Monday, September 15, 2008

Hanya Menyerah pada Angin Malam


[ Jawa Pos, Selasa, 16 September 2008 ]
Kuning Telur Ayam, Resep Sehat Briptu Untung Sudarsono

Tidak mudah menjaga badan agar tetap sehat dan bugar. Sebagian orang mungkin merasa repot. Harus teratur olahraga, menjaga pola makan, dan pola hidup sehat. Padahal, rutinitas sehari-hari sudah cukup menyita waktu. Akibatnya, kesehatan terabaikan dan timbul berbagai macam penyakit.

Namun, hal itu tidak berlaku pada Briptu Untung Sudarsono, 57. Di umur yang sudah lebih dari setengah abad, penyakit nyaris tak pernah mau bertamu kepadanya. Padahal, sejak diangkat menjadi anggota kepolisian pada 1971, pria yang akrab disapa Untung itu selalu bertugas di lapangan. Dia biasa bergelut dengan panas, debu, sinar matahari, dan angin malam.

Kondisi fisik Untung selalu prima. Dengan berat badan 70 kg dan tinggi 168 cm, Untung terlihat tegap dan gagah. "Alhamdulillah, saya tidak pernah mengalami sakit yang aneh-aneh," katanya.

Selama 37 tahun bertugas di lapangan, dia hanya pernah sakit flu dan masuk angin. Virus flu yang menyerangnya pun biasanya didapat karena tertular teman atau keluarga. Untuk menyembuhkan, dia tidak pergi ke dokter. "Beli obat flu di warung saja sudah cukup. Setelah minum, nanti sembuh," lanjut pria kelahiran Bangil itu.

Masuk angin biasanya dialami karena kondisi fisiknya terlalu lelah. Maklum, setiap hari Untung harus bertugas di pos-pos lalu lintas di Surabaya. "Tiap kali jaga kan tempatnya beda-beda," tuturnya.

Jika giliran jaga pagi, dia berangkat dari rumahnya di Krian pukul 04.30. Waktu jaga pagi dimulai pukul 05.30 hingga pukul 14.00. "Mending berangkat pagi sekalian biar nggak kena macet," tegasnya.

Jaga siang dimulai pukul 14.00 hingga pukul 22.00. Tapi kalau Sabtu, tugas malam baru berakhir pukul 23.00. Hal itu berlangsung tiap hari. Tidak ada satu hari khusus yang digunakan untuk libur. "Liburnya ya kalau sedang tidak bertugas itu. Satu hari libur 16 jam," tuturnya.

Salah satu penyebab masuk angin yang dialaminya adalah angin malam. Apalagi selama ini, Untung menggunakan sepeda motor untuk alat transportasi. Jika sudah demikian, saat tiba di rumah, dia meminta agar istrinya, Siti Fatiroh, 47, memasak air hangat untuk mandi. "Biasanya, masuk angin itu obatnya kerokan. Tapi, saya justru tidak melakukannya. Takut pori-porinya tambah besar," jelasnya.

Di dalam tas ransel yang menjadi tas kerjanya, selalu tersedia sebotol kecil minyak angin. "Kalau sedang bertugas kena masuk angin, ya ini (minyak angin) obatnya," katanya. "Caranya cukup dengan mencium bau, lalu sedikit dioleskan di bawah hidung dan leher," tambah ayah empat anak itu.

Sehari-hari Untung hanya tidur paling lama dua jam. Profesinya sebagai polisi membuat dia harus pintar memanfaatkan waktu. Jika kelelahan menghampiri saat bertugas, dia bisa memejamkan mata sambil duduk. "Tidur 15 menit sudah bikin saya segar kembali," tuturnya.

Kesehatan yang dimilikinya, menurut Untung, disebabkan sejak dulu dirinya suka berolahraga. Saat masih bersekolah di Bangil, Untung biasa mengayuh sepeda. Dia juga menguasai banyak olahraga. Mulai sepak bola, voli, bulu tangkis, taekwondo, renang, hingga fitness. "Dulu, saat masih di Bangil, saya paling suka berenang di sungai," katanya.

Tapi sudah delapan tahun terakhir, karena faktor usia, dia tidak lagi melakukan bermacam-macam olahraga. "Sekarang paling hanya lari pagi dan aerobik tiap Sabtu di lapangan Polri," lanjutnya.

Jika orang-orang seusianya mulai waswas dengan kolesterol, asam urat, darah tinggi, dan diabetes, tidak demikian Untung. "Saat medical checkup, semuanya normal dan sehat," tuturnya.

Apa rahasianya? "Mungkin karena saya tidak pernah makan yang aneh-aneh. Saya biasa makan tahu, tempe, dan sayur kulupan. Itu favorit saya," ungkap pria yang selalu membiasakan diri minum air putih sebanyak-banyaknya untuk menjaga kesehatan ginjal.

Selain itu, sejak menikah pada 1978, Untung terbiasa mengonsumsi kuning telur ayam kampung mentah. Seminggu sekali dia melakukannya. Biasanya, dia menambahkan parutan kunir dan jahe yang sudah diperas dengan air hangat. Kunir dipercaya olehnya bisa membantu menjaga kesehatan organ dalam, sedangkan jahe memberi rasa hangat. "Tiga butir kuning telur ayam kampung sekali minum," jelasnya. "Saya tidak kasih gula. Sebab, perut saya murus kalau dimasuki sesuatu yang manis," imbuhnya.

Ramuan itu, kata Untung, manjur sekali untuk menjaga stamina. ''Berguna juga untuk keharmonisan keluarga,'' tuturnya lalu tersenyum. (jan/ayi)

No comments:

Post a Comment