INILAH.COM, Jakarta - Kondisi perbankan Indonesia pada 2009 diperkirakan masih tetap stabil. Hal tersebut melihat kondisi makro ekonomi yang masih bisa dikendalikan.
"Sampai sekarang sejumlah indikator perbankan seperti NPL, CAR, LDR dalam posisi stabil. Maka secara umum perbankan kita nampaknya masih bagus," tegas Gubernur Bank Indonesia, Boediono, usai jumpa pers di Gedung Depkeu, Jakarta, Jumat (15/8).
Boediono beralasan, perbankan masih stabil, karena tidak terlalu terpengaruh oleh gejolak sektor keuangan. Ia menambahkan mereka punya ekses karena CAR-nya relatif tinggi.
"Secara umum total industri perbankan masih tinggi, jadi masih ada ruang dimana kalau ada shock masih bisa tertahan," tambahnya.[L5]
15/08/2008 18:38
Tuesday, August 19, 2008
Obligasi 2009 Prospektif
INILAH.COM, Jakarta – Pasar obligasi 2009 diprediksi masih prospektif. Dua hal jadi pemicu. Pertama, menariknya imbal hasil sehingga mendongkrak minat investor. Kedua, tingginya kebutuhan pemerintah untuk membayar utang.
Pengamat ekonomi Aviliani dari Indxef mengungkapkan, penerbitan Surat Utang Negara (SUN) dan Obligasi Ritel Indonesia (ORI) masih jadi andalan pemerintah untuk mengurangi utang dalam negeri.
Hal ini dikatakan Aviliani menanggapi pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang RAPBN 2009. SBY menyampaikan bahwa pemerintah mentargetkan rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2009 akan turun jadi 30% dari 36% pada 2008.
"Saya pikir penurunan rasio utang itu realistis. Sebab, jika penurunan rasio utang luar negeri justru diikuti kenaikan jumlah utang dalam negeri, itu membahayakan APBN," kata Aviliani kepada INILAH.COM.
Menurut Aviliani, penurunan rasio utang luar negeri bisa mengurangi risiko pelemahan nilai tukar yang berpotensi menghancurkan perekonomian nasional. Ketergantungan pada utang luar negeri terbukti telah menghancurkan ekonomi pada 1998.
"Ketika itu, utang luar negeri jatuh tempo, sementara nilai ekspor Indonesia tidak bisa mengkover nilai pembayaran sehingga nilai tukar rupiah melemah dan ekonomi negara kita jebol," jelas Aviliani.
Di hadapan DPR-RI, Jumat (15/8), SBY mengatakan bahwa dalam RAPBN 2009 ada defisit anggaran Rp 99,6 triliun (1,9% PDB). Defisit itu akan dibiayai dari sumber-sumber pembiayaan dalam negeri Rp 110,7 triliun dan pembiayaan luar negeri neto minus Rp 11,1 triliun.
Itu, artinya, pembayaran cicilan pokok utang luar negeri yang dilakukan pemerintah lebih besar dari jumlah utang luar negeri baru. Hal itu sesuai tujuan mengurangi porsi utang luar negeri dalam pembiayaan defisit.
Tahun ini, pembayaran utang luar negeri mencapai Rp 70 triliun dengan tambahan utang baru hanya Rp 30 triliun. Jadi, outflow utang luar negeri mencapai Rp 40 triliun.
Sumber pembiayaan anggaran dari dalam negeri terutama dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN), termasuk Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Ini dilakukan untuk menegaskan komitmen pengembangan surat berharga berdasarkan prinsip syariah di Indonesia dan menciptakan alternatif surat berharga negara yang lebih variatif.
SUN yang diterbitkan itu akan dijual ke market. Nantinya bisa dibeli para investor dalam negeri dan luar negeri. Adapun hutang dalam negeri yang berbentuk obligasi bisa dibeli masyarakat umum mengingat nominalnya ada yang berbentuk ritel Rp2 juta.
Dirjen Pengelolaan Utang Negara Depkeu Rahmat Waluyanto juga optimistis penerbitan SUN pada 2009 diminati banyak investor. Prospek pasar obligasi tahun depan diperkirakan lebih baik dari tahun ini karena banyak adjustment pada 2008.
"Permintaan saat ini sangat tinggi dibandingkan tahun lalu. Tahun depan mungkin lebih baik karena instrumen yang diterbitkan lebih beragam. Selain yield lebih bagus, dari sisi market pun lebih bullish," ungkap Rahmat, Minggu (17/8).
Membaiknya pasar obligasi ditunjang variasi instrumen baru, yakni Surat Berharga Negara Syariah (sukuk) dan jenis lainnya. Juga karena total net penerbitan SUNlebih kecil dibandingkan tahun ini.
"Apalagi dengan adjustment yang dilakukan pemerintah AS. Kni hasilnya mulai kelihatan dan sudah banyak financial institution yang menghapusbukukan utang," jelas Rahmat.
Kendati demikian, Rahmat mengaku pihaknya mengaku belum menentukan target indikatif bagi dua jenis SBN, yaitu Surat Berharga Negara Syariah (SBSN) dan SUN. Total penerbitan keduanya Rp112 triliun. Depkeu juga belum menentukan alokasi penggunaan SBN bagi penambal defisit RAPBN 2009.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu mengakui pembengkakan defisit hingga 1,9% pada RAPBN 2009 menambah beban surat berharga negara (SBN). Pasalnya, pemerintah masih akan mengandalkan pinjaman dalam negeri untuk menambal kekurangan selisih belanja dan pendapatan negara.
Pemerintah pusat juga berencana membagi beban itu kepada pemerintah daerah melalui DAU. Soal kepastiannya, Depkeu akan berkonsultasi lebih dahulu dengan DPR. [I3]
18/08/2008 16:01
Pengamat ekonomi Aviliani dari Indxef mengungkapkan, penerbitan Surat Utang Negara (SUN) dan Obligasi Ritel Indonesia (ORI) masih jadi andalan pemerintah untuk mengurangi utang dalam negeri.
Hal ini dikatakan Aviliani menanggapi pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang RAPBN 2009. SBY menyampaikan bahwa pemerintah mentargetkan rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2009 akan turun jadi 30% dari 36% pada 2008.
"Saya pikir penurunan rasio utang itu realistis. Sebab, jika penurunan rasio utang luar negeri justru diikuti kenaikan jumlah utang dalam negeri, itu membahayakan APBN," kata Aviliani kepada INILAH.COM.
Menurut Aviliani, penurunan rasio utang luar negeri bisa mengurangi risiko pelemahan nilai tukar yang berpotensi menghancurkan perekonomian nasional. Ketergantungan pada utang luar negeri terbukti telah menghancurkan ekonomi pada 1998.
"Ketika itu, utang luar negeri jatuh tempo, sementara nilai ekspor Indonesia tidak bisa mengkover nilai pembayaran sehingga nilai tukar rupiah melemah dan ekonomi negara kita jebol," jelas Aviliani.
Di hadapan DPR-RI, Jumat (15/8), SBY mengatakan bahwa dalam RAPBN 2009 ada defisit anggaran Rp 99,6 triliun (1,9% PDB). Defisit itu akan dibiayai dari sumber-sumber pembiayaan dalam negeri Rp 110,7 triliun dan pembiayaan luar negeri neto minus Rp 11,1 triliun.
Itu, artinya, pembayaran cicilan pokok utang luar negeri yang dilakukan pemerintah lebih besar dari jumlah utang luar negeri baru. Hal itu sesuai tujuan mengurangi porsi utang luar negeri dalam pembiayaan defisit.
Tahun ini, pembayaran utang luar negeri mencapai Rp 70 triliun dengan tambahan utang baru hanya Rp 30 triliun. Jadi, outflow utang luar negeri mencapai Rp 40 triliun.
Sumber pembiayaan anggaran dari dalam negeri terutama dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN), termasuk Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Ini dilakukan untuk menegaskan komitmen pengembangan surat berharga berdasarkan prinsip syariah di Indonesia dan menciptakan alternatif surat berharga negara yang lebih variatif.
SUN yang diterbitkan itu akan dijual ke market. Nantinya bisa dibeli para investor dalam negeri dan luar negeri. Adapun hutang dalam negeri yang berbentuk obligasi bisa dibeli masyarakat umum mengingat nominalnya ada yang berbentuk ritel Rp2 juta.
Dirjen Pengelolaan Utang Negara Depkeu Rahmat Waluyanto juga optimistis penerbitan SUN pada 2009 diminati banyak investor. Prospek pasar obligasi tahun depan diperkirakan lebih baik dari tahun ini karena banyak adjustment pada 2008.
"Permintaan saat ini sangat tinggi dibandingkan tahun lalu. Tahun depan mungkin lebih baik karena instrumen yang diterbitkan lebih beragam. Selain yield lebih bagus, dari sisi market pun lebih bullish," ungkap Rahmat, Minggu (17/8).
Membaiknya pasar obligasi ditunjang variasi instrumen baru, yakni Surat Berharga Negara Syariah (sukuk) dan jenis lainnya. Juga karena total net penerbitan SUNlebih kecil dibandingkan tahun ini.
"Apalagi dengan adjustment yang dilakukan pemerintah AS. Kni hasilnya mulai kelihatan dan sudah banyak financial institution yang menghapusbukukan utang," jelas Rahmat.
Kendati demikian, Rahmat mengaku pihaknya mengaku belum menentukan target indikatif bagi dua jenis SBN, yaitu Surat Berharga Negara Syariah (SBSN) dan SUN. Total penerbitan keduanya Rp112 triliun. Depkeu juga belum menentukan alokasi penggunaan SBN bagi penambal defisit RAPBN 2009.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu mengakui pembengkakan defisit hingga 1,9% pada RAPBN 2009 menambah beban surat berharga negara (SBN). Pasalnya, pemerintah masih akan mengandalkan pinjaman dalam negeri untuk menambal kekurangan selisih belanja dan pendapatan negara.
Pemerintah pusat juga berencana membagi beban itu kepada pemerintah daerah melalui DAU. Soal kepastiannya, Depkeu akan berkonsultasi lebih dahulu dengan DPR. [I3]
18/08/2008 16:01
Friday, August 15, 2008
Rencana Kenaikan Gaji PNS Jadi Sentimen Positif Pasar Saham
Jakarta (ANTARA News) - Rencana kenaikan gaji pegawai negeri (PNS) yang akan dicanangkan dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2008, secara tidak langsung menjadi pendorong perdagangan saham di Indonesia.
"Dengan akan dinaikkannya gaji pegawai negeri, maka tingkat konsumsi masyarakat akan naik, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi. Itu akan mendorong sektor riil dan konsumsi terus bergerak, sehinggga akan memperbaiki kinerja perusahaan dan akan berimbas pada harga sahamnya," kata pelaku pasar saham dari PT Valbury Asia Securities, Krisna Dwi Setiawan, kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.
Menurut Krisna, kenaikan gaji PNS ini akan meningkatkan daya beli masyarakat, sehingga akan memicu naiknya pendapatan perusahaan.
Selain dari rencana kenaikan gaji PNS, lanjutnya, pasar saham juga mendapat sentimen positif dari komitmen pemerintah yang akan terus meningkatkan pembangunan infrastruktur yang bisa memicu bergeraknya sektor riil.
Naiknya anggaran untuk infrastruktur dari Rp21,9 triliun pada 2005 menjadi Rp 58 triliun pada 2008 atau naik 165 persen, telah berimbas pada membaiknya kinerja emiten yang bergerak pada sektor infrastruktur."Emiten seperti Wijaya Karya, Jasa Marga, dan beberapa emiten infrastruktur lainnya saat ini sudah memiliki kinerja bagus. Komitmen pemerintah atas kelanjutan pembangunan infrastruktur ini akan semakin memperbaiki kinerja sektor ini," katanya.
Krisna juga mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur pemerintah telah memberikan dampak yang sangat luas terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dalam pidato tahunannya menyatakan sektor riil telah menyumbang pertumbuhan ke berbagai sektor ekonomi, seperti program revitalisasi pertanian yang telah berhasil mendorong sektor pertanian mengalami pertumbuhan tinggi dan ketahanan pangan.
Menurut Presiden, keberhasilan sektor pertanian dan industri, tentunya tidak terlepas dari percepatan penyediaan infrastruktur dan pembangunan infrastruktur, mempunyai peran yang penting dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, serta diyakini sebagai pemicu pembangunan suatu kawasan. Untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, pemerintah menempuh beberapa jalur utama. (*)
15/08/08 12:49
"Dengan akan dinaikkannya gaji pegawai negeri, maka tingkat konsumsi masyarakat akan naik, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi. Itu akan mendorong sektor riil dan konsumsi terus bergerak, sehinggga akan memperbaiki kinerja perusahaan dan akan berimbas pada harga sahamnya," kata pelaku pasar saham dari PT Valbury Asia Securities, Krisna Dwi Setiawan, kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.
Menurut Krisna, kenaikan gaji PNS ini akan meningkatkan daya beli masyarakat, sehingga akan memicu naiknya pendapatan perusahaan.
Selain dari rencana kenaikan gaji PNS, lanjutnya, pasar saham juga mendapat sentimen positif dari komitmen pemerintah yang akan terus meningkatkan pembangunan infrastruktur yang bisa memicu bergeraknya sektor riil.
Naiknya anggaran untuk infrastruktur dari Rp21,9 triliun pada 2005 menjadi Rp 58 triliun pada 2008 atau naik 165 persen, telah berimbas pada membaiknya kinerja emiten yang bergerak pada sektor infrastruktur."Emiten seperti Wijaya Karya, Jasa Marga, dan beberapa emiten infrastruktur lainnya saat ini sudah memiliki kinerja bagus. Komitmen pemerintah atas kelanjutan pembangunan infrastruktur ini akan semakin memperbaiki kinerja sektor ini," katanya.
Krisna juga mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur pemerintah telah memberikan dampak yang sangat luas terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dalam pidato tahunannya menyatakan sektor riil telah menyumbang pertumbuhan ke berbagai sektor ekonomi, seperti program revitalisasi pertanian yang telah berhasil mendorong sektor pertanian mengalami pertumbuhan tinggi dan ketahanan pangan.
Menurut Presiden, keberhasilan sektor pertanian dan industri, tentunya tidak terlepas dari percepatan penyediaan infrastruktur dan pembangunan infrastruktur, mempunyai peran yang penting dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, serta diyakini sebagai pemicu pembangunan suatu kawasan. Untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, pemerintah menempuh beberapa jalur utama. (*)
15/08/08 12:49
IHSG BEI Melemah, Pidato Presiden Gagal Dorong Kelanjutan Rally
Jakarta (ANTARA News) - Pidato Kenegaraan Presiden di DPR tak bisa mendorong kelanjutan kenaikan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), dimana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat pagi ditutup turun 1,09 persen.
IHSG turun 22,900 poin menjadi 2.083,742 dan indeks LQ45 terkoreksi 5,131 poin atau 1,18 persen ke posisi 428,635.
Besarnya makro ekonomi yang diungkapkan dalam pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, seperti pertumbuhan ekonomi yang di atas enam persen tidak mampu menjadi pendorong indeks BEI.
Indeks BEI justru dipengaruhi oleh turunnya harga minyak dunia yang di bawah 114 dolar AS per barel dan membuat saham-saham berbasis komoditas kembali mengalami koreksi.
Penurunan indeks dipimpin oleh melemahnya beberapa saham unggulan, seperti saham Bumi Resources terkoreksi Rp350 ke harga Rp5.050, Astra Agro Lestari yang turun Rp850 menjadi Rp16.850, London Sumatera melemah Rp500 ke harga Rp5.950, Tambang Timah tergerus Rp100 ke Rp2.300, Inco terkikis Rp225 menjadi Rp3.800, Bakrie Plantations menurun Rp60 ke posisi Rp1.080 dan Tambang Batubara Bukit Asam tertekan Rp750 ke Rp12.900.
Analisa dari PT Trimegah Securities, dalam ulasan pasarnya, mengungkapkan, volatilitas pergerakan harga harga komoditas pada Jumat pagi cukup tinggi karena tertekannya harga minyak.
Selain itu, indikasi pelaku pasar melepas sahamnya menjelang libur panjang hari kemerdekaan RI ke-63 juga menjadi indikasi pelemahan indeks BEI pada Jumat ini.
Kondisi inilah yang membuat perdagangan saham di BEI didominasi yang turun sebanyak 101 jenis dibanding yang naik hanya 32 dan 48 stagnan. Volume perdagangan mencapai 892,298 juta saham dengan nilai Rp996,827 miliar dari 20.164 kali transaksi. (*)
15/08/08 13:45
IHSG turun 22,900 poin menjadi 2.083,742 dan indeks LQ45 terkoreksi 5,131 poin atau 1,18 persen ke posisi 428,635.
Besarnya makro ekonomi yang diungkapkan dalam pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, seperti pertumbuhan ekonomi yang di atas enam persen tidak mampu menjadi pendorong indeks BEI.
Indeks BEI justru dipengaruhi oleh turunnya harga minyak dunia yang di bawah 114 dolar AS per barel dan membuat saham-saham berbasis komoditas kembali mengalami koreksi.
Penurunan indeks dipimpin oleh melemahnya beberapa saham unggulan, seperti saham Bumi Resources terkoreksi Rp350 ke harga Rp5.050, Astra Agro Lestari yang turun Rp850 menjadi Rp16.850, London Sumatera melemah Rp500 ke harga Rp5.950, Tambang Timah tergerus Rp100 ke Rp2.300, Inco terkikis Rp225 menjadi Rp3.800, Bakrie Plantations menurun Rp60 ke posisi Rp1.080 dan Tambang Batubara Bukit Asam tertekan Rp750 ke Rp12.900.
Analisa dari PT Trimegah Securities, dalam ulasan pasarnya, mengungkapkan, volatilitas pergerakan harga harga komoditas pada Jumat pagi cukup tinggi karena tertekannya harga minyak.
Selain itu, indikasi pelaku pasar melepas sahamnya menjelang libur panjang hari kemerdekaan RI ke-63 juga menjadi indikasi pelemahan indeks BEI pada Jumat ini.
Kondisi inilah yang membuat perdagangan saham di BEI didominasi yang turun sebanyak 101 jenis dibanding yang naik hanya 32 dan 48 stagnan. Volume perdagangan mencapai 892,298 juta saham dengan nilai Rp996,827 miliar dari 20.164 kali transaksi. (*)
15/08/08 13:45
Wednesday, August 6, 2008
Ciri-ciri orang yang mempunyai citra diri positif

- Percaya diri
- Berpikir positif
- Mampu mengendalikan emosi
- Lapang hati
- Berani menghadapi kegagalan
- Rajin
- Pandai
- Mempunyai kemauan yang keras
- Senang bergaul
- Optimis
- Senang mencoba hal baru
- Senang mengembangkan orang lain untuk maju
- Tabah
- Ulet
- Kreatif
- Tenang
- Mudah beradaptasi
- Sabar
Bagaimana dengan anda? Berapa yang sudah ada dalam diri anda?
Bahan belajar bhs Inggris untuk Minggu, 10 Agustus 2008
Teman-teman,
Tolong pelajari bahan bahasa Inggris ini, artikan dan cari ide utama serta ide pendukungnya.
Bahan ini digunakan untuk materi diskusi di Pokjar pada hari Minggu, 10 Agustus 2008 pukul 10.30 di Rawasari.
Ok, see you there. Good luck.
pokjarku
==================================================================
STRUGGLE
Trials in life can be tragedies or triumphs, depending on how we handle them.
Triumphs don't come without effort.
A biology teacher was teaching his students how a caterpillar turns into a butterfly. He
told the students that in the next couple of hours, the butterfly would struggle to come out
of the cocoon. But no one should help the butterfly. Then he left.
The students were waiting and it happened. The butterfly struggled to get out of the
cocoon, and one of the students took pity on it and decided to help the butterfly out of the
cocoon against the advice of his teacher. He broke the cocoon to help the butterfly so it
didn't have to struggle anymore. But shortly afterwards the butterfly died.
When the teacher returned, he was told what happened. He explained to this student that
by helping the butterfly, he had actually killed it because it is a law of nature that the
struggle to come out of the cocoon actually helps develop and strengthen its wings. The
boy had deprived the butterfly of its struggle and the butterfly died.
Apply this same principle to our lives. Nothing worthwhile in life comes without a struggle.
As parents we tend to hurt the ones we love most because we don't allow them to
struggle to gain strength.
Tolong pelajari bahan bahasa Inggris ini, artikan dan cari ide utama serta ide pendukungnya.
Bahan ini digunakan untuk materi diskusi di Pokjar pada hari Minggu, 10 Agustus 2008 pukul 10.30 di Rawasari.
Ok, see you there. Good luck.
pokjarku
==================================================================
STRUGGLE
Trials in life can be tragedies or triumphs, depending on how we handle them.
Triumphs don't come without effort.
A biology teacher was teaching his students how a caterpillar turns into a butterfly. He
told the students that in the next couple of hours, the butterfly would struggle to come out
of the cocoon. But no one should help the butterfly. Then he left.
The students were waiting and it happened. The butterfly struggled to get out of the
cocoon, and one of the students took pity on it and decided to help the butterfly out of the
cocoon against the advice of his teacher. He broke the cocoon to help the butterfly so it
didn't have to struggle anymore. But shortly afterwards the butterfly died.
When the teacher returned, he was told what happened. He explained to this student that
by helping the butterfly, he had actually killed it because it is a law of nature that the
struggle to come out of the cocoon actually helps develop and strengthen its wings. The
boy had deprived the butterfly of its struggle and the butterfly died.
Apply this same principle to our lives. Nothing worthwhile in life comes without a struggle.
As parents we tend to hurt the ones we love most because we don't allow them to
struggle to gain strength.
Sunday, August 3, 2008
Kegiatan pokjarku di hari Minggu
Teman-teman,
Kemarin minggu di Rawasari, bersama-sama sobat-sobat yang datang ke pokjarku, kita sepakat untuk membuat suatu program baru. Program tersebut untuk melatih kemampuan teknis kita semua, di luar jurusan inti yang kita ambil. Program tersebut yaitu belajar bahasa Inggris populer, matematika/statistika, kebijakan pemerintah, manajemen, komputer dan lain-lain. Narasumber adalah dari teman-teman sendiri yang bisa bidang tersebut atau teman-teman lainnya yang sedang mengambil mata kuliah tersebut. Tidak cuma teoritis, namun diaplikasikan ke persoalan nyata, sehingga lebih membumi.
Adapun jadwalnya adalah:
10.30 Dimulai dengan bahasa Inggris --> menerapkan teknik membaca untuk menentukan ide utama suatu kalimat dan ide pendukungnya. Dari bahasa Inggris diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Artikel yang dibahas akan diupload dalam website pokjarku pada hari Kamis.
11.00 Analisis kebijakan pemerintah --> mengkritisi kebijakan SKB 3 Menteri terkait pergeseran hari kerja di hari Sabtu dan Minggu
11.30 Diskusi bebas sambil menunggu sholat Dhuhur
12.30 Diskusi sesuai dengan jurusan masing-masing.
01.30 Pulang atau yang mau terus diskusi dipersilahkan.
Itulah agenda baru, untuk memanfaatkan waktu belajar di pokjarku secara efektif untuk meningkatkan kemampuan teknis yang berguna dalam bekerja.
Selamat bergabung.
Kemarin minggu di Rawasari, bersama-sama sobat-sobat yang datang ke pokjarku, kita sepakat untuk membuat suatu program baru. Program tersebut untuk melatih kemampuan teknis kita semua, di luar jurusan inti yang kita ambil. Program tersebut yaitu belajar bahasa Inggris populer, matematika/statistika, kebijakan pemerintah, manajemen, komputer dan lain-lain. Narasumber adalah dari teman-teman sendiri yang bisa bidang tersebut atau teman-teman lainnya yang sedang mengambil mata kuliah tersebut. Tidak cuma teoritis, namun diaplikasikan ke persoalan nyata, sehingga lebih membumi.
Adapun jadwalnya adalah:
10.30 Dimulai dengan bahasa Inggris --> menerapkan teknik membaca untuk menentukan ide utama suatu kalimat dan ide pendukungnya. Dari bahasa Inggris diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Artikel yang dibahas akan diupload dalam website pokjarku pada hari Kamis.
11.00 Analisis kebijakan pemerintah --> mengkritisi kebijakan SKB 3 Menteri terkait pergeseran hari kerja di hari Sabtu dan Minggu
11.30 Diskusi bebas sambil menunggu sholat Dhuhur
12.30 Diskusi sesuai dengan jurusan masing-masing.
01.30 Pulang atau yang mau terus diskusi dipersilahkan.
Itulah agenda baru, untuk memanfaatkan waktu belajar di pokjarku secara efektif untuk meningkatkan kemampuan teknis yang berguna dalam bekerja.
Selamat bergabung.
Subscribe to:
Comments (Atom)