Monday, September 22, 2008

Beda TPA dengan Psikotes


> Tes Potensi Akademik (TPA)
>
> 1.TPA juga dapat disebut sebagai Tes Stokastik atau Tes Bakat atau
> Apttitude Test yaitu suatu tes yang diharapkan dapat mengukur
dengan
> tepat kemampuan dan bakat akademis seseorang yang diperoleh selama
> seseorang tersebut menempuh pendidikan formal mulai dari SD s.d PT.
> Oleh sebab itu peserta TPA minimal berpendidikan Diploma III atau
> sederajad dari berbagai disiplin ilmu;
>
> 2.Kelebihan TPA dibandingkan alat ukur lain dalam seleksi baik
> seleksi kerja ataupun seleksi masuk pendidikan tinggi yang
> multidisiplin (MM, Msi, Doktor) adalah kemampuannya dalam mengukur
> potensi/ bakat akademis tanpa membedakan latar belakang disiplin
ilmu
> seseorang dan netral terhadap persepsi keliru masyarakat tentang
> kualitas SDM yang diukur dari asal perguruan tinggi, Asal Fakultas
> eksakta atau non eksakta, dll. TPA dapat menghilangkan sekat-
sekat /
> perbedaan-perbedaan tersebut. Sebagai contoh pendapat sebagian
> masyarakat yang mengatakan bahwa seseorang yang berasal dari teknik
> mesin ITB pasti lebih pinter dan berbakat dibandingkan dengan
sastra
> UI, atau seseorang lulusan Ekonomi UI pasti lebih bermutu dari FE
> Universitas Nakulo Sadewo di luar Jawa, atau IPK : 2.5 di UGM
setara
> dengan IPK : 3.5 di Universitas Mulawarman (Unmul) pada jenis
> fakultas yang sama; atau seseorang yang berasal dari Fakultas
Eksakta
> pasti lebih pinter dibanding Fakultas Sastra dan Humaniora, dll.
> Persepsi/anggapan salah tersebut dapat dihilangkan dengan TPA yang
> mana tidak milihat jurusan/ fakultas, IPK dan Asal PTN. Seseorang
> yang memiliki skore TPA tinggi disimpulkan memiliki Potensi
Akademis
> tinggi dan sebaliknya;
>
> 3.TPA akan menghasilkan angka/ skor/ nilai yang significan dengan
> kemampuan seseorang apabila calon peserta tersebut telah menempuh
> pendidikan perguruan tinggi, cukup berlatih dan memahami aturan
main
> TPA. Semakin banyak berlatih semakin tinggi skore TPA yang
diperoleh
> sebab bakat akan terlihat dengan banyak latihan;
>
> 4.Ciri khas dari soal TPA adalah multiple choice dan seandainya ada
> gambar yang mirip dengan psikotes, maka peserta hanya diwajibkan
> memilih gambar yang dianggap merupakan jawaban yang tepat (irama
> gambar) dan bukan aktif menggambar seperti halnya psikotes;
>
> 5.TPA pada umumnya dipakai untuk seleksi masuk ke pendidikan tinggi
> lanjutan misalnya dari D.III ke S1 (program ekstension FE UI, FKM
UI,
> Akamigas, STT Telkom, dll) dan masuk Pascasarjana ( MM, Msi,
Doktor,
> Program Spesialis Profesi tertentu, dll);
>
> 6.Dalam dunia Recruitment Pegawai, TPA biasanya dipakai pada
seleksi
> awal / pendahuluan (tahap I) sesuai jenjang pendidikannya (umumnya
> kualifikasi sarjana) karena dengan pertimbangan sifat soal yang
> multiple choice/ pilihan ganda dan computer base akan mempercepat
> hasil penyaringan (terutama yang dibanjiri pelamar seperti BI,
> Pertamina, Depkeu-RI, BPK-RI, Total Ind, BRI, Beasiswa Sampoerna,
> Beasiswa Stuned, Beasiswa Bappenas, PU, dll). Selain itu bakat/
> kemampuan akademis langsung dapat terlihat hasilnya dalam waktu
> relatif singkat;
>
> 7.Materi dalam TPA terdiri dari Verbal, Kuantitaif dan Penalaran
> dengan waktu mengerjakan antara 1 Jam (LPT-UI) s.d 3 jam (OTO-
> Bappenas);
>
> 8.Dengan menerbitkan sertifikasi Skor TPA, maka OTO Bappenas saat
ini
> menjadi tolok ukur kualitas akademis seseorang secara nasional
sebab
> TPA OTO Bappenas digunakan hampir di semua program pascasarjana di
> perguruan tinggi ternama (PTN di Belanda juga mengakuinya untuk
> menggantikan skor GMAT);
>
> 9.Kemampuan akademis diukur dengan skala angka. Untuk Skor TPA-OTO
> Bappenas Skor TPA berjalan muali 200 (salah semua) s.d 800 (bila
> benar semua) dan mean/ rata-rata nasional 500;
>
> Psikotest atau Tes Kepribadian
>
> 1.Pada umumnya untuk mengukur kepribadian dan kecenderungan atau
> kecocokan terhadap bidang pekerjaan tertentu sesuai dengan
> kepribadiannya (dinamis/tidak dinamis, inovatif/kurang inovatif,
> konsisten/kurang konsisten, stabil, leadership, introvet/
ekstrovet,
> dll);
>
> 2.Pada umumnya dipakai untuk seleksi pegawai (tidak untuk beasiswa
> atau masuk pascasarjana) dan untuk promosi jabatan yang membutuhkan
> kualifikasi tertentu;
>
> 3.Soal / materi berupa mengarang, menggambar, menghitung (essai)
dan
> peserta tes aktif mengerjakan gambar (menghubungkan beberapa
titik),
> menghitung dan menjumlah dari atas ke bawah dan sebalinya
(kreplin);
> sistim dikoreksi hasil tes dikerjakan secara manual tanpa computer
> dan membutuhkan waktu cukup lama sehingga psikotes biasanya dipakai
> dalam seleksi pada tahap akhir sebelum tahap wawancara dan tes
> kesehatan (dimana persta tinggal 10% dari jumlah pelamar
keseluruhan);
>
> 4.Karena tujuan psikotes antara lain menguji ketahanan berpikir,
> konsentrasi dan konsistensi maka pada umumnya psikotes dilaksanakan
> lebih dari 6 Jam (terkadang seharian penuh);
>
> 5.Hasil akhir dari psikotes bukan berupa skore seperti halnya TPA,
> namun berupa rekomendasi dan baiasanya bunyi rekomendasi tersebut
> dirahasiakan. Kelemahannya tentunya calon peserta bertanya-tanya
> dimana kekurangan saya sehingga saya tidak diterima/gagal (karena
> tidak diberitahukan hasilnya kepada peserta).

No comments:

Post a Comment