Tuesday, October 28, 2008

ABC-nya BAHAN MAKANAN BATITA (2)

September 6th, 2008 by farida

KACANG HIJAU

• Kandungan gizi utamanya: kalsium

• Cara tepat pengolahannya:

usia 6-12 bulan: direbus dan diambil airnya untuk campuran bubur
usia 1 tahun ke atas: dibuat bubur sebagai camilan
KACANG MERAH

• Kandungan gizi utamanya: protein, karbohidrat, dan fosfor

• Cara tepat pengolahannya:

usia 7–12 bulan: dilumatkan setelah dimasak sebagai campuran bubur beras
usia 1 tahun ke atas: dimasak sampai lunak sebagai sup kacang merah
KEJU

• Kandungan gizi utamanya: protein, lemak, kalsium, fosfor dan vitamin A

• Cara tepat pengolahannya:

usia 12-18 bulan: dapat diberikan dalam bentuk batangan (sebagai finger food)
usia 18 bulan ke atas: diberikan sebagai isi roti (sandwich), dilelehkan sebagai penutup biskuit, atau menjadi salah satu isi kebab (ditusuk seperti sate)
KENTANG

• Kandung gizi utamanya: sumber karbohidrat

• Cara tepat pengolahannya:

usia 7–12 bulan: disajikan dalam bentuk pure
usia 12-18 bulan: dapat diberikan dalam bentuk finger food
usia 18 bulan ke atas: disajikan sebagai perkedel
LABU KUNING

• Kandungan gizi utamanya: vitamin A dan C

• Cara tepat pengolahannya:

usia 7–12 bulan: diberikan sebagai campuran bubur buah
usia 1 tahun ke atas: dibuat pie, kue lumpur atau dipanggang sebagai kebab
MANGGA

• Kandungan gizi utamanya: vitamin A

• Cara tepat pengolahannya:

usia 6–10 bulan: mangga yang disaring dapat dipakai sebagai campuran bubur (sebagai saus)
usia 1 tahun ke atas: dapat dimakan sebagai makanan selingan bersama buah lainnya, seperti pepaya
usia 2-3 tahun: dapat disajikan sebagai pencuci mulut
PEPAYA

• Kandungan gizi utamanya: vitamin C

• Cara tepat pengolahannya:

usia 6-12 bulan: dilumatkan sebagai campuran bubur buah
usia 1-2 tahun: disajikan dalam bentuk buah potongan untuk makanan selingan
usia 2–3 tahun: disajikan dalam bentuk buah potongan sebagai pencuci mulut
PISANG

• Kandungan gizi utamanya: sebagai sumber karbohidrat

• Cara tepat pengolahannya:

usia 6–9 bulan: sajikan dalam bentuk lumat dengan cara sedikit demi sedikit dikerok dengan sendok, lalu langsung disuapkan ke bayi.
usia 12-18 bulan: dapat diberikan dalam bentuk potongan buah
usia 18 bulan–3 tahun: dapat diberikan utuh setelah dikupas kulitnya (agar si kecil bisa makan sendiri)
TAHU

• Kandungan gizi utamanya: sumber protein nabati

• Cara tepat pengolahannya:

usia 7–12 bulan: disajikan sebagai campuran bubur saring. Biasanya, dibuat dalam bentuk lumat atau potong kecil-kecil
usia 1-2 tahun: dimakan sebagai lauk setelah diolah sebagai semur atau sup
usia 2 tahun ke atas: disajikan sebagai camilan dalam bentuk tahu goreng
TEMPE

• Kandungan gizi utamanya: sumber protein nabati

• Cara tepat pengolahannya:

usia 7–12 bulan: dilumatkan bersama sayuran dan beras sebagai bubur saring (setelah dikukus terlebih dahulu)
usia 1 tahun ke atas: dimakan sebagai lauk atau makanan camilan (tempe goreng)



TOMAT

• Kandungan gizi utamanya: sumber vitamin A

• Cara tepat pengolahannya:

usia 7–12 bulan: dimasak sebagai campuran nasi tim atau disaring air buahnya sebagai campuran bubur buah
usia 1–3 tahun: dipotong kecil-kecil dan diberikan sebagai pencuci mulut
• Catatan: pilih tomat yang cukup masak, sehingga rasanya tidak terlalu asam

UBI RAMBAT/UBI JALAR MERAH

• Kandungan gizi utamanya: karbohidrat dan vit. A

• Cara tepat pengolahannya:

usia 9-12 bulan: disajikan dalam bentuk lumat sebagai campuran bubur
usia 1 tahun ke atas: sebagai camilan dalam bentuk potongan kecil-kecil setelah dikukus, atau dibentuk menjadi semacam getuk
• Catatan:

ubi jalar bisa putih atau merah warnanya
biasanya diolah dengan dikukus terlebih dahulu. Ketika mengukus, kulitnya bisa dikupas atau tidak dikupas terlebih dahulu. Belum ada data mengenai ada tidaknya pengaruh nilai gizi ubi bila dikupas atau tidak sebelum dikukus
WORTEL

• Kandungan gizi utamanya: sumber vitamin A.

• Cara tepat pengolahannya:

usia 6–9 bulan: dapat dilumatkan sebagai campuran dengan bahan makanan lain
usia 9 bulan-2 tahun: dapat diberikan sebagai finger food (biasanya setelah dikukus lebih dulu agar lunak)
usia 2–3 tahun: dapat diberikan sebagai finger food setelah dikupas, dicuci bersih dan dipotong memanjang, tanpa dikukus terlebih dulu
• Catatan:

pilih wortel yang muda, yaitu yang bagian tengahnya kecil
agar wortel tidak cepat busuk, usahakan agar dalam keadaan kering ketika disimpan. Untuk itu, bungkus atau lapisi setiap wortel dengan kertas koran
Perhatian Untuk Bayi!

Berikut beberapa makanan yang perlu dihindari untuk bayi di bawah usia satu tahun.

• Makanan sarat bumbu

Dengan memberi makanan yang tidak sarat bumbu, Anda mengajarkan bayi untuk “mengenali dan menikmati” berbagai rasa alami dari bahan makanan yang Anda beli.

• Penyedap rasa atau vetsin dan sejenisnya

Jenis garam yang terdapat dalam berbagai penyedap atau sejenisnya akan memperberat kerja ginjal bayi yang belum sempurna.

• Daging asap

Daging asap mengandung kadar garam cukup tinggi, sehingga dikhawatirkan memperberat kerja ginjal bayi.

• Susu sapi

Usahakan untuk memberikan ASI atau paling tidak susu formula sebagai campuran bahan makanan bayi di bawah satu tahun.

• Telur

Banyak bayi yang alergi telur. Namun, telur dapat diberikan pada bayi yang sudah lebih besar (sekitar 10 bulan ke atas), dengan harapan tubuhnya sudah lebih tahan terhadap alergi.

• Kacang

Hindari makanan ini untuk bayi yang mempunyai riwayat alergi.

• Madu

Sebaiknya jangan diberikan pada bayi di bawah usia 10 bulan, karena dikhawatirkan pencernaannya masih rentan dan belum tahan jika Anda memberikan madu yang kebetulan mengandung bakteri Clostridium botulinum.

Sumber: ayahbunda-online

1 comment: