Di penghujung puasa Ramadhan tahun 2010 ini, hujan cukup besar ikut mengiringi penutupan puasa tahun ini. Semoga ini membawa kejernihan dengan membasuh amalan-amalan selama berpuasa yang kurang sempurna. Pembersih, penyuci, dan penyejuk bagi jiwa dan hati orang-orang yang mencoba mencari makna dari puasa.
Berharap juga, pengalaman berpuasa kali ini mampu membawa perbaikan dalam hati, pikiran, perkataan, dan perbuatan pasca Ramadhan ini berakhir. Quo vadis Ramadhan 2010.
Besok, insya allah, datang hari raya Idul Fitri. Kita batalkan puasa, kita datangi lapangan dan masjid-masjid untuk melaksanakan sholat Id. Selanjutnya bersalam-salaman seraya saling mendoakan semoga amalan kita selama bulan Ramadhan diterima oleh Allah Swt serta saling bermaaf-maafan dengan keluarga, saudara, teman dan para tetangga.
Selamat datang Idul Fitri 1 syawal 1431 hijriah, selamat datang Lebaran 10 September 2010. Senang rasanya menantikan saat-saat bersama keluarga besar kembali.
Thursday, September 9, 2010
Saturday, August 28, 2010
Setrika kosku rusak
Aduh, setrikaan kos rusak. Kabelnya keluar percikan api dan bau terbakar kalau ditancepkan ke listrik. Bisa dibetulin ga ya? Beli baru sayang, abis masih lumayan baru, 3 tahunan...
Saturday, July 10, 2010
Roda sang waktu
Entah sudah berapa kali aku mengucapkan "Waduh, sudah tanggal 11 padahal deadline-nya tanggal 21. Mana draftnya belum jadi lagi." Atau " Wah ga terasa bulan depan sudah mau puasa lagi, padahal kayaknya baru kemarin lebaran..."
Mungkin anda juga mengalami hal yang sama seperti saya rasakan, waktu itu kok cepat sekali berlalu. Kita sepertinya belum ngapa-ngapain, eh sudah berganti minggu, bulan, atau tahun. Kondisi itu seringkali menyebabkan penyesalan yang tiada berguna.
Seringkali juga kita berjanji untuk memperbaikinya dengan berkomitmen untuk menggunakan waktu sebaik mungkin, tapi janji tinggal janji. Sekali (lagi), waktu berjalan dan kita masih belum menghasilkan apa-apa. Kalaupun menghasilkan sesuatu, pasti tidak maksimal dengan alasan kita baru melakukannya in the last minutes. Seandainya sejak awal-awal, pasti hasilnya lebih bagus. But, really???
Pengalaman saya, seringkali berkomitmen membagi load kerja/tugas di awal sehingga tidak terburu-buru di akhir, namun tetap saja ga bisa. Selalu mengerjakannya in the last minutes.
Sudah lebih dari 5 buku dan banyak artikel pendek tentang manajemen waktu yang kubaca, namun kebiasan membagi tugas di awal seringkali gagal. Paling-paling hanya bertahan satu-dua-tiga minggu saja, selanjutnya numpuk di belakang.
Pernah baca juga sih, katanya itu adalah style. Ada orang yang baru keluar ide-ide kreatif dan moodnya kalau dalam keadaan tertekan yaitu ketika sudah menjelang deadline. Semua tenaga dan pikiran kayaknya menjadi fokus dan akselerasinya sangat cepat. Tapi ya itu, seringkali ga teliti. Setelah itu ya menyesal, kenapa ga dulu-dulu dicicil sedikit demi sedikit biar ada waktu check and recheck.
Duhai, ada yang bisa membantu bagaimana caranya supaya lebih konsisten mengikuti roda sang waktu. Tidak seperti roller coster yang kadang waktu itu begitu lambat ketika akan naik ke atas, namun sangat cepat ketika turun ke bawah...
Mungkin anda juga mengalami hal yang sama seperti saya rasakan, waktu itu kok cepat sekali berlalu. Kita sepertinya belum ngapa-ngapain, eh sudah berganti minggu, bulan, atau tahun. Kondisi itu seringkali menyebabkan penyesalan yang tiada berguna.
Seringkali juga kita berjanji untuk memperbaikinya dengan berkomitmen untuk menggunakan waktu sebaik mungkin, tapi janji tinggal janji. Sekali (lagi), waktu berjalan dan kita masih belum menghasilkan apa-apa. Kalaupun menghasilkan sesuatu, pasti tidak maksimal dengan alasan kita baru melakukannya in the last minutes. Seandainya sejak awal-awal, pasti hasilnya lebih bagus. But, really???
Pengalaman saya, seringkali berkomitmen membagi load kerja/tugas di awal sehingga tidak terburu-buru di akhir, namun tetap saja ga bisa. Selalu mengerjakannya in the last minutes.
Sudah lebih dari 5 buku dan banyak artikel pendek tentang manajemen waktu yang kubaca, namun kebiasan membagi tugas di awal seringkali gagal. Paling-paling hanya bertahan satu-dua-tiga minggu saja, selanjutnya numpuk di belakang.
Pernah baca juga sih, katanya itu adalah style. Ada orang yang baru keluar ide-ide kreatif dan moodnya kalau dalam keadaan tertekan yaitu ketika sudah menjelang deadline. Semua tenaga dan pikiran kayaknya menjadi fokus dan akselerasinya sangat cepat. Tapi ya itu, seringkali ga teliti. Setelah itu ya menyesal, kenapa ga dulu-dulu dicicil sedikit demi sedikit biar ada waktu check and recheck.
Duhai, ada yang bisa membantu bagaimana caranya supaya lebih konsisten mengikuti roda sang waktu. Tidak seperti roller coster yang kadang waktu itu begitu lambat ketika akan naik ke atas, namun sangat cepat ketika turun ke bawah...
Monday, May 10, 2010
Rasa Malu
Rasa malu dalam konteks akhlak merupakan pendorong kepada kebaikan dan pemaling dari keburukan serta menjauhkannya. Orang yang pemalu mencegah dirinya dari berbuat keburukan atau berkata buruk, menjaga dari cela dan dosa cemoohan. Sehingga dapat dikatakan bahwa malu itu tidak mendatangkan kecuali kebaikan dan seluruhnya adalah kebaikan.
Monday, April 12, 2010
Les Privat
Dalam rangka meningkatkan kemampuan siswa dalam menguasai mata pelajaran sekolah dengan baik, kami menawarkan jasa bimbingan belajar privat (les privat)untuk siswa SMP dan SMU untuk mata pelajaran:
1. Matematika
2. Fisika
3. Kimia
4. Bahasa Inggris
5. Ekonomi
Tentor merupakan mahasiswa dan sarjana dari universitas negeri
Lama pertemuan 1,5 jam setiap pertemuan
Biaya Rp75.000 per sesi
Kontak: sms 0813 845 30778
Jaminan mutu!

source: http://ganesan1989.blogspot.com/2009/04/cartoons-about-life-at-moment.html
1. Matematika
2. Fisika
3. Kimia
4. Bahasa Inggris
5. Ekonomi
Tentor merupakan mahasiswa dan sarjana dari universitas negeri
Lama pertemuan 1,5 jam setiap pertemuan
Biaya Rp75.000 per sesi
Kontak: sms 0813 845 30778
Jaminan mutu!

source: http://ganesan1989.blogspot.com/2009/04/cartoons-about-life-at-moment.html
Saturday, January 2, 2010
Masih ada kesempatan.....
Satu lagi tahun meninggalkan diriku. Satu sisi senang karena diberi kesempatan menggunakan waktu lebih lama, tapi satu sisi sedih karena waktu yang digunakan tersebut tidak optimal. Semestinya lebih banyak hal yang luar biasa yang dapat aku lakukan, dengan waktu segitu itu 24 jam sehari 30 hari sebulan 12 bulan setahun. Dia, mereka, sama juga mendapatkan waktu selama itu. Tidak kurang, pun tidak lebih. Salahku memilih untuk menggunakan waktu untuk kegiatan yang membuaikan, melalaikan, bahkan menjerumuskan yang tidak memberikan manfaat apa-apa yang sesungguhnya bagi diriku. Padahal, sekali lagi waktu yang ada ya segitu-gitu, sama buat semua orang. Ibaratnya masing-masing orang sudah dapat sebuah gelas yang sama persis ukurannya, katakanlah satu liter dan mereka semua mau ga mau harus mengisinya. Tapi disinilah bedanya, yaitu saat mengisinya. Ada yang bijak dan cerdas, mereka mengisi dengan isi yang baik seperti madu, susu, jus, dll yang menyehatkan, memberikan kekuatan, dan memberikan kebahagian. Di lain sisi, ada pula yang mengisinya dengan minuman alkohol, air mentah, bahkan air yang tercemar limbah! Akibatnya mereka mabuk, terbuai, sakit perut, bahkan keracunan.
Tetapi Maha Terpujilah Tuhan Yang Maha Penyayang. Beliau masih memberikan kesempatan kepada kita semua. Sekali lagi, entah setelah berapa kali sekali lagi, memberikan gelas lainnya untuk kita gunakan. Sungguh, benar-benar Yang Maha Pemurah. Beliau tidak pilih-pilih, semua diberi. Baik yang bijak dan cerdas yang mempergunakan gelasnya untuk mengambil yang baik-baik, maupun yang lalai dan tersesat yang mempergunakan gelasnya untuk mengambil sesuatu yang memabukkan, mengandung racun. Beliau masih berkenan memberikan kesempatan sekali lagi. Beliau masih mempercayai kita untuk memanfaatkan gelas yang diberikan-Nya.
Akankah kita masih lalai dan mengabaikan kepercayaan yang diberikan oleh-Nya dengan sangat tulus, tanpa melihat apapun yang sudah kita lakukan. Beliau masih menaruh harapan kepada kita untuk berubah dan mengisi gelas kita dengan minuman-minuman yang sehat dan menguatkan. Bukan untuk Beliau. Beliau sama sekali tidak perlu minuman-minuman yang akan kita isi dalam gelas kita. Beliau adalah yang mempunyai sifat-sifat Maha. Minuman yang akan kita isi dalam gelas kita sendiri adalah untuk bekal perjalanan kita sendiri, baik perjalanan yang panjang di dunia maupun perjalanan yang sangat panjang di akhirat. Jangan sampai kita kehausan, kelelahan tidak bertenaga dikarenakan bekal dalam gelas yang selama ini kita kumpulkan tidak mencukupi atau bahkan justru meracuni kita. Sehingga kita tidak akan pernah sampai ke tempat tujuan.
Tahun ini, 2010, sudah berjalan tiga hari. Itu berarti gelas yang sudah dipergunakan sekitar 0,8% dan kalau dibulatkan sekitar 1%. Jadi sisanya tinggal 99%! Padahal tahun baru seolah-olah baru terjadi kemarin, tapi gelas kita sudah tidak full lagi, sudah terisi 1%. Tapi minuman apa yang sudah diisikan? Minuman yang menguatkankah atau justru yang meracuni?
Dalam perjalanan kita mengisi gelas-gelas kita, Tuhan YM Pemurah telah membekali petunjuk-petunjuk untuk mencari minuman yang menguatkan itu. Tidak cuma petunjuk namun juga alat pendeteksinya, yaitu badan, akal, dan hati. Gunakan itu semua dengan baik, jangan terlena oleh fatamorgana yang menggoda, naik itu menyesatkan dan membuat diri menjadi lemah karena membelokan perjalanan semakin jauh dari tempat tujuan. Padahal kita semua sedang berjalan dalam gurun yang panas. Jadi semakin seseorang tersesat jauh akibat tergoda oleh fatamorgana dunia, maka dirinya akan semakin lelah, kepanasan, dan akan mungkin mati karena mengejar fatamorgana itu.
Jaga keteguhanmu, tetaplah disiplin menjalani perjalanan panjang menuju ke tempat tujuan tersebut. Tidak ada yang tahu seberapa jauh tempat tujuan tersebut. Tapi jika kita dapat membekali diri dengan minuman yang menguatkan dan menyegarkan maka kita akan ringan dan ikhlas, meskipun berjalan menuju tempat tujuan di tengah gurun panas adalah perjalanan yang sangat berat. Semoga kita semua dapat mempergunakan gelas tahun 2010 yang sudah tersisa 99% ini dengan bijaksana dan selamat sampai ke tempat tujuan.
Jakarta, 3 Januari 2010
Tetapi Maha Terpujilah Tuhan Yang Maha Penyayang. Beliau masih memberikan kesempatan kepada kita semua. Sekali lagi, entah setelah berapa kali sekali lagi, memberikan gelas lainnya untuk kita gunakan. Sungguh, benar-benar Yang Maha Pemurah. Beliau tidak pilih-pilih, semua diberi. Baik yang bijak dan cerdas yang mempergunakan gelasnya untuk mengambil yang baik-baik, maupun yang lalai dan tersesat yang mempergunakan gelasnya untuk mengambil sesuatu yang memabukkan, mengandung racun. Beliau masih berkenan memberikan kesempatan sekali lagi. Beliau masih mempercayai kita untuk memanfaatkan gelas yang diberikan-Nya.
Akankah kita masih lalai dan mengabaikan kepercayaan yang diberikan oleh-Nya dengan sangat tulus, tanpa melihat apapun yang sudah kita lakukan. Beliau masih menaruh harapan kepada kita untuk berubah dan mengisi gelas kita dengan minuman-minuman yang sehat dan menguatkan. Bukan untuk Beliau. Beliau sama sekali tidak perlu minuman-minuman yang akan kita isi dalam gelas kita. Beliau adalah yang mempunyai sifat-sifat Maha. Minuman yang akan kita isi dalam gelas kita sendiri adalah untuk bekal perjalanan kita sendiri, baik perjalanan yang panjang di dunia maupun perjalanan yang sangat panjang di akhirat. Jangan sampai kita kehausan, kelelahan tidak bertenaga dikarenakan bekal dalam gelas yang selama ini kita kumpulkan tidak mencukupi atau bahkan justru meracuni kita. Sehingga kita tidak akan pernah sampai ke tempat tujuan.
Tahun ini, 2010, sudah berjalan tiga hari. Itu berarti gelas yang sudah dipergunakan sekitar 0,8% dan kalau dibulatkan sekitar 1%. Jadi sisanya tinggal 99%! Padahal tahun baru seolah-olah baru terjadi kemarin, tapi gelas kita sudah tidak full lagi, sudah terisi 1%. Tapi minuman apa yang sudah diisikan? Minuman yang menguatkankah atau justru yang meracuni?
Dalam perjalanan kita mengisi gelas-gelas kita, Tuhan YM Pemurah telah membekali petunjuk-petunjuk untuk mencari minuman yang menguatkan itu. Tidak cuma petunjuk namun juga alat pendeteksinya, yaitu badan, akal, dan hati. Gunakan itu semua dengan baik, jangan terlena oleh fatamorgana yang menggoda, naik itu menyesatkan dan membuat diri menjadi lemah karena membelokan perjalanan semakin jauh dari tempat tujuan. Padahal kita semua sedang berjalan dalam gurun yang panas. Jadi semakin seseorang tersesat jauh akibat tergoda oleh fatamorgana dunia, maka dirinya akan semakin lelah, kepanasan, dan akan mungkin mati karena mengejar fatamorgana itu.
Jaga keteguhanmu, tetaplah disiplin menjalani perjalanan panjang menuju ke tempat tujuan tersebut. Tidak ada yang tahu seberapa jauh tempat tujuan tersebut. Tapi jika kita dapat membekali diri dengan minuman yang menguatkan dan menyegarkan maka kita akan ringan dan ikhlas, meskipun berjalan menuju tempat tujuan di tengah gurun panas adalah perjalanan yang sangat berat. Semoga kita semua dapat mempergunakan gelas tahun 2010 yang sudah tersisa 99% ini dengan bijaksana dan selamat sampai ke tempat tujuan.
Jakarta, 3 Januari 2010
Friday, December 18, 2009
Celebrating 1 year bike to work
Hari ini pas 1 tahun menggunakan sepeda ke tempat kerja. Menjelang akhir bulan Desember 2008, kuputuskan untuk membeli sepeda sebagai sarana transpotasi untuk ke tempat kerja. Beramai-ramai dengan anggota keluarga, pergilah kami ke Roxy Mas setelah berkunjung dari museum di Kota. Lihat-lihat, akhirnya jatuhlah pilihanku ke sepeda Polygon tipe City Bike. Model yang kupilih adalah Sierra DX dengan harga sekitar Rp1.900.000, paling mahal di kelasnya.

Senang sekali memulai kebiasaan baru naik sepeda. Pas hari pertama naik sepeda ke tempat kerja, baru sekitar 2 kilometer, kepala agak nggeliyeng dan mata berkunang-kunang berasa mau muntah. Sempat kepikir mau pulang lagi saja, ganti naik motor. Tapi hati dikuatkan meskipun jarak masih sekitar 8 kilo lagi dan menghadang fly over di depan. Menjelang naik fly over, kaki kayak gemeteran menggenjot pedal yang seolah tidak mau bergerak. Rasa tengsin alias malu oleh sahutan pejalan kaki di pinggir fly over, "ayo mas, terus...terus, genjot lagi. he..he..he" Entah itu mau ngasih semangat atau mau ngeledekin, tapi aku merasa gak boleh turun dan menuntun sepeda. Puncak sudah sebentar lagi. Dan tidak perlu banyak waktu, puncak fly over Kuningan berhasil kulalui. Sepedaku meluncur cepat menuju jalan turunan, kurasakan nikmatnya menaklukan fly over di hari pertamaku naik sepeda.
Sampai di tempat kerja, kuletakkan sepedaku di tempat parkir khusus sepeda yang sudah tersedia. Nafasku masih ngos-ngosan, keringat masih mengalir seolah enggan berhenti. Teman-temanku yang sesama naik sepeda memberikan selamat, Welcome to the club. Sementara teman-teman lain yang tidak naik sepeda, ketawa-tawa ketika kuceritakan pengalamanku ketika naik fly over dengan sorakan pejalan kaki, "ayo mas dikit lagi".
Sorenya waktu pulang kerja aku mikir sebaiknya jangan lewat fly over dulu. Cukup dulu hari pertama naik sepeda lewat track itu, cari alternatif lain . Muter agak jauh, tapi berhasil menghindari fly over. Namun sayangnya aku tidak tahu kalau sebenarnya sepanjang jalan pulang itu naik ke atas. Makanya kok nggenjot pedal sepeda ini rasanya berat banget, kerasa banget nafas sampe mengi. Kebetulen aku punya penyakit asthma. Ngik...ngik begitu bunyinya. Selanjutnya beberapa track naik di depan lainnya berhasil dilalui hingga selamat sampai di rumah. Hoa cape sekali, hari pertama naik sepeda.
Gimana besok, masih mau naik sepeda lagi? Well, karena aku punya prinsip kebiasan baru paling tidak harus diulang-ulang selama 30 hari nonstop supaya bisa melekat maka sampai hampir 3 minggu ke depan aku terus naik sepeda tiap hari ke kantor yang jaraknya kurang lebih 10 kilometeran dari rumah. Belum sebulan penuh, akhirnya masuk rumah sakit. he..he..he.. dan opname. Tapi sampai sekarang, setahun sesudahnya aku masih belum tahu, apakah gara-gara sepedaan tiap hari ke kantor atau karena hal lainnya. Karena waktu itu selama 4 hari berturut-turut aku pulang pergi Jkt-Sby-Jkt-Sby tanpa istrirahat karena kakekku kecelakaan hingga akhirnya meninggal.
Setelah setahun berlalu, jalur ke kantor rasanya ringan saja, meskipun ya capek juga kalau terlalu malam pulangnya. Efeknya ke badan banyak sekali. Aku jarang pilek, batuk, atau flu yang dulu hampir tiap bulan atau bahkan 2 minggu sekali pasti mampir. Lainnya paha lebih kenceng dan singset. Lainnya lagi nafas lebih lega, padahal aku punya penyakit asthma. Efek negatif lainnya kulit lebih item. he..he..he. Tapi ini juga karena kontribusi renang siang-siang di Cilandak. But overall, sepedaan ke kantor sangat menyenangkan dan memberikan manfaat yang banyak buat aku. Tidak perlu mahal-mahal ikut gym kayak dulu di Fitness First yang sebulan fee-nya sampai 400 ribu lebih dan harus mengalokasikan waktu paling tidak 1-2 jam, sekarang sekalian berangkat pulang kantor sudah sekaligus olahraga. Mana kalau lagi macet, bisa lebih cepat dibandingkan dengan naik kendaraan. Intinya sepedaan is the best for me.
Btw dengan tipe city bike ini, rasanya pas banget dengan kebutuhanku. Tidak perlu repot-repot bawa tas di punggung karena bisa ditaruh dikeranjang depan. Selain itu, kita juga bisa menaruh jas hujan dan bag cover di keranjang untuk jaga-jaga kalau hari hujan.

Dengan bahan yang sangat ringan, yaitu alloy frame, memudahkan untuk diangkat kalau kita ingin berganti jalur saat macet. Ringan banget. Selain itu, walaupun modelnya city bike istilah kerennya, tampangnya sih mirip sepeda bibi-bibi ke pasar, dilengkapi juga dengan rear hub R-nexus 3, sehingga kita bisa mengganti speed sampai 3 kecepatan. Walaupun sih jarang banget pakai 3 karena beraat banget.
Kelemahan sepeda ini adalah untuk standarnya dia lemah banget jadi sering jatuh. Mungkin karena bodynya yang ringan banget sehingga kepala setirnya sering terbalik. Selain itu karena ada rear hub internal, sepeda ini tidak bisa dipasang standar yang berdiri. Jadi untuk amannya selalu parkirlah dengan menyandarkan sepeda ini di tiang, pohon, atau tembok. Mungkin itu saja. Kalau rear hub, meskipun berat buat aku sih justru keuntungan buat melatih kaki dengan speed yang berat, terutama pas tracking menanjak.
Overall, sepedaan adalah sesuatu yang mengasyikkan, menyehatkan, menghematkan, menambah teman, dan menambah kegembiraan keluarga karena bisa bareng-bareng ke taman naik sepeda. Buat yang takut hitam terutama cewek, bisa pakai sun block atau baju panjang. Tapi jangan takut sepedaan ya. Dan yang terakhir, join dengan Bike to Work!

Senang sekali memulai kebiasaan baru naik sepeda. Pas hari pertama naik sepeda ke tempat kerja, baru sekitar 2 kilometer, kepala agak nggeliyeng dan mata berkunang-kunang berasa mau muntah. Sempat kepikir mau pulang lagi saja, ganti naik motor. Tapi hati dikuatkan meskipun jarak masih sekitar 8 kilo lagi dan menghadang fly over di depan. Menjelang naik fly over, kaki kayak gemeteran menggenjot pedal yang seolah tidak mau bergerak. Rasa tengsin alias malu oleh sahutan pejalan kaki di pinggir fly over, "ayo mas, terus...terus, genjot lagi. he..he..he" Entah itu mau ngasih semangat atau mau ngeledekin, tapi aku merasa gak boleh turun dan menuntun sepeda. Puncak sudah sebentar lagi. Dan tidak perlu banyak waktu, puncak fly over Kuningan berhasil kulalui. Sepedaku meluncur cepat menuju jalan turunan, kurasakan nikmatnya menaklukan fly over di hari pertamaku naik sepeda.
Sampai di tempat kerja, kuletakkan sepedaku di tempat parkir khusus sepeda yang sudah tersedia. Nafasku masih ngos-ngosan, keringat masih mengalir seolah enggan berhenti. Teman-temanku yang sesama naik sepeda memberikan selamat, Welcome to the club. Sementara teman-teman lain yang tidak naik sepeda, ketawa-tawa ketika kuceritakan pengalamanku ketika naik fly over dengan sorakan pejalan kaki, "ayo mas dikit lagi".
Sorenya waktu pulang kerja aku mikir sebaiknya jangan lewat fly over dulu. Cukup dulu hari pertama naik sepeda lewat track itu, cari alternatif lain . Muter agak jauh, tapi berhasil menghindari fly over. Namun sayangnya aku tidak tahu kalau sebenarnya sepanjang jalan pulang itu naik ke atas. Makanya kok nggenjot pedal sepeda ini rasanya berat banget, kerasa banget nafas sampe mengi. Kebetulen aku punya penyakit asthma. Ngik...ngik begitu bunyinya. Selanjutnya beberapa track naik di depan lainnya berhasil dilalui hingga selamat sampai di rumah. Hoa cape sekali, hari pertama naik sepeda.
Gimana besok, masih mau naik sepeda lagi? Well, karena aku punya prinsip kebiasan baru paling tidak harus diulang-ulang selama 30 hari nonstop supaya bisa melekat maka sampai hampir 3 minggu ke depan aku terus naik sepeda tiap hari ke kantor yang jaraknya kurang lebih 10 kilometeran dari rumah. Belum sebulan penuh, akhirnya masuk rumah sakit. he..he..he.. dan opname. Tapi sampai sekarang, setahun sesudahnya aku masih belum tahu, apakah gara-gara sepedaan tiap hari ke kantor atau karena hal lainnya. Karena waktu itu selama 4 hari berturut-turut aku pulang pergi Jkt-Sby-Jkt-Sby tanpa istrirahat karena kakekku kecelakaan hingga akhirnya meninggal.
Setelah setahun berlalu, jalur ke kantor rasanya ringan saja, meskipun ya capek juga kalau terlalu malam pulangnya. Efeknya ke badan banyak sekali. Aku jarang pilek, batuk, atau flu yang dulu hampir tiap bulan atau bahkan 2 minggu sekali pasti mampir. Lainnya paha lebih kenceng dan singset. Lainnya lagi nafas lebih lega, padahal aku punya penyakit asthma. Efek negatif lainnya kulit lebih item. he..he..he. Tapi ini juga karena kontribusi renang siang-siang di Cilandak. But overall, sepedaan ke kantor sangat menyenangkan dan memberikan manfaat yang banyak buat aku. Tidak perlu mahal-mahal ikut gym kayak dulu di Fitness First yang sebulan fee-nya sampai 400 ribu lebih dan harus mengalokasikan waktu paling tidak 1-2 jam, sekarang sekalian berangkat pulang kantor sudah sekaligus olahraga. Mana kalau lagi macet, bisa lebih cepat dibandingkan dengan naik kendaraan. Intinya sepedaan is the best for me.
Btw dengan tipe city bike ini, rasanya pas banget dengan kebutuhanku. Tidak perlu repot-repot bawa tas di punggung karena bisa ditaruh dikeranjang depan. Selain itu, kita juga bisa menaruh jas hujan dan bag cover di keranjang untuk jaga-jaga kalau hari hujan.

Dengan bahan yang sangat ringan, yaitu alloy frame, memudahkan untuk diangkat kalau kita ingin berganti jalur saat macet. Ringan banget. Selain itu, walaupun modelnya city bike istilah kerennya, tampangnya sih mirip sepeda bibi-bibi ke pasar, dilengkapi juga dengan rear hub R-nexus 3, sehingga kita bisa mengganti speed sampai 3 kecepatan. Walaupun sih jarang banget pakai 3 karena beraat banget.
Kelemahan sepeda ini adalah untuk standarnya dia lemah banget jadi sering jatuh. Mungkin karena bodynya yang ringan banget sehingga kepala setirnya sering terbalik. Selain itu karena ada rear hub internal, sepeda ini tidak bisa dipasang standar yang berdiri. Jadi untuk amannya selalu parkirlah dengan menyandarkan sepeda ini di tiang, pohon, atau tembok. Mungkin itu saja. Kalau rear hub, meskipun berat buat aku sih justru keuntungan buat melatih kaki dengan speed yang berat, terutama pas tracking menanjak.
Overall, sepedaan adalah sesuatu yang mengasyikkan, menyehatkan, menghematkan, menambah teman, dan menambah kegembiraan keluarga karena bisa bareng-bareng ke taman naik sepeda. Buat yang takut hitam terutama cewek, bisa pakai sun block atau baju panjang. Tapi jangan takut sepedaan ya. Dan yang terakhir, join dengan Bike to Work!
Subscribe to:
Posts (Atom)