Tuesday, October 28, 2008

MEMILIH ANAK LELAKI ATAU PEREMPUAN?

October 5th, 2008 by farida

Ada beberapa cara praktis yang diyakini dapat membuat pasangan memperoleh anak dengan jenis kelamin yang diidam-idamkan.


1. Mengetahui masa Ovulasi
Teori Anak Perempuan:
Hubungan yang dilakukan jauh sebelum masa ovulasi.

Maka sperma X (pembawa sel kelamin perempuan) akan mengelilingi ovarium sambil menantikan sel telur matang dan terlepas dari indung telur.
Sementara itu sperma Y (pembawa sel kelamun laki-laki) tidak dapat bertahan lama dan akhirnya mati.
Dengan demikian hanya sperma X yang dapat membuahi sel telur.
Sehingga kemungkinan lahirnya anak perempuan menjadi Sangat tinggi.
Teori Anak Laki-laki:
Hubungan dilakukan menjelang masa ovulasi.
Maka sperma Y yang mempunyai kecepatan bergerak yang tinggi dapat mencapai sel telur yang sudah matang, sementara sperma X tertinggal jauh di belakang. Cara ini memungkinkan lahirnya laki-laki.

2. Metode Asam Basa
Metode ini adalah yang paling sederhana, yaitu hanya dengan mengetahui “suasana” vagina.
Teori Anak Perempuan:
Hubungan dilakukan saat suasana vagina dalam kondisi asam.

Keasaman vagina dapat diatur dengan obat pencuci vagina yang dibuat sendiri. Gunakan larutan asam/cuka encer misalnya 2 sdm cuka : 1 liter air. Gunakan menjelang berhubungan.
Teori Anak Laki-laki:
Hubungan dilakukan saat suasana vagina dalam kondisi basa.
Kebasaan vagina dapat diatur dengan obat pencuci vagina yang dibuat sendiri. Gunakan larutan alkalis yang dibuat dari Sodium bicarbonat encer, misalnya 2 sdm tepung soda : 1 liter air. Gunakan menjelang berhubungan.

3. Mengatur posisi pada saat berhubungan
Teori Anak Perempuan:
Lakukan posisi hubungan yang berpotensi memperlambat sperma masuk ke rahim dan saluran telur.

Dianjurkan penetrasi jangan terlalu dalam. Posisi ini misalnya posisi berdiri.
Teori Anak Laki-laki:
Lakukan hubungan dari arah belakang.

Posisi ini akan membantu sperma cepat masuk ke saluran vagina, rahim dan saluran telur. Dianjurkan melakukan penetrasi yang dalam. Dengan demikian kromosom Y pada sperma akan melewati lingkungan asam di vagina dan dapat secara cepat mencapai sel telur.

5. Pengaturan Pola Makanan
Teori Anak Perempuan:
Makanlan makanan yang kaya kalsium dan magnesium.
Contohnya: Kacang-kacangan, susu, atau coklat yang bebas garam. Sebaiknya 1,5 bulan sebelum saat konsepsi yang direncanakan sudah mulai mengkonsumsi jenis makanan tersebut sebanyak-banyaknya.
Teori Anak Laki-laki:
Makanlah makanan yang mengandung kalium dan natrium.
Contohnya: buah-buahan, ikan (terutama ikan laut).

6. Mengatur jumlah sperma yang dihasilkan
Di klinik fertilitas ada cara tertentu untuk menghitung jumlah sperma.
Teori Anak Perempuan:
Sperma yang dihasilkan jauh lebih sedikit.
Caranya: Sarankan suami untuk menjaga suhu di daerah genital agar tetap tinggi. Kenakan celana berbahan tebal, seperti denim, atau celana yang ketat. Atau suami dapat mandi air hangat sebelum berhubungan. Selain itu, lakukan hubungan sangat sering sehingga kuantitas sperma berkurang.
Teori Anak Laki-laki:
Sperma yang dihasilkan banyak.
Caranya: Sarankan suami untuk menjaga suhu di daerah genital agar sejuk. Batasi frekuensi berhubungan dan Suami/Istri juga sebaiknya mandi air dingin sebelum melakukan hubungan.

7. Metode Orgasme
Istri yang mengalami orgasme lebih awal dibandingkan suami memungkinkan pasangan mendapatkan bayi lelaki.

Sebab, saat orgasme perempuan akan memproduksi cairan yang bersifat basa yang justru merupakan lingkungan yang baik untuk kehidupan sperma Y.


Sumber: www.connectique.com

No comments:

Post a Comment