Friday, May 11, 2012
Membuat catatan kuliah yang baik
1. Mencatat pada buku tulis atau map-tulis. Jangan mencatat pada selembar kertas karena berisiko akan hilang atau tercecer ke tempat lain. Hal ini akan menyulitkan kamu ketika akan menghadapi ujian.
2. Tulis secara lengkap nama mata kuliah dari sang dosen. Tulis juga tanggalnya untuk memberikan informasi progress dari proses perkuliahan.
3. Apabila kamu pernah absen dan tidak mengikuti perkuliahan, maka tulislah keterangan bahwa kamu tidak ikut. Ini berguna ketika men-track bahan-bahan kuliahmu sudah lengkap ketika kamu akan menghadapi ujian.
4. Mencatat apa-apa yang dikatakan oleh dosen. Namun demikian, hal ini bukan sekedar menulis saja, tetapi juga berpikir tentang apa yang dijelaskan oleh dosen. Ketahuilah struktur dan susunan materi yang diuraikan oleh dosen. Yang penting, gunakan lebih banyak waktu untuk memikirkan kata-kata dosen daripada hanya menulisnya saja.
5. Dapatkan informasi dari dosen apakah kuliah tersebut ada diktatnya atau tidak. Seringkali dosen mempunyai buku rahasia bahan kuliah atau bahan ujian yang tidak selalu dikasih tahu ke mahasiswa.
6. Setiap satu jam mata kuliah yang telah diikuti, harus ditelaah dan dipelajari lagi di rumah pada hari itu juga. Untuk itu pilihlah hanya dua atau tiga mata kuliah tiap semester yang dirasakan agak sukar, tapi itu adalah mata kuliah yang penting. Ini berguna untuk mengurangi beban belajar yang berlebihan. Dan usahakan untuk lebih banyak mengerti.
7. Mencatat semua definisi, bagan-bagan dan perhitungan-perhitungan. Ini tidak bisa disingkat, karena bisa jadi materi itu akan keluar pada saat ujian.
8. Mengerjakan tugas dua/tiga mata kuliah penting pada hari itu juga dengan membuka kembali catatan pada hari itu.
9. Untuk kamu yang merasa bahwa bekerja sama dalam belajar adalah berguna maka lakukanlah kegiatan untuk berkumpul dengan teman-teman lain untuk membahas bersama catatan-catatan kuliah. Ini berguna untuk meneliti hal-hal mana yang belum dimengerti dengan baik.
Jika hal-hal di atas dilakukan dengan baik, ini berarti kamu telah meningkatkan kemungkinan belajar dengan berhasil sehingga kamu dapat meningkatkan peluang menyelesaikan studi lebih cepat tanpa banyak mengulang. Kamu akan memiliki kesenangan belajar dan belajar akan menjadi pengalaman yang menyenangkan dalam hidupmu.
3 Cara Mengikuti Kuliah Secara Efektif
Pertama, mempunyai minat yang sungguh-sungguh karena ingin belajar sesuatu. Pada hakekatnya yang membedakan mahasiswa pintar dengan yang tidak pintar adalah masalah minat. Kalau IQ nampaknya relatif tidak terlalu banyak pengaruhnya. Kecuali kalau IQ-nya sangat jenius, baru beda pengaruhnya. Mahasiswa yang mempunyai minat yang besar dan bersungguh-sunggu ingin menguasai suatu mata kuliah maka biasa akan lebih pintar.
Kedua, harus hadi sebelum kuliah dimulai. Datang terlambat di suatu kelas, dengan dosen yang telah menerangkan sebagian materi menyebabkan banyak kerugian. Kita akan terasa terburu-buru karena mengejar waktu kelasnya serta menjadi tidak langsung siap. Selain itu, hal itu juga sangat mengganggu dosen dan teman-teman anda. Yang lebih rugi,anda kelihatan sesi pendahuluan yang biasanya sangat penting untuk memahami keseluruhan materi perkuliahan pada saat itu.
Ketiga, duduklah pada tempat yang terbaik di ruang kuliah. Ungkapan posisi menentukan prestasi adalah benar sekali. Dengan duduk di tempat yang ideal di ruang kuliah memberikan keuntungan buat kamu sehingga dapat melihat jelas apa yang tertulis di papan tulis. Selain itu, dapat mendengar dengan jelas apa yang dikatakan dosen meskipun ruang kuliahnya sangat besar, misalnya di ruang theater. Hal negatif, jika kamu tidak dapat mendengar suara dosen dengan baik, maka kamu akan mudah tergoda untuk berbicara dengan orang-orang sekitarnya. Akibatnya kamu sama sekali tidak dapat mengikuti isi perkuliahan dari dosen tersebut.
Begitulah 3 tips mengikuti kuliah secara efektif agar mendapatkan prestasi yang diharapkan. Selamat mencoba semoga sukses.
Monday, June 6, 2011
Berhasil hafal Asma Al Husna
Terima kasih kepada Bu Ida, Pak Hanif serta seluruh fasilitator yang telah memberikan jalan untuk menghafalkan dan mengembangkan ilmu yang telah diajarkan.
Wednesday, March 25, 2009
Soft skills: apa dan gunanya
Soft skills merupakan sekumpulan ketrampilan yang mempengaruhi bagaimana cara kita berinteraksi atau berhubungan dengan orang lain. Soft skills juga dapat diartikan sebagaimana kemampuan untuk berhubungan dan menjalin ikatan dengan orang lain. Ikatan di sini jangan cuma diartikan sebagai ikatan suami istri loh. Maksudnya adalah ikatan dalam konteks yang lebih luas.
Banyak sekali ketrampilan personal yang dapat dikategorikan sebagai soft skills, misalnya yaitu:
1. Kemampuan berkomunikasi secara efektif
2. Mempunyai sistem nilai dan perilaku yang positif/sesuai dengan norma masyarakat
3. Mempunyai daya inovasi dan kreativitas
4. Berpikir analitis
5. Fleksibel
6. Siap menghadapi perubahan (mampu beradaptasi dengan segala situasi)
7. Mempunyai ketrampilan interpersonal yang baik
8. Mempunyai ketrampilan negosiasi yang baik
9. Mempunyai ketrampilan persuasi (mempengaruhi orang lain)
10. Mampu mengelola waktu secara baik
11. Mampu menyelesaikan permasalahan dengan baik
12. Mempunyai sifat kepemimpinan dan dapat bekerja sama sebagai tim
Mengapa seseorang, tidak hanya seorang profesional, memerlukan soft skills? Jawabannya adalah:
1. Agar dapat menjalani karirnya dengan baik
2. Dapat bekerja sama dan mengelola bawahan dengan baik
3. Menjadi manajer yang baik
4. Untuk mencapai sasaran yang strategis
5. Menjadi pribadi yang lebih menarik
Mutlak seseorang memiliki soft skills karena soft skills ditambah dengan hard skills akan menghasilkan core skills atau ketrampilan inti/terpenting yang diperlukan seseorang untuk sukses dalam karir dan kehidupan.
Monday, March 23, 2009
Yuk, Perbaiki Dak Beton (Kompas.Com)
Faktor pemicu tersebut antara lain adalah retakan, daya serap, kurang sempurnanya adukan cor, serta ketebalan coran. Tetapi, jangan khawatir, belum ada kata terlambat menuntaskan masalah ini meskipun memasuki triwulan ketiga tahun 2009 hujan dan panas silih berganti mendera.
Melihat kondisi tersebut, melapis ulang beton merupakan jalan keluar paling mudah dan cepat. Semakin cepat semakin baik karena dak beton mudah sekali rusak akibat perubahan cuaca seperti saat ini. Kerusakan pun bisa merambat pada konstruksi, permukaan beton rusak, cat terkelupas, atau berjamur. Ada celah sedikit saja, dak beton pasti bocor.
Tidak terlalu sulit membetulkannya. Di sekitar area dak yang bocor itu bisa langsung ditambal, yaitu melapisinya dengan waterproofing. Namun, jika sumber kebocoran tidak juga terdeteksi, cara paling aman adalah dengan melapis ulang seluruh permukaan dengan waterproofing. Selanjutnya, pengecatan ulang permukaan dak akan menjadi sentuhan akhir menutup pekerjaan ini.
Beberapa langkah ini mungkin bisa membantu Anda melakukan pelapisan ulang:
Bagian Atas Dak Beton:
- Gunakan sikat dan kape scrape untuk membersihkan debu dan kotoran di seluruh permukaan dak
- Mulailah memoleskan waterproofing yang diawali dari sudut pertemuan antara permukaan dak beton dengan dinding
- Dalam kondisi basah oleh waterproofing, tempelkan serat fiber sambil ditekan-tekan perlahan
- Proses penekanan bisa perlu menggunakan rol cat yang telah dicelupkan ke dalam waterproofing. Syarat pemakaian serat fiber harus pada dinding dan permukaan (lantai) dak beton setinggi dan selebar 15-20cm
- Seiring penutupan celah pada sudut-sudut pertemuan dak beton dan dinding tadi, poleskan waterproofing ke seluruh permukaan dak beton. Setelah mengering, pelapisan diulang lagi dengan arah menyilang
- Agar lapisan waterproofing tidak rusak karena terinjak atau terkena benda keras, sebaiknya dak beton dilapisi dengan plesteran semen yang dicampur cairan waterproofing setebal 3-5cm
Bagian Bawah Dak Beton
- Gunakan sikat dan kape scrape untuk membersihkan kotoran di seluruh permukaan plafon
- Gunakan cairan fungicidal wash jika menemukan jamur di sekitar plafon
- Lapiskan alkali sealer untuk mengeblok flek supaya pengecatan tidak belang-belang. Satu-dua jam alkali sealer akan mengering
- Selanjutnya, ratakan hasil pekerjaan dengan cat dan disarankan hingga dua kali pengecatan
- Pemolesan cat pertama dicampur air sebanyak 10%, dan untuk pengecetan kedua dengan air 20%-nya.
Bahan dan Alat
* Waterproofing
* Kain kasa atau serat fiber
* Semen dan pasir kering
* Cat dasar atau wallsealer dan cat finishing
* Kuas nomor 4 serta rol kecil dan bak cat
* Kape scrape
* Ember adukan
* Sarung tangan
Thursday, September 25, 2008
Pertanyaan saat Melamar Pekerjaan

Bosan di kantor bikin Anda berpikir untuk pindah kerja? Sah-sah saja, tapi persiapkan diri sebaik mungkin. Bila tes awal sudah dilewati, masih ada wawancara - bagian yang menurut banyak pelamar amat sulit dilewati. Agar gambaran tentang wawancara ini jelas, di bawah ini Anda bisa mengintip beberapa pertanyaan yang cukup sulit dijawab.
>
1--Berapa gaji yang Anda minta?
Jawab: Sebutkan gaji yang besarnya realistis. Lihat mata pewawancara, sebutkan jumlah, dan berhentilah bicara. Jangan bohong tentang gaji yang Anda terima di kantor sebelumnya, bila Anda sudah bekerja. Bila Anda merasa bahwa gaji Anda di kantor yang sekarang terlalu kecil, berikan penjelasan.
2--Apa kelebihan utama Anda?
Jawab: Pilih potensi Anda yang relevan dengan bidang pekerjaan yang Anda lamar. Hindari respons yang generik seperti pengakuan bahwa Anda pekerja keras. Lebih baik, berikan respons berupa, "Saya selalu diperbudak daftar pekerjaan yang saya buat sendiri. Sebab, saya tidak mau pulang sebelum pekerjaan di kantor beres semua."
3--Apa kekurangan Anda yang paling jelas?
Jawab: Jangan bilang Anda seorang perfeksionis (menunjukkan bahwa Anda sombong). Lebih baik, jujur saja dan sebutkan kelemahan yang kongkret. Misalnya, Anda lemah menghitung di luar kepala, dan karenanya Anda mengatasinya dengan membawa kalkulator. Tapi, kemudian, susul dengan kelebihan Anda.
4--Di mana Anda melihat diri Anda lima tahun lagi?
Jawab: Gambarkan posisi yang realistis. Kira-kira dua-tiga posisi di atas posisi yang Anda lamar sekarang. Jangan sertakan cita-cita yang tak ada hubungannya dengan lamaran pekerjaan Anda, misalnya, ingin jadi bintang sinetron atau jadi novelis. Sebab, Anda akan tampak tidak fokus.
5--Mengapa Anda ingin meninggalkan kantor yang lama?
Jawab: Jangan sampai mengemukakan hal yang negatif. Kalau kenyataannya begitu, ucapkan dalam kalimat 'positif', misalnya bahwa Anda tidak melihat ada 'ruang' di mana Anda bisa berkembang. Lalu, jelaskan mengapa Anda menganggap bahwa pekerjaan di kantor baru ini memberi kesempatan yang lebih baik.
6--Adakah contoh kegagalan Anda?
Jawab: Ungkapkan kegagalan yang pernah Anda alami, tapi yang sudah terpenuhi solusinya. Supaya, pewawancara tahu bahwa Anda punya usaha untuk mengatasi masalah
7--Apakah Anda punya pertanyaan?
Jawab: Berikan paling sedikit dua pertanyaan yang terfokus pada kantor baru ini. Misalnya, Anda bertanya apakah kantor ini sudah punya website. Atau, bisa juga Anda mempertanyakan kehadiran CEO yang Anda tahu baru saja diangkat - apakah membuat kinerja perusahaan semakin baik, dan semacamnya. Jangan bertanya tentang kepentingan Anda sendiri, misalnya, apakah karir Anda akan berkembang di sana.
Sumber: Hannie K. Wardhanie (Astaga.com)
Sumber gambar: jobs.guardian.co.uk
Memenangkan wawancara, sulitkah?
“Ibu, sampai saat ini saya tidak tahu di mana kekurangan saya. Saya telah beberapa kali melamar pekerjaan, dan setiap kali saya lolos untuk wawancara pertama dan kedua, namun pada saat wawancara terakhir saya gugur dan gugur lagi. Rasanya saya telah mengerahkan segala daya dan usaha saya untuk itu. Aduh, sulit sekali rasanya mendapatkan pekerjaan saat ini, padahal saya sangat memerlukan pekerjaan itu karena ayah saya sudah pensiun dan adik saya masih memerlukan biaya untuk kelanjutan studinya. Saya harus membantu orang tua.” Demikian K (25), lulusan S-1 salah satu perguruan tinggi negeri favorit, dengan lesu.
Mencari pekerjaan saat ini sangat sulit karena keadaan ekonomi negeri yang sangat carut-marut. Namun, di sisi lain masih banyak perusahaan yang dapat tetap bertahan dan tetap melaksanakan penerimaan karyawan. Mengapa pula K kurang baik nasibnya? Padahal K adalah salah satu lulusan PTN favorit dengan IPK 3,10. cukup memadai, namun kenyataannya beberapa kali kalah dalam wawancara.
Dari contoh kasus K kita dapat menyimak bahwa ternyata aspek intelektual dan aspek latar belakang pendidikan bukan merupakan jaminan utama dapat lolos dalam wawancara seleksi karyawan. Adakah kiat spesifik yang dapat menunjang keberhasilan seseorang dalam melalui proses seleksi karyawan dengan sukses? bila ada, aspek apa sajakah itu?
Untuk terpanggil dalam wawancara pertama, rupanya persyaratan administratif seperti perolehan besaran IPK dan asal perguruan tinggi memenuhi persyaratan, dan biasanya wawancara pertama hanya dimaksudkan untuk mengecek dan menggali informasi lebih lanjut tentang masalah akademik. Wawancara kedua, K terpanggil dan lolos pula karena dalam wawancara kedua biasanya ekslorasi yang dilakukan sudah menyangkut aspek tingkat penguasaan materi akademis yang telah dilalui serta kadar kesungguhan minat kerja. Namun, pada wawancara ketiga, biasanya penyertaan aspek kualifikasi personal, sikap mental, orientasi masa depan serta wawasan intelektual menjadi teruji dan dijadikan butir-butir penilaian akhir yang menentukan keberhasilan seseorang lolos seleksi dan memenangkan persaingan di antara calon karyawan lain. Hal ini menjadi penting karena cara dan bagaimana calon karyawan bereaksi verbal dan nonverbal dalam sesi wawancara merupakan representasi dari semua penyertaan fungsi butir-butir aspek tersebut di atas.
Timbul pertanyaan, butir-butir pokok apa sajakah itu?
Pertama, tentang kualifikasi mental, antara lain keyakinan diri yang terungkap dari penghargaan diri terhadap penguasaan salah satu bidang ilmu yang telah ditekuni. Melaui keyakinan penguasaan bidang ilmu tersebut, maka pewawancara akan memberikan penilaian positif terhadap terarahnya pusat perhatian calon karyawan dan keseriusan sikap akademisnya. Jadi, belajar untuk sekadar perolehan nilai tidak ada gunanya, karena hal ini akan membuat seseorang puas akan nilai, namun bukan puas akan kebutuhan memperoleh pengetahuan yang kemudian akan dapat diterapkan di masyarakat.
Kedua, berpikir positif yang dapat dideteksi melalui ungkapan verbal dan nonverbal pada saat wawancara berlangsung, keberadaan pola pikir positif pada seseorang sangat penting peranannya bagi modal awal kerja seseorang. Kembali pada kasus K, ia cenderung lebih mengutamakan ungkapan kebutuhan biaya untuk membantu orangtua dan saudara daripada gairah menerapkan perolehan pengetahuan dari PT di masyarakat, sehingga terkesan lebih meminta belas kasihan lingkungan akan kondisi keluarga daripada menunjukkan kesediaan bekerja dengan sungguh-sungguh. Tentu saja nilai butir ini langsung menurun drastis.
Ketiga, orientasi masa depan (OMD) calon karyawan akan dideteksi melalui jawaban terhadap pertanyaan akan harapan calon karyawan. OMD, bukanlah suatu yang sederhana. OMD yang positif merupakan hasil kumulatif yang diperoleh dari pola asuh, disiplin diri, terlatih dalam perencanaan dan kemampuan mengantisipasi diri terhadap masa mendatang secara aktif, serta sikap kerja yang positif. Kecenderungan yang tampak adalah bahwa mayoritas remaja menunjukkan sikap mental yang jauh dari upaya memantapkan OMD, karena sementara remaja melalui hari-hari hanya sebagai sosok yang terbawa arus keseharian tanpa kerangka OMD jelas.
Sebenarnya K telah melaui masa perkuliahannya dengan hasil indeks prestasi kumulatif cukup baik, namun sikap belajarnya tampak hanya untuk perolehan IPK tanpa disertai OMD yang mantap sehingga motivasi mencari kerja lebih didukung hanya untuk dapat menopang kebutuhan keuangan keluarga. Dalam hal OMD, peran orangtua tidak dapat diabaikan karena melalui diskusi, kesempatan anak merasa didengar pendapatnya, dan contoh konkret perilaku orang tua yang terencana, anak menjadi terlatih dan merasa diri membutuhkan acuan OMD yang jelas dalam menjalani hidupnya.
Keempat, kemampuan mengungkapkan ide baik secara lisan ataupun tulisan dengan cara yang sistematis dan runtut dengan menggunakan bahasa yang baik, merupakan representasi dari pola pikir yang logis, lugas, dan sistematik. Keterampilan ini merupakan salah satu produk dari kebiasaan banyak membaca dan berdiskusi baik di rumah maupun di sekolah.
Kelima, daya juang. Dalam wawancara pun hal ini akan terungkap melalui sikap pantang menyerah dan berupaya keras memecahkan masalah yang diutarakan dalam sesi wawancara. Tentu saja, hal daya juang ini tidak dapat diperoleh secara instan menjelang wawancara, namun merupakan hasil tempaan sejak dini melaui pola asuh dan proses pendidikan di sekolah. Sikap sangat melindungi anak dan memanjakan anak dengan dalih agar anak konsentrasi belajar, bukanlah cara yang tepat karena wacana dan wawasan anak akan sangat terbatas, sementara itu aspek mental lain yang memerlukan tempaan menjadi kurang terperhatikan. Anak memerlukan pengalaman lebih dari hanya melulu pengalaman pendidikan formal. Peluang dan kebiasaan diskusi dengan menggunakan bahasa yang runtut dan sistematik, merencanakan dan menyusun jadwal kegiatan, serta tugas rumah yang sesuai dengan tahapan usia anak, tempaan disiplin diri serta rasa tanggung jawab pribadi dan sosial, kesempatan mendapat apresiasi yang wajar, merupakan pengalaman yang akan menghasilkan sikap mental positif dan kepercayaan diri serta daya juang.
Kasus K merupakan contoh konkret bahwa perolehan nilai tinggi di sekolah dan asal sekolah, walaupun dapat berperan sebagai salah satu sarana, rupanya bukan jaminan seseorang dapat meraih sukses sosial di kemudian hari.
Menyimak begitu banyak persyaratan bagi keberhasilan seseorang untuk dapat lolos dalam wawancara seleksi karyawan dan sukses dalam hidupnya kelak, kita bersama akhirnya menyadari bahwa biaya sekolah dan kesempatan sekolah yang kita berikan bagi anak-anak kita bukanlah segalanya. Begitu banyak pembekalan aspek lain yang perlu diberikan kepada anak-anak demi keberhasilan hidup mereka kelak kemudian hari. Jadi di samping kematangan intelektual, dibutuhkan pula kematangan mental dan sosial.
Sumber:
Sawitri supardi-sadarjoen, psikolog
Kompas, 18 November 2001
Gambar dari: language123.blogspot.com
Monday, September 22, 2008
Beda TPA dengan Psikotes

> Tes Potensi Akademik (TPA)
>
> 1.TPA juga dapat disebut sebagai Tes Stokastik atau Tes Bakat atau
> Apttitude Test yaitu suatu tes yang diharapkan dapat mengukur
dengan
> tepat kemampuan dan bakat akademis seseorang yang diperoleh selama
> seseorang tersebut menempuh pendidikan formal mulai dari SD s.d PT.
> Oleh sebab itu peserta TPA minimal berpendidikan Diploma III atau
> sederajad dari berbagai disiplin ilmu;
>
> 2.Kelebihan TPA dibandingkan alat ukur lain dalam seleksi baik
> seleksi kerja ataupun seleksi masuk pendidikan tinggi yang
> multidisiplin (MM, Msi, Doktor) adalah kemampuannya dalam mengukur
> potensi/ bakat akademis tanpa membedakan latar belakang disiplin
ilmu
> seseorang dan netral terhadap persepsi keliru masyarakat tentang
> kualitas SDM yang diukur dari asal perguruan tinggi, Asal Fakultas
> eksakta atau non eksakta, dll. TPA dapat menghilangkan sekat-
sekat /
> perbedaan-perbedaan tersebut. Sebagai contoh pendapat sebagian
> masyarakat yang mengatakan bahwa seseorang yang berasal dari teknik
> mesin ITB pasti lebih pinter dan berbakat dibandingkan dengan
sastra
> UI, atau seseorang lulusan Ekonomi UI pasti lebih bermutu dari FE
> Universitas Nakulo Sadewo di luar Jawa, atau IPK : 2.5 di UGM
setara
> dengan IPK : 3.5 di Universitas Mulawarman (Unmul) pada jenis
> fakultas yang sama; atau seseorang yang berasal dari Fakultas
Eksakta
> pasti lebih pinter dibanding Fakultas Sastra dan Humaniora, dll.
> Persepsi/anggapan salah tersebut dapat dihilangkan dengan TPA yang
> mana tidak milihat jurusan/ fakultas, IPK dan Asal PTN. Seseorang
> yang memiliki skore TPA tinggi disimpulkan memiliki Potensi
Akademis
> tinggi dan sebaliknya;
>
> 3.TPA akan menghasilkan angka/ skor/ nilai yang significan dengan
> kemampuan seseorang apabila calon peserta tersebut telah menempuh
> pendidikan perguruan tinggi, cukup berlatih dan memahami aturan
main
> TPA. Semakin banyak berlatih semakin tinggi skore TPA yang
diperoleh
> sebab bakat akan terlihat dengan banyak latihan;
>
> 4.Ciri khas dari soal TPA adalah multiple choice dan seandainya ada
> gambar yang mirip dengan psikotes, maka peserta hanya diwajibkan
> memilih gambar yang dianggap merupakan jawaban yang tepat (irama
> gambar) dan bukan aktif menggambar seperti halnya psikotes;
>
> 5.TPA pada umumnya dipakai untuk seleksi masuk ke pendidikan tinggi
> lanjutan misalnya dari D.III ke S1 (program ekstension FE UI, FKM
UI,
> Akamigas, STT Telkom, dll) dan masuk Pascasarjana ( MM, Msi,
Doktor,
> Program Spesialis Profesi tertentu, dll);
>
> 6.Dalam dunia Recruitment Pegawai, TPA biasanya dipakai pada
seleksi
> awal / pendahuluan (tahap I) sesuai jenjang pendidikannya (umumnya
> kualifikasi sarjana) karena dengan pertimbangan sifat soal yang
> multiple choice/ pilihan ganda dan computer base akan mempercepat
> hasil penyaringan (terutama yang dibanjiri pelamar seperti BI,
> Pertamina, Depkeu-RI, BPK-RI, Total Ind, BRI, Beasiswa Sampoerna,
> Beasiswa Stuned, Beasiswa Bappenas, PU, dll). Selain itu bakat/
> kemampuan akademis langsung dapat terlihat hasilnya dalam waktu
> relatif singkat;
>
> 7.Materi dalam TPA terdiri dari Verbal, Kuantitaif dan Penalaran
> dengan waktu mengerjakan antara 1 Jam (LPT-UI) s.d 3 jam (OTO-
> Bappenas);
>
> 8.Dengan menerbitkan sertifikasi Skor TPA, maka OTO Bappenas saat
ini
> menjadi tolok ukur kualitas akademis seseorang secara nasional
sebab
> TPA OTO Bappenas digunakan hampir di semua program pascasarjana di
> perguruan tinggi ternama (PTN di Belanda juga mengakuinya untuk
> menggantikan skor GMAT);
>
> 9.Kemampuan akademis diukur dengan skala angka. Untuk Skor TPA-OTO
> Bappenas Skor TPA berjalan muali 200 (salah semua) s.d 800 (bila
> benar semua) dan mean/ rata-rata nasional 500;
>
> Psikotest atau Tes Kepribadian
>
> 1.Pada umumnya untuk mengukur kepribadian dan kecenderungan atau
> kecocokan terhadap bidang pekerjaan tertentu sesuai dengan
> kepribadiannya (dinamis/tidak dinamis, inovatif/kurang inovatif,
> konsisten/kurang konsisten, stabil, leadership, introvet/
ekstrovet,
> dll);
>
> 2.Pada umumnya dipakai untuk seleksi pegawai (tidak untuk beasiswa
> atau masuk pascasarjana) dan untuk promosi jabatan yang membutuhkan
> kualifikasi tertentu;
>
> 3.Soal / materi berupa mengarang, menggambar, menghitung (essai)
dan
> peserta tes aktif mengerjakan gambar (menghubungkan beberapa
titik),
> menghitung dan menjumlah dari atas ke bawah dan sebalinya
(kreplin);
> sistim dikoreksi hasil tes dikerjakan secara manual tanpa computer
> dan membutuhkan waktu cukup lama sehingga psikotes biasanya dipakai
> dalam seleksi pada tahap akhir sebelum tahap wawancara dan tes
> kesehatan (dimana persta tinggal 10% dari jumlah pelamar
keseluruhan);
>
> 4.Karena tujuan psikotes antara lain menguji ketahanan berpikir,
> konsentrasi dan konsistensi maka pada umumnya psikotes dilaksanakan
> lebih dari 6 Jam (terkadang seharian penuh);
>
> 5.Hasil akhir dari psikotes bukan berupa skore seperti halnya TPA,
> namun berupa rekomendasi dan baiasanya bunyi rekomendasi tersebut
> dirahasiakan. Kelemahannya tentunya calon peserta bertanya-tanya
> dimana kekurangan saya sehingga saya tidak diterima/gagal (karena
> tidak diberitahukan hasilnya kepada peserta).
Management Trainee, Posisi Baru yang 'Menjanjikan'

Bagi Anda yang baru saja menyelesaikan masa studinya
dan sedang 'sibuk-sibuknya' menelusuri koran atau
browsing di internet untuk mencari lowongan kerja saat
ini, pasti sudah tiak ada asing lagi dengan posisi
management trainee (MT). Sebenarnya apakah MT itu dan
bagaimana job description-nya?
Apa itu Management Trainee?
Management Trainee atau MT adalah proses rekruitmen
dan pencarian sumber daya manusia dengan kualitas
tertentu dalam bidang tertentu, yang dilatih untuk
'menduduki' posisi kunci dalam sebuah perusahaan.
Biasanya perusahaan membuka sebuah program pelatihan
bagi para lulusan (kebanyakan fresh graduate-red)
untuk diberikan pendidikan dan pengetahuan seputar
perkembangan bisnis perusahaan tersebut. Itulah
sebabnya tren MT semakin berkembang seiring dengan
ekspansi bisnis perusahaan.
Bagaimana Prospek Berkarir Sebagai MT ?
Saat ini, perusahaan dalam bisnis apapun pasti
membutuhkan SDM untuk menempati posisi manajerial.
Munculnya tren MT juga disebabkan adanya keinginan
mendapatkan seorang manager yang mengetahui keadaan
bisnis perusahaan. Apalagi, seringkali ditemukan
karyawan yang 'berpindah-pindah' menyebabkan investasi
perusahaan 'lenyap' dan tidak membawa hasil.
Itulah sebabnya, program MT akan menghasilkan karyawan
yang memulai karirnya sebagai staff, meningkat ke
posisi supervisor, eksekutif dan akhirnya manajer.
Beda dengan posisi lainnya, biasanya MT 'diwajibkan'
mengikuti program pelatihan selama 1 - 2 tahun
(tergantung perusahaan masing-masing). Dalam program
ini diberikan pengetahuan seputar pengendalian bisnis,
pembuatan kebijakan, rencana manajerial, membangun
jaringan komunikasi dan kerjasama. Mungkin kalau Anda
pertama kali masuk kerja, akan ada masa percobaan
(probation period), tetapi pada posisi MT yang ada
adalah masa evaluasi (evaluation period).
Keahlian yang Dibutuhkan Sebagai MT ?
Seorang MT harus siap dengan sistem perputaran
(rolling system). Artinya, dalam masa program
pelatihan, biasanya MT akan ditugaskan dalam divisi
yang berbeda-beda. Misalnya, seorang MT bank, awalnya
akan ditempatkan sebagai teller, lalu berpindah ke
bagian customer satisfaction dan mungkin saja
ditempatkan ke bagian pengkreditan. Karena sistem
kerja yang seperti ini, banyak calon karyawan yang
sudah 'takut' duluan melamar ke posisi MT ini. Padahal
Anda akan Mendapatkan banyak pengetahuan dengan cara
'learning by doing'!
Rolling system sendiri ditujukan untuk memudahkan kita
'menentukan' posisi yang kita minati dan sesuai dengan
kemampuan yang dimiliki, yang dievaluasi selama masa
program. Setelah masa evaluasi berakhir, Anda sudah
tidak lagi akan 'diputar'. Dan inilah masa buat Anda
untuk mulai membangun karir di perusahaan tersebut.
Jenis Perusahaan yang membutuhkan MT ?
Saat ini, tidak ada jenis perusahaan spesifik yang
membutuhkan MT. Tapi, dari data statistik di Amerika
dikatakan, perusahaan yang bergerak di bidang jasa,
retail dan department store adalah perusahaan yang
banyak membutuhkan tenaga MT. Di Indonesia, bahkan
tren MT juga 'merambah' wilayah kerja di bank-bank
swasta dan pemerintah. Tapi, program yang ditawarkan
sering disebut dengan Businees Development Programme.
Lamaran Kerja Ditolak? Evaluasi & Bangkit Lagi..!
kerjanya. Namun, jangan patah arang dulu. Pelajari kegagalan itu demi
keberhasilan di lain kesempatan.
Rudy, nama samaran, tertunduk lesu. Tangannya mencengkeram sepucuk
surat dari sebuah perusahaan swasta terkenal, yang ia terima siang
itu. Isi surat yang diplomatis itu seakan sudah ia hapal di luar
kepala. "Untuk saat ini Anda belum dapat bergabung bersama kami.
Mungkin Anda dapat mencobanya lagi pada kesempatan lain ...."
Insinyur sipil lulusan perguruan tinggi terkemuka itu tak habis
heran, sedemikian sulit ia mencari pekerjaan. Padahal, ia termasuk
berotak encer. Kuliah diselesaikan kurang dari empat setengah tahun.
Indeks Prestasi Kumulatif-nya (IPK) 3,1 dalam skala empat. Nyatanya,
hampir setahun terakhir bermacam perusahaan selalu menolak
lamarannya. Awalnya, ia selalu gagal dalam tes psikologi. Setelah
mengikuti bimbingan dari berbagai biro psikologi, ia justru
tersandung pada tes-tes jenis lainnya. Kini, ia bimbang dan mudah
goyah. Celakanya, tidak ada yang mampu menjelaskan kekurangan
dirinya. Jadi, apa sebenarnya yang terjadi pada Rudy?
Tidak percaya diri
Di zaman persaingan ketat seperti ini, Rudy tidak seorang diri.
Zainoel B. Biran, psikolog pada Lembaga Psikologi Terapan,
Universitas Indonesia (LPT-UI), mencoba meluruskan arti tes kerja.
Tujuan beraneka macam tes bukanlah mencari pelamar paling pintar,
melainkan yang paling sesuai dengan kemauan perusahaan, dikaitkan
dengan budaya perusahaan (corporate culture).
Pelamar yang dipilih adalah yang memiliki kepribadian yang cocok
dengan pekerjaan dan kondisi lingkungan kerja. Tenaga akuntansi
misalnya, harus betah berkutat dengan angka-angka di belakang meja.
Sedangkan seorang pemasar harus cekatan dan mampu berkomunikasi
dengan baik.
"Kalau tidak cocok, bisa dibayangkan tersiksanya bekerja dalam
kondisi yang tidak disenangi selama bertahun-tahun," kata Zainoel.
Melalui tes psikologi dapat dilihat kepribadian seseorang. Karenanya,
peserta harus mengerjakan sesuai dengan kemampuan dan pemikiran diri-
sendiri. Bila menyontek, malah merugikan.
Celakanya, lanjut Zainoel, seseorang yang tak percaya diri mudah
terpengaruh bermacam informasi tentang cara mengerjakan soal
psikotes. Hal ini sering terjadi pada pelamar yang lulusan baru
(fresh graduate). Akibatnya, hasil tes tidak mencerminkan kepribadian
pelamar, dan bisa berakibat kegagalan.
Pelamar kerja, menurut Zainoel, dapat meminta bimbingan biro-biro
psikologi untuk memahami soal. Namun, sifat bimbingan itu hanya
latihan agar terbiasa saat tes sesungguhnya. "Saat mengerjakan tes
sebenarnya, tak banyak yang bisa diingat dari latihan," ungkapnya.
Seseorang bisa berlatih diwawancarai, jika sering merasa grogi.
Terutama cara menjawab pertanyaan agar tidak terlalu pendek atau
terlalu panjang. Ingat, wawancara adalah saat pelamar "menjual" diri.
"Cepat kenali sifat pewawancara. Jika pewawancara suka to the point,
tentunya pelamar tak perlu bertele-tele," pesan psikolog yang sering
menangani masalah karier ini.
Ada baiknya peserta tes mengetahui perusahaan yang memanggilnya.
Informasi itu bisa didapat dari pelbagai media atau jika memungkinkan
berkenalan dengan yang lebih dulu bekerja.
Berdasarkan pengalaman Linawaty, Head Manager Recruitment & Career
Management pada PT Astra International Tbk. (ARC), pelamar lulusan
sekolah luar negeri biasanya sangat menguasai latar belakang
perusahaan yang memanggilnya. "Mereka mencari data dari internet,"
kata Linawaty. "Hal itu menambah kepercayaan diri dan wawasan saat
menghadapi wawancara."
Soal penampilan pun jangan diabaikan. Ada jenis pekerjaan yang
mensyaratkan cara bersikap dan berpakaian. "Kesannya memang
diskriminatif, tetapi bukankah pada kesempatan pertama seseorang
dinilai dari penampilannya?" kata Zainoel.
Perlu diketahui, ada posisi pekerjaan tertentu yang hanya menerima
pelamar yang sudah dikenal oleh lingkungan "orang dalam". Istilahnya,
koneksi. Biasanya, itu terjadi pada posisi yang berhubungan dengan
kepercayaan tinggi, seperti di bank. Tujuannya, agar bila terjadi
sesuatu, kenalan atau pemberi referensi dapat dimintai keterangan.
Berhak bertanya
Lalu, bagaimana kalau gagal dalam tes-tes itu?
Gagal dalam persaingan, menurut Zainoel, hal yang biasa. Yang
penting, seseorang mau melakukan evaluasi terhadap dirinya setiap
kali mengalami kegagalan. Pengenalan terhadap kekurangan diri-
sendiri, sangat perlu untuk menghindari kegagalan ulang.
"Sekiranya gagal pada saat tes wawancara, pelamar bisa dan berhak
bertanya kepada pewawancara, di mana letak ketidaksesuaiannya," jelas
pengajar di Universitas Indonesia ini.
Namun, bila menyangkut psikotes, tentu akan sulit mencari
penjelasannya. Sebab, hasil tes tidak dapat diputuskan saat itu juga.
Atau keterbatasan waktu pemberi tes untuk memberi evaluasi. Pada saat
seleksi calon karyawan, biasanya mereka disibukkan pemeriksaan
jawaban dan persiapan tes-tes berikutnya.
Ingat, "Seorang sarjana, tentulah pintar. Cuma ada beberapa hal yang
mesti dipersiapkan secara lebih baik. Jangan hanya karena gagal di
satu tempat, seakan sudah tidak ada harapan di tempat lain," pesan
Linawaty.
Seperti kata orang bijak, kegagalan merupakan ongkos yang harus
dibayar untuk mencapai keberhasilan
Artikel ini diambil dari majalah INTISARI Edisi
September 2003 Hal. 174, penulis T.Tjahjo Widyasmoro & Dhanarto)
Wednesday, August 6, 2008
Ciri-ciri orang yang mempunyai citra diri positif

- Percaya diri
- Berpikir positif
- Mampu mengendalikan emosi
- Lapang hati
- Berani menghadapi kegagalan
- Rajin
- Pandai
- Mempunyai kemauan yang keras
- Senang bergaul
- Optimis
- Senang mencoba hal baru
- Senang mengembangkan orang lain untuk maju
- Tabah
- Ulet
- Kreatif
- Tenang
- Mudah beradaptasi
- Sabar
Bagaimana dengan anda? Berapa yang sudah ada dalam diri anda?
Wednesday, July 23, 2008
Cara Meningkatkan Daya Ingat
- Olah raga. Kegiatan fisik membuat jantung memompa dan otot bergerak-bahkan hanya dengan jalan kaki sehari-hari akan meningkatkan supply darah dan nutrisi ke otak.
- Tidur yang cukup. Keletihan akan menggangu informasi yang telah kita simpan, begitu juga kemampuan Anda untuk mempelajari sesuatu yang baru. Tetapi tidur yang cukup di malam hari akan membantu daya ingat Anda berfungsi.
- Hati-hati dengan suplemen. Banyak klaim dibuat tentang kehebatan vitamin C, E suplemen herbal ginkgo biloba untuk meningkatkan daya ingat, tetapi para ilmuwan tidak dengan suara bulat mengakui khasiat suplemen tersebut. Alih-alih, dapatkan vitamin yang Anda perlukan melalui cara makan yang sehat dan konsultasi ke ahli diet atau dokter sebelum mencoba suplemen tersebut.
- Mengontrol stress. Stres membuat Anda berpikir tidak jelas dan dapat menggangu daya ingat yang baik. Sementara sumber stress mungkin diluar kontrol Anda, Anda dapat mengajari tubuh untuk merespon situasi secara berbeda dengan latihan yoga atau therafi relaksasi.
- Mengobati depresi. Jika Anda memiliki masalah daya ingat dengan insomnia dan merasa gelisah dan putus asa, Anda mungkin menderita depresi. Ketika situasi ini diobati dengan efektif , daya ingat Anda seharusnya membaik.
- Mengawasi pengobatan. Beberapa antidepressant, antihistamin dan obat-obat darah tinggi dapat melemahkan daya ingat. Jika Anda menemukan masalah ini, berbicaralah ke dokter Anda. Jangan pernah berhenti menerima resep obat tanpa nasehat medis.
- Lakukan berulang. Katakan sesuatu dengan keras dan ulangi beberapa kali akan membantu untuk mengingat.
- Permainan. Untuk merangsang daya ingat cobalah untuk mencoba permainan seperti catur atau scrabble.
- Terus belajar. Belajar bahasa baru, mengikuti kursus dan menghadiri perkuliahan adalah salah satu cara untuk mengasah daya ingat.
- Belajar dengan angka. Mengingat nomor telepon, nomor kartu kredit atau passward adalah cara untuk tetap menumbuhkan daya ingat Anda.
- Belajar konsentrasi. Duduk di dapur dan buatlah daftar dalam pikiran Anda tentang segala sesuatu yang ad di tempat tidur. Tujuan dari latihan ini untuk membangun perhatian dan konsentrasi dengan memfokuskan pada sekitarnya. Selamat mencoba!
Tips Berkomunikasi dengan Tatapan Mata
Berikut beberapa tips sederhana untuk melakukan tatapan mata saat berkomunikasi. Anda bisa melakukan banyak "permainan", namun perlu disadari anda tak sepenuhnya bisa berdusta dengan tatapan mata. Tetap lebih utama anda berkomunikasi secara jujur dan jelas ketimbang ber-acting. Orang lain dengan mudah menangkap kepura-puraan, dan itu bisa berakibat yang kontra-produkti bagi komunikasi anda.
1--Berlatihlah dengan menatap jarak antara dua alis.
Bila anda belum terbiasa atau cukup memiliki keberanian untuk membalas tatapan mata lawan bicara anda, maka berlatihlah dengan menatap jarak antara dua alis, atau jarak antara dua mata, atau pangkal hidung. Lawan bicara akan menganggap anda sedang melihat dan memperhatikan dia. Secara perlahan gerakkan tatapan anda ke arah bola matanya.
2--Tataplah setidaknya lima sampai tujuh detik.
Berapa lama patokan kita dalam melakukan kontak mata dengan lawan bicara? Menurut Bert Decker, agar lawan bicara merasa sedang diperhatikan, kita perlu melakukan kontak mata secara langsung setidaknya selama 5 detik. Atau, anda juga bisa menatapnya hingga kalimat/pembicaraan pentingnya selesai.
3--Jangan saling bertatapan terlalu lama.
Tak seorang pun senang ditatap berlama-lama. Saling menatap dalam waktu lama sama saja seperti adu keberanian (persis ikan cupang yang sedang diadu.) Ini akan menumbuhkan perasaan tidak enak. Bagi kebanyakan orang menatap orang
lain terlalu lama bisa diartikan sedang menantang, mengintimidasi, atau melamun, membayangkan yang tidak-tidak, tergantung bagaimana cahaya bola mata dipancarkan. Dalam berkomunikasi, terutama saat anda sedang bersitegang, maka redakan situasi tegang itu dengan mengalihkan pandangan ke arah lain. Bila anda ingin berlama-lama menatap sesuatu, tataplah sebuah
lukisan atau ukiran, jangan wajah orang lain.
4--Bola mata yang tak berdusta.
Memang pepatah mengatakan mata tidak berdusta, tetapi sebenarnya yang mencerminkan situasi emosi diri anda adalah bola mata anda. Bila anda sedang dalam keadaan senang, gembira, anda mungkin berusaha menyembunyikan di balik raut wajah, namun anda tak bisa membohongi bola mata anda yang tampak cerah dan melebar. Sebaliknya, bila anda kecewa, atau sedih, bola mata akan mengerut, meredup dan mengecil. Coba pelajari bagaimana gerak bola mata lawan bicara anda untuk mengetahui apakah ia sedang mengatakan yang sesungguhnya atau tidak.
5--Alis juga berbicara.
Alis juga memegang peranan penting dalam komunikasi mata. Perhatikan orang yang mengerutkan kening juga akan mengerutkan alisnya. Mata yang terbelalak, pertanda senang atau terkejut, diperkuat dengan alis yang terangkat tinggi.
Alis juga menyampaikan sesuatu.
6--Hindari melihat dengan sekilas.
Bila anda menatap, tataplah dengan mantap. Jangan hanya melihat sekilas-sekilas. Anda takkan dapat menangkap sesuatu dari tatapan yang sekilas. Lebih buruk lagi, anda bisa dicap tidak memperhatikan. Bila anda berjumpa dengan cukup banyak orang, maka sempatkan untuk melemparkan pandangan secukupnya pada mereka hingga mereka mengerti bahwa anda sedang memberikan perhatian. Namun, bila anda tak mampu melakukan pada seluruh lawan bicara anda, maka lakukan pada beberapa orang yang cukup anda kenal baik.
7--Sesekali alihkan pandangan
Sebagaimana lagu yang baik, tatapan mata juga memerlukan jeda. Ini baik untuk menurunkan ketegangan, dalam situasi yang panas. Ini baik juga untuk memberikan kesempatan bagi anda untuk mencerna apa yang sedang disampaikan oleh lawan bicara. Biasanya orang akan mengalihkan pandangan menatap jauh ke depan untuk memahami maksud pembicaraan anda, berikan waktu baginya. Mengalihkan tatapan juga isyarat untuk mengalihkan pembicaraan, atau memulai topik yang baru.
Sumber : Rekan-Kantor.com
Pertanyaan saat Melamar Pekerjaan
Bosan di kantor bikin Anda berpikir untuk pindah kerja? Sah-sah saja, tapi persiapkan diri sebaik mungkin. Bila tes awal sudah dilewati, masih ada wawancara - bagian yang menurut banyak pelamar amat sulit dilewati. Agar gambaran tentang wawancara ini jelas, di bawah ini Anda bisa mengintip beberapa pertanyaan yang cukup sulit dijawab.
1--Berapa gaji yang Anda minta?
Jawab: Sebutkan gaji yang besarnya realistis. Lihat mata pewawancara, sebutkan jumlah, dan berhentilah bicara. Jangan bohong tentang gaji yang Anda terima di kantor sebelumnya, bila Anda sudah bekerja. Bila Anda merasa bahwa gaji Anda di kantor yang sekarang terlalu kecil, berikan penjelasan.
2--Apa kelebihan utama Anda?
Jawab: Pilih potensi Anda yang relevan dengan bidang pekerjaan yang Anda lamar. Hindari respons yang generik seperti pengakuan bahwa Anda pekerja keras. Lebih baik, berikan respons berupa, "Saya selalu diperbudak daftar pekerjaan yang saya buat sendiri. Sebab, saya tidak mau pulang sebelum pekerjaan di kantor beres semua."
3--Apa kekurangan Anda yang paling jelas?
Jawab: Jangan bilang Anda seorang perfeksionis (menunjukkan bahwa Anda sombong). Lebih baik, jujur saja dan sebutkan kelemahan yang kongkret. Misalnya, Anda lemah menghitung di luar kepala, dan karenanya Anda mengatasinya dengan membawa kalkulator. Tapi, kemudian, susul dengan kelebihan Anda.
4--Di mana Anda melihat diri Anda lima tahun lagi?
Jawab: Gambarkan posisi yang realistis. Kira-kira dua-tiga posisi di atas posisi yang Anda lamar sekarang. Jangan sertakan cita-cita yang tak ada hubungannya dengan lamaran pekerjaan Anda, misalnya, ingin jadi bintang sinetron atau jadi novelis. Sebab, Anda akan tampak tidak fokus.
5--Mengapa Anda ingin meninggalkan kantor yang lama?
Jawab: Jangan sampai mengemukakan hal yang negatif. Kalau kenyataannya begitu, ucapkan dalam kalimat 'positif', misalnya bahwa Anda tidak melihat ada 'ruang' di mana Anda bisa berkembang. Lalu, jelaskan mengapa Anda menganggap bahwa pekerjaan di kantor baru ini memberi kesempatan yang lebih baik.
6--Adakah contoh kegagalan Anda?
Jawab: Ungkapkan kegagalan yang pernah Anda alami, tapi yang sudah terpenuhi solusinya. Supaya, pewawancara tahu bahwa Anda punya usaha untuk mengatasi masalah
7--Apakah Anda punya pertanyaan?
Jawab: Berikan paling sedikit dua pertanyaan yang terfokus pada kantor baru ini. Misalnya, Anda bertanya apakah kantor ini sudah punya website. Atau, bisa juga Anda mempertanyakan kehadiran CEO yang Anda tahu baru saja diangkat - apakah membuat kinerja perusahaan semakin baik, dan semacamnya. Jangan bertanya tentang kepentingan Anda sendiri, misalnya, apakah karir Anda akan berkembang di sana.
Sumber : Hannie K. Wardhanie (Astaga.com)
Memenangkan wawancara pekerjaan
“Ibu, sampai saat ini saya tidak tahu di mana kekurangan saya. Saya telah beberapa kali melamar pekerjaan, dan setiap kali saya lolos untuk wawancara pertama dan kedua, namun pada saat wawancara terakhir saya gugur dan gugur lagi. Rasanya saya telah mengerahkan segala daya dan usaha saya untuk itu. Aduh, sulit sekali rasanya mendapatkan pekerjaan saat ini, padahal saya sangat memerlukan pekerjaan itu karena ayah saya sudah pensiun dan adik saya masih memerlukan biaya untuk kelanjutan studinya. Saya harus membantu orang tua.” Demikian K (25), lulusan S-1 salah satu perguruan tinggi negeri favorit, dengan lesu.
Mencari pekerjaan saat ini sangat sulit karena keadaan ekonomi negeri yang sangat carut-marut. Namun, di sisi lain masih banyak perusahaan yang dapat tetap bertahan dan tetap melaksanakan penerimaan karyawan. Mengapa pula K kurang baik nasibnya? Padahal K adalah salah satu lulusan PTN favorit dengan IPK 3,10. cukup memadai, namun kenyataannya beberapa kali kalah dalam wawancara.
Dari contoh kasus K kita dapat menyimak bahwa ternyata aspek intelektual dan aspek latar belakang pendidikan bukan merupakan jaminan utama dapat lolos dalam wawancara seleksi karyawan. Adakah kiat spesifik yang dapat menunjang keberhasilan seseorang dalam melalui proses seleksi karyawan dengan sukses? bila ada, aspek apa sajakah itu?
Untuk terpanggil dalam wawancara pertama, rupanya persyaratan administratif seperti perolehan besaran IPK dan asal perguruan tinggi memenuhi persyaratan, dan biasanya wawancara pertama hanya dimaksudkan untuk mengecek dan menggali informasi lebih lanjut tentang masalah akademik. Wawancara kedua, K terpanggil dan lolos pula karena dalam wawancara kedua biasanya ekslorasi yang dilakukan sudah menyangkut aspek tingkat penguasaan materi akademis yang telah dilalui serta kadar kesungguhan minat kerja. Namun, pada wawancara ketiga, biasanya penyertaan aspek kualifikasi personal, sikap mental, orientasi masa depan serta wawasan intelektual menjadi teruji dan dijadikan butir-butir penilaian akhir yang menentukan keberhasilan seseorang lolos seleksi dan memenangkan persaingan di antara calon karyawan lain. Hal ini menjadi penting karena cara dan bagaimana calon karyawan bereaksi verbal dan nonverbal dalam sesi wawancara merupakan representasi dari semua penyertaan fungsi butir-butir aspek tersebut di atas.
Timbul pertanyaan, butir-butir pokok apa sajakah itu?
Pertama, tentang kualifikasi mental, antara lain keyakinan diri yang terungkap dari penghargaan diri terhadap penguasaan salah satu bidang ilmu yang telah ditekuni. Melaui keyakinan penguasaan bidang ilmu tersebut, maka pewawancara akan memberikan penilaian positif terhadap terarahnya pusat perhatian calon karyawan dan keseriusan sikap akademisnya. Jadi, belajar untuk sekadar perolehan nilai tidak ada gunanya, karena hal ini akan membuat seseorang puas akan nilai, namun bukan puas akan kebutuhan memperoleh pengetahuan yang kemudian akan dapat diterapkan di masyarakat.
Kedua, berpikir positif yang dapat dideteksi melalui ungkapan verbal dan nonverbal pada saat wawancara berlangsung, keberadaan pola pikir positif pada seseorang sangat penting peranannya bagi modal awal kerja seseorang. Kembali pada kasus K, ia cenderung lebih mengutamakan ungkapan kebutuhan biaya untuk membantu orangtua dan saudara daripada gairah menerapkan perolehan pengetahuan dari PT di masyarakat, sehingga terkesan lebih meminta belas kasihan lingkungan akan kondisi keluarga daripada menunjukkan kesediaan bekerja dengan sungguh-sungguh. Tentu saja nilai butir ini langsung menurun drastis.
Ketiga, orientasi masa depan (OMD) calon karyawan akan dideteksi melalui jawaban terhadap pertanyaan akan harapan calon karyawan. OMD, bukanlah suatu yang sederhana. OMD yang positif merupakan hasil kumulatif yang diperoleh dari pola asuh, disiplin diri, terlatih dalam perencanaan dan kemampuan mengantisipasi diri terhadap masa mendatang secara aktif, serta sikap kerja yang positif. Kecenderungan yang tampak adalah bahwa mayoritas remaja menunjukkan sikap mental yang jauh dari upaya memantapkan OMD, karena sementara remaja melalui hari-hari hanya sebagai sosok yang terbawa arus keseharian tanpa kerangka OMD jelas.
Sebenarnya K telah melaui masa perkuliahannya dengan hasil indeks prestasi kumulatif cukup baik, namun sikap belajarnya tampak hanya untuk perolehan IPK tanpa disertai OMD yang mantap sehingga motivasi mencari kerja lebih didukung hanya untuk dapat menopang kebutuhan keuangan keluarga. Dalam hal OMD, peran orangtua tidak dapat diabaikan karena melalui diskusi, kesempatan anak merasa didengar pendapatnya, dan contoh konkret perilaku orang tua yang terencana, anak menjadi terlatih dan merasa diri membutuhkan acuan OMD yang jelas dalam menjalani hidupnya.
Keempat, kemampuan mengungkapkan ide baik secara lisan ataupun tulisan dengan cara yang sistematis dan runtut dengan menggunakan bahasa yang baik, merupakan representasi dari pola pikir yang logis, lugas, dan sistematik. Keterampilan ini merupakan salah satu produk dari kebiasaan banyak membaca dan berdiskusi baik di rumah maupun di sekolah.
Kelima, daya juang. Dalam wawancara pun hal ini akan terungkap melalui sikap pantang menyerah dan berupaya keras memecahkan masalah yang diutarakan dalam sesi wawancara. Tentu saja, hal daya juang ini tidak dapat diperoleh secara instan menjelang wawancara, namun merupakan hasil tempaan sejak dini melaui pola asuh dan proses pendidikan di sekolah. Sikap sangat melindungi anak dan memanjakan anak dengan dalih agar anak konsentrasi belajar, bukanlah cara yang tepat karena wacana dan wawasan anak akan sangat terbatas, sementara itu aspek mental lain yang memerlukan tempaan menjadi kurang terperhatikan. Anak memerlukan pengalaman lebih dari hanya melulu pengalaman pendidikan formal. Peluang dan kebiasaan diskusi dengan menggunakan bahasa yang runtut dan sistematik, merencanakan dan menyusun jadwal kegiatan, serta tugas rumah yang sesuai dengan tahapan usia anak, tempaan disiplin diri serta rasa tanggung jawab pribadi dan sosial, kesempatan mendapat apresiasi yang wajar, merupakan pengalaman yang akan menghasilkan sikap mental positif dan kepercayaan diri serta daya juang.
Kasus K merupakan contoh konkret bahwa perolehan nilai tinggi di sekolah dan asal sekolah, walaupun dapat berperan sebagai salah satu sarana, rupanya bukan jaminan seseorang dapat meraih sukses sosial di kemudian hari.
Menyimak begitu banyak persyaratan bagi keberhasilan seseorang untuk dapat lolos dalam wawancara seleksi karyawan dan sukses dalam hidupnya kelak, kita bersama akhirnya menyadari bahwa biaya sekolah dan kesempatan sekolah yang kita berikan bagi anak-anak kita bukanlah segalanya. Begitu banyak pembekalan aspek lain yang perlu diberikan kepada anak-anak demi keberhasilan hidup mereka kelak kemudian hari. Jadi di samping kematangan intelektual, dibutuhkan pula kematangan mental dan sosial.Sawitri supardi-sadarjoen, psikolog
Kompas, 18 November 2001
MENGEMBANGKAN KHARISMA
BAGAIMANA CARA MEMBUAT MEREKA MENCINTAI ANDA
Apakah kharisma itu ?
Itu adalah kualitas langka yang membuat orang lain menyukai anda, bahkan seandainya mereka tidak banyak mengetahui tentang diri anda.
Itu adalah hal yang tidak nyata yang mrmbuat orang lain ingin mengikuti anda dan terpengaruh oleh anda.
Itu adalah je ne sais quoi (rasa ingin tahu) yang membuat orang lain melihat anda dari seberang ruangan yang penuh sesak dan ingin berada di dekat anda.
Jadi ……
12 CARA UNTUK MEMANCARKAN KHARISMA YANG MENGAGUMKAN
- Memperlakukan setiap orang yang anda temui seakan-akan mereka orang paling penting yang anda temui pada hari itu
- Mengembangkan jabat tangan sensasional.
- Memperhatikan warna mata mereka, sementara anda berjabat tangan.
- Sementara anda berjabat tangan, kerahkan pikiran positif anda.
- Memberikan pujian yang tulus.
- Memergoki orang melakukan hal yang benar.
- Rupa itu penting ?
- Tersenyumlah secara ajaib, dua detik lebih lama daripada mereka.
- Lakukan pemeriksaan dari leher ke bawah .
- Kerahkan empati.
- Menanggapi perasaan orang lain bukan apa yang mereka katakan.
- Memelihara kekaguman kanak-kanak pada dunia tempat mereka tinggal.
CATATAN KECIL:
- landasan kemampuan untuk mengubah keyakinan orang lain terletak dalam tiga keahlian bahasa: tata bahasa, retorika dan logika.
- tata bahasa memberi struktur pokok yang menggaris bawahi semua bahasa dan pemikiran. Retorika adalah penggunaan tata bahasa dengan kekuatan dan keindahan. Logika adalah sebuah sistem yang kita gunakan untuk membuktikan kebenaran atau ketidakbenaran retorika yang digunakan.
LAKUKAN YANG ANDA SUKAI, SUKAI YANG ANDA LAKUKAN DAN BERIKAN LEBIH DARI YANG ANDA JANJIKAN
MEMBANGUN DAN MENGEMBANGKAN RASA PERCAYA DIRI
Jangan sekali-kali anda kehilangan kemauan untuk berprestasi sekalipun anda dengan mudah dapat mencarikan alasan kegagalan anda. Pertahankanlah semangat anda, bahkan tingkatkan terus menerus, karena tanpa kemauan yang keras mustahil anda akan mencapai sukses. Sukses demi sukses akan saling susul menyusul dan menjadikan anda semakin memiliki rasa percaya diri karena besarnya rasa percaya diri bersifat kumulatif, makin lama makin tebal. Percayalah anda tidak akan pernah gagal sebelum anda berhenti mencoba. Semua orang yang sukses bercirikan memiliki rasa percya diri yang besar dan mantap. Sekarang terserah kepada anda , anda mau memilih yang mana, mempunyai rasa percaya diri yang kuat dan berhasil atau sebaliknya, semuanya tergantung kepada anda sendiri.
Andalah arsitek hidup anda.
Tuhan hanya menolong orang yang mau menolong dirinya sendiri.
Anda dan saya, tidak akan dipercaya oleh orang lain, pendapat kita akan diabaikan oleh orang lain dan dicampakkannya jauh-jauh, bila anda dan saya, masing-masing tidak memiliki rasa percaya diri yang mantap.
Dalam kehidupan ini berlaku hukum timbal balik. Bila anda berprasangka buruk kepada seseorang maka andapun akan mengalami hal yang sama, karena itu hilangkanlah sikap yang negatif itu. Bila anda mudah tersinggung maka orang-orang akan berhati-hati sekali dengan anda dan lebih naik memilih menjauhi anda daripada mengalami konflik dengan anda. Bila anda mau menang sendiri maka andapun akan dikucilkan. Bila anda meremehkan orang lain. Maka anda sepandai apapun, tidak akan pernah dibanggakan oleh orang lain. Sikap-sikap negatif di atas tidak akan mendukung menciptakan rasa percaya diri bahkan sebaliknya akan menggerogoti rasa percaya diri.
Demikianlah kenyataannya, itulah hukum alam.
OTO SUGESTI
Pernahkah anda, ketika masih kanak-kanak bermain-main melompati parit ?
Anak yang ragu-ragu dan belum memberi input program ke dalam bawah sadarnya tentang keyakinan akan keberhasilannya akan mengalami kegagalan, tetapi dia yang men-sugesti dirinya dengan keyakinan pasti bisa, maka iapun berhasil. Bawah sadar anda menampung semua program anda. Bila program yang anda masukkan bernada kegagalan maka output-nyapun kegagalan pula. Input negatif menjadikan anda pribadi yang tidak berdaya, tidak mampu dan kalah sebelum bertarung.
Hindarilah otosugesti yang negatif ciptakanlah hanya otosugesti yang positif, maka bawah sadar anda akan terisi program-program yang positif. Yang mengarahkan anda pada kesuksesan.
Bawah sadar anda, yang memiliki kemampuan yang luar biasa, akan memproses keinginan-keinginan anda sesuai dengan program yang telah anda masukkan kedalamnya.
BAGAIMANA ANDA MENCIPTAKAN OTOSUGESTI ?
Pertama, tetapkan tujuan anda atau hasrat anda, misalnya dalam waktu 4 jam anda pasti menguasai konsep himpunan dalam matematika atau anda pasti tidak takut ladi berbicara di depan umum.
Kedua, pusatkan pikiran anda dan ucapkan keras-keras dengan emosi yang sarat dengan semangat yang berkobar-kobar dan bayangkan anda telah mencapai tujuan anda tersebut. Lakukanlah hal tersebut berulang-ulang sehingga tercetak dengan mantap pada layar mental anda. Program komputer anda yang telah masuk ke dalam bawah sadar anda akan menjalankan program anda tersebut dengan cara yang sangat mengagumkan indera keenam anda akan memberikan anda inspirasi dan cepatlah bertindak mewujudkan hasrat anda.
SMS Kamus
@WRK At work (Sedang kerja)
2bctnd To be continued. (Bersambung)
2d4 To die for (Sangat berharga)
2g4u Too good for you (Terlalu bagus untukmu)
2Ht2Hndl Too hot to handle. (Tak bisa dipegang)
2l8 Too late (Terlambat)
2WIMC To whom it may concern (Kepada yang berkepentingan)
4e Forever (Selamanya)
4yeo For your eyes only (Rahasia)
A
AAM As a matter of fact. (Sebenarnya…)
ADctd2uv Addicted to Love (Mabuk kepayang)
AFAIK As far as I know (Sepanjang pengetahuanku…)
AKA Also known as (dikenal juga sebagai)
ALlWanIsU All I want is You (Hanya kau yang kuinginkan)
AML All my love (Seluruh cintaku)
ASAPAs soon as possible (Secepat mungkin)
ATB All the best (Yang terbaik)
ATW At the weekend (Di akhir pekan)
AWHFY Are we having fun yet (Sudah senang-senang belum?)
B4 Before (Sebelum)
BBFN Bye Bye for now. (Sampai jumpa)
BBS Be back soon (Segera kembali)
BBSD Be back soon darling (Segera kembali, Sayang)
BCNU Be seein' you (Sampai nanti)
BF Boy Friend (Pacar)
BGWM Be gentle with me (Jangan kasar padaku)
BMW Be my wife (Maukah kau jadi istriku)
BRB Be right back (Segera kembali)
BTW By the way (Omong-omong)
Cm Call me (Telepon aku)
Cu See you (Sampai jumpa)
CUIMD See you in my dreams (Sampai jumpa dalam mimpi)
Cul See you later (Sampai ketemu lagi)
CUL8R See you later (sampai ketemu lagi)
Dk Don't know (Tak tahu)
Dur? Do you remember (Kau ingat?)
E2eg Ear to ear grin (Menyeringai lebar)
EOD End of discussion (Akhir perbincangan)
EOL End of lecture (Akhir perkuliahan)
F? Friends (Kawan)
F2F Face to face (Berhadapan)
F2T Free to talk (Bebas Bicara)
FITB Fill in the Blank (Isi titik-titik, isi sendiri bagian yang kosong)
FYEO For your eyes only. (Rahasia)
FYA For your amusement (Untuk senang-senang)
FYI For your information (Sebagai informasi)
GF Girlfirend. (Pacar)
GG Good Game (Ucapan ketika kedua pihak yang berseteru selesai melakukan pertandingan)
Gr8 Great (bagus)
GSOH Good Salary, Own Home (Gaji OK, punya rumah)
GTSY Glad to see you (Senang bertemu denganmu)
h2cus Hope to see you soon (Kuharap kita akan segera bertemu lagi)
H8 Hate (Benci)
HAGN Have a good night (Selamat tidur)
HAND Have a nice day (Selamat bersenang-senang)
HldMeCls Hold me close (Peluk aku erat-erat)
Ht4U Hot for You ("Panas" untukmu)
H&K Hugs and Kisses (Peluk cium)
IDK I dont know (Aku tak tahu)
IIRC If I recall correctly (Kalau tidak salah ingat)
IMHO In my humble opinion (Menurutku)
IMI I mean it (Aku sungguh-sungguh)
ILU I love You (Aku cinta padamu)
IMB Luv It must be Love (Ini pasti cinta)
IOW In other words... (Dengan kata lain…)
IOU I owe you (Aku berhutang padamu)
IUSS If you say so (Baiklah)
J4F Just for fun (Sekedar bersenang-senang)
JstCllMe Just call Me (Telepon saja aku)
KC Keep cool (Tetap tenang, jangan langsung marah, dst)
KHUF know how you feel (aku mengerti perasaanmu)
KIT Keep in touch (hubungi aku terus)
KOTC Kiss on the cheek (Cium pipi)
KOTL Kiss on the lips (Cium bibir)
L8 Late (Telat, malam)
L8r Later (Nanti)
Lol Laughing out loud (Tertawa terbahak-bahak)
LTNC Long time no see (Lama tak jumpa)
LtsGt2gthr Lets get together (Kita ketemu yuk)
M$ULkeCrZ Miss you like Crazy! (Rindu kamu setengah mati)
M8 Mate (Kawan, pasangan)
MC Merry Christmas (Selamat Natal)
MGB May God Bless (Semoga Tuhan Memberkati)
Mob Mobile (Mobil, bergerak)
MYOB Mind your own Business (Jangan ikut campur)
NA No access (Tak boleh masuk, tak ada akses)
NC No comment (Tak ada komentar)
NWO No way out (Tak ada jalan keluar)
O4U Only for you (Hanya untukmu)
OIC Oh, I see. (Oh, begitu…)
OTOH On the other hand (Di sisi lain)
PCM Please call me (Tolong telepon aku)
PPL People (Orang-orang)
QT Cutie (Orang yang Lucu, imut, keren)
R Are
RMB Ring my Bell (Aku tak ingat, tolong ingatkan aku)
ROTFL Roll on the floor laughing (Tertawa terpingkal-pingkal)
RU? Are you? (Kamu?)
RUOK? Are you Ok? (Kamu baik-baik saja?)
SC Stay cool (Tenanglah…)
SETE Smiling Ear to Ear (Tersenyum lebar)
SO Significant Other (Pendamping)
SOL Sooner or later (Cepat atau lambat)
SME1 Some One (Seseorang)
SRY Sorry (Maaf)
SWALK Sent with a loving Kiss (Dikirim dengan cium mesra)
SWG Scientific Wild Guess (Tebakan ilmiah)
T+ Think positive (Berpikir positif)
T2ul Talk to you later (Nanti kita bicara lagi ya…)
TDTU Totally devoted to you (Cinta mati padamu)
Thx Thanks (Terima kasih)
T2Go Time to Go (Waktunya berpisah)
TIC Tongue in Cheek (Ramah)
TMIY Take me I'm yours (Aku milikmu)
TTFN Ta ta for now. (Sampai jumpa)
U You (Kamu)
UR You are (Kamu)
URT1 You are the one (kamulah orangnya)
VRI Very (Sangat)
W4u Waiting for you (Menantimu)
WAN2 Want to (Ingin)
WLUMRyMe Will you marry Me? (Maukah kau menikah denganku?)
WRT With respect to (Salam hormat untuk)
WUWH Wish you were here (Andai kau di sini…)
X! Typical Woman (Wanita biasa)
X Kiss (Cium)
XclusvlyUrs Exclusively Yours (Milikmu seorang)
Y! Typical Man (Pria biasa)
YBS You'll be Sorry (Kau akan menyesal)
Source:
tat/M-Web Wireless
Wednesday, July 2, 2008
Love Many Things
