Friday, October 24, 2008

Akibat Kurang Tidur

Banyak orang menganggap kurang tidur merupakan hal biasa padahal menurut sebuah penelitian dari Universitas Pennsylvannia, kekurangan tidur sama berbahaya dengan tidak tidur.

Para peneliti menemukan orang yang tidur hanya empat sampai enam jam per malam bereaksi lebih lambat dibanding mereka yang tidur selama delapan jam. Kondisi ini juga sama pada mereka yang tidak tidur selama dua malam walaupun mereka mengatakan tidak merasa lelah padahal ini adalah awal dari sebuah masalah.

Menurut penelitian orang dewasa membutuhkan tidur selama delapan jam dalam satu hari. Jumlah ini akan bervariasi dari satu orang ke orang lain tergantung jumlah kegiatan yang dilakukan.

Penelitian yang dilakukan pada 48 orang dewasa sehat yang berumur 21 sampai 38 tahun, usia dimana paling dikaitkan dengan kekurangan tidur akibat tuntutan pekerjaan.

Kekurangan tidur mungkin tidak terlalu berpengaruh pada penampilan rutinitas sepanjang hari namun dapat memicu masalah fisik seperti:

Obesitas: Tidur memegang peranan dalam kemampuan tubuh untuk mengeluarkan neurohormon karena ketika jumlah pengeluaran hormon menurun, kesempatan bertambah berat badan meningkat.

Tekanan darah: Tekanan darah secara alami akan turun selama tidur. Namun akibat kekurangan tidur dapat memicu hipertensi dan masalah kardiovaskular.

Diabetes: Kemampuan tubuh menggunakan insulin dapat terganggu akibat kekurangan tidur sehingga memicu diabetes.

Menurut National Sleep Foundation dalam sebuah polling tahun 2002 di Amerika ditemukan sebanyak 47 juta orang dewasa tidak mendapatkan jumlah minimal tidur yang mereka butuhkan setiap malam.

Naah...jangan sepelekan istirahat ya..Mari kita coba atur porsi bekerja dan istirahat kita sebaik mungkin agar terhindar dari penyakit di kemudian hari.

Tips Agar Tidak Ngantuk Akibat Kurang Tidur

Kiat Agar tidak mengantuk akibat kurang tidur

Besok Ujian belum sempat ada persiapan, akhirnya begadang ga tidur semaleman, atau besok ada presentasi tapi lupa belum buat apa yang harus dipresentasikan besok, akhirnya lembur sampai pagi dan paginya tempur sampai sore lagi. Pemandangan seperti itu ga lagi asing di kalangan mahasiswa, pelajar dan kalangan lain. Kondisi tersebut mengakibatkan banyak yang menyepelekan waktu istirahat dan makan yang bergizi. Tak khayal banyak yang drop akibat ulah mereka sendiri, dari insomnia tingkat rendah sampai hepatitis, gangguan liver dan penyakit lain yang berbahaya sebenarnya mengincar tubuh yang terlalu diporsir tanpa memperhatikan porsi istirahat dan pola makan yang sehat.
Padahal masalah yang paling kecil akibat gangguan tidur atau kurang tidur satu malam saja paling tidak dapat membuat emosi tidak stabil, mengantuk, lesu, loyo, rentan kecelakaan dll. Kabar baiknya, seperti dikutip di suatu majalah ada 4 cara mencegah kantuk dan lelah akibat kurang tidur. antara lain:

1. Tidur siang dengan cara tepat
Ada pendapat mengatakan bahwa tidur kurang dari 30 menit di siang hari dapat membuat tubuh terasa lebih lelah lagi dibanding tidak tidur siang sama sekali. Hasil temuan di Harvard University mengungkapkan, tidur siang 1-1,5 jam di penghujung siang dapat membuat pikiran lebih jernih.
2. Posturkan Tubuh dengan baik dan benar
Tak sempat tidur siang? Coba posturkan tubuh dengan baik, jika anda dalam keadaan duduk, duduk lah dengan tegak. Postur tubuh yang buruk akan melelahkan otot, ligament, dan sendi harus bekerja lebih keras dibanding ketika tubuh lurus secara tepat. Lelah tambahan ini juga menurunkan aliran darah dan oksigen ke otak sampai 30%
3. Menguyah
Mengunyah makanan setiap 2 jam sekali. Hal ini ternyata membantu gula darah tetap stabil. Hasilnya, kadar energi tetap tinggi sepanjang hari. Makanan yang baik untuk dikonsumsi adalah makanan tinggi protein dan hindari makanan berkadar gula tinggi, makanan bergula cepat membangkitkan energi tapi cepat turun lagi sehingga membuat tubuh lebih lelah dibanding sebelumnya.
4. Latihan Pernapasan
Menghela nafas dalam 30 detik. Mengisi paru dari atas sampai dasar membantu membuat tubuh tetap jaga karena mengisi darah dengan oksigen.

Tak lepas dari mendoping diri dengan makanan yang bergizi, setidaknya dengan 4 trik tadi dapat mengusir rasa “lungkrah” yang disebabkan oleh kurang tidur.

Wednesday, October 22, 2008

BI Suntik Rp 7 T ke Bank Indover

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) akhirnya memutuskan menyelamatkan Bank Indover yang dibekukan di Belanda karena kesulitan likuiditas. BI berencana menyuntikkan dana Rp 7 triliun atau EUR 546 juta di salah satu anak usahanya itu. Dana tersebut bakal digunakan untuk membeli semua kewajiban pihak ketiga Indover yang nyaris kolaps akibat dampak krisis global.

Hal itu merupakan hasil rapat tertutup antara BI dan Komisi XI DPR tadi malam. Hadir dalam rapat itu Gubernur BI Boediono, Deputi Gubernur Muliaman D. Hadad, dan Deputi Gubernur Siti Fadjrijah. Dari pemerintah, hadir Menkeu sekaligus Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati.

Sebelumnya DPR juga menggelar rapat dengan jajaran komisaris dan dewan direksi Indover. Mereka adalah Komut Indover Subarjo Joyosumarto serta dewan direksi Peter van der Voort van Zyp, Chairi Hakim, dan Goegoen Roekawan. Perwakilan BI di Belanda Arta Bisman juga hadir. Namun, rapat tadi malam belum menemukan kesepakatan apa pun.

Wakil Ketua Komisi XI Endin J. Soefihara mengatakan, DPR belum bisa mengambil keputusan. Menurut dia, ada UU yang melarang BI melakukan penyertaan modal. Namun, penyertaan modal bisa dilakukan asal mendapat lampu hijau dari parlemen karena kondisinya urgen. "Tapi, masih akan kita lihat dulu karena infonya belum lengkap. DPR harus banyak tahu dulu," ujarnya tadi malam (22/10).

Dia menambahkan, angka yang diajukan bank sentral juga belum final. "Itu masih hitungan sementara, hanya kewajiban. (Angkanya) bisa lebih besar atau kecil," tuturnya

BI semestinya tidak bisa menyuntikkan dana. Sebab, UU 3/2004 tentang BI menyebutkan bahwa bank sentral mesti melepas anak usahanya. Anak usaha BI lainnya adalah PT BPUI (Bahana Pembinaan Usaha Indonesia). Namun, dalam dokumen rapat dari BI sebelumnya disebutkan bahwa suntikan dana ke Indover tetap diiringi rencana bisnis yang matang yang bermuara pada divestasi Indover.

Ditanya soal penyuntikan dana, Boediono masih enggan berkomentar. "Belum ada keputusan," kata guru besar FE UGM itu singkat. Sri Mulyani juga tidak memberikan statemen apa pun.

Anggota Komisi XI Dradjad Wibowo mengatakan, penyuntikan dana BI ke Indover mirip bantuan likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Memang, kata legislator PAN itu, nilainya jauh lebih kecil daripada suntikan BLBI yang bernilai ratusan triliun. "Namun, konsekuensi hukumnya sama. Presiden harus berani bertanggung jawab," ujarnya.

Karena konsekuensi hukum itulah, mestinya keputusan soal jadi-tidaknya suntikan dana dari BI dicermati terlebih dahulu. Apalagi, belum ada kejelasan bagaimana sebenarnya kondisi keuangan bank yang sudah berkali-kali hampir diakuisisi bank lokal tapi tak pernah terwujud itu.

"DPR belum tahu pasti soal aset dan kewajiban yang ada. Jika dilikuidasi, kerugian finansial BI cukup besar. Karena itu, sebaiknya presiden saja yang menulis surat kepada DPR, meminta Indover diselamatkan dengan alasan yang jelas," katanya.

Tanpa pertanggungjawaban DPR, sulit bagi parlemen untuk mengambil keputusan merestui rencana penyertaan dana dari BI. "Waktu BI menyimpan dana nggak bilang ke DPR, tapi begitu ada masalah langsung datang ke kita," kritik Dradjad. Dalam dokumen rapat, BI menyebut dana cadangan mereka kini cukup kuat sehingga tidak terpengaruh jika menyuntik EUR 546 juta.

Sementara itu, manajemen Indover kemarin mengumumkan rencana mencari pinjaman jangka pendek dari pasar uang Eropa dan Arab. "Sumber di Eropa ada, Arab ada, tapi saya nggak ingat detailnya," ujar Direktur Indover Belanda Nana Supriana.

Sebenarnya, Indover memiliki kinerja cukup baik sebelum dibekukan otoritas bank di Negeri Bunga Tulip itu. Manajemen Indover beralasan, turbulensi finansial global membuat bank tersebut kesulitan likuiditas.

Pada Agustus 2008, Indover tercatat membukukan laba EUR 2 juta dengan rasio kecukupan modal (CAR) 18,43 persen. Pendapatan bunga bersih (net interest income) meningkat 44,3 persen, dan aset juga mendaki 2 persen per bulan.

Namun, krisis finansial global membuat bank peserta transaksi repo mulai mengurangi fasilitas ke Indover. Itu karena nilai surat berharga yang dijaminkan merosot. Mayoritas pemain pasar uang di Eropa juga menahan likuiditasnya. Semua itu membuat kondisi likuiditas di pasar keuangan kian seret.

Ambruknya Lehman Brothers, Merrill Lynch, AIG, Fannie Mae, Freddie Mac, dan sejumlah lembaga finansial di pasar global membuat Indover makin kelimpungan. Bank-bank peserta repo pun enggan memperpanjang likuiditasnya. Selain itu, pasar uang overnight mulai ditutup dan penjualan surat berharga tidak menjadi pilihan bijak karena harganya sudah ambles.

Kemudian pada 19 September, Indover berkirim surat ke BI untuk meminta agar otoritas moneter itu membuka money market agar brankas mereka kembali dibasahi likuiditas. Namun, BI menolak surat permohonan anak usahanya itu dengan alasan bank sentral tidak bisa melakukan transaksi pasar uang dengan anak usahanya.
Pada 6 Oktober, likuiditas Indover sangat parah dengan posisi yang tidak dapat ditangani mencapai USD 92 juta. Indover lalu meminta BI berkirim surat ke Bank Sentral Belanda tentang kebutuhan bantuan darurat. Namun, BI tidak memberikan surat yang dimaksud ke otoritas bank di Belanda.

Alhasil, Indover dinyatakan gagal bayar (default) atas kewajiban USD 92 juta. Pada 7 Oktober, Pengadilan Belanda memutuskan membekukan kegiatan operasional Indover. Dana bank pelat merah juga banyak nyangkut di Indover.

Dana BRI, Bank Mandiri, dan BNI, lewat pinjaman antarbank masih tersangkut USD 145 juta. Terakhir, Bank Lippo mengatakan dananya nyangkut USD 5 juta. Selain itu, sejumlah bank nasional masih punya dana yang tertanam di Indover. (sof/eri/yun/oki)

Kamis, 23 Oktober 2008
Jawapos.co.id

Diambang Krisis Air Sehat

29 Jun 2007
Akses air bersih baru dimiliki 40 persen warga kelas menengah di perkotaan
Air merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Mengkonsumsi air layak minum merupakan syarat mutlak seorang manusia bisa melanjutkan hidup. Tapi, pernahkah terpikirkan bahwa kita akan kesulitan bisa mendapatkan air bersih dan air layak minum? Air bersih dan air layak minum merupakan dua hal yang berbeda. Tidak semua air bersih layak untuk diminum. Tapi, air yang layak minum bisa dipastikan merupakan air bersih. Mendapatkan air bersih di kota besar bukan hal mudah. Sebagian besar sumber air telah terkontaminasi bakteri. Sedangkan, masyarakat miskin hanya mampu menggunakan air sungai yang kotor dan berbau. Buruknya kondisi air di kota besar dibuktikan dari hasil penelitian Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), pada 2004. Aktivis Walhi, Dinar Rani Setiawan, menyebut pemantauan terhadap 48 sumur di Jakarta menunjukkan, hampir sebagian besar telah mengandung bakteri coliform dan fecal coli. Persentase sumur yang telah melebihi baku mutu untuk parameter Coliform di seluruh Jakarta cukup tinggi, yaitu 63 persen pada bulan Juni dan 67 persen pada bulan Oktober. Selain bakteri Coliform, kandungan besi (Fe) di sejumlah sumur (27 persen) juga melebihi baku mutu. Pada Oktober persentasenya naik lagi jadi 33 persen. Untuk parameter detergen (MBAS), persentase jumlah sumur yang melebihi baku mutu di DKI Jakarta sebesar 29 persen, pada Juni dan meningkat menjadi 46 persen pada Oktober 2004. Selain itu, berdasar laporan perkembangan pencapaian MDG Indonesia, pada Februari 2004, disebutkan, hampir 80 persen masyarakat Indonesia menggunakan sumber air yang kemungkinan besar telah terkontaminasi oleh bakteri. Hal ini disebabkan lokasi sumber air tidak memperhitungkan jarak dari tempat pembuangan tinja. Sejauh ini, ada pandangan bahwa air perpipaan dianggap masih belum terlalu parah terkontaminasi. Sayangnya, hanya sekitar 40 persen rumah tangga yang mendapat suplai dari PDAM. Ini pun didominasi masyarakat kelas menengah ke atas, serta tinggal di wilayah perkotaan. Di daerah pedesaan, PDAM hanya melayani sekitar 10 persen saja. Padahal, kualitas air PDAM juga belum memenuhi standar kualitas air minum. Jaringan perpipaan yang kurang baik mengakibatkan air PDAM juga telah terkontaminasi bakteri dan kotoran. Menurunnya kualitas air tanah di perkotaan tidak lepas dari belum baiknya aspek sanitasi. Laporan perkembangan pencapaian MDG Indonesia, pada Februari 2004, menyebutkan akses ke fasilitas sanitasi dasar yang dimiliki masyarakat Indonesia hanya 64 persen. Data inipun tidak mengindikasikan kepemilikan, melainkan hanya menggambarkan penggunaan fasilitas umum maupun pribadi. Selain itu, data tidak menjelaskan kondisi fasilitas sanitasi. Apa masih dalam kondisi baik atau buruk. Sebagian besar fasilitas sanitasi belum dilengkapi pengolahan yang memadai, untuk mencegah tercemarnya air tanah. Semestinya sanitasi tidak sekedar sarana melepas hajat. Fasilitas sanitasi yang baik dan aman harus melibatkan upaya drainase, pengumpulan tinja, maupun pembuangan dan pengelolaan dengan teknis tertentu. Menurut Walhi, pada 2004, hanya 400 dari sekitar 4 ribu industri di Jakarta yang mengelola limbahnya. Selain itu, tidak ada sistem sanitasi di Jakarta, yang membuat air limbah seluruhnya dibuang ke sungai. Hanya sekitar 2 persen air limbah di Jakarta mengalir ke instalasi pengolah air limbah, yang umumnya hanya melayani gedung perkantoran dan sejumlah perumahan. Sekitar 39 persen warga Jakarta memiliki septic tank, dan 20 persen menggunakan lubang WC biasa (pit latrines). Investasi pemerintah dalah hal sanitasi juga minim. Catatan World Bank, Water and Sanitation Program menyebutkan, hingga 2006, investasi yang diberikan pemerintah hanya Rp 200 /orang/tahun. Padahal jika investasi untuk infrastruktur sanitasi sebesar Rp 51.254/orang/tahun, diperkirakan akan mengurangi biaya kesehatan antar 6-19 persen. Termasuk biaya pengobatan sebesar 2-5 persen. Kondisi air dan sanitasi yang buruk, berdasar pengukuran Disability Adjusted Life Years (DALY), menyumbang 5,7 persen dari total beban penyakit. Diare yang disebabkan buruknya kndisi air dan sanitasi, menjadi penyebab kematian yang cukup besar. Catatan WHO 2001, menyebut kematian di seluruh dunia mencapai 2,1 juta. Dari jumlah itu, 90 persen di antaranya adalah anak-anak. Dengan adanya gejala pemanasan global, krisis air sehat kemungkinan akan bertambah parah. Tidak sekadar kualitas air yang sudah tercemar bakteri dan kotoran, kemarau panjang diperkirakan akan mengancam sejumlah wilayah Indonesia. Laporan kelompok kerja II dibawah IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) menyebutkan Indonesia akan mengalami penurunan curah hujan di kawasan selatan. Artinya wilayah Jawa, Sumatra, diperkirakan akan mengalami musim kemarau yang panjang. Dengan kondisi saat ini, perlu dicarikan solusi terbaik agar kualitas air tetap bisa terjaga dengan baik. Kesadaran akan makin minimnya air sehat selayaknya menjadi perhatian semua pihak. Langkah yang dibutuhkan sekarang bukan lagi kampanye tapi harus ada kebijakan yang sungguh-sungguh soal pengelolaan air, limbah, dan sanitasi. dwo/berbagai sumber Fakta Angka Rp 51.254 biaya investasi infrastruktur sanitasi per orang per tahun. ( )


Sumber: depkes.go.id

Cek Air Tanah

Tanya
Moms, dimana tepatnya aku bisa cek air tanah aku ya ? Aku pernah denger di Bendungan Hilir, tapi dimana tepatnya tidak tau ? Trus selain sample air tanahnya, aku harus bawa apa lagi ? Sample nya juga bawa berapa banyak ? Trus biaya nya berapa dan berapa hari hasilnya ? (Mi)

Jawab
Mbak, Beberapa waktu lalu aku juga ngecek air tanahku di PDAM daerah Bendungan Hilir, tepatnya di daerah pejompongan. Alamat tepatnya kurang tau, waktu itu aku naik taksi, trus bilang aja ke PDAM Pejompongan, sampai disana banyak kantor PDAM, tanya ke satpam, lab-nya sebelah mana. Air yang dibawa 1500 liter (satu botol aqua gede), biaya untuk tes standar / kimia (amoniak, zat besi, dll) Rp 40.000, trus kalau nambah tes bakteri (tes biologis) biayanya nanbah Rp 30.000. Waktu itu aku minta dites semua, biayanya habis 70 ribu. Kita bisa dapat hasilnya 7 hari atau 10 hari. Nanti dikasih tau kapan musti ngambilnya, dan dikasih tau pula bahwa air tsb tergolong layak atau tidak, pokoke hasilnya lengkap banget. Lab itu bukanya pagi jam 08.30.

Hasilnya waktu itu aku dapat formulir yang isinya rincian yang di tes (lumayan banyak dari mulai amoniak, zat besi, nitrat, so4 dlll). Disitu ada batas normalnya berapa, dan air kita itu masuk batas normal apa tidak, disitu disebutkan. Demikian juga dengan tes bakteri dan mikrobiologi. Hasilnya itu bisa dibawa pulang, mana tau mau beli filter air, dari hasil itu suplier filter air bisa milihin produknya (lumayan mahal ternyata harga filter air). Waktu itu hasil tes air tanahku dinyatakan kurang layak minum (tapi masih bisa buat nyuci ato mandi, kalau terpaksa) karena zat besinya terlalu tinggi, jadi kalau dipanasin berubah warna jadi kekuningan. Sebenernya kurang bagus juga buat nyuci baju yang berwarna putih, bisa bikin baju kuning. padahal kalau dilihat kasat mata airku jernih. Berhubung zat besi airku tinggi sekali (normalnya 1,0 tapi airku sampe 3,0), aku sempet nanya-nanya soal filter air. Ternyata kalau udah terlalu tinggi agak susah juga, filternya jadi sering rusak dan musti diganti. Padahal harga filternya sendiri sekitar 3-4 jutaan. Akhirnya tiap minggu kita bela-belain ngangkut air dari rumah nenek di Ahmad Yani untuk persediaan 5 hari. Kalau mandi ato nyuci, masih pake air itu (so far gak ada masalah ama kulit, dan lagi dari hasil periksa air semua masih normal kecuali zat besi itu), paling kalau singlet, underwear, ato baju putih suami dicuci di rumah nenekku itu, biar gak cepet kuning. Itulah kalau rumah belum ada PAM, agak repot juga (paling nanti rencananya mo ganti sumur aja, di bor lagi. ato ngajakin satu RT, minimal 10 rumah biar PAM mau pasang tapi, anehnya kata tetanggaku air mereka baik² saja. memang sih kalau dilihat kasat mata jernih, tapi mungkin mereka belum pernah periksain (Re)

Airku air tanah (dan selama ini tidak minat ke PAM.). Memang pakaian putih suka cepet jadi butek, kirain karena si mbak rendam berlama² dulu baru dicuci. Kirain itu lumpur halus yang mengendap ke baju, ternyata zat besi ya? Terus kalau misalnya yang masih bisa difilter, itu yang besinya sampai kadar berapa ? Terus lagi, katanya bisa cek kualitas air di Sucofindo juga ya ? Apakah harganya sama untuk item yang sama ? (Ri)

Mbak, aku kurang ngerti juga apakah yang mengendap itu lumpur halus atau zat besi, soalnya kalau air tanahku itu dilihat kasat mata jernih & bersih. tapi, pas suatu hari aku masak sampe mendidih kok tiba-tiba berubah warna agak kekuningan, padahal sebelumnya gak pernah. mungkin bisa jadi karena pipa sumurnya udah karatan karena udah tua, ato karena sekarang musim kemarau, tapi yang jelas begitu tau aku langsung cek takut kenapa-napa dan ternyata beneran, zat besinya terlalu tinggi. Sebaiknya mbak periksakan aja, apakah itu lumpur halus atau zat besi. Kalau gak salah kadar zat besi yang diatas normal sedikit. Normalnya kan dibawah 1,0, Yang bisa difilter itu kalau gak salah 1,0 lebih dikit, gak sampe 3,0 kayak air tanahku, parah bener ya ? Aku dulu pernah niatan untuk cek di Sucofindo, tapi setelah aku tanya teman sekantor, katanya sucofindo gak bisa tuh, dan aku juga dapat rekomendasi untuk ngecek air di PDAM pejompongan ini dari teman kantorku itu. Jadi, aku gak ngerti juga gimana prosedurnya untuk periksa air di Sucofindo ini. Kalu gak salah pernah ada moms yang menginformasikan deh? (Re)

Bisa cek air dari pembahasan sebelumnya yang di Jakarta testnya di Sucofindo, tapi sorry no telpnya lupa, aku harus cari dulu, kalau ngak salah biayanya utk Rp.250.000 (Ni)

Katanya PDAM yg di Pejompongan udah nggak terima utk tes air tanah tuh. Ini info dari milis sebelah :
Selain Sucofindo, tempat yg relatif murah di BPOM (Badan Pengawas Obat & Makanan), Jl. Percetakan Negara, Jakpus.
Bawa sample airnya 1,5 liter.
Biayanya tidak sampai Rp 100.000 (kalau tidak salah Rp 75.000)
Hasilnya 1 bulan setelah sample diterima.(Wn)



2004-01-05 15:11:39
Sumber: dunia-ibu.org

Arang Batok: Penjernih Air

Mencari air jernih untuk diminum memang sudah semakin sulit, yang alami mungkin hanya ada di mata air di gunung dan di oase di gurun. Air jernih pun akhirnya menjadi produk industri hingga kata generik ‘aqua’ pun menjadi paten industri, ah jangan sampai kata ‘air’ menjadi merek dagang pula. Fungsi air untuk diminum pun akhirnya dilebih-lebihkan untuk kepentingan komersial, seperti yang diulas oleh Priyadi tentang ‘Khasiat’ Air Hexagonal.

Padahal kebutuhan utama manusia terhadap air untuk diminum hanya satu, yaitu ‘air jernih’, jernih menurut warna dan jernih menurut proporsi kandungan mineral yang terlarut di dalamnya. Dalam tubuh air berfungsi sebagai pelarut, sebagai carrier pembawa zat-zat lain yang harus diedarkan ke seluruh tubuh dan banyak lagi fungsi dan manfaat lainnya.

Dengan semakin kotornya air minum, baik dari sumur timba, sumur pompa ataupun air-supply-nya PDAM, kini semakin banyak keluarga mengurangi konsumsi air tersebut sebagai air minum dan digantikan dengan membeli ‘air jernih’ hasil proses industri dalam gelas atau botol plastik.

Sebenarnya, air jernih dari sumur untuk diminum masih bisa didapatkan dengan proses penjernihan saat memasaknya, yaitu dengan meletakkan arang batok (tempurung kelapa) di dalamnya (segenggam arang batok sudah lebih dari cukup untuk memasak satu panci air), sebaiknya arang batok dibungkus dahulu dengan kain putih bersih. Selama air dipanaskan hingga mendidih arang batok akan bekerja menyerap zat-zat yang mengotori air, juga menyerap bau serta warna sehingga menghasilkan air jernih yang siap diminum (didinginkan dulu ya, jangan minum air mendidih!).

Manfaat air jernih yang lain yang tidak berhubungan adalah untuk mengusir lalat, yaitu dengan cara menyimpannya dalam plastik bening dan digantung, biasanya digantung di dapur atau di atas meja makan. Mungkin nanti ada yang menjual bola kaca berisi air sebagai pengusir lalat yang bisa dipakai di atas meja makan tanpa merusak pandangan dan suasana.

Tambahan:

arang batoknya dibungkus kain dulu yah…?
sebenarnya prinsip arang batok ini tadinya kan untuk absorbent seperti halnya carbon active, yang gunanya menyerap warna dan bau karena karakteristik arang yang high porosity, cuma masyalahnya kenafa musti dibungkus dulu, ada baiknya sih, proses penjernihan terpisah dari proses penggodogan (asal kata “ngagodog”)atau pentaheuran (asal kata “naheur”)
kalo penjernihan dengan cara mengendapkan mineral logam terlarut (umumnya besi dan mangan)yang bikin air jadi kuning sih biasanya pake tawas (aluminium sulfat)
desinfektan tambahan adalah kaporit (CaOCl2) buat membunuh bakteri pathogen spt E.coli
teknik pengelolaan air bersih yang umum dilakukan diulas di http://www.iptek.net.id/ind/warintek/Pengelolaan_dan_Sanitasi_idx.php?

Penulis: Yulian Firdaus Hendriyana

Penjernihan Air Dalam Tandon

Mendapatkan akses air bersih memang bukan hal yang mudah di Indonesia. Dalam masyarakat yang mayoritas masih mengandalkan air tanah untuk kebutuhan sehari-hari, air bersih menjadi barang langka. Tak sedikit orang yang kecewa dengan kualitas air tanahnya. Keluhan yang sering ditemui umumnya keruh, air berwarna kuning atau bau besi.
Nah, dalam rangka peringatan Hari Air Sedunia, saya mencoba berbagi pengalaman menjernihkan air. Metode yang saya gunakan berbasis pada pengalaman yang saya terapkan di rumahku Vila Nusa Indah Bogor, dengan menggunakan metode penjernihan layaknya akuarium. Metode ini telah saya terapkan lebih dari lima tahun dan terbukti cukup aman dan murah untuk memroses penjernihan air dengan hasil yang tidak mengecewakan. Bahkan metode ini sudah diterapkan di rumah Pekalongan dan rumah Tanteku di Semarang yang keduanya berhasil menjernihkan air dalam kurun 2 tahun belakangan ini. Mau mencoba?

Proses Penjernihan. Penjernihan dengan model akuarium ini pada prinsipnya bekerja melalui proses penyaringan air secara berulang dalam tandon air. Air masukan dari sumur dialirkan langsung ke dalam tandon sampai posisi upper level (disarankan memakai sensor air model Radar). Air yang tertampung kemudian dipompakan ke penyaring air yang ditempatkan di mulut tandon air. Setelah tersaring, air akan jatuh kembali ke tandon air yang oleh pompa akan kembali dipompakan ke atas. Demikian, proses ini berlangsung secara terus-menerus sehingga air akan tersaring secara merata.

Peralatan yang Dibutuhkan. Dalam pengadaan peralatan yang dibutuhkan, para pembaca diasumsikan sudah mempunyai tandon air untuk keperluan penyimpanan dan distribusi air. Karenanya peralatan yang dibutuhkan dibatasi pada komponen penjernihannya saja yaitu:

1. Pompa Akuarium
Pompa akuarium yang dipilih cukup yang berdaya kecil agar tidak boros listrik. Kecilnya kapasitas dan daya sembur air yang dihasilkan tidak terlalu menjadi masalah karena yang penting suplainya stabil sehingga tidak mengganggu proses penyaringan.


2. Slang dan Katup Perata Air
Slang air dibutuhkan untuk menyalurkan air pompaan ke penyaring. Slang air yang dibutuhkan dapat berupa slang air standar akuarium atau slang plastik biasa dengan diameter yang sesuai. Sedang katup perata air diperlukan untuk meratakan sebaran air dalam saringan agar proses penyaringan menjadi lebih sempurna.

3. Ember atau Wadah Saringan
Ember atau wadah yang dipilih harus mempunyai ukuran yang sesuai dengan mulut atau lubang bukaan tandon air yang ada. Kegunaan dari ember ini adalah untuk menempatkan saringan air sekaligus sebagai ganti penutup standar tandon air (penutup standar terpaksa dipensiunkan).

4. Bahan Penyaring
Bahan penyaring cukup menggunakan saringan akuarium (filter mat) yang biasanya berbahan serat nylon. Selain murah, jenis saringan ini terbukti efektif menyaring larutan dalam air dan mudah perawatannya.

5. Penutup Saringan Air
Meski air dalam tandon sudah dalam posisi tertutup ember atau wadah saringan, namun saringannya sendiri masih dalam posisi terbuka. Untuk menghindari bersarangnya nyamuk, tutuplah dengan kain atau bahan penutup lainnya terutama yang berpori-pori kecil.

Penjernihan yang Efektif dan Efisien. Setelah alat penjernihan di atas bekerja selama 3-5 jam, air tandon dijamin mulai jernih dan siap untuk digunakan. Mengingat metode ini bekerja melalui penyaringan berulang, upayakan agar posisi air dalam tandon tidak terkuras habis. Namun jangan kuatir, untuk pemakaian normal, air dapat digunakan secara kontinyu tanpa masa jeda.
Metode penjernihan ini mempunyai keunggulan karena memroses penjernihan di titik sentral distribusi air. Dengan demikian, air hasil penjernihan dapat langsung terdistribusi ke setiap titik kran tanpa membutuhkan aktivitas tambahan. Dengan membuka kran yang sama, pengguna akan memperoleh air dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan yang sebelumnya. Praktis bukan.
Keunggulan lainnya dari metode ini adalah minimnya biaya instalasi. Pembaca yang ingin menerapkannya cukup merogoh kocek tak lebih dari Rp100.000. Investasi yang cukup murah mengingat instalasi tersebut dapat digunakan dalam jangka waktu lebih dari tiga atau empat tahun. Adapun biaya operasionalnya juga cukup murah karena hanya akan mengkonsumsi listrik tidak lebih dari 10 KWH per bulan.
Nah dibalik segala keunggulan tersebut, penjernihan ala akuarium ini memang mempunyai kelemahan karena membutuhkan perawatan rutin untuk membersihkan filter mat-nya. Frekuensinya tergantung dari kualitas air sumur yang diolah. Paling tidak dalam tempo 1-2 minggu pengguna harus membersihkan bahan penyaring. Cukup merepotkan memang. Namun demikian, kerepotan dalam perawatan ini sebenarnya terkompensasi dengan berkurangnya pekerjaan menguras tandon karena air yang berada di dalamnya selalu dalam keadaan bersih.

Nah bagi para pembaca yang kesulitan mendapatkan air bersih tidakkah tertarik untuk menerapkan metode ini? Selamat mencoba, semoga berhasil.

Sumber: http://gagasanopek.blogspot.com/