Monday, April 12, 2010

Les Privat

Dalam rangka meningkatkan kemampuan siswa dalam menguasai mata pelajaran sekolah dengan baik, kami menawarkan jasa bimbingan belajar privat (les privat)untuk siswa SMP dan SMU untuk mata pelajaran:

1. Matematika
2. Fisika
3. Kimia
4. Bahasa Inggris
5. Ekonomi

Tentor merupakan mahasiswa dan sarjana dari universitas negeri
Lama pertemuan 1,5 jam setiap pertemuan
Biaya Rp75.000 per sesi
Kontak: sms 0813 845 30778

Jaminan mutu!




source: http://ganesan1989.blogspot.com/2009/04/cartoons-about-life-at-moment.html

Saturday, January 2, 2010

Masih ada kesempatan.....

Satu lagi tahun meninggalkan diriku. Satu sisi senang karena diberi kesempatan menggunakan waktu lebih lama, tapi satu sisi sedih karena waktu yang digunakan tersebut tidak optimal. Semestinya lebih banyak hal yang luar biasa yang dapat aku lakukan, dengan waktu segitu itu 24 jam sehari 30 hari sebulan 12 bulan setahun. Dia, mereka, sama juga mendapatkan waktu selama itu. Tidak kurang, pun tidak lebih. Salahku memilih untuk menggunakan waktu untuk kegiatan yang membuaikan, melalaikan, bahkan menjerumuskan yang tidak memberikan manfaat apa-apa yang sesungguhnya bagi diriku. Padahal, sekali lagi waktu yang ada ya segitu-gitu, sama buat semua orang. Ibaratnya masing-masing orang sudah dapat sebuah gelas yang sama persis ukurannya, katakanlah satu liter dan mereka semua mau ga mau harus mengisinya. Tapi disinilah bedanya, yaitu saat mengisinya. Ada yang bijak dan cerdas, mereka mengisi dengan isi yang baik seperti madu, susu, jus, dll yang menyehatkan, memberikan kekuatan, dan memberikan kebahagian. Di lain sisi, ada pula yang mengisinya dengan minuman alkohol, air mentah, bahkan air yang tercemar limbah! Akibatnya mereka mabuk, terbuai, sakit perut, bahkan keracunan.

Tetapi Maha Terpujilah Tuhan Yang Maha Penyayang. Beliau masih memberikan kesempatan kepada kita semua. Sekali lagi, entah setelah berapa kali sekali lagi, memberikan gelas lainnya untuk kita gunakan. Sungguh, benar-benar Yang Maha Pemurah. Beliau tidak pilih-pilih, semua diberi. Baik yang bijak dan cerdas yang mempergunakan gelasnya untuk mengambil yang baik-baik, maupun yang lalai dan tersesat yang mempergunakan gelasnya untuk mengambil sesuatu yang memabukkan, mengandung racun. Beliau masih berkenan memberikan kesempatan sekali lagi. Beliau masih mempercayai kita untuk memanfaatkan gelas yang diberikan-Nya.

Akankah kita masih lalai dan mengabaikan kepercayaan yang diberikan oleh-Nya dengan sangat tulus, tanpa melihat apapun yang sudah kita lakukan. Beliau masih menaruh harapan kepada kita untuk berubah dan mengisi gelas kita dengan minuman-minuman yang sehat dan menguatkan. Bukan untuk Beliau. Beliau sama sekali tidak perlu minuman-minuman yang akan kita isi dalam gelas kita. Beliau adalah yang mempunyai sifat-sifat Maha. Minuman yang akan kita isi dalam gelas kita sendiri adalah untuk bekal perjalanan kita sendiri, baik perjalanan yang panjang di dunia maupun perjalanan yang sangat panjang di akhirat. Jangan sampai kita kehausan, kelelahan tidak bertenaga dikarenakan bekal dalam gelas yang selama ini kita kumpulkan tidak mencukupi atau bahkan justru meracuni kita. Sehingga kita tidak akan pernah sampai ke tempat tujuan.

Tahun ini, 2010, sudah berjalan tiga hari. Itu berarti gelas yang sudah dipergunakan sekitar 0,8% dan kalau dibulatkan sekitar 1%. Jadi sisanya tinggal 99%! Padahal tahun baru seolah-olah baru terjadi kemarin, tapi gelas kita sudah tidak full lagi, sudah terisi 1%. Tapi minuman apa yang sudah diisikan? Minuman yang menguatkankah atau justru yang meracuni?

Dalam perjalanan kita mengisi gelas-gelas kita, Tuhan YM Pemurah telah membekali petunjuk-petunjuk untuk mencari minuman yang menguatkan itu. Tidak cuma petunjuk namun juga alat pendeteksinya, yaitu badan, akal, dan hati. Gunakan itu semua dengan baik, jangan terlena oleh fatamorgana yang menggoda, naik itu menyesatkan dan membuat diri menjadi lemah karena membelokan perjalanan semakin jauh dari tempat tujuan. Padahal kita semua sedang berjalan dalam gurun yang panas. Jadi semakin seseorang tersesat jauh akibat tergoda oleh fatamorgana dunia, maka dirinya akan semakin lelah, kepanasan, dan akan mungkin mati karena mengejar fatamorgana itu.

Jaga keteguhanmu, tetaplah disiplin menjalani perjalanan panjang menuju ke tempat tujuan tersebut. Tidak ada yang tahu seberapa jauh tempat tujuan tersebut. Tapi jika kita dapat membekali diri dengan minuman yang menguatkan dan menyegarkan maka kita akan ringan dan ikhlas, meskipun berjalan menuju tempat tujuan di tengah gurun panas adalah perjalanan yang sangat berat. Semoga kita semua dapat mempergunakan gelas tahun 2010 yang sudah tersisa 99% ini dengan bijaksana dan selamat sampai ke tempat tujuan.

Jakarta, 3 Januari 2010

Friday, December 18, 2009

Celebrating 1 year bike to work

Hari ini pas 1 tahun menggunakan sepeda ke tempat kerja. Menjelang akhir bulan Desember 2008, kuputuskan untuk membeli sepeda sebagai sarana transpotasi untuk ke tempat kerja. Beramai-ramai dengan anggota keluarga, pergilah kami ke Roxy Mas setelah berkunjung dari museum di Kota. Lihat-lihat, akhirnya jatuhlah pilihanku ke sepeda Polygon tipe City Bike. Model yang kupilih adalah Sierra DX dengan harga sekitar Rp1.900.000, paling mahal di kelasnya.



Senang sekali memulai kebiasaan baru naik sepeda. Pas hari pertama naik sepeda ke tempat kerja, baru sekitar 2 kilometer, kepala agak nggeliyeng dan mata berkunang-kunang berasa mau muntah. Sempat kepikir mau pulang lagi saja, ganti naik motor. Tapi hati dikuatkan meskipun jarak masih sekitar 8 kilo lagi dan menghadang fly over di depan. Menjelang naik fly over, kaki kayak gemeteran menggenjot pedal yang seolah tidak mau bergerak. Rasa tengsin alias malu oleh sahutan pejalan kaki di pinggir fly over, "ayo mas, terus...terus, genjot lagi. he..he..he" Entah itu mau ngasih semangat atau mau ngeledekin, tapi aku merasa gak boleh turun dan menuntun sepeda. Puncak sudah sebentar lagi. Dan tidak perlu banyak waktu, puncak fly over Kuningan berhasil kulalui. Sepedaku meluncur cepat menuju jalan turunan, kurasakan nikmatnya menaklukan fly over di hari pertamaku naik sepeda.

Sampai di tempat kerja, kuletakkan sepedaku di tempat parkir khusus sepeda yang sudah tersedia. Nafasku masih ngos-ngosan, keringat masih mengalir seolah enggan berhenti. Teman-temanku yang sesama naik sepeda memberikan selamat, Welcome to the club. Sementara teman-teman lain yang tidak naik sepeda, ketawa-tawa ketika kuceritakan pengalamanku ketika naik fly over dengan sorakan pejalan kaki, "ayo mas dikit lagi".

Sorenya waktu pulang kerja aku mikir sebaiknya jangan lewat fly over dulu. Cukup dulu hari pertama naik sepeda lewat track itu, cari alternatif lain . Muter agak jauh, tapi berhasil menghindari fly over. Namun sayangnya aku tidak tahu kalau sebenarnya sepanjang jalan pulang itu naik ke atas. Makanya kok nggenjot pedal sepeda ini rasanya berat banget, kerasa banget nafas sampe mengi. Kebetulen aku punya penyakit asthma. Ngik...ngik begitu bunyinya. Selanjutnya beberapa track naik di depan lainnya berhasil dilalui hingga selamat sampai di rumah. Hoa cape sekali, hari pertama naik sepeda.

Gimana besok, masih mau naik sepeda lagi? Well, karena aku punya prinsip kebiasan baru paling tidak harus diulang-ulang selama 30 hari nonstop supaya bisa melekat maka sampai hampir 3 minggu ke depan aku terus naik sepeda tiap hari ke kantor yang jaraknya kurang lebih 10 kilometeran dari rumah. Belum sebulan penuh, akhirnya masuk rumah sakit. he..he..he.. dan opname. Tapi sampai sekarang, setahun sesudahnya aku masih belum tahu, apakah gara-gara sepedaan tiap hari ke kantor atau karena hal lainnya. Karena waktu itu selama 4 hari berturut-turut aku pulang pergi Jkt-Sby-Jkt-Sby tanpa istrirahat karena kakekku kecelakaan hingga akhirnya meninggal.

Setelah setahun berlalu, jalur ke kantor rasanya ringan saja, meskipun ya capek juga kalau terlalu malam pulangnya. Efeknya ke badan banyak sekali. Aku jarang pilek, batuk, atau flu yang dulu hampir tiap bulan atau bahkan 2 minggu sekali pasti mampir. Lainnya paha lebih kenceng dan singset. Lainnya lagi nafas lebih lega, padahal aku punya penyakit asthma. Efek negatif lainnya kulit lebih item. he..he..he. Tapi ini juga karena kontribusi renang siang-siang di Cilandak. But overall, sepedaan ke kantor sangat menyenangkan dan memberikan manfaat yang banyak buat aku. Tidak perlu mahal-mahal ikut gym kayak dulu di Fitness First yang sebulan fee-nya sampai 400 ribu lebih dan harus mengalokasikan waktu paling tidak 1-2 jam, sekarang sekalian berangkat pulang kantor sudah sekaligus olahraga. Mana kalau lagi macet, bisa lebih cepat dibandingkan dengan naik kendaraan. Intinya sepedaan is the best for me.

Btw dengan tipe city bike ini, rasanya pas banget dengan kebutuhanku. Tidak perlu repot-repot bawa tas di punggung karena bisa ditaruh dikeranjang depan. Selain itu, kita juga bisa menaruh jas hujan dan bag cover di keranjang untuk jaga-jaga kalau hari hujan.



Dengan bahan yang sangat ringan, yaitu alloy frame, memudahkan untuk diangkat kalau kita ingin berganti jalur saat macet. Ringan banget. Selain itu, walaupun modelnya city bike istilah kerennya, tampangnya sih mirip sepeda bibi-bibi ke pasar, dilengkapi juga dengan rear hub R-nexus 3, sehingga kita bisa mengganti speed sampai 3 kecepatan. Walaupun sih jarang banget pakai 3 karena beraat banget.

Kelemahan sepeda ini adalah untuk standarnya dia lemah banget jadi sering jatuh. Mungkin karena bodynya yang ringan banget sehingga kepala setirnya sering terbalik. Selain itu karena ada rear hub internal, sepeda ini tidak bisa dipasang standar yang berdiri. Jadi untuk amannya selalu parkirlah dengan menyandarkan sepeda ini di tiang, pohon, atau tembok. Mungkin itu saja. Kalau rear hub, meskipun berat buat aku sih justru keuntungan buat melatih kaki dengan speed yang berat, terutama pas tracking menanjak.

Overall, sepedaan adalah sesuatu yang mengasyikkan, menyehatkan, menghematkan, menambah teman, dan menambah kegembiraan keluarga karena bisa bareng-bareng ke taman naik sepeda. Buat yang takut hitam terutama cewek, bisa pakai sun block atau baju panjang. Tapi jangan takut sepedaan ya. Dan yang terakhir, join dengan Bike to Work!

Wednesday, September 23, 2009

Cara efektif menambah income bagi mahasiswa

Diterima di perguruan tinggi negeri, terutama yang favorit, merupakan impian setiap siswa/siswi. Namun tidak semua siswa dapat diterima dikarenakan seleksinya yang ketat dan besarnya peminat terhadap perguruan tinggi negeri favorit. Sehingga dapat lolos seleksi dan masuk kuliah di universitas negeri merupakan kebanggaan tersendiri bagi seorang siswa. Selain karena kualitasnya yang dijamin bermutu juga biaya kuliahnya relatif murah dibandingkan dengan jalur khusus ataupun perguruan tinggi swasta.

Namun demikian, meskipun biaya kuliahnya relatif murah, tidak semua mahasiswa yang sudah diterima tersebut mampu membayar kuliah dengan mudah. Dengan kata lain, ada kendala biaya, yang terutama disebabkan faktor orang tua yang kurang mampu. Bagi mereka, para mahasiswa yang kurang mampu itu, biaya kuliah yang relatif murah karena sudah disubsidi oleh negara, masih terasa mahal.

Tapi bagi mahasiswa yang ulet dan mandiri, biaya semestinya bukan hambatan untuk meneruskan kuliah dan menyelesaikannya dengan baik dan dalam waktu yang telah ditentukan. Banyak cara bagi mahasiswa yang cerdas dan kreatif sumber-sumber income untuk menopang masa-masa kuliah mereka. Beberapa potensi income yang dapat dimanfaatkan oleh para mahasiswa kreatif antara lain:

Pertama adalah beasiswa. Umumnya di kampus negeri, beasiswa yang disediakan untuk para mahasiswa cukup banyak, baik dari pemerintah maupun dari perusahaan/lembaga lainnya. Beasiswa tersebut bervariasi, mulai dari beasiswa mahasiswa berprestasi hingga beasiswa untuk mahasiswa yang kurang mampu. Jadi bagi yang IPK-nya pas-pasan jangan khawatir, masih ada peluang beasiswa untuk mereka. Tapi informasi mengenai beasiswa ini harus dicari secara aktif, tidak boleh pasif. Harus sering-sering bertanya ke kantor rektorat terutama ke PR III (kemahasiswaan), baca pengumuman, ngobrol dengan teman, serta buka-buka internet.

Kedua adalah menjadi asisten dosen. Aktivitas ini selain memberikan pride, kebanggaan tersendiri, juga bisa memberikan income yang lumayan. Dari asisten dosennya sih ga terlalu, tapi dari dikenal dan diajak proyek dosen itu yang lumayan. Dosen-dosen biasanya lebih suka melibatkan mahasiswa-mahasiswa yang sudah dikenal dan mempunyai kualifikasi seperti para asisten dosen. Selain itu, ilmu yang diperoleh ketika menjadi asisten dosen dan terlibat dalam proyek-proyek para dosen tersebut nanti akan menjadi pengalaman yang berharga pasca lulus kuliah.

Ketiga adalah memberikan les privat bagi siswa sekolah. Kebanyakan mahasiswa universitas negeri menyambi kuliah dengan memberikan les privat. Side job ini lumayan membantu menambah uang saku dan membayar kos. Sebagai ilustrasi pada tahun 2009, mengajar siswa SMA per sesi kurang lebih 1,5 jam, seorang guru privat dengan kualifikasi mahasiswa dihargai sebesar Rp100 ribu. Jika seminggu dua kali, dari seorang murid SMA, maka sebulan akan diperoleh pemasukan sebesar Rp800 ribu. Tapi sepertinya jarang seorang guru les memiliki satu orang murid saja, biasanya sampai 4-8, bisa dibayangkan pendapatannya minimal sebesar Rp3,2 juta. Tentu saja alokasi waktu untuk mengajar lebih banyak siswa juga akan semakin besar. Yang penting jangan sampai mengganggu proses perkuliahan.

Keempat adalah melakukan wirausaha. Orang bilang masa-masa kuliah adalah masa-masa untuk belajar salah dan berani mencoba. Banyak cerita-cerita sukses dari wirausaha yang dibangun sejak jaman kuliah. Seperti usaha mahasiswa Unpad yang sukses dengan jualan pulsa hingga mempunyai berpuluh-puluh counter voucher dan pulsa elektrik. Ada mahasiswa yang sukses dengan usaha bimbingan belajarnya sehingga mempunyai tempat kursus sendiri di kawasan bisnis. Ada juga yang sukses dengan usaha sablon dan percetakan. Juga ada yang sukses dengan usaha software house, warnet/wartel. Ada juga usaha busana, punya cafe, dan lain-lain. Bahkan mereka mendapatkan kebebasan keuangan dengan bisnis yang digelutinya sejak masa kuliah tersebut, tanpa harus pusing melamar pekerjaan pasca kuliah.

Demikian, banyak sekali potensi income tambahan bagi mahasiswa kreatif dan ulet. Di atas hanyalah beberapa tips saja. Apakah anda punya sumber income tambahan lainnya?

Monday, September 21, 2009

Krakatau: simbol kegelisahan untuk menemukan kembali jati diri bangsa Indonesia


Sengaja, saya pilih judul seperti di atas dengan memberikan tone yang lebih kuat terhadap penemuan kembali jati diri bangsa. Semua orang Indonesia sudah mahfum, paham bahwa bangsa kita diwarnai dengan sejarah panjang kejayaan, peradaban, dan wibawa sebagai bangsa yang besar dan adil/makmur. Sejak jaman prasejarah yang ditandai dengan adanya temuan-temuan benda-benda prasejarah di berbagai kawasan hingga jaman keemasan kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Semuanya menggambarkan ketinggian peradaban dan kemajuan serta sistem nilai sosial yang kuat bangsa Indonesia.

Namun, pasca masuknya penjajah bangsa barat/kulit putih ke tanah nusantara pada abad ke XVI/XVII hingga bangsa Indonesia berhasil mendapatkan kemerdekaannya pada tahun 1945 dan melanjutkannya hingga kini 64 tahun kemudian, negara kita seolah kehilangan jati dirinya yang kuat dan terombang-ambing diantara kemajuan negara-negara tetangga yang dahulu kita anggap kecil. Bangsa ini terlihat gamang, tidak mampu jejak berdiri di tanahnya sendiri, kehilangan pegangan akibat gempuran berbagai masalah internal dan upaya-upaya pihak lain yang ingin mengambil keuntungan dari kondisi linglung bangsa ini.

Indonesia, negara nusantara, yang sangat besar. Besar potensi sumber daya alamnya, besar potensi ekonominya, besar masyarakatnya merupakan mangsa yang empuk bagi pihak-pihak lain yang ingin mendapatkan keuntungan. Tidakkah kita menyadari bahwa kita seolah kehilangan jati diri, siapa kita, mau kemana kita, sistem nilai apa yang sedang kita pegang. Tidakkah kita menyadari bahwa kita seolah bergerak mekanis tanpa makna bekerja, bertarung dengan hidup hanya untuk urusan makan-minum, televisi, bertahan hidup untuk menunggu sampai gaji pada bulan berikutnya. Begitu siklus ini berulang, tanpa kita sedikit terjaga bahwa there is something wrong with this? Bagaimana potensi ekonomi yang sangat besar, budaya yang sangat kaya dan beragam, serta warisan nilai luhur yang turun menurun sudah begitu jauh kita abaikan karena kita terjebak atau sengaja dijebak untuk sibuk berpikir dengan urusan yang sangat dasar yaitu makan dan minum serta dininabobokan dengan segala jargon-jargon budaya entertainmen/refreshing/relaks. Dan akhirnya pihak lainnya lah yang mendapatkan keuntungan dari ketidaksadaran kita terhadap jati diri dan potensi bangsa kita.

Beberapa waktu yang lalu, di sela-sela rutinitas, ada kesempatan untuk melakukan beach camp ke Krakatau. Sebuah gunung berapi yang sangat fenomenal yang pada abad 19 pernah mengguncang dunia dengan letusannya. Hingga kini, masih tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta alam dan para petualang. Terletak di sekitar selat Sunda, Krakatau dan Anak Krakatau menawarkan keelokannya. Gelegarnya di tengah malam yang gelap, kala langit hanya diterangi sang bintang, seolah-seolah seperti lidah api sang naga yang menjulur menampakkan kegelisahannya. Anak Krakatau meledak, menggelegar, ditengah keheningan malam yang sepi, yang rutin, ingin menunjukkan eksistensinya. Seolah memberikan inspirasi bagi mereka yang mau memperhatikan. Krakatau menyuruh segera bangkit, bangun cepat, jangan terlelap dalam hampanya rutinitas hidup, dalam sepinya pikiran dan hati, dalam dinginnya kesendirian di antara berjuta hiruk pikuk urusan dunia. Tunjukkan eksistensimu, temukan jati dirimu, bangun harga dirimu, bangun wibawamu, pergilah ke puncak-puncak peradaban dan kemajuan. Mulai dari dirimu, panaskan hatimu, bawa pikiranmu, gelisahlah, teruslah gelisah, jangan diam terpekur saja. Mulai sekarang, dari kamu, kamu seorang, menggelegarlah di tengah keheningan malam. Menyalalah di tengah kegelapan awan. Berteriaklah di tengah deburan ombak. Buatlah dunia menoleh akan kehadiranmu, menyadari bahwa kita ada bangsa Indonesia yang besar, yang berwibawa, yang mempunyai kekuatan untuk eksis di antara kerumunan alam semesta.

Ternyata pekerjaan tukang sampah sangat berat....

Hari ketiga pasca lebaran 2009, tukang sampah belum juga datang. Si mbak yang bantu-bantu di rumah juga masih di kampung. Jadi semua pekerjaan rumah dikeroyok berdua dengan istri yang sedang hamil ditambah ekstrakurikuler menjaga anak pertama yang lagi senang-senangnya mengacak-acak rumah. Well, semuanya sih sebenarnya tidak terlalu merepotkan karena hanya melap-lap rumah, menyiram tanaman, bener-benerin peralatan rumah, sementara nyuci masih ditumpuk saja karena ada si ibu yang bantuin nyuci.

Meskipun cuman bertiga (empat sama shello, begitu mommy-nya memanggil), namun limbah rumah tangga kita sepertinya tidak berkurang dibandingkan hari-hari biasa. Apalagi limbahnya sih kakaknya, puppi, yang baunya minta ampun. Sejak kemarin mommy mau membuang sampah rumah ke tempat kos, tapi aku larang, secara dianya lagi hamil. Jadi pagi ini aku saja yang membuangnya ke kos karena tempat kos lebih luas dan tukang sampah yang ngambilnya lebih rajin dibandingkan dengan yang di rumah.

Setelah sarapan pagi, makan mie rebus rasa soto, segera ambil sarung tangan dan buka tempat sampah. Awalnya sih nyantai saja, wong sampah aja, kan bisa cuci tangan setelahnya. No ill feel sih, abis waktu kecil dulu sering ngorek-ngorek sampah buat nyari cacing buat umpan mancing. Jadi no bother at all lah. Tapi itu dulu kali ya. Begitu buka tempat sampah, dan mulai ambil kantung-kantung sampah yang sudah -diplastikin, aku langsung nekkk. Huekk...huekk, gak ketahan baunya. Aku tahan-tahan seperti di No Fear, tapi rasanya sudah sampai ditenggorokan, tahan-tahan jangan keluar. Hek..hek.. byurr, keluar deh sih mie keriting dari perut. Hah...hah...hah..., baunya ampun deh. Tapi tugas masih jauh dari selesai, setelah muntah, aku kembali ambil beberapa kantung plastik kecil yang berisi sampah-sampah sejak hari Sabtu dan memasukkannya ke dalam kantung plastik besar warna hitam. Gak enak kan kelihatan tetangga nenteng-nenteng sampah liwat depan rumah mereka. Setelah jalan ke kos yang jaraknya gak terlalu jauh, buka pintu gerbang dan taruh deh. Lega deh, sudah mindain masalah ke kos. Maaf ya anak-anak kos, bapak kos mu ini nitip sampah..he..he..he.. ke tempat kalian, lagian kan kalian belum pada balik. No offense ya, tempat kos kan lebih luas dan terbuka selain tukang sampahnya lebih rajin, jadi diperkirakana gangguannya akan minimal kok :).

Balik lagi ke rumah, sampah masih ada. Nanggung deh kalo bongkar-bongkar sampah dan naruh di kantong plastik besar. Sekalian saja bawa sama tempat sampah gedhenya sekalian. Segera ambil folding trolly, tarik deh ke kos. Sekarang cuek sama tetangge-tetangge, yang penting rumah bersih dan tidak bau. Segera buang ke kos, cuci-cuci bak sampahnya, dan keringin beres deh, dan balik lagi ke rumah.

Abis gitu, lapar makan kacang ijo, buat gantiin mie yang keluar tadi. Terus nulis thread tentang sampah ini. Pak tukang sampah, anda sungguh berjasa, really, tanpa anda sungguh sengsara nasib kami secara lahir batin. Tapi apa yang kami lakukan, seenaknya saja buang limbah rumah tangga dan tidak memperhatikan cara-cara pembuangan yang baik. Nyampurin antara limbah organik dan anorganik sehingga sulit untuk diurai. Buang tampon bayi (masyarakat biasanya nyebut pampers) seenaknya saja, mentang-mentang punya duit, gak mau susah, main pake semaunya dan buang semaunya. Padahal itu bau lebih parah dibandingkan sampah lainnya. Anda, para tukang sampah benar-benar, orang-orang patriot. Meskipun sering tidak dilihat orang, bahkan menutup hidung, karena bau barang-barang bawaan anda, padahal dari rumah orang-orang tersebut, anda tetap setia melaksanakan pekerjaan anda dengan baik. Anda jarang datang, dinanti-nanti orang bahkan diomelin kok tidak datang-datang, tapi jika anda sering datang, anda juga diomel-omelin bawa-bawa bau yang ga sedap dan ganggu jalan.

Pak tukang sampah, terima kasih atas kesediaan bapak, menolong kami. Kami akan mulai untuk mengurangi sampah kami, mengolahnya, dan memperlakukan dengan baik sehingga kami tidak menambah beban bapak yang sudah begitu berat.

Thursday, July 30, 2009

Jalan-jalan di Jakarta yang rawan ranjau paku

Bagi para biker motor di Jakarta, hati-hati dan sebisa mungkin hindari jalan-jalan yang seringkali menjadi area penyebaran ranjau paku oleh orang-orang berhati jahat. Dan jika melihat/mengetahui mereka, jangan segan-segan menangkap mereka (pasti dibantu oleh biker-biker lainnya dan sopir-sopir di jalan) karena mereka, para penebar paku tersebut, sungguh keji dan sangat berbahaya tindakan mereka itu. Para biker dapat menghubungi TMC POLDA DKI di nomer 527-6001 atau SMS 1717 (dicatat ya!).

Adapun jalan-jalan yang rawan paku tersebut yaitu:

I. Jakarta Pusat
- Jalan Majapahit yaitu dari arah Tanah Abang menuju Harmoni
- Jalur lambat di jalan Sudirman hingga Semanggi/Atmajaya

II. Jakarta Selatan
- Jalan Gatot Subroto arah Semanggi hingga ke lampu merah Kuningan dan arah sebaliknya.
- Fly over Permatan Hijau hingga Pondok Indah
- Sepanjang jalan Casablanca hingga Mal Ambassador (Mega Kuningan), terutama di terowongan Casablanca
- Fly over Lenteng Agung hingga Pasar Minggu
- Jalan MT Haryono sampai Kuningan dan sebaliknya, terutama di sekitar Pancoran
- Lampu merah Kostrad

III. Jakarta Barat
- Sepanjang jalan S. Parman (rumah sakit Harapan Kita)
- Lampu Merah Slipi hingga Tomang