pada keadaan semula, dengan begitu, tubuh yang tadinya mengalami kelelahan akan menjadi segar kembali.

Jika proses ini terhambat, organ tubuh tak bisa bekerja dengan maksimal, akibatnya orang yang kurang tidur akan cepat lelah dan mengalami penurunan konsentrasi, tak hanya itu, ada hal lain yang lebih berbahaya, kurang tidur akan menyebabkan proses penuaan bisa terjadi lebih cepat.

HORMON SOMATROPIN

Hormon Somatropin adalah suatu hormon yang sangat berperan penting untuk menghambat proses penuaan, dan hormon ini bisa dihasilkan ketika tidur. Hormon Somatropin bekerja untuk regenarasi sel. Ketika jadwal tidur seseorang mengalami gangguan, hormon tersebut tidak dapat diproduksi secara baik, akibatnya regenerasi sel akan terhambat, padahal tanpa regenarasi, sel-sel yang mati tidak akan tergantikan, kerja selpun akan terhambat.

Jika kerja sel terhambat, berbagai metabolisme tubuh juga tidak akan berlangsung dengan baik. Sehingga orang yang kurang tidur akan lebih cepat tua, lambat laun akan terjadi kemunduran fungsi pada berbagai organ tubuh, manifestasinya, bisa terjadi berbagai macam penyakit.

KUALITAS TIDUR

Kualitas tidur juga perlu menjadi perhatian, kualitas tidak bergantung pada jumlah, namun bergantung pada pemenuhan kebutuhan tubuh akan tidur. Setiap orang membutuhkan waktu tidur yang berbeda, ada yang butuh sekitar 10 jam, ada pula yang cuma 6 jam, lamanya waktu tidur bergantung individu, dan yang dapat mengukur adalah diri kita sendiri. Tetapi menurut aturan kesehatan, kebutuhan tidur untuk anak-anak adalah 8 sampai 10 jam, sedangkan untuk orang dewasa membutuhkan 6 sampai 8 jam.

Indikator tercukupinya waktu tidur tersebut adalah kondisi tubuh waktu bangun tidur, jika merasa segar setelah bangun tidur, berarti tidur kita sudah cukup, jika badan masih terasa loyo ketika bangun tidur berarti tidurnya masih kurang.

Karena itulah penting untuk memenuhi kebutuhan tidur, jangan sekali-kali memotong waktu tidur dengan alasan apapun, sebaiknya jadwal tidur sehari-hari diatur lebih baik supaya bisa mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

Jika waktu tidur belum juga tercukupi dengan baik, penting untuk mengkonsumsi antioksidan. Selain membantu menghambat proses penuaan, antioksidan juga berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Tubuh yang sehat dan segar adalah dambaan setiap orang, Oleh sebab itu, adalah penting bagi Anda untuk menjaga tidur Anda. Pastikan Anda mendapatkan tidur yang mencukupi setiap hari. Karena dengan kondisi yang segar, kita bisa melakukan aktivitas lebih baik.

Cara Jitu Enyahkan Insomnia

Penyakit yang paling menyebalkan di saat capek, sehabis banting tulang hingga larut malam, adalah sulit tidur atau insomnia. Badan lelah, pikiran payah, tapi kondisi mata tak juga goyah. Berbagai gaya telah dicoba, hasilnya tetap sia-sia. Padahal besok harus siap kembali kerja.

Tidur berguna untuk pemulihan jaringan tubuh yang letih dan rusak. Kurang tidur akan menyebabkan proses pergantian sel-sel, termasuk sel darah merah, terganggu, mengakibatkan jumlah sel berkurang. Dampak serius yang biasanya terjadi adalah turunnya produktivitas. Selain sering mengantuk di siang hari, penderita insomnia atau sulit tidur, kerap tidak dapat memberikan pertimbangan untuk mengatasi masalah, menjadi pribadi yang sensitif, mudah terusik, bahkan oleh hal-hal kecil. Insomnia bisa terjadi karena berbagai hal, karenanya diperlukan beragam upaya untuk menanggulanginya.

1. Hindari kebiasaan tidur siang, terutama jika berlebihan, sebab akan mengurangi waktu tidur di malam hari.

2. Malam hari bukan waktu yang tepat untuk minum minuman berkafein, apalagi dibarengi merokok. Kafein dapat menggenjot denyut jantung, membuat sigap, memaksa mata untuk terjaga. Sedangkan nikotin bersifat neurostimulan yang "menodong" otak untuk tak istirahat. Agar gampang tidur, pecandu kopi sebaiknya menghabiskan cangkir terakhirnya sebelum pukul 3 petang. Bagi para perokok, usahakan batang rokok terakhir maksimal tiga jam sebelum tidur.

3. Jauhi alkohol. Meski dalam dosis ringan alkoho ldapat membuat rileks, mengantar tidur pulas, tapi bahan ini bisa membuat orang kecanduan. Begitu tidak menggunakannya lagi akan timbul efek kebalikannya yaitu tetap terjaga. Di sisi lain, alkohol juga menguras vitamin B yang mendukung sistem saraf.

4. Pilih waktu berolah raga pada petang hari, hindari melakukan kegiatan ini kala malam. Olah raga akan menyebabkan adrenalin terpompa, mengakibatkan orang jadi terjaga.

5. Biasakan melakukan relaksasi, salah satunya dengan membaca bacaan ringan sebelum tidur.

6. Minum susu hangat.
Susu kaya akan asam aminotriptofan. Meningkatnya kadar triptofan di dalam otak akan berdampak pada peningkatan produksi serotonin, yang membuat pikiran menjadi santai, dan memancing timbulnya kantuk.

7. Jus selada.
Selada bermanfaat dalam pengobatan insomnia sebab kandungan zat penyebab kantuk yang disebut lectucarium. Disebutkan Bakhru dalam "FoodsThat Heal: The Natural Way To Good Health", unsur ini memiliki kesamaan efek, sebagai sedatif, sama dengan opium namun tanpa menimbulkan rangsangan yang berlebihan. Cara penggunannya, menurut Culpepper, herbalis Inggris zaman baheula, dengan mencampur jus selada dan minyak bunga ros, lalu diurutkan pada dahi serta pelipis. Cara lain yaitu dengan meminum air rebusan bijinya.

8. Tetesan lavender. Dr. Bud Rickhi, Associate Professor of Medicine di University of Calgary sertadirektur "The Research Centre for Alternative Medicine", berdasar hasil risetnya, menyarankan lavender untuk mengatasi insomnia. Lavender merupakan tanaman yang bisa memengaruhi nervous system, meningkatkan aktivitas gelombang alpha di otak dan membuat tubuh lebih santai. Cara penggunaan pun terbilang sederhana, cukup dengan meneteskan beberapa tetes minyak lavender pada bantal sebelum pergi tidur, kemudian nikmati semerbak wanginya.

Akibat Kurang Tidur

Banyak orang menganggap kurang tidur merupakan hal biasa padahal menurut sebuah penelitian dari Universitas Pennsylvannia, kekurangan tidur sama berbahaya dengan tidak tidur.

Para peneliti menemukan orang yang tidur hanya empat sampai enam jam per malam bereaksi lebih lambat dibanding mereka yang tidur selama delapan jam. Kondisi ini juga sama pada mereka yang tidak tidur selama dua malam walaupun mereka mengatakan tidak merasa lelah padahal ini adalah awal dari sebuah masalah.

Menurut penelitian orang dewasa membutuhkan tidur selama delapan jam dalam satu hari. Jumlah ini akan bervariasi dari satu orang ke orang lain tergantung jumlah kegiatan yang dilakukan.

Penelitian yang dilakukan pada 48 orang dewasa sehat yang berumur 21 sampai 38 tahun, usia dimana paling dikaitkan dengan kekurangan tidur akibat tuntutan pekerjaan.

Kekurangan tidur mungkin tidak terlalu berpengaruh pada penampilan rutinitas sepanjang hari namun dapat memicu masalah fisik seperti:

Obesitas: Tidur memegang peranan dalam kemampuan tubuh untuk mengeluarkan neurohormon karena ketika jumlah pengeluaran hormon menurun, kesempatan bertambah berat badan meningkat.

Tekanan darah: Tekanan darah secara alami akan turun selama tidur. Namun akibat kekurangan tidur dapat memicu hipertensi dan masalah kardiovaskular.

Diabetes: Kemampuan tubuh menggunakan insulin dapat terganggu akibat kekurangan tidur sehingga memicu diabetes.

Menurut National Sleep Foundation dalam sebuah polling tahun 2002 di Amerika ditemukan sebanyak 47 juta orang dewasa tidak mendapatkan jumlah minimal tidur yang mereka butuhkan setiap malam.

Naah...jangan sepelekan istirahat ya..Mari kita coba atur porsi bekerja dan istirahat kita sebaik mungkin agar terhindar dari penyakit di kemudian hari.

Tips Agar Tidak Ngantuk Akibat Kurang Tidur

Kiat Agar tidak mengantuk akibat kurang tidur

Besok Ujian belum sempat ada persiapan, akhirnya begadang ga tidur semaleman, atau besok ada presentasi tapi lupa belum buat apa yang harus dipresentasikan besok, akhirnya lembur sampai pagi dan paginya tempur sampai sore lagi. Pemandangan seperti itu ga lagi asing di kalangan mahasiswa, pelajar dan kalangan lain. Kondisi tersebut mengakibatkan banyak yang menyepelekan waktu istirahat dan makan yang bergizi. Tak khayal banyak yang drop akibat ulah mereka sendiri, dari insomnia tingkat rendah sampai hepatitis, gangguan liver dan penyakit lain yang berbahaya sebenarnya mengincar tubuh yang terlalu diporsir tanpa memperhatikan porsi istirahat dan pola makan yang sehat.
Padahal masalah yang paling kecil akibat gangguan tidur atau kurang tidur satu malam saja paling tidak dapat membuat emosi tidak stabil, mengantuk, lesu, loyo, rentan kecelakaan dll. Kabar baiknya, seperti dikutip di suatu majalah ada 4 cara mencegah kantuk dan lelah akibat kurang tidur. antara lain:

1. Tidur siang dengan cara tepat
Ada pendapat mengatakan bahwa tidur kurang dari 30 menit di siang hari dapat membuat tubuh terasa lebih lelah lagi dibanding tidak tidur siang sama sekali. Hasil temuan di Harvard University mengungkapkan, tidur siang 1-1,5 jam di penghujung siang dapat membuat pikiran lebih jernih.
2. Posturkan Tubuh dengan baik dan benar
Tak sempat tidur siang? Coba posturkan tubuh dengan baik, jika anda dalam keadaan duduk, duduk lah dengan tegak. Postur tubuh yang buruk akan melelahkan otot, ligament, dan sendi harus bekerja lebih keras dibanding ketika tubuh lurus secara tepat. Lelah tambahan ini juga menurunkan aliran darah dan oksigen ke otak sampai 30%
3. Menguyah
Mengunyah makanan setiap 2 jam sekali. Hal ini ternyata membantu gula darah tetap stabil. Hasilnya, kadar energi tetap tinggi sepanjang hari. Makanan yang baik untuk dikonsumsi adalah makanan tinggi protein dan hindari makanan berkadar gula tinggi, makanan bergula cepat membangkitkan energi tapi cepat turun lagi sehingga membuat tubuh lebih lelah dibanding sebelumnya.
4. Latihan Pernapasan
Menghela nafas dalam 30 detik. Mengisi paru dari atas sampai dasar membantu membuat tubuh tetap jaga karena mengisi darah dengan oksigen.

Tak lepas dari mendoping diri dengan makanan yang bergizi, setidaknya dengan 4 trik tadi dapat mengusir rasa “lungkrah” yang disebabkan oleh kurang tidur.

Saturday, October 18, 2008

Harus Selektif Konsumsi Air Minum Ulang

Pemalang (ANTARA News) - Masyarakat Diimbau agar selektif menentukan produk air minum isi ulang untuk kebutuhan sehari-hari.

Ketua Asosiasi Pengusaha Air Minum Kabupaten Pemalang, Eddy Riyanto di Pemalang, Senin, mengatakan, ketelitian dalam menentukan pilihan air minum isi ulang harus diperhatikan karena terkait dengan kesehatan manusia.

"Usaha air minum isi ulang harus memiliki sertifikat laik sehat yang dikeluarkan Dinkes dan tanda daftar perusahaan dari Disperindag," katanya.

Menurut dia, saat ini di Kabupaten Pemalang terdapat 76 depot usaha air munum isi ulang yang mengantongi legalitas dan mendapatkan pembinaan Dinkes dan Disperindag.

"Namun, terkait kebijakan menentukan kualitas produk dan pelayanan, kami serahkan pada masing-masing depot," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang, Erna Nuarani mengatakan, untuk menjamin kelayakan air minum isi ulang, Dinkes secara periodik akan melakukan evaluasi.

"Saat ini ada 76 depot air minum isi ulang yang bersertifikat. Namun kami akan terus melakukan pengawasan dan mengevaluasi secara periodik terhadap peralatan penyaringan dan proses produksinya," katanya.(*)

Cara Mudah Mengenali Makanan & Minuman Berbahaya

Oleh Edy M. Ya`kub

Surbaya (ANTARA News) - Makanan dan minuman menjadi pilihan wajib bagi siapa pun untuk menjaga kesehatan sekaligus meneruskan keberlangsungan hidupnya. Namun, makanan dan minuman yang diolah secara tidak benar justru dapat menjadi pembunuh nomor wahid lantaran mengandung zat racun bagi tubuh.

Hal itulah yang mengilhami peneliti Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) melakukan penelitian dan akhirnya mempublikasikan dalam "Expo Karya Wima (Widya Mandala)" di kampus setempat pada 21-22 September 2008.

"Tips mengenali makanan dan minuman yang berbahaya dan yang aman itu penting pada masa-masa menjelang Lebaran," kata peneliti UKWMS, Caroline SSi MSi Apt.

Dalam percakapannya dengan ANTARA News di Surabaya, ia menyampaikan metode pengenalan paling mudah dari berbagai sudut yakni warna, kandungan boraks, kandungan formalin, daging gelonggongan, ayam basi, ikan basi, makanan kaleng, bahaya snack, dan bahaya kemasan plastik.

"Kalau ada makanan yang warnanya mencolok dan menarik justru harus dicurigai, misalnya saos yang warnanya membekas di tangan memungkinkan pewarna yang digunakan adalah pewarna tekstil yang dapat menyebabkan kanker," katanya.

Untuk boraks, katanya, dapat diamati dari bakso. "Kalau kenyal atau mudah dipantulkan seperti memantulkan bola karet di tanah, maka berarti banyak mengandung boraks. Bisa juga dari tanda-tanda gigitan yang kembali ke bentuk semula setelah digigit," katanya.

Sebaliknya, katanya, tahu putih yang terlalu keras justru patut diduga mengandung formalin. "Kalau tahu kuning yang keras, kami belum melakukan penelitian, tapi kalau tahu putih yang tidak lembek dapat diduga ada kandungan formalin di dalamnya," ucapnya.

Tentang daging gelonggong (daging yang diisi air), dosen Fakultas Farmasi (FF) UKWMS itu mengatakan daging seperti itu dapat dikenali dari air yang menetes bila digantung.

"Jadi, pilih saja daging yang digantung. Kalau ada air yang menetes berarti daging gelonggongan. Cara lain mengenali dari warna daging yang asli masih merah segar dan serat-serat di dalam daging juga tidak menggelembung," katanya.

Harga yang tidak wajar juga merupakan pertanda. "Harga daging yang wajar itu Rp46 ribu perkilogram, nah kalau harganya lebih murah dari itu berarti patut dicurigai sebagai daging gelonggongan," ungkapnya.

Kalau daging ayam, bagaimana cara mengenali daging dari ayam yang mati?

"Daging ayam yang masih segar itu berwarna agak kekuning-kuningan, kalau warnanya putih bersih justru dimungkinkan dari bekas ayam mati, apalagi kalau ada warna biru seperti bekas memar serta bau sangat amis," katanya.

Bahkan, katanya, ada pula daging ayam yang direndam formalin agar awet. "Kita dapat mengenali daging ayam berformalin dengan menekan atau mendorongnya dengan jari telunjuk. Kalau keluar lendir atau air berarti pernah direndam dengan formalin," katanya.

Namun, katanya, formalin dalam makanan juga dapat dihilangkan. "Caranya, makanan yang mencurigakan itu direndam dengan air panas sekitar 30 menit atau dipanaskan dengan oven bersuhu 121 derajat tiga menit. Kalau ikan dapat direndam dengan air cuka 5 persen selama 15 menit atau direndam air garam selama 30 menit untuk ikan asin," katanya.

Lain halnya cara mengenali ikan basi. "Kalau ditekan justru lembek, warna insang tampak merah tua, atau mata ikan justru terlihat bening, maka cirinya ikan itu basi atau diberi formalin. Paling mudah ya beli saja ikan yang masih ada tanda-tanda hidup," katanya.

Caroline juga menyarankan agar masyarakat jangan membeli makanan kaleng yang kemasan kalengnya sudah penyok.

"Kaleng yang penyok akan mengubah konsentrasi di dalam kemasan, karena kaleng penyok dapat mengandung racun akibat adanya kandungan botulimun (bahan dasar kosmetik). Kalau mau aman ya dipanaskan seperti ikan atau dibakar agar racunnya mati. Biasanya, supermarket justru memberi diskon," katanya.

Untuk snack (makanan ringan) yang banyak disukai anak-anak, katanya, justru perlu dilihat komposisi zat warna-nya dan nomor registrasi. "Kalau warna-warnanya mencolok atau tanggal produk-nya kadaluarsa justru berbahaya," katanya.

Satu lagi bahaya yang sering tak disadari adalah kemasan dari plastik, styrofoam, dan melamin. "Kalau kemasan itu diisi dengan bakso panas, soto panas, teh panas, dan makanan atau minuman serba panas akan dapat menyebabkan kanker," katanya. (*)

Kipas Angin Dapat Cegah Kematian Bayi Secara Tiba-tiba

Los Angeles (ANTARA News) - Penggunaan kipas angin ketika bayi sedang tidur dapat secara mencolok mengurangi kematian bayi secara tiba-tiba (SIDS), demikian hasil suatu studi baru yang disiarkan Senin.

Studi tersebut, yang dilakukan oleh para peneliti di lembaga medis AS, Kaiser Permanente, adalah yang pertama yang memusatkan perhatian hubungan antara saluran udara ruangan dan SIDS.

Studi itu menyimpulkan bahwa ketika bayi terlelap di satu ruangan yang pertukaran udaranya dilakukan oleh kipas angin, terdapat 72 persen resiko yang lebih rendah akan SIDS dibandingkan dengan yang dihadapi bayi yang tidur di satu ruangan tanpa kipas angin.

Tidur di ruangan dengan jendela terbuka juga berhubungan dengan rendahnya risiko sindrom tersebut.

Laporan itu disiarkan dalam edisi paling akhir "Archives of Pediatric & Adolescent Medicine".

"SIDS sangat merusak dan misterius," kata pemimpin peneliti itu, Dr. De-Kun Li, ahli reproduksi dan epidemiologi pra-kelahiran di divisi penelitian Kaiser Permanente di Oaklanda, Northern California.

"Kami tak melihat kecondongan dalam temuan kami bagi penggunaan kipas angin. Tetapi ada masalah keselamatan umum. Jika anda mempunyai bayi, pastikan bahwa mereka tak memasukkan jari mereka ke dalam kipas angin."

Sindrom kematian bayi secara tiba-tiba ditandai dengan kematian bayi secara mendadak yang seringkali tak dapat dijelaskan. Meskipun itu dapat terjadi pada anak-anak hingga ulang-tahun pertama mereka, lebih khusus itu terjadi pada bayi yang dalam usia enam bulan pertama mereka.

Sebanyak 2.500 SIDS terjadi setiap tahun di Amerika Serikat, kata American SIDS Institute.

Dengan meningkatkan saluran udara di satu ruangan, kipas angin dapat membuyarkan karbon dioksida yang bertumpuk di ruang udara tertutup di sekitar hidung dan mulut bayi di lingkungan tempat mereka tidur, kondisi meningkatkan risiko pengambilan-nafas kembali, kata banyak ahli, sepereti dklaporkan Xinhua.

Studi tersebut dipusatkan pada 497 bayi di 11 wilayah di seluruh California, 185 di antara bayi itu meninggal akibat SIDS. (*)

Orang Kegemukan Tak Nikmati Santapan

Beijing, (ANTARA Newst) - Orang yang bertubuh sangat gemuk sesungguhnya tak menikmati makanan yang disantap. Mereka juga menyantap makanan yang lebih banyak kalorie guna mengimbangi kenikmatan yang hilang.

Temuan itu muncul dari studi pencitraan otak seketika pada orang yang berbadan sangat gemuk dan perempuan kurus oleh Eric Stice, PhD dari Oregon Research Institute, dan rekannya, demikian laporan media Jumat.

"Kami mulanya mengira orang yang kegemukan akan memperoleh imbalan lebih besar dari makanan. Tetapi orang yang berbadan sangat gemuk hanya mengharapkan imbalan lebih besar; mereka memperoleh imbalan yang lebih sedikit. Ini adalah proses yang ironis," kata Stice.

Dengan menggunakan teknik yang disebut fungsi Magentic Resonance Imaging (fMRI), para peneliti mengkaji 43 mahasiswi yang berusia 18 hingga 22 tahun dan 33 remaja yang berumur 14 sampai 18 tahun, sewaktu mereka minum coklat atau susu atau cairan tanpa rasa.

Sel-sel di pusat "hadiah" di otak mengeluarkan "dopamine" ketika mereka makan, sehingga menimbulkan rasa nikmat, kata para peneliti.

Pengamatan otak memperlihatkan kegiatan di daerah "dorsal striatum" di otak jauh lebih lemah pada perempuan gemuk. Nmaun setelah satu tahun, para peserta yang memperlihatkan reaksi tumpul lebih mungkin untuk menambah berat badan.

"Para peneliti tersebut mengungkapkan orang yang bertubuh sangat gemuk mungkin memiliki lebih sedikit reseptor dopamine, sehingga mereka makan berlebihan untuk mengganti kekurangan hadiah," kata Stice, yang telah mempelajari gangguan makan dan kegemukan selama hampir dua dasawarsa.

Meskipun penelitian pada waktu lampau telah memperlihatkan bahwa faktor biologi memainkan bagian penting pada kegemukan, studi tersebut adalah salah satu yang pertama yang secara positif mengidentifikasi berbagai faktor yang meningkatkan resiko orang bertambah gemuk pada masa depan.

Hasil itu, kata Stice, adalah kunci untuk memahami penambahan berat badan dan membantu orang-orang yang beresiko menjadi gemuk.(*)

Para Ilmuwan temukan Gen Kebotakan yang Diturunkan dari Ayah

Bonn, Jerman (ANTARA News/dpa) - Para ilmuwan menyatakan mereka pada akhirnya telah menemukan gen yang menyebabkan sejumlah pria mengalami kebotakan secara dini seperti ayah mereka.

Tim yang sama menemukan gen kebotakan tiga tahun lalu yang hanya dapat diturunkan pada wanita kepada putranya, yang memberikan penjelasan mengapa kebotakan pada sejumlah pria mirip dengan kakek mereka dari pihak ibu.

Kini para pakar genetika di dua universitas Jerman, Universitas Bonn dan Universitas Dusseldorf, telah membidik dengan tepat pada gen yang dapat diturunkan baik oleh ayah maupun ibu kepada putra mereka.

Dengan demikian jelas sudah mengapa sering dijumpai kemiripan antara ayah dan anak dalam masalah ketipisan rambut mereka.

Sekelompok ilmuwan Inggris pada waktu yang hampir bersamaan menemukan gen tersebut. Kedua penemuan disiarkan bersama dalam edisi online Nature Genetics, Minggu.

Tim Bonn yang dipimpin Axel Hilmer mengkaji lebih dari 500.000 pembawa tanda genetik ketika mereka memburu sifat yang khas pada pria yang mengalami kebotakan pada umur setengah baya atau lebih dini lagi.

Begitu mereka menemukan bagaimana gen mempengaruhi pertumbuhan rambut, penemuan tersebut akan memungkinkan dipertimbangkannya berbagai terapi untuk mencegah kebotakan.

Tim Hilmer memperingatkan bahwa gen lainnya juga memiliki berpotensi terlibat dalam mendorong kebotakan, sehingga membuat masalah itu menjadi semakin rumit. (*)

MP3 "Undang" Kerusakan Menetap Pada Telinga

Brussels, (ANTARA News) - Jutaan kaum muda Eropa bisa mengalami kerusakan permanen pada pendengaran jika mendengarkan pemutar MP3 dengan volume terlalu keras selama lebih dari lima jam setiap pekan.

Kerusakan pendengaran secara permanen itu akan timbul setelah lima tahun menjalani kebiasaan tersebut.

Sebagaimana diberitakan Reuters, para ilmuwan Uni Eropa (UE) , awal pekan ini mengingatkan bahwa anak-anak dan remaja harus dilindungi dari semakin tingginya tingkat kekerasan suara, termasuk dari telefon seluler.

Sekelompok peneliti diminta Komisi Eropa untuk melakukan penelitian, dan kesimpulan Komisi itu, "terdapat kekhawatiran yang semakin meningkat mengenai penggunaan generasi baru pemutar musik pribadi yang dapat menghasilkan suara sangat kencang tanpa mengurangi kualitas."

Komisi yang merupakan badan eksekutif Uni Eropa tersebut dalam pernyataannya menyebutkan semakin banyak kaum muda berada dalam ancaman yang berarti, karena mendengarkan musik bising.

"Risiko kerusakan pendengaran tergantung dari tingkat suara dan lama mendengarkan," ungkap komisi tersebut.

Menurut para ilmuwan dari komisi tersebut, antara 50 dan 100 juta orang setiap hari mendengarkan pemutar musik portabel.

Jika lima jam dalam sepekan mereka mendengarkan musik di atas tingkat suara 89 desibel, maka mereka sebenarnya telah melebihi batas yang ditetapkan UE untuk kebisingan di tempat kerja.

Makin lama mereka menikmati musik dengan cara seperti itu, setelah lima tahun, ada risiko kerusakan permanen pada pendengaran.

Para ilmuwan memperkirakan jumlah orang yang masuk dalam kategori berisiko adalah antara lima hingga 10 persen pendengar, artinya 10 juta orang di UE bisa mengalami cacat pendengaran.

Komisi tersebut memperkirakan penjualan pemutar musik portabel dalam empat tahun terakhir mencapai antara 184 juta hingga 246 juta unit, di antaranya adalah MP3 "player" dengan jumlah antara 124 juta dan 165 juta unit.

Komisioner kepentingan konsumen UE, Meglena Kuneva, juga mengecam penggunaan telepon seluler yang menggunakan suara terlalu nyaring.

"Saya khawatir bahwa banyak kaum muda yang sering menggunakan pemutar musik pribadi dan telepon seluler dengan tingkat suara yang tinggi, tidak sadar bahwa mereka sedang membuat pendengaran mereka cacat tetap," kata Kuneva dalam pernyataannya.(*)