Tuesday, September 2, 2008

BI Rate Bisa Dipatok Stabil

01/09/2008 21:05

INILAH.COM, Jakarta - Pelaku pasar optimistis laju inflasi Agustus yang terkendali memberi peluang bagi Bank Indonesia menahan laju suku bunga acuan (BI Rate).


"Bunga acauan bisa ditahan. Kecuali, jika BI lebih ingin memastikan kecukupan likuiditas di pasar akibat tingginya pertumbuhan kredit dan turunnya rasio dana pihak ketiga di perbankan," kata Kepala Riset Recapital Securities, Poltak Hotradero, Senin (1/9), di Jakarta.


Menurut dia, tingkat inflasi Agustus itu bagus dan terkendali, sehingga dalam rapat dewan gubernur BI mendatang kemungkinan akan ada split decision (keputusan yang tidak mutlak) antara menaikkan atau menahan tingkat suku bunga acuan.


Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi pada Agustus sebesar 0,51%, sementara inflasi Januari-Agustus mencapai 9,40%, dan inflasi year on year 11,85%.


Saat ini, BI rate bertengger di level 9% dan target BI rate pada akhir tahun adalah 9,5%.


Namun, katanya, laju pertumbuhan kredit hingga akhir Agustus hampir 35% dan diikuti oleh penurunan rasio dana pihak ketiga (DPK) bisa saja membuat BI mengambil kebijakan lainnya.


"Pilihannya antara menaikkan BI rate atau menaikkan GWM (Giro Wajib Minimum-red) untuk menarik likuiditas lagi ke perbankan," pungkasnya.[L5]

No comments:

Post a Comment